Feb 222015
 
EMB-145i AEW&C India

EMB-145i AEW&C India

Direktur proyek pesawat EMB-145i AEW&C DRDO India Dr K. Rajalakshmi berniat membangun pesawat AEW&C India menjadi yang terbaik di kelasnya. “Kami ingin pengguna mendapatkan yang terbaik. Kita harus berorientasi kepada pelanggan,” kata Dr K. Rajalakshmi, direktur proyek AEW & C, seperti yang dilaporkan Livefist.

Dikategorikan sebagai proyek yang sensitif mengingat sifat rahasia dari sensor, elektronik dan sistem di pesawat, Livefist diberi akses mendekat ke EMB-145i setelah sortie tes penerbangