Sep 172018
 

Model pesawat tempur KFX Korea Selatan diresmikan pada ADEX 2017 di Seoul. © Alvis Cyrille Jiyong Jang (Alvis Jean) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Indonesia bermaksud untuk melakukan negosiasi ulang (renegosiasi) dengan Korea Selatan terkait proyek kerjasama pembuatan pesawat tempur KF-X/IF-X, seperti dilansir dari laman Anadolu, 13/9/2018.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku telah diperintah Presiden RI Joko Widodo untuk memimpin tim negosiasi pengembangan jet tempur generasi 4.5 itu.

Namun, Menkopolhukam Wiranto enggan untuk menyebutkan poin-poin apa saja yang akan dinegosiasikan dengan Pemerintah Korea Selatan.

“Kita akan tata kembali, hal-hal yang kira-kira menjadi catatan penting”, kata Wiranto kepada Anadolu Agency di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Menkopolhukam Wiranto juga akan menegaskan kepada pemerintah Korea Selatan bahwa pemerintah Indonesia mampu untuk bekerjasama dalam mengembangkan proyek tersebut.

Proyek Korean Fighter eXperimental (KF-X) dan Indonesian Fighter eXperimental (IF-X) ini pada awalnya merupakan program pengembangan pesawat tempur generasi kelima, yang memiliki kemampuan seperti jet siluman F-35 buatan AS, namun atas pertimbangan satu dan hal, maka kemudian ditetapkan sebagai pesawat generasi 4.5 yang mengungguli pesawat tempur jenis F-16 dan F-18 buatan Amerika Serikat (AS).

Dalam pembuatannya, Pemerintah Indonesia melibatkan PT Dirgantara Indonesia. Untuk pembiayaan proyek tersebut, pemerintah Indonesia berkewajiban menanggung anggaran sebesar 20 persen, sementara 80 persen ditanggung oleh pemerintah Korea Selatan dan Korea Aerospace Industries (KAI).

Direncanakan proyek pengembangan tersebut akan berlangsung hingga 2026 mendatang. Anggaran yangtelah dikeluarkan Indonesia hingga 2016 lalu untuk proyek tersebut adalah sebesar Rp. 21,6 triliun.

  31 Responses to “Indonesia Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X”

  1.  

    Menurut pewayangan, tak lama lagi akan terjafi perang besar. Setelah PD3 selesai, negara dilarang memiliki tentara, yang ada nanti adalah Intermil / Tentara Dunia. Depatemen pertahanan atas nama negara kemungkinan dihilangkan. Semua produksi alutsista dihentika kecuali kalau ada permintaan dari Intermil.
    Bagamana masa depan KFX / IFX kalau ini terjadi?
    Ada bacaan semoga bermanfaat. Aammiiiinnnn.
    https://jakapingit.blogspot.com/2018/09/manusia-tidak-peduli-keadaan-sekitar.html
    Silahkan dibaca.

  2.  

    yg jadi pertanyaan saya kok lama banget jadinya 2026 …klo 2020 masih mending ..ya itu tadi keburu ” kiamat ” baru datang barangnya ..PTDI masak ga bisa sih ..klo bisa bikin yg lebih cepat ..kayak N 250 itu sdh capek2 dibuatin prototipe oleh Pak Habibie malah dicuekin …
    Asal tau saja gejolak dunia kian hari kian memuncak , kt harus cepat bertindak ..Jangan2 ini disengaja oleh musuh2 kita .

    •  

      mas, bikin pesawat jet tempur itu ga seperti pesawat sipil. soalnya banyak Faktor yang harus bener2 terukur, asal mas Tau, SU35 aja buatnya lama Amerika juga sama, liat aja F35, dll…

  3.  

    musuhnya justru dari dalam bung
    musuh dalam bantal

  4.  

    Tampakx Proyek KFX/IFX di Sembunyikan dr Publik, Kalau Melihat Gelagat Para Pemimpin Korsel Senyum2 Saja Menyambut Pak Jokowi dg Sambutan Meriah, Ada Apakah Gerangan ? Kalo Menurut Insting Saya Proyekx tetap Jalan tp Sembunyi2

  5.  

    Wah, rame bener bahas KFX… Ada apa ya??? Tak mantau dulu aja deh. Sambil minum kopi. Hhhhhhhhhh

  6.  

    harusnya kita yg jual mahal harga diri … mereka yg perlu tekno anak bangsa koq
    uppps … !!!

 Leave a Reply