Indonesia – Rusia Kerjasama Luncurkan Roket

181
278
Polet, roket carrier dua tingkat  berbobot 100 ton, wahana pengorbit satelit
Polet, roket carrier dua tingkat berbobot 100 ton, wahana pengorbit satelit

20 Mei 2014. Rusia, Indonesia, dan Jerman hendak bekerja sama meluncurkan Polet, sebuah roket carrier dua tingkat berbobot 100 ton. Roket yang merupakan bagian dari proyek Air Launch tersebut akan diluncurkan dari Biak, Papua.

Wakil Menteri Perkembangan Ekonomi Federasi Rusia Aleskey Likhachev menyatakan saat ini koordinasi dasar di Papua sudah dilaksanakan dan negosiasi pembiayaan proyek tengah berlangsung.

sergey
Sergey Teselkin dalam pertemuan di Jakarta. Kredit: Mikhail Tsyganov

Hal itu dinyatakan Likhachev dalam kunjungannya ke Jakarta pada Maret lalu, saat memimpin lawatan delegasi bisnis Rusia ke negara-negara ASEAN. Menurut Likhachev, pelaksanaan proyek Air Launch di Indonesia memang tidak berjalan terlalu cepat, namun Rusia berharap proyek yang penting bagi kedua negara tersebut dapat segera terwujud. “Tidak menutup kemungkinan proyek ini akan melibatkan lingkup kerja sama yang lebih besar yakni antara Rusia dan beberapa negara ASEAN,” terang Likhachev.

Salah satu pencetus Air Launch, Sergey Teselkin, juga hadir dalam pertemuan di Jakarta tersebut.

Polet tidak diluncurkan dari permukaan bumi, melainkan dari ketinggian sepuluh kilometer di atas permukaan laut. Roket tersebut akan diangkut oleh Ruslan, pesawat terbang terbesar di dunia dan kemudian akan diluncurkan saat pesawat itu tengah mengudara. Hal itu akan menekan biaya peluncuran hingga dua kali lebih rendah.

air-launch
Air Launch dapat berfungsi sebagai sistem tanggap darurat. Foto: Mikhail Tsyganov

Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. Dengan kecepatan rotasi bumi 0.4 kilometer per detik, maka biaya pengiriman satelit ke orbit menjadi lebih murah, karena putaran bumi sendiri yang akan mendorong satelit menuju orbit.

Teleskin menyatakan Air Launch dapat berfungsi sebagai sistem tanggap darurat. “Bayangkan saat para astronom menemukan asteroid yang datang mendekati bumi tanpa diduga, Air Launch (jika infrastrukturnya sudah dibangun dan berbekal roket ini) dapat menjadi satu-satunya sistem yang dapat mengatasi ancaman tersebut. Sistem ini akan menghancurkan asteroid berkeping-keping dalam dalam waktu sekitar lima hari setelah penemuan,” terang Teleskin

Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. Foto: Mikhail Tsyganov
Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. (Desain Mikhail Tsyganov)
Pelabuhan udara di Pulau Biak, Papua. Foto: Mikhail Tsyganov
Pelabuhan udara di Pulau Biak, Papua. Foto: Mikhail Tsyganov

Selain itu, Teleskin menawarkan sistem yang revolusioner dalam proyek ini. Biasanya, sebelum peluncuran satelit dibawa ke kosmodrom (stasiun peluncuran roket) dan dijaga sepanjang waktu, tapi tak menutup kemungkinan terjadi kebocoran teknologi. Sementara, Polet akan didatangkan (dengan pesawat) kepada klien dengan menggunakan roket upper stage dan perakitannya dilakukan dibawah kontrol penuh klien.

Teknologi Air Launch merupakan milik Pusat Roket Negara (PRN) Rusia Makeyev yang telah bergerak di pasar persenjataan roket selama 60 tahun dan berpengalaman puluhan tahun di bidang teknologi peluncuran roket dari kapal selam.

Replika pesawat terbesar di dunia AN-124-100BC Ruslan. Foto: Mikhail Tsyganov
Replika pesawat terbesar di dunia AN-124-100BC Ruslan. Foto: Mikhail Tsyganov

Teleskin menjelaskan, teknologi milik PRN sangat berguna dalam mempermudah peluncuran roket. “Roket seberat 100 ton yang terjun dari pesawat, dengan berat keseluruhan 400 ton, akan membuat kerusakan spesifik pada dinamika penerbangan. Air Launch membuat peluncuran beban seberat itu di udara menjadi lebih mudah dibanding melepaskan gelembung di hidrosfer,” terang Teleskin. Pesawat An-124 Ruslan sendiri memang dirancang untuk menerjunkan beban yang sangat berat.

