Jun 162019
 

Pada bulan April tahun 2019, Indonesia meluncurkan kapal selam diesel elektrik Nagapasa class ketiga (type 209/1400), yang juga merupakan yang pertama diproduksi secara lokal.

Kapal selam Nagapasa class diproduksi sebagai bagian dari kesepakatan dengan produsen kapal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) dan pembuat kapal milik negara Indonesia PT PAL. Berdasarkan kesepakatan itu, dua kapal selam pertama diproduksi di Korea Selatan dan kemudian dikirim ke Indonesia. Para ahli dan insinyur kelautan dari PT PAL mengawasi proses pembangunan dua kapal selam pertama sebagai bagian dari program transfer teknologi. Kemudian perusahaan Indonesia memulai pembuatan kapal selam ketiga.

Setelah peluncuran kapal selam ketiga, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menandatangani kontrak tambahan dengan Korea Selatan untuk tiga kapal selam lagi, dengan satu diantaranya akan diproduksi secara lokal.

Akuisisi kapal selam adalah langkah maju yang signifikan dalam memodernisasi pasukan pertahanan Indonesia di bawah program Minimum Essential Force (MEF). Sebagai bagian dari MEF, Indonesia pada awalnya berupaya memiliki dua belas kapal selam di arsenalnya pada tahun 2024, yang sejak itu telah direvisi menjadi sepuluh. Namun, tujuan itu tidak mungkin tercapai.

Kontrak untuk tiga kapal selam tambahan, ditandatangani pada bulan April dan dijadwalkan baru akan selesai sebelum September 2025. Itu akan meninggalkan kekuatan pertahanan Indonesia dengan hanya delapan kapal selam, masih ada dua kekurangan kapal selam dari rencana yang direvisi.

Ada kemungkinan Indonesia bisa membeli kapal selam yang sudah tersedia dari negara-negara seperti Jerman, Prancis atau Rusia, sehingga Indonesia dapat dengan mudah mencapai jumlah sepuluh kapal selam pada tahun 2025. Namun langkah itu tidak mungkin dilakukan karena prioritas saat ini bagi Indonesia adalah memproduksi kapal selam sendiri.

Ada beberapa kemungkinan alasan strategis untuk pembelian langsung keluar negeri. Biasanya, kapal selam yang diproduksi oleh produsen kapal selam utama cenderung lebih besar dan lebih cocok untuk misi jarak jauh di lautan terbuka, seperti Atlantik atau Pasifik (yang dapat berubah jika fokus yang lebih besar diterapkan). Indonesia, bagaimanapun, akan mendapat manfaat lebih besar dari armada kapal selam yang lebih tangkas dan berukura medium yang mampu bergerak cepat melintasi perairan dalam.

Seperti yang disebutkan dalam Makalah Analisis Strategis sebelumnya, kapal selam yang lebih besar akan bertindak sebagai deterent yang efektif bagi kapal perang asing yang dapat mengganggu perairan Indonesia. Ini juga akan memungkinkan operasi penolakan dan kontrol laut yang efektif di chokepoint vital, seperti Selat Malaka. Selain itu, Pemerintah Indonesia telah memasukkan teknologi stealth modern dalam pembelian kapal selamnya baru-baru ini, yang berarti bahwa kapal selam itu juga dapat digunakan untuk memantau aktivitas China di Laut Cina Selatan, serta aktivitas negara tetangga lainnya disekeliling Indonesia. Dalam jangka panjang, dengan mengembangkan kemampuan pembangunan kapal selam Indonesia, akan lebih mudah untuk memelihara dan meningkatkan armada seperti itu untuk memenuhi permintaan di masa depan.

Indonesia juga dapat melihat ke arah ekspor kapal selam buatan lokal dalam jangka panjang. Berbicara dalam sebuah wawancara baru-baru ini, direktur pembuatan kapal PT PAL Indonesia Turitan Indaryo mengatakan kepada Jakarta Post, “Kami memiliki harapan yang kuat bahwa suatu hari nanti Indonesia akan dapat mengekspor kapal selam sebagai produk nasional kami, karena kami telah membuktikan dengan ekspor kapal perang permukaan.” Kemampuan yang bagaimanapun masih jauh. Sementara kapal selam terbaru Indonesia diproduksi secara lokal, banyak bahan yang diimpor dan beberapa bagian lambung dibangun di Korea Selatan dan kemudian dikumpulkan di fasilitas Indonesia, dan sering mengalami keterlambatan.

Namun, kapal selam di masa depan akan memiliki lebih banyak bagian lambung yang diproduksi di Indonesia, meskipun tidak jelas kapan kapal selam itu akan dibuat secara independen dan dirakit hanya dengan menggunakan fasilitas Indonesia. Juga tidak jelas bagaimana Indonesia bisa bersaing dengan pabrikan kapal selam besar lainnya di pasar dunia, terutama jika pabrikan Indonesia memutuskan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan angkatan laut di Asia-Pasifik. Namun, mungkin ada peluang bagi Indonesia untuk melayani angkatan laut yang lebih kecil, yang mungkin berusaha untuk mendapatkan kapal selam pertama mereka.

Future Direction

 Posted by on Juni 16, 2019

  8 Responses to “Indonesia Suatu Saat Ekspor Kapal Selam? Bukan Hal Mustahil”

  1.  

    Kebetulan belum lama ini, sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi berita lokal, menghadirkan ilmuwan radar dan pakar kapal laut yg sedang menggali potensi pembuatan kapal selam yg seluruhnya di dalam negeri. Menurut saya pribadi, tinggal bagaimana komitmen pemerintah menyediakan ruang, waktu, dan dana untuk riset. Karena produk2 yg akan dihasilkan adalah karya teknologi tinggi, tentunya membutuhkan waktu. Termasuk membuat pesawat terbang secara mandiri.

  2.  

    Penuhi dulu kebutuhan dirimu sendiri,baru berpikir keluar.berdayakan subkon2 lokal agar lapangan kerja terbuka bwat anak bangsa.

    •  

      Betul… setuju…
      Yang ini saja sudah syukur ada yang mau ajari dan kasih ToT ..
      Kita terima ..kita kembangkan sambil belajar bikin submarine jenis lain .. improved atau midgets submarine..

  3.  

    Produksi sendiri untuk kebutuhan dalam negeri wajib,beli untuk efek deterent yg lebih besar pilihannya Russia-Jerman,scorpene Prancis jangan ga bisa nyelam

  4.  

    mngkin jawabannya adalah BISA.!
    tapi yg jadi pertanyaan itu ialah KAPAN?
    Itu juga kalau kita sudah mengetahui atau sudah dapat TOT 100%

  5.  

    Sepengetahuan saya, dari acara talk show tersebut, pakar kapal laut Indonesia, Bpk. Kaharrudin, sudah capai fase design. Tinggal membangun. Bahkan beliau sudah membangun 3 drone kasel yg dilengkapi dgn AI. Dan dari ilmuwan radar, Bpk. Yosafat, sudah dalam produksi dan di pakai oleh beberapa negara. Dan mungkin, masih banyak ilmuwan2/pakar2 bidang teknologi lainnya yg tersedia.

  6.  

    Nantinya Kita bakalan buat KS dan pestur sendiri. KS dan pestur balutan anak bangsa akan di minati negara lain. Kelak Made in Ina dlm beberapa periode pengembangan…setara Rusia kemungkinan di atas rata rata.