Agu 172014
 
UAV / Drone Heron

UAV / Drone Heron

Jakarta — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) meyakini industri pertahanan dalam negeri mampu membuat pesawat tanpa awak (drone) atau unmanned aerial vehicle (UAV) seperti yang disampaikan presiden terpilih Joko Widodo.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Sisriadi mengatakan, saat ini Kemenhan bahkan sudah memiliki program pengadaan pesawat tanpa awak.

“Sebenarnya kita sudah beli juga. Yang disampaikan (Jokowi) itu sudah ada. Juga kita punya program pengadaan pesawat tebang tanpa awak,” kata Sisriadi di Jakarta, Minggu (17/8/2014).

Sisriadi menjelaskan, saat ini Kemenhan sudah memiliki empat unit pesawat tanpa awak yang disebut Wulung. Program pembuatan pesawat itu, kata dia, merupakan kerja sama konsorsium antara Kemenhan, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), dan PT Dirgantara Indonesia.

Pesawat Tanpa Awak, UAV Wulung BPPT Indonesia

Pesawat Tanpa Awak, UAV Wulung BPPT Indonesia

Selain itu, Sisriadi menjelaskan, pihaknya juga mendatangkan dua pesawat tanpa awak dari Filipina. Rencananya pesawat tanpa awak dari dalam dan luar negeri itu akan digabungkan dalam satu skuadron atau 16 unit dengan komposisi 50:50.

“Jadi bukan kita diintervensi. Wong kita sudah laksanakan,” kata jenderal bintang satu itu.

Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu mengatakan, pesawat tanpa awak tidak memerlukan satelit seperti yang dikatakan beberapa pihak.

Dia meyakini bahwa sebenarnya Indonesia cukup mampu membuat pesawat tersebut tanpa perlu membeli dari luar negeri. (Kompas.com).

nb: tolong komentar dan pembahasannya santai saja warjagers? Peace….

jakartagreater.com

  126 Responses to “Indonesia Punya Drone Dalam dan Luar Negeri”

  1.  

    Mulai sekarang itu kpk harus sring sring tuh, intip intip jendral jendral di sekeliling jokoei, kayaknya mulai cari cari proyek pengadaan alat alat dan persenjataan untuk tni kita nih,biasa ulah broker, fee lumayan mbt diganti droneeeee.

  2.  

    wah..nulis panjang2 tapi gak Jelas…Sabar mas..saya cuma mau tanya .. itu yang ngomong siapa?..Jokowi langsung ?… tim transisi?..ataw juru bicaranya?……kan yang ngomong orang lain tapi koq sampeyan marah2 sama Jokowi…marahnya sama yang ngomong dong….ataw sampeyan dengar/ melihat Langsung kalau Jokowi ngomong begitu?…Judulnya saja “…JIKA resmi jadi Presiden”…JIKA…memang sekarang Jokowi sudah Jadi Presiden?…atau mas begin sudah nganggep Jokowi sekarang sudah jadi Presiden?..Kalau mau marah2 sekarang kecepatan mas…mau ngejar Pertamax ya mas?…peace mas begin…

    •  

      Maaf Bung tom, ada 1 pertanyaan sih apakah tim transisi ini tidak berkoordinasi dengan pak Jokowi untuk hal2 yang disampaikan ke media massa? Jika itu yang terjadi dan pak Jokowi tidak berkenan maka seharusnya tim transisi diganti saja orang2nya karena sudah overlap. Di blog ini saya pernah berbicara tentang perlunya pak Jokowi mengkontrol orang2 dibelakangnya agar tidak mengeluarkan pernyataan2 yang terlalu dini supaya tidak jadi bumerang untuk pak Jokowi sendiri.
      Maaf ini pendapat personal saja..

      •  

        Salam kenal mas EA..maaf baru baca…Setahu saya tugas tim transisi itu sederhananya mengimplementasikan ide2 kampanye pk Jokowi ke dalam suatu program kerja Presiden baru dan berSinergi dengan program kerja yg Sudah Ada [program kerja pk SBY}. sehingga nanti tidak ada jarak/ gap program kerja pk SBY dengan program kerja pk Jokowi { pembangunan berkesinambungan, tidak putus} tapi yang saya maksud kan keputusan seorang Presiden itu tidak hanya mendengar dari sisi dia { tim Presiden }..tapi banyak pendapat pihak lain yg hrs didengar dan di kaji sebelum keputusan itu keluar { koment saya no 37 },..makanya hal ini baru wacana tim transisi..bukan keputusan seorang Presiden RI ..terkadang kita yg berlebihan menanggapinya..wacana tim transisisi tapi kita anggap sudah menjadi keputusan resmi Presiden RI ..wong pk Jokowi saja belum jadi Presiden..kecuali yang menyampaikan itu Juru Bicara Presiden..baru bisa kita anggap Presidenlah yg berbicara.. sekarang kan Presidennya masih pk SBY ?…IMHO..

  3.  

    Beware JKGR compromised, klo mau main politik praktis jgn disini, kok formil ini makin hari makin jadi arena debat kusir dan saling menjelekan para pendukung capres, sayang sekali formil sebagus JKGR jd gk mutu krn jd ajang cela celaan , yg penting gimana caranya kita kawal bersama pembangunan kekuatan pertahanan yang kuat, TNI pasti akan mengawal cita citanya menjadi pelindung kedaulatan yang kuat modern & disegani, sipil yg menjadi mata & telinga sehingga menjadi kontrol sosial jika terjadi hal hal yg tidak sesuai. Klo pembisik2 ada yg ngawur ya di sikat saja persempit ruang geraknya apalagi klo motif pribadi/segolongan org yg ingin memperkaya diri. Apapun bahasannya jgn di tarik tarik lagi jadi debat kusir antar pendukung

  4.  

    Drone mnrt saya hy sbg support tools. Kami pun saat operasi jg gunakan drone mini yg bsa di kontrol dg alat sebesar telapak tangan. Penggebukny tetap personel. Jk smua pk drone sbg main tools ny tdk ada efek apa2. Tetangga jg pk drone utk awasi kmi diperbatasan, inti ny jk anda tdk tahu & paham tlg mnta pencerahan pd yg paham. Mau coba blusukan dirimba kalimantan, rajawali siap jd Guideny

  5.  

    Amin bung EH
    kl bisa minta fotonya bung

  6.  

    Panasbung detected…

  7.  

    “Selain itu, Sisriadi menjelaskan, pihaknya juga mendatangkan dua pesawat tanpa awak dari Filipina.”
    Drone ini menggunakan teknologi dari Israel. Lho katanya kita membantu Palestina/ Gaza dan mengutuk Israel! kenapa mesti dari Israel yg kontroversial, tidak dari negara lain?

    Dua dekade yl Pindad produksi peluru mortir dengan lisensi dari Israel. Apa sekarang masih?

  8.  

    emang drone sama dengan UAV ???

  9.  

    yang nyata kita harus lihat drone yang anti dibajak. coba klo musuk kita punya alat mendan magnet yang mampu menghilangka kendali remote pesawat tersebut maka kehilangan lah kita aset negara kita.

  10.  

    keren mas, kapan-kapan kepengen naik