Teleskin optimis proyek ini mampu menarik perhatian investor. “Semua investor yang kami temui menyarankan untuk melakukan pencobaan peluncuran roket. Bila kami berhasil melakukannya, investor akan menilai proyek ini berbeda dari sebelumnya. Para pengamat ahli dari Rusia, Eropa, bahkan AS memprediksi banyak klien potensial yang akan mengantri untuk berinvestasi,” kata Teleskin.

Proyek ini telah diajukan ke pemerintah Rusia, tapi Teleskin khawatir reorganisasi kepemimpinan Badan Antariksa Rusia Roskosmos akan menghambat kelancaran proyek. “Keputusan sudah diterima, tapi proyek baru boleh dilaksanakan setelah pembentukan struktur Roskosmos yang baru. Maka kami masih harus menunggu untuk merealisasikannya. Supaya tidak membuang waktu sia-sia, kami melanjutkan pekerjaan kami dengan mitra dari Indonesia dan Jerman.” Ujar Teleskin. (indonesia.rbth.com).

181 COMMENTS

  1. Bismillah, semoga bisa tercapai ya, tim kita sudah siap serap ilmu. Mudah2an tidak diganggu faktor politis di dalam negeri ya, biar nanti kita bisa dengan cepat melihat peluncuran satelit sendiri. Yup mari kita berdoa, 😀

      • Clue-nya saya kasih sejarah aja…

        Tahun 2005 Makeyev , Air Launch System (ALS) berminat menggunakan pulau Biak sebagai terminal pengorbitan satelit melalui udara menggunakan roket Polyot yang dibawa pesawat AN-124. Terhenti karena masalah finansial dan juga terbentur masalah keimigrasian, mereka berkeberatan komponen2 ALS diperiksa di kantor imigrasi kita.

        Beberapa bulan terakhir, mereka terus datang dan meminta kerjasama dengan kita, karena kita mengajukan kerjasama dengan Jepang dan China. Yg perlu diingat lokasi kita dalam peluncuran satelit adalah paling terbaik yg ada di dunia. Karena itulah kita barter seperti yg terjadi pada roket Kartika, kita punya lokasi milik negara di Biak itu besar sekali dan rencana mereka mau ikut nebeng dengan membangun infrastruktur. Permintaan kita salah satunya saat mereka produksi kita ikut terlibat untuk study. 😀

          • Ingat yg dicari kita itu untuk teknologi antariksa. karena saat ini teknologi antariksa sangat penting, seperti satelit dan penginderaan jauh. 😀

        • semoga semua bisa tercapai bung Jalo 🙂 mengingat kembali pesan pak Moel “Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan”….salam

          • Kita sudah mengusahakan agar bisa dapat program kerjasama baik ToT atau mitra, tapi kesimpulannya semua kembali ke pemerintah karena mereka yg membuat kebijakan termasuk adanya UU atau Perpres. 😀

            Perkembangannya masih menunggu pemerintah, 😀

        • galau dalam bersikap,
          terlalu banyak keinginan yang aneh-aneh dan terlalu idealis, sehingga kesempatan belajar teknologi antariksa di halaman sendiri dan kontrak bisnis bisa ilang

          apakah kita terlalu sombong ya?
          padahal tidak hanya kita, negara yang dilalui garis katulistiwa dan menghadap laut lepas di dunia ini.

          maaf, hanya komen ngawur

        • Tuh bener kan kata2 saya, lebih baik kita memajukan negara lain. Program mereka jelas, kayak Tanzania, Malaysia dan Thailand. Pemerintah mereka mulai ngerti program antariksa sehingga dibuat menjadi prioritas, buat UU disana aja gampang. 😀

          Kalau di kita mau rombak UU no. 12 tahun 2002 aja susahnya minta ampun sampai tahun kemarin baru bisa disahkan. Kenapa dirubah UU no.12 tahun 2012, karena UU tersebut mengatur keantariksaan bukanlah produk hukum nasional. Lalu ada UU n0. 1 tahun 2009, itu hanya mengatur tentang penerbangan tidak mengatur kegiatan di bidang keantariksaan. Alhamdulillah UU kemarin yg disahkan membuat semangat tinggi bagi para peneliti dan perekayasa kita tapi memang jalan untuk menempuh itu saya katakan sungguh susah. 😀

          Jadi jangan tanya kenapa Lapan terlambat, silahkan maknai sendiri, 😀

          Coba mengangkat statment mantan Presiden India, Abdul Kalam yg berhasil membuat negaranya besar di mata dunia Internasional.

