Apr 202019
 

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Cilegon, Banten,  Jakartagreater.com  –  Indonesia menargetkan akan memproduksi 412 medium tank hasil kerja sama dengan Turki dalam kurun waktu satu periode rencana strategis (Renstra), dirilis situs Anadolu Agency, 16-4-2019.

Sekjen Kementerian Pertahanan RI Agus Setiadji mengatakan target produksi tersebut sesuai dengan kebutuhan pertahanan dalam negeri.

Meski demikian, dia mengatakan produksi tersebut akan tercapai jika anggaran yang dimiliki pemerintah mencukupi. Sebab katanya, untuk satu unit medium tank tersebut memakan biaya sekitar USD 5,6 juta dolar.

“Kebutuhan kita 412 unit tapi sekarang ini melalui proses yang ada yang ada kita prioritaskan 18-21 unit medium tank,” jelas Agus Setiadji di Jakarta.

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Dia juga mengatakan medium tank tersebut rencananya akan ditawarkan ke sejumlah negara lain.

Sebelumnya, Pindad Indonesia dan FNSS Turki sepakat menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada 2015 lalu. Perancangan tank ini dimulai Februari 2016.

Rampung diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT. Kaplan MT sempat dikirim ke Indonesia dan dipamerkan pada hari ulang tahun TNI 5 Oktober 2017 lalu di Cilegon, Banten. Di Indonesia prototype tank ini diberi nama Harimau.

  24 Responses to “Indonesia Targetkan Produksi 412 Unit Medium Tank”

  1.  

    Kok harganya lebih mahal dr mbt. Lebih murah T14 Armata, T90……Isunya malah di US$7 juta. Abrams Leopard juga bakal lewat nih harganya.

    •  

      Produksi awal memang mahal
      Makanya Indonesia membeli beberapa unit agar harganya turun
      F 35 aja dulu harganya lebih dari $100 miliar sekarang banyak yang beli ya akhirnya harganya turun menjadi $85 miliar

    •  

      5jt dolar/unit,,,masalahnya 30%-40% matrialnya masih import, kalau 90% matrialnya sudah diproduksi di indonesia harga bisa ditekan 3,5jt dolar – 4Jt dolar/unit

      •  

        Koreksi, bukan 30-40% tapi 70%

        Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Ade Bagdja mengatakan produsen alutsista di Indonesia masih dalam kategori industri hilir. Perusahaan produsen alutsista seperti Pindad dan PAL memproduksi alat siap pakai, sedangkan industri hulunya masih jauh tertinggal.

        “Kalau ngomong soal bahan baku, kita harus mengakui bahwa masih di atas 70% sangat bergantung ke luar negeri”, kata Ade di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/4).

        Permasalahan ini menurut Ade terletak pada jumlah minimal yang harus dipenuhi. Menurut dia, kebutuhan alutsista Indonesia tidak cukup besar untuk menutup skala ekonomi.

        Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pindad, Wildan Arief menyatakan ada beberapa bahan baku dengan spesifikasi khusus yang dibutuhkan dalam industri alutsista seperti bahan baku baja. Sedangkan produsen dalam negeri seperti Krakatau Steel pun belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

    •  

      Cost produksi awal masih mahal, tapi kalau dibilang lebih mahal dari Armata, bukannya Armata fasa awal produksi juga? Pada dasarnya perlu transparansi apakah ada cost lainnya yang signifikan? susah ya kalau cari info militer di Indonesia dibilangnya transparan tapi dimana letak transparansinya?

  2.  

    nanti stepnya berikut. perbaiki muka tank harimau lebih lancip.. dan kubahnya diperbaiki desain lebih licin lancip. soalnya pernah diejek media rusia soal tank terburuk desain dan rentan tembakan rudal/roket.. ayoo hanya tinggal perbaiki minoritas..

  3.  

    Kenapa kita tidak transfer teknologi pembuatan baja tank n kapal perang.

