Indonesia Produksi 200 Roket Balistik

40
1034
Roket Rhan 122

Indonesia kembali memproduksi 200 unit roket balistik kaliber 122 mm, berjarak jangkau 15 km sebagai bagian dari program 1.000 roket Kementerian Pertahanan sampai 2014. “Roket Ini melanjutkan 100 unit roket R Han 122 yang telah diproduksi pada 2011,” kata Deputi Menristek Dr. Teguh Rahardjo usai berkunjung ke PT Dahana, Subang, Jumat (20/1).

Sebanyak 32 dari 100 unit roket produksi 2011 sudah ditembakkan untuk keperluan pelatihan militer TNI. Sisanya 68 unit akan ditembakkan pada tahap berikutnya.

Produksi 1.000 roket nasional merupakan kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi struktur roket, Lapan yang membuatkan motor roket, PT Pindad memproduksi hulu ledak, serta bahan bakarnya (propelan) oleh PT Dahana.

Tim ini sedang mengembangkan roket balistik kaliber 200 mm berjarak jangkau lebih dari 20 km, serta roket kendali kaliber 200 mm yang sudah diujicobakan sebanyak tiga unit. Lapan sudah menguasai pengembangan roket dasar. Jika kemampuan pendanaan tidak masalah, program roket nasional bisa lebih cepat.

Sejak tahun 1960-an Lapan telah  membuat, roket berkaliber 70, 100, 150, 250 mm. Setelah berhasil, mereka lanjutkan ke roket RX-320 (kaliber 320 mm) dengan jangkauan 40 -70km, serta roket RX-420 dengan jarak tempuh 80 -150 km.

Tahun 2011 Lapan telah menguji roket tiga tingkat: dua roket RX-420 serta satu roket RX-320. Di tahun yang sama Lapan juga mengembangkan roket RX-550 (Kaliber 550mm).

Memasuki tahun 2012 Lapan berkonsentrasi mengembangkan roket 4 tingkat, sebagai Roket Pengorbit Satelit. Roket 4 tingkat ini terdiri 5 roket RX-420 sebagai roket pendorong, serta 1 roket utama RX-320.

Tidak tertutup kemungkinan roket tingkat 4 ini nantinya bisa dimodifikasi ke versi militer, dengan memasang hulu ledak. Lapan terus mempelajari sistem pengendali roket, agar roket roket Indonesia bisa berubah menjadi roket jelajah (cruisser) atau peluru kendali.(Jkgr)

40 COMMENTS

  1. INDONESIA BISA mungkin indonesia juga bisa
    membuat rudal/misil balistik yang besar berhulu ledak
    mengimbangi negara negara yang mempunyai
    rudal rudal besar berhulu ledak dan berjarak
    sangat jauh 300KM SAMPAI 50.000 KM antara BENUA dan bila indonesia mau
    bisa menembak jatuh SELURUH SATELIT di
    angkasa di atas bumi, ini hasil perkembangan
    roket LAPAN hasil ANAK BANGSA INDONESIA
    sebagai modal dasar pembuatan senjata yang
    sangat istimewah sebagai pertahanan INDONESIA

  2. ada kesalahan dalam penyebutan istilah “balistik”. RI belum mampu membuat rudal balistik. Definisi balistik adalah peluru kendali yang memakai lintasan trayektori yang ditentukan oleh balistik dalam sistem pengirimannya. sumber: http://lemjiantek.mil.id/article-407-mengenal-jenis-jenis-peluru-kendali.html
    ciri khas dari rudal ini yaitu mampu keluar dari atmosfer bumi.
    Terus rudal (peluRU kenDALi), RI juga belum bisa karena belum menguasai teknologi untuk remote jarak jauh roket. Artikel di atas lebih tepatnya mengenai Roket.

    Bom pintar (UkP/ Udara ke Permukaan) adalah yang paling terbaru dikembangkan Litbang TNI AU.

    • Kalau saya bisa tambahkan definisi balistik yang lebih berkaitan dengan dunia senjata (Wikipedia):

      1. the science of mechanics that deals with the flight, behavior, and effects of projectiles, especially bullets, gravity bombs, rockets

      2. the science or art of designing and accelerating projectiles so as to achieve a desired performance

      Ketr. 1: proyektil beraneka-ragam, mulai dari anak peluru yang menembus tubuh seorang koirban dan kemudian diuji di lab forensik oleh Polisi (uji balistik), peluru mortir dan howitzer, hululedak roket MLRS/ R-Han, hingga hulu ledak ICBM (re-entry vehicle) yang memang sempat keluar dari atmosfir dalam trayektorinya dan kemudian kembali masuk atmosfir (re-enter).

      Ketr. 2: kata ‘accelerating’ langsung mengingatkan pada hukum Newton f = m.a , dengan f = gaya ledakan amunisi atau gaya dorong roket, m = massa proyektil, a = akselerasi proyektil.

      Walaupun sama2 proyektil, sedikit berbeda antara peluru howitzer dan hulu ledak R-Han dan MIRV/ICBM; peluru howitzer dilontarkan dengan ledakan singkat yang terjadi di dalam laras sementara hululedak R-Han dan ICBM didorong roket dalam durasi yang lebih lama (boost-phase). Persamaannya, ketika mengenai sasaran sama2 dalam kondisi jatuh bebas. Ini beda lagi dari rudal yang saat menghantam sasaran dalam keadaan bertenaga penuh akibat dorongan mesin roket.

    • PS: Khusus ICBM, hululedak berganda memiliki target masing2 (MIRV-Multiple Independently Targetted Re-entry Vehicle), walaupun jatuh bebas menuju sasaran, sebelumnya telah dikendalikan dan diarahkan satu per satu oleh Post-Boost Vehicle / ‘bus’ yang dilengkapi roket kecil dan computerised inertial guidance system. Sehingga ‘gaya terbang’nya adalah Balistik dan Kendali sekaligus.

    • Saya tambahkan lagi, semoga makin bingung hehe … .

      Peluru kendali mempunyai dua cara untuk mencapai sasaran:
      1. Cara balistik.
      2. Dengan cara menghasilkan gaya angkat aerodinamik.

      Cara balistik sesuai dengan hukum fisika benda jatuh seperti duraikan di atas. Sehingga untuk mencapai jarak yang jauh perlu speed dan ketinggian yang tinggi (pakai roket).

      Sementara kalau cara kedua, untuk mencapai sasaran yang jauh tidak selalu hanya mengandalkan speed tinggi, tapi bisa dengan kecepatan “pelan”. Di sini roket hanya diperlukan untuk mendapatkan speed awal sebelum diteruskan dengan mesin turbo. Apabila profile terbangnya mendatar, maka dinamakan rudal jelajah (cruise missile).

      • Hehe, yang paling rumit tentunya ‘ritual’ peluncuran cruise missile Tomahawk melalui tabung torpedo KS dalam posisi menyelam (submerged launch); the weapon canister is propelled by water impulse to the surface, the missile is then ejected into the air via gas pressure, and the booster ignites as it clears the water. Pada ketinggian tertentu baru mesin turbofan Williams F107-nya menyala.

    • saya ikut2an nambahin, mudah2an salah hehe.. untuk jenis peluru kendali yang kedua atau yang disebut cruise missile, menjadi rumit karena dalam proses kendalinya ada perubahan aktuator dari roket ke mesin turbo jet, dan sebagain juga akan terjadi perubahan massa dan bentuk peluru kendali secara tiba2 karena biasanya ada bagaian peluru kendali yang dilepaskan. nah disinilah yang membuat kontrol terhadap roket menjadi rumit karena tidak bisa menggunakan kontrol yang konvensional tetapi menggunakan kontrol yang disebut switching kontrol, dan harus diakui industri industri kita belum benar2 menguasai ilmu kontrol yang cukup advance.

      • Betul, kontrol untuk rudal model begini cukup sulit, apalagi rudalnya Mas Danu yang dari bawah permukaan air laut menuju media udara itu dan dari manggunakan bubble diganti roket.

        Pada missile jelajah, untuk mempertahankan (mengontrol) sikapnya saat terbang jelajah (mendatar), perlu ditambahkan sirip2 pada bagian mesin turbo. Setelah bahan bakar roketnya habis, motor roket akan dilepas. Dengan hilangnya daya dorong ini, berat roket dalam beberapa waktu akan menjadi lebih besar dibanding daya dorong seiring dengan berkurangnya inersia/kelembaman missile, dan kemudian missile mulai menukik + speed missile mulai berkurang. Bila kemudian sudut tukiknya mencapai sekian derajat dan speed nya mencapai area subsonik, maka sesuai program, kontrol akan memerintahkan untuk mengeluarkan sayap dan menyalakan mesin turbo. Sayap ini akan menghasilkan gaya aero yg bertugas untuk mengembalikan posisi missile dari sedikit menukik menjadi mendatar kembali.
        Ini baru salah satu caranya, opsi lainnya masih ada juga.

      • Last but not least, ilustrasi solid rocket booster yang akan dilepaskan setelah beberapa saat mengudara;

        The booster falls away once it has burned its fuel. The wings, tail fins and air inlet unfold, and the turbofan engine takes over. (Seluruh komponen yang terlihat, sirip2 ekor, sayap kanan, air inlet awalnya dalam posisi terlipat).

        Segala kerumitan yang diulas tentu ada price tag-nya; a cruise missile’s job in life is to deliver a 1,000-pound (450-kg) high-explosive bomb to a precise location — the target. The missile is destroyed when the bomb explodes. Since cruise missiles cost between $500,000 and $1,000,000 each, it’s a fairly expensive way to deliver a 1,000-pound package.

        • Yap … sebaiknya memang begitu, setelah mengudara jangan lama-lama pakai roketnya karena mahal, jadi bahan bakar roket jangan kebanyakan. Roket membawa sendiri oksigennya. Setelah pindah ke mesin turbo, udara disedot dari luar, sehingga missile tidak terlalu berat dan mahal bahan bakarnya. Apalagi mesin dan fuel turbofans relatif lebih murah dibanding turbojet.
          Satu juta US dolar dari overall biaya operasi militer sudah sangat murah, dibanding kalau pesawat tempur seharga puluhan juta dolar beserta bom & pilot nya musnah di jalan.

          • salut tuk teman teman diatas pengetahuannya ok punya

            wis indonesia harusnya segera bikin dan mencoba tuk produksi rudal..karena kita yakin sdm kita bisa..

            Saya jdi ingat koment mr melektek bahwa pihak barat sekarang RAGU dan cenderung Takut tuk mengembargo Indonesia karena kemampuan sdm kita menguprek alutsista yg diembargo sehingga kita makin pintar

            orang terdesak dan terjepit kan kreativitas dan inovasinya muncul..seperti kemajuan iran saat ini dan israel dulu saat diembargo..pihak barat takutnya indonesia seperti iran dlm kreativitas..

            kabarnya rudal strella yg udah usang skrng bisa dioperasikan kembali dan menjadi manpad pasukan marinir kita. setelah diuprek oleh timnya TNI AL..kreatif kan..

          • SDM apanya bung…hahaha kalau persedia an minyak negara sangat sedikit.kalau benar seperti yg saya baca di situs yg lain,ianya hanya boleh untuk satu hari bekalan perang…….di indonesia bukan tidak ada minyak,tapi pertamina menjual minyak mentahnya keluar.dan SBY telah menunjuk exxonmobil untuk mengolah pertambangan minyak indonesia…..apa yg di takuti barat terhadap indonesia..wong yg di berikan cuma barang RONGSOKAN….

          • makanya, kita perlu mencoba dan mencoba terus.. 1000 kali gagal tapi kita hanya perlu 1 kali berhasil haha..
            seperti kata lagi quee.. ” don’t stop me know..” hehe

    • saudara bayu…secara pribadi saya pun merasa kalau statement di atas di tulis terlalu berlebihan.padahal kalau di bandingkan dengan negara luar,produsen mesin perang indonesia mungkin masih di tahaf 35 persen.