          “Bangsa yg besar adalah bangsa yg menguasai antariksa,” 😀

        • “Bangsa yg besar adalah bangsa yg menguasai antariksa,”
          …………………………………………………………………………………..
          pendek kata maksudnya INDONESIA ADALAH BANGSA YANG KECIL….?? bukan begitu kah..?

        • Berarti kerjasama dengan rusia seperti artikel diatas itu GA JADI?
          dan rusia beralih ke sonotan..? dan akan membangun fasilitas antariksanya di Christmas Island..?
          kok bisa gitu..? apa yg ada di benak pemimpin kita sehingga kerjasama prestisius seperti itu bisa slip dari tangan kita..?
          Damn.. Speechless gw.. bingung.. maunya apa sih pemerintah kita ini.. dewan perwakilan yg terhormatnya sibuk ngisi kantong pribadi seeh.. eneg gw.. udah ah.. back to work..

        • Tahun kemarin Rolls-Royce mau bangun pabrik mesin pesawat di Indonesia. Tanya kenapa sampai sekarang belum ada kabar?? Silahkan tanya ke para penghuni gedung pantat ijo. 😀

          nanti kalau terealisasi, orang2 kita bisa ikut serta menjadi pekerjanya. Dari situ bisa belajar dan kedepan bisa bangun sendiri. 😀

        • Kita2 kan sdh biasalah dengar taglines…”Kalau bisa lambat kenapa harus cepat”…atau “Kalau bisa mahal kenapa harus murah”…atau “Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah” ….dst…dst…

          Hal spt inikan (tawaran Rusia ini) semestinya jauh lebih realistis drpd kita melompat mau bikin Stasiun Luar Angkasa (yg tempo hari saya bilang “angan2 yg ketinggian”… Inikan “lebih dekat” alias didepan mata (tapi tdk diraih)… Kebiasaan kayaknya, berfikir dan bertindak itu sering melompat2 spt “Saur Sepuh”.

          Mohon maaf klo komentar nadanya saya berlebihan…

        • Tidak apa2 bung Flanker, namanya juga diskusi, 😀

          Iya bener itu hanya cita2, tapi di UU Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Keantariksaan memang tidak ada. Kita sekarang cuman fokus untuk membuat space port, sesuai yg tertera di UU tersebut. Stasiun itu hanya cita2 aja, tapi fokusnya ke space port atau kosmodrom. 😀

          Mungkin stasiun bisa jadi proyek mitra karena ada ajakan dari China. Sekarang sednag dibuat rencana induk dulu, biar bisa fokus mana yg dikejar duluan.

  2. Kerjasama yg sangat,sangat strategis sekali..!!! Mudah”an cepet terealisasi..!! NKRI HARGA MATI…!!! Sr dulu nunggu pencerahan dari sesepuh tumben pade kaga nongol ape lagi pada dipijit kali ya..kompakan banget nih…

  3. cara peluncuran yang unik bung,, rasanya banyak hal yang harus dikuasi klo kita meniru peluncuran seperti ALS ini,,

    disamping pesawat angkut yang besar,, kita juga harus belajar pengendalian roket nya ketika dilepas dari pesawat angkut nya..

    saat ini mungkin yang dibutuh kan kita mungkin peluncuran seperti biasa nya , dari permukaan bumi,

    yang saya heran,bung,, kan jerman masih kisruh dgn rusia, terkait masalah ukraina, tp disini mereka bersatu membangun satelit yah,,,???

  4. nah..bangsaku d ambang kemajuan. Tinggal semua perlu kesadaran,jangan kita berpangku tangan. teruskanlah hasil perjuangan dengan jalan apa saja, asal jangan pembangunan bikin gendut kulit perut. asal jangan pembangunan bikin kotor meja kantor..kata bang iwan fals

  5. Wih mantapp , mungkin ini yaa awal mula untuk pembangunan stasiun antariksa indonesia , semoga jayalah tanah airku indonesia ,
    Berbagai macam suku adat dan tradisi , memecah gelombang dalam 1 nadi INDONESIA !!

      • Bung Bajaj, ini belum pernah ada, tapi kajiannya sudah ada sejak tahun 1980-an di Rusia. Itu dari jurnal seorang Ilmuwan Rusia, namanya saya lupa, harus buka buku lagi, 😀 . Dari situ dibuat kajian, dan akhirnya pada tahun 2005 mereka akan menguji, tapi terkendala masalah anggaran dan belum memenuhi permintaan kita. Nah untuk kendala kita dalam proyek ini cuman dukungan pemerintah dan faktor politis aja. 🙂

          • kok saya ga percaya kalo mereka bikin sediri ya bung,mungkin karena gengsi makanya jadi ngaku ngakuin bikin sendiri. Toh biasanya ngandelin majikan semua tuh…..hehehe