    •  

      Teknologi metalurgi itu adalah teknologi yang sangat bernilai tinggi… Produsesn baja di dunia membuat baja berdasarkan karakter, penggunakan, dan kebutuhan dan masing produsen membuat list standar baja produksinya yang bisa di komparasi dengan produsen lain…

      ToT akan menjadikan nilai jual produk baja jauh lebih mahal daripada harga baja di pasaran dunia… paling sederhana adalah dengan secara independent melakukan riset dan pengembangan untuk kebutuhan standar baja terutama untuk kebutuhan lokal… saat ini kualitas baja lokal masih dibawah kualitas baja import dengan harga yang relatif tidak berbeda jauh…

    •  

      Berapa sih biaya Research & Development (R&D) di Indonesia secara keseluruhan? Khususnya Defence budget?

      •  

        Kata Cita Citata sih “sakitnya tuh disini” :lol: :lol: :lol: hehehee… Gahar atau tidak, kuat atau lemah, semua tergantung siapa yang memimpin :D biar pasukan gagah menantang klo panglimanya seperti Lucinta Luna ya pasukan bakal diragukan keasliannya lol:

  4.  

    Skrg impor. BAja kita di batasi ssdgkan kita sendiri belum bisa membuat baja dgn kualitas tertentu.jd apajarinya kalao impor baja d embargo.

  5.  

    TANK yang gagah si HARIMAU……… Desain itu lumrah… walau bentuk dan model nya tak sehebat T90 tetapi tetap saja lewat bila di salvo Rupal (Rudal Panggul) hahahaaa

  6.  

    andai saja uang negara gak dikorupsi, indonesia akan bisa lebih banyak membeli senjata, dan bisa jadi akan jadi negara terkuat dikawasan..

    •  

      YANG KORUPSI BANYAK,… JIKA UANG NYA DI LELANG ATAU UANG NYA DI SUMBANG UNTUK BELI ALUSTITA BAGUS KAN GITU YA

    •  

      Anggaran militer indonesia berapa sih?yakin kalau uang negara gak di korupsi bisa beli banyak peratalan militer?negara terkuat di kawasan ASEAN?terus kalau terkuat mau ngapain buat apa?

      •  

        setidak nya itu tidak lagi bakal menguntungkan cukong penjual pulau bray………..
        emang ente juga mau alustita kita lembek kayak dulu……..
        timles lepas…………. sipandan lepas…….. ligitan lepas………karena apa ayo……………… ????
        F.16 di lock on F.15………… FIR sampai kini hanya ilusi keinginan……….
        lagian knapa itu dipertanyakan uang korupsi ???…………

        •  

          1.cukong dimana2 ada bro.
          2.lembek tidaknya tergantung bugdet ,masalah korupsi sekarang lebih transparan dalam pengadaan alutsista.
          3.lepas karena diplomasi juga pengaruh..
          4.di lock dulu bro skrg msh ada? FIR tinggal tunggu waktu aja bisa diambil kembali
          5.lha situ bilang yg korupsi banyak… kata2 ente sendiri lho..

  7.  

    Ironisnya harganya bahkan lebih mahal daripada T-90…. padahal dari sisi proteksi dan kemampuan jauh lebih unggul dari Harimau…

  8.  

    Kalao biaya produksinya lebh mahal dr PD t 90 mending. Beli aja t90 yg punya efek gentar di bandingankan tank medium setau saya tujuan bisa produksi sendiri agar lebih murah bukan malah lebih besar biayanya. menurut saya yg lebih penting skrg adalah pertahanan udara karena musuh akan membom dgn rudal jarak jauh gudng amunisi dan Alustista kita sebelum sempat di gunakan. Dr PD beli tank 412 mungkin bisa dpt 100 pansir. Sistem pansir nie juga bisa di pasang di kapal perang dan seluruh pangkalan jd semua Matra kebagian.