  3. kesalahan dalam penanganan sengketa sipadan dan ligitan melaporkan malaysia kepengadilan denhag tanpa diawali perjanjian tertulis antara indonesia malaysia dan tidak melibatkan pihak ke 3 sekjen aseam atau PBB seharusbya sebelum masalah sengketa sipadan dan ligitan dibawa kepengadilan hanrusnya ada perjanjian sebagai beruikut
    topik : perjanjian penyelesaian masalah sengketa pulau sipadan dan ligitan
    1. indonesia dan malaysia akan selalu menjunjung tinggi perdamaian dan keamanan dalam kerangka kerjasama asean
    2. Tiap ada masalah antara kedua negara akan selalu diatasi dengan jalan damai
    3. Ke dua negara setuju Masalah sipadan dan ligitan akan dibawa ke pengadilan denhag secara damai untuk me nghindari konflik bersenjata,
    4. Jika keputusan pengadilan denhag memenangkan malaysia maka indonesia akan mundur dari titik pulau sipadan dan ligitan sampai jarak …… mill garis equator…. Dan garis bujur timur …..bujur barat…. 5 Jika keputusan pengadilan denhag memenangkan indonesia maka malaysia akan mundur dari ntitik pulau sipadan dan ligitan sampai jarak …… mill garis equator…. Dan garis bujur timur …..bujur barat….
    5. setelah keputusan pengadilan selesai tata cara pengambil alihan pulau sipadan dan ligitan tidak menggunakan kekuatan militer tetapi dengan kapal patroli sederhana saja

    Perwakilan indonesia perwakilan malaysia perwakilan PBB

    ————————- ————————– ——————-

  4. Hmmmm ngelus dodo ngrasakne negaraku INDONESIA angger buat senjata terlalu nanggung Masak buat roket kok cuma 200 unit padahal TNI sangat membutuh kan alutsista yang canggih untuk melindungi bumi NKRI tapi mengapa dan mengapa setiap beli atauu buat senjata sedikit sekali tidak sebanding dengan luas NKRI
    contoh beli sukoi cuma 16 beli tank cuma sedikit sekali beli kapal selam cuma 3 itu pun kualitas masih misteri
    Hmmmm mbok ya sekali sekali beli ALUTSISTA yang banyak sedikit kenapa to
    jangan di jadikan alasan duet ora duwe

  5. Mungkin ada yg perlu di koreksi lagi soal judulnya… kalo roket balistic itu TIDAK ADA. ada juga MISSILE BALISTIC. balistik itu dalam artian missile penjelajah antar benua dan cruisser itu jga beda lagi artinya bung… smpai saat ini negeri kita belum mampu bikin Rudal kendali.. roket itu sperti “celeng” hnya bisa lurus terus.. klo rudal beda lagi.. salah pengartian bung..

  6. eh bung rontok@ saya kasi tau ya kalau gc suka ya diem jangan banyak bacot,kmu pasti orang maloners kan ngaku deeh,,!!! ketauan negaramu iri dengan kemajuan kmi ,kalaw iri ya minta sana ama kerajaan sapa tau malah di beliin pisang hihihihihi,,,coba kmu ada disi gua bully kmu kyak warga malon sebelahku GUA BULLY TIAP HARI,GUA BULLY,GUA BULLY POKOKNYA GUA BULLY warga maloners ???

  7. eh bung rontok@ saya kasi tau ya kalau gc suka ya diem jangan banyak bacot,kmu pasti orang maloners kan ngaku deeh,,!!! ketauan negaramu iri dengan kemajuan kmi ,kalaw iri ya minta sana ama kerajaan sapa tau malah di beliin pisang hihihihihi,,,coba kmu ada disi gua bully kmu kyak warga malon sebelahku GUA BULLY TIAP HARI,GUA BULLY,GUA BULLY POKOKNYA GUA BULLY warga maloners ???

LEAVE A REPLY