          • Gak boleh ghitu, mereka sekarang sudah sadar tentang teknologi antariksa dan sekarang belajar salah satunya menggandeng kita. banyak juga ahli kita membantu mereka, seperti teknologi roket, aerodinamika, satelit, penginderaan jauh, sains antariksa, kajian, dll. Kan kita serumpun, 😀

          • tetangga saat itu ngaku2in sebagai karyanya tapi setelah ketahuan mpunya..jadi malu2in…hehehehehe…
            @bung jalo mhn ilmunya….:
            1. berapa kisaran investasi untuk peluncuran via india?
            2. berapa kisaran investasi total yang akan ditanamkan untuk proyek biak ini.
            Terimakasih

          • @Bung raymond, untuk nilai belum ada karena nanti nunggu hasil pertemuan selanjutnya antara badan2 yg akan terlibat. Dari hasil itu dibicarakan lagi soal investasi, 😀

            @Bung NKRI, gak boleh ghitu, sebagai kakak harus mengajarkan adiknya. Saya pernah ketemu beberapa orang dari mereka saat disini. Mereka sendiri benci dengan keadaan politik mereka. Yg diinginkan mereka adalah penelitian tidak dicampur dengan politik (harapan mereka sama dengan kita), dan ingin membangun negara secara murni dan tanpa embel2.

            Kita juga sama, waktu itu negara2 lain membantu kita, seperti Jepang, Jerman, Rusia, Amerika, dll. Jadi kalau sedikit punya ilmu yah dibagi buat saudara2 kita yg lain. 😀

            Malah saya lebih senang mereka belajar, jika nanti mereka bisa diatas kita yah itu harus menjadi bahan evaluasi kita kepada pemerintah. kenapa kita terlambat?? 😀

          • iya benar Bung jalo,tetapi mereka sendiri yang membuat mindset masyarakat kita negatif ke mereka hehehe takutnya di saat kita udah berbagi ilmu dan mereka mengganggap udah lebih “jaguh” dari kita nanti mereka malah ngerendahin kita lagi Bung hehehe

            maaf oot,nanti Bung jalo HUT TNI duduk di deretan mana nih?hehehe

          • tq @bung jalo, nanti jika sdh ada info mengenai investasi tersebut mohon dibabar disini ya…sekedar curious proyek2 sekelas antariksa itu membutuhkan biaya seberapa banyak dan saya yakin mengenai pembiayaan indonesia sebenarnya masih banyak dana2 yang terselip di kantiong ajaib….bila mau 🙂

          • Siap, saya harus ijin dulu. 😀
            Kalau program antariksa itu tidak ada namanya kantong ajaib. Saya berani jamin, 😀 . Buat UU aja susah harus ribut kanan kiri ok, apalagi kantong ajaib. Rata2 kita dapat bantuan aja, termasuk hasil kerjasama dan membantu negara lain baik study atau pengembangan. Dari situ kita bisa dapat bantuan untuk menambah program riset, atau system barter. 😀

          • mudah mudahan aja sebelahan sama Pak SS nanti hehehehe bisa foto bareng sama tukang warnet deh,nanti kirimin ke saya hehehe canda bung.
            okelah Pamit Undur diri bung,besok pagi final exam hehehe
            selamat malam Bung Jalo,selamat istirahat!

  6. apakah resikonya tdk trlalu besar bung jk mngunakan pesawat..andai kata pesawat gagal melepaskan roket dr badan pesawat resiko krugiannya bsar,selain pesawatnya bisa rusak akibat dorngn roket yg tinggi..maaf jk prtnyaanya blepotan..salam

    • Iya bener bung jpr, makanya pada 2005 mereka gagal, karena melakukan sejumlah pengujian dan riset. Nah sekarang mereka sudah berani lagi, mungkin mereka sudah punya hasil kajian tersebut. Kalau gagal belajar lagi dari kegagalan agar sempurna, yg penting lakukan dulu. 😀

        • Bung sraguv saya katakan tidak ada…
          Mungkin sebatas kerjasama bahaya asteroid, coba lihat kata2 di artikel.

          Teleskin menyatakan Air Launch dapat berfungsi sebagai sistem tanggap darurat.

          “Bayangkan saat para astronom menemukan asteroid yang datang mendekati bumi tanpa diduga, Air Launch (jika infrastrukturnya sudah dibangun dan berbekal roket ini) dapat menjadi satu-satunya sistem yang dapat mengatasi ancaman tersebut. Sistem ini akan menghancurkan asteroid berkeping-keping dalam dalam waktu sekitar lima hari setelah penemuan,” terang Teleskin

          • Oh.. hingga dapat mencegat ‘asteroid’ dan dihancurkan berkeping keping..
            Dengan deteksi 5 hari.

