Aug 312017
 

Mi-35 TNI AD (Antara Foto)

Kaliningrad – Tim Indonesia mengunjungi pabrik Russian Helicopters, 150 Aircraft Repair Plant (150 ARP) (bagian dari Rostec State Corporation) untuk menerima dua helikopter Mi-35P. Sebuah kontrak untuk perbaikan besar mesin (overhaul) ditandatangani pada bulan September 2016.

Berdasarkan kontrak, perbaikan dilakukan di 150 ARP dari bulan November 2016 sampai Agustus 2017. Delegasi Indonesia melakukan pemeriksaan uji terbang, memeriksa helikopter dan menandatangani dokumen yang diperlukan.

“Kami senang bisa mengatakan bahwa perbaikan helikopter untuk Tentara Nasional Indonesia selesai sesuai dengan jadwal. Russian Helicopters selalu siap untuk memastikan perbaikan yang tepat dan tepat waktu dan servis mesin yang diproduksi di Rusia, “kata Russian Helicopters bagian Aftersales Service.

Helikopter serang Mi-35P pertama dipasok ke Indonesia pada bulan September 2003. Sesuai dengan kesepakatan antar pemerintah, pada bulan September 2007 Indonesia memesan tiga helikopter Mi-35P lainnya yang dipasok pada bulan September 2010. Sebuah upacara resmi untuk menandai serah terima helikopter tersebut ke Angkatan Darat Indonesia diadakan pada tanggal 20 Oktober 2010, di Bandara Pondok Cabe (bandara sipil dan militer di Jakarta).

Mi-35P merupakan versi eksport dari Mi-24P, gunship version yang senjata mesin 12.7mm diganti dengan fixed side-mounted 30mm GSh-30K twin-barrel cannon.

Helikopter JSC Rusia (bagian dari Rostec State Corporation), adalah salah satu pemimpin dunia dalam industri helikopter, satu-satunya pengembang dan produsen helikopter di Rusia. Perusahaan induk ini didirikan pada tahun 2007. Kantor pusatnya berada di Moskow. Perusahaan induk tersebut terdiri dari lima pabrik helikopter, dua biro desain, perusahaan untuk produksi dan pemeliharaan komponen, pabrik perbaikan pesawat terbang dan sebuah perusahaan jasa yang memberikan dukungan purna jual di Rusia dan luar negeri.

Di antara pembeli produk perusahaan induk tersebut adalah Kementerian Pertahanan Rusia, Kementerian Dalam Negeri Rusia, EMERCOM Rusia, dan pelanggan negara lainnya, Gazprom Avia dan maskapai UTair, serta perusahaan Rusia dan asing utama. Pada 2016, pendapatan Russian Helicopters berjumlah RUB 214,3 miliar, dan telah mengirimkan 189 helikopter.

Rostec Corporation adalah perusahaan Rusia yang didirikan pada tahun 2007 untuk memfasilitasi pengembangan, produksi dan ekspor produk industri berteknologi tinggi yang dirancang untuk aplikasi sipil dan militer. Korporasi ini terdiri dari lebih dari 700 organisasi yang saat ini merupakan bagian dari sembilan perusahaan induk yang beroperasi di kompleks industri militer dan enam perusahaan induk yang bekerja di industri sipil, serta 32 organisasi yang dikelola secara langsung. Portofolio Rostec mencakup merek-merek terkenal seperti AVTOVAZ, KAMAZ, Kalashnikov Concern, Russian Helicopters, VSMPO AVISMA dll.

Perusahaan Rostec memasok produk ke lebih dari 70 negara. Pada 2016, pendapatan konsolidasi Rostec mencapai 1 triliun 266 miliar rubel, sementara laba bersih konsolidasian dan EBITDA masing-masing sebesar 88 dan 268 miliar rubel. Pada 2016, rata-rata gaji di Korporasi adalah 44.000 rubel. Menurut Rostec, tujuan utama Korporasi adalah untuk memastikan bahwa Rusia memiliki keunggulan teknologi di pasar global yang sangat kompetitif. Tujuan utama Rostec mencakup pengenalan paradigma tekno-ekonomi baru dan digitalisasi ekonomi Rusia. Indiastrategic.in, 31/8/2017.

  19 Responses to “Indonesia Terima 2 Helikopter Serang Mi-35P Telah Overhaul”

  1. mutant lagi’kah ini…?

  2. Helicopter dgn disain yg unik & pernah bertarung dgn heli serang amerika & heli mil24 pulang dgn aman sementara heli serang amerika pulang cuma puing2 diwaktu dulu.
    Hahhahaa

  3. Pasti ada upgradenya….confidential

  4. bung jinny eh maaf jimmy .. di culik kalong.. akibat kebanyakan main di kebon..hihihihi .. piss

  5. Harus d tmbah lagi ini mi 35P biar sebanding dngn apache… Untuk mnjadi tandem yg sebanding… Heli serbu heli angkut berat rncnanya bagus… Su 35 jg sdah d deal… Tinggal berbenah pada pesawat angkut berat sma destroyer… NKRI harga mati

  6. Noh Woof Mi-35 Di Heavy Repaire Engine… Jadi Wajarkan Klau Harus Di Bawa Ke Sono.m.

  7. TNI gak tertarik nmbah lagi ini heli??…tapi kalo ada duit,..mnding beli mi28 aja…

  8. Gandiwa gmn perkembangannya? Masa beli mulu, sekalian ajak produksi bersama dimari napa!

  9. tambah lagi dong heli MI-35 nya, masak dari dulu cuma 11 eh 5 … kikikikih …

    edisi mimpi-basah.com .. kikikikikih …

 Leave a Reply