            Itu yg diluar atmosfir bumi, bgmn dgn yg didalam atmosfir bumi…?
            Walaupun dikepung serigala barat saya tetap tidur nyenyak… terima kasih oom jalo.. 😉

  7. gagal dan belajar lagi itu perlu bung..tapi ya harus mengutamakan keselamatan kru pesawat itu sendri..kayaknya roketnya dbikin dua tingkat..tingkat pertama kcepatannya gk lbih dari kcepatan peswatnya biar aman ketika dluncurkan dari peswat..

  8. apapun itu,. crayon, pensil, atau spidol permanent, satelit.. memang harus diutamakan teknologinya,. sekarang sudah benar2 mengutamakan jarak jauh,. tidak lagi harus berhadapan head to head,.semakin jauh jangkauan yang dicapai,. memberikan rasa aman yang tinggi,.

  9. Maaf bung Jalo, hendak tanya…
    Kemarin bung jalo share foto bumi yang dikelilingi banyak sekali satelit…
    Dengan kepadatan angkasa seperti itu, apakah peluncuran roket ke angkasa tidak mengalami hambatan…?
    Misalnya tabrakan antara roket dengan debris…
    Adakah cara mengatasi perihal di atas….?

  10. @ mas Jalo…

    Assalamualaikum… apa kabar mas…

    “…Pusat Roket Negara (PRN) Rusia Makeyev yang telah bergerak di pasar persenjataan roket selama 60 tahun dan berpengalaman puluhan tahun di bidang teknologi peluncuran roket dari kapal selam….”

    Apakah yang saya fikirkan sama dengan yang mas Jalo fikirkan saat ini ?… hehehe… mantap…

    • Tidak, 😀

      Yg saya pikirin teknologi antariksa dulu, kalau kita sudah bisa punya misalnya space port aja. Tidak perlu harus menjadi negara kuat baru kita disegani cukup space port sudah membuat negara lain menghormati kita. 😀

          • tentu bung jalo lebih faham bung lha wong admin. anda sekelas ya sama neng okelah. kalo komen rada sinis sarkasm. memang bagus tapi harusnya gt itu sama pemerintah. buat tv sendiri. giringlah opini masyarakat. anda kan banyak donatur, gede gede lagi kalo ngasih

          • Lah ini kenapa ribut, siapa pun yg nanya mau dia pejabat mau dia masyarakat mau di lsm tetap akan saya jawab. dan saya tahu mana yg harus saya jawab. 😛

            Bung Frea, saya bukan admin saya cuman bantu2 nulis aja. gak usah ribut, saya lihat gak ada niat jahat dari bung sraguv kok. Disini mari kita sama2 belajar, saya aja belajar dari komen2 teman maupun mbah bowo, 😀

  11. hehe dak apo, posisi idak dipalembang, lg di kota lain skr

    sambil nungguin kalu be ado artikel dr sesepuh yg biso bikin gugup jantung…soalnyo belum ado kbr di sumsel ni bakal ditarok pespur apo,,, apo TU 22, apo kelpun, apo nak si tanggo perancis, slamo ini cuma munguti clue2 yg la ado be

    • maaf nimbrung bung, meskipun ane gak paham bahasanya, tapi dikit2 ngerti nih…saya setuju, mestinya di palembang selain ada pempek kapal selam, perlu ditaro pespur. Posisi geografisnya kan strategis..ke jakarta dekat, ke alki1 dekat, ke natuna juga dekat…ke upil & maling juga dekat..

      Apa mungkin sudah ada yang ditaruh or diumpetin di sana ya? ..

    • Kalau nilai saya gak tahu bung orca, tapi pasti memiliki keuntungan besar. Bisa lihat berita yg di share bung Aldho di komentar nomer 9. Disitu bisa dilihat, kenapa Rusia mau fokus dalam pembangunan ini, karena keuntungan tersebut. Coba di tulisan ini, 😀

      “Pertumbuhan pasar wahana antariksa berbobot ringan dunia memang menggiurkan. Periode 1978-1987 berjumlah 6,7 milyar dollar AS, meningkat jadi 23,7 milyar dollar pada periode 1988-1997. Diperkirakan 1998-2007 akan meningkat menjadi sekitar 45,6 sampai 55,6 milyar dollar,”

  12. Indonesia Raih Juara Umum AASAM 2014

    Kontingen penembak Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam Lomba Tembak Australian Army Skills at Arms Meeting (AASAM) 2014 dengan perolehan 32 medali emas, 15 medali perak, dan 20 medali perunggu. Dalam perlombaan senjata tahunan itu, kontingen TNI AD menjadi juara umum dengan menggunakan beberapa senjata produksi PT Pindad (Persero).

    Dalam kompetisi menembak yang diselenggarakan pada tanggal 5-16 Mei 2014 di Puckapunyal Military Area Victoria, Australia ini, kontingen Indonesia memakai beberapa produk senjata produksi PT Pindad (Persero) seperti senapan serbu SS2-HB (Heavy Barrel), Senapan Mesin SM-2, dan SM-3, serta pistol G2 versi Elite. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kontingen Indonesia mengikuti beberapa materi perlombaan seperti materi perorangan maupun tim, pada nomor senapan, pistol, senapan otomatis (SO) dan gabungan materi senapan dan SO.

    Pada penyelenggaraan AASAM 2014, Indonesia harus menghadapi tim menembak dari 15 negara yaitu Australia, Kanada, Perancis (FF New Caledonia), Timor Leste, Brunei Darussalam, Inggris, Angkatan Darat Amerika Serikat, Angkatan Laut Amerika, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Jepang, Filipina, Papua Nugini, dan Tonga. Kinerja tim yang baik dan kehandalan para penembak, didukung oleh senjata yang akurat, membuat Indonesia jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya dan menjadi juara umum, diikuti Australia dan Brunei Darussalam di tempat kedua dan ketiga.

    Indonesia berhasil mendapatkan gelar juara umum AASAM sejak tahun 2008 hingga tahun 2014 dan tentunya, ini merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi bangsa. Untuk PT Pindad (Persero) sendiri, prestasi ini merupakan suatu pembuktian bahwa senjata-senjata yang diproduksi mempunyai kualitas yang baik dan tingkat keakuratan yang tinggi. (Anggia)

    (source: http://www.bumn.go.id/pindad/berita/372/Indonesia.Raih.Juara.Umum.AASAM.2014)

    • Bung Jalo, maaf OOT.. pengen ulasan lengkap AASAM nya yah..
      berikut foto-foto, scoreboard, perolehan medali tiap negara, dan wawancara2 eksklusif dengan peserta maupun panitia penyelenggara… biar makin bangga warjager dengan skill yg dimiliki anggota TNI kita..
      Brunei juara 3 yah..? gak sia-sia memang para professional kita melatih keterampilan Tentara Kerajaan Brunei.. moga-moga tahun depan Juara 2 mendampingi Indonesia..

        • asli bung jalo… MANTAAAP….
          kita kan juara umum dari tahun 2008.. sampai 2014 kita tidak tersingkirkan dari singgasana puncak AASAM… berarti 7 kali juara umum yah..?
          ada seri kejuaraan tingkat dunia kah bung jalo..? pengen tanding sama negara2 eropa… katanya jago-jago… di AASAM gak ada lawan sepadan lagi.. hahaha…

        • itu lah dia bung Djawa, produk negara kita memang maknyuss.. tinggal di sempurnakan sedikit-sedikit…
          salam kenal juga bung Djawa.. hehe..
          saya udah nanya2 berkali-kali sama bung jalo dan kontributor lainnya tentang SS-3 kok gak ada yg jawab yah..? masa sih classified.. itu kan cuman small arms..
          terakhir saya nanya sama bung jalo deh… perkembangan SS-3 udah sampe mana..? saya ngefans banget sama senjata tipe ini.. pleaaseee..

  13. Jalo said ” Iya bener, tapi jarak ke orbit paling deket ya di Biak.”.
    Bung Jalo saya pikir bukan karena orbit paling dekat, tapi karena peluncuran paling efisien itu adalah di ekuator Bumi, dan Indonesia diberi anugerah-Nya berposisi benar-benar di Ekuator. Pernah ke tugu khatulistiwa Pontianak, kan?

    Coba lihat, US bangun space port di Tanjung Caneveral, Florida, upaya mendekati ekuator. ESA bikin di Kourou, Guyana Perancis di Amerika Selatan, dan Russia pakai Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.

    Tanjung Caneveral dan Kourou dekat laut sehingga membantu jika emergency. Baikonur nggak deket laut. Biak? You know it well, right? 🙂 Makanya kesengsem itu Russia dll.

    Biak itu strategis, makanya jadi salah satu pangkalan Sekutu saat PD II, apa lagi dgn Leaping Frog si McArthur.

    • Efisien itu karena gaya momen puntir Bumi terbesar ada di khatulistiwa sehingga dapat dimanfaatkan membantu peluncuran satelit.

      Untuk orbit satelit geostationer memang paling dekat karena orbit tersebut tepat di atas khatulistiwa. Untuk orbit yang lain, misalnya orbit geosinkronus belum tentu paling dekat.

      • hehehehehe, bener sekali efisiensi membantu juga. Tapi lihat lagi konteks pertanyaannya dari awal. 😀

        Orbit geosinkronus mosok sih??? Coba kita lihat artinya orbit geosinkronus –> Orbit sirkuler di sekitar bumi dengan periode 24 jam. orbit Geosinkronus yg mempunyai inklinasi sebesar 0 derajat disebut orbiit Geostasioner. Ketinggian orbit ini 35.786 km. Coba lihat tulisan di artikel, 😀

        “Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. Dengan kecepatan rotasi bumi 0.4 kilometer per detik, maka biaya pengiriman satelit ke orbit menjadi lebih murah, karena putaran bumi sendiri yang akan mendorong satelit menuju orbit.

        Ok buat nambah pelajaran, 3 Jenis orbit yang paling umum dari beberapa jenis orbit satelit yang ada adalah :

        1. LEO (Low Earth Orbit) Satelit pada lingkaran low earth orbit ditempakan sekita 161 hingga 483 km dari permukaan bumi. Karena sifatnya yang terlalu dekat dengan permukaan bumi menyebabkan satelit ini akan bergerak sangat cepat untuk mencegah satelit tersebut terlempar keluar dari lintasan orbitnya. Satelit pada orbit ini akan bergerak sekitar 28163 km/jam. Satelit pada orbit ini dapat menyeselaikan satu putaran mengeliling bumi antara 30 menit hingga 1 jam. Satelit pada low orbit hanya dapa terlihat oleh station bumi sekitar 10 menit.

        2. MEO (Medium Earth Orbit) Satelit dengan ketinggian orbit menengah dengan ketinggian 9656 km hingga 19312 km dari permukaan bumi. Pada orbit ini satelit dapat terlihat oleh stasiun bumi lebih lama sekitar 2 jam atau lebih. Dan waktu yang diperlukan untuk menyeleseaikan satu putaran mengitari bumi adalah 2 jam hingga 4 jam.

        GEO, or Geostationary Earth Orbit. Satelit dengan orbit GEO mengitari bumi 24 jam dan relative diam terhadap bumi (berputar searah rotasi bumi). Sama dnegan waktu yang dibutuhkan bumi berotasi pada sumbunya. Umumnya ditempatkan sejajar dengan equator bumi. Karena relative diem terhadap bumi maka spot (wilayah radiasi sinyal ) juga tidak berubah. Jarak ketinggian dari permukaan bumi sekitar 35895 km. GEO satelit akan selalu terlihat oleh stasion bumi dan sinyalnya dapat mengjangkau 1/3 dari permukaan bumi. Sehingga 3 buah GEO satelit dapat mengjangkau seluruh permukaan bumi kecuali pada wilayah kutub Utara dan kutub Selatan. Untuk Orbit LEO dan MEO , umumnya merupakan Polar Orbit karena inklinasi lintasan terhadap ekuator sangat besar.

        Foto ini mungkin membantu,

        Saya kasih satu contoh kasus biar dimengerti, Pada tahun 1974 satelit cuaca SMS 1 (Synchronous Meteorological Satellite) diluncurkan sebagai satelit geosinkron yang berfungsi mengirimkan gambar ke beberapa stasion televisi. Setelah melalui beberapa percobaan satelit tersebut pada tahun 1975 diubah orbitnya menjadi orbit geostasioner.

        😀

      • bung jalo tidak salah dan anda bung DZ tidak salah
        hehe

        banyak kok keuntungannya baik jarak, grafitasi bumi yg lbh kecil, ketebalan atmosfer, dll
        kerugiannya juga banyak bung yaitu angin, awan, dll
        hehe

        itu berkahnya Nusantara yg diguyur panas matahari dan hujan tiap tahun

  14. @bung pertamax, maaf ya soal bahasanya hehe……
    posisi sumsel itu terjepit oleh provinsi lain, lihat aja di peta….coba di sonoan bengkulu ada pangkalan militer negara mana, jd minimal TU n Kelpun dah stand by dan di bengkulu dibikinin pertahanan pantai, tp sy yakin petinggi militer kita tau mana yg terbaik, cmiiw

  15. di wikipedia ternyata su family kita udah 23 unit. sama reales resminya yang di deagel. berarti 636 yang 2 biji bener dong. kemarin yang masuk angin sapa ya.. yang nyanggah kalau 636 kita nggak beli.

  16. Bangganya diriku sbg bangsa Indonesia, meskipun tidak ada yang dapat aku banggakan dari diriku sendiri karena tidak bisa membantu apa-apa buat kemajuan bangsa dan negaraku. Majulah bangsaku jayalah negeriku…

  17. Thank’s bung jalo, sdh menjawab pertanyaan saya dan teman teman.jika diskusi tanpa sesepuh serasa hambar seperti sayur kurang garam,dan diskusi tdk terarah.salam hangat buat keluarga dirumah.

  18. salam warjager..
    penguasaan teknologi antariksa sangat lah penting dan aset masa depan yang sangat berharga,
    doktrin suatu negara kuat sekiranya sudah mulai bergeser ke arah antariksa, negara kuat sekarang bukanlah militer yang dominan menguasai darat,laut dan udara, tapi sejauh mana didapat cepat menguasai teknologi antariksa ( roket ) , banyak hal yang bisa didapat dari penguasaan teknologi tersebut,salah satunya
    1.untuk riset pendidikan/iptek, dimana penguasaan dalam hal satelit bisa mengexpolarasi antariksa dan wilayah nkri ( geografi,cuaca dsb)
    2.untuk militer, tentu saja bila menguasai ,impian teknologi nuklir seperti ICBM suda didepan mata.
    3.bisnis, dengan kemandirian teknologi tersebut pemerintah RI bisa lebih mandiri menyediakan provider dibidang teknologi informasi,profit dari satelit tersebut bisa mendatangkan bisnis yang sangat amat berharga(investasi masa depan)
    4.strategi pertahanan, pemerintah ri khususnya militer bisa cepat dan tanggap disetiap gangguan kedaulatan nkri baik dari darat,laut maupun udara.

    sebenarnya teknologi roket bukanlah yang baru buat indonesia, hanya dibutuhkan penyatuan dan komitmen dari pemerintah melalui “nasionalisme politis” yang diteruskan dan diselaraskan ke militer untuk mewujudkan kemandirian bangsa dibidang roket.

    NB:
    Dear warjager….

    saya harap pro dan kontra di blog ini sikapilah dengan bijak selama tidak mengandung “SARA”, tentunya arah pemikiran dari warjager tidaklah sama, kita tidak akan dewasa dalam wawasan tanpa adanya kontra, setiap komen apapun sikapi dengan cermat belum tentu setiap apa yang di tuangkan dalam pemikiran di blog ini hanyalah ingin mengetahui arah pemikiran dari warjager.
    jaga persatuan dan kesatuan…junjung tinggi kesantunan dan menghargai dalam setiap berpendapat, jangan menghina,mengejek,menjelekan,merendahkan apalagi sampai mengucapkan sumpah serapah,disetiap coretan buah pemikiran warjager lain disini.

    dengan adanya kontra maka kita semakin cerdas dan kritis dalam menyikapi disetiap permasalahan.

    komentar anda menentukan karakter dan sejauhmana tingkat wawasan anda.

    cuma saran dan pendapat
    tiada maaf cucu buat yang berlaku sara dan tidak menghargai pendapat orang lain.

    • Nanti ya bung, kita sudah punya program dan apa yg harus dilakukan. Sekarang ngurusin peretemuan badan2 yg terkait dulu, lalu kita tawarkan program kerjasama. nanti kita dapat apa dari project ini. Nanti kalau sudah dapat ijin saya akan sampaikan, 😀

      Ini ada hubungannya ama krisis di Ukraina, jadi isunya masih sensitif. 😀

  19. Maaf bung @ jalo baru jawab jaringannya sotoy banget.

    Gini bung saya berteori sedikit coba tanya bung @mp119 dan bung UCAV. Lalu saya praktekin. Eh bener juga. Musuh dalam selimut yang satunya :mrgreen:

  20. ane kok pesimis selama wakil rayap dan pemerintah jiwanya belum dbangun sulit… sama kayak kasus pertamina yang pengen garap blok mahakam susah minta ampun pdhal jelas2 pertamina bumn indonesia ujung2nya dkasih asing lg capek deh ..

  21. Assalamualaikum wr.wb
    tidak ada negara lain yang bisa di andalkan tanpa didasari dengan kemampuan kita sendiri.
    sama saja as russia china malaysia atau lainnya, mereka sulit untuk menerima kesalahan apabia salah.
    karena mereka punya pandangan berpikir sendiri yang belum tentu sama dengan kita.
    saya sudah coba di dunia maya hehehe kalian boleh coba 😀
    dan yang paling pahit saat mereka punya kuasa namun kita tidak bisa apa-apa nangis rasanya wehehehehe 😀
    kemandirian adalah sesuatu yang mutlak harus di capai 😀
    maaf oot 😀
    kalau salah ya maaf 😀

LEAVE A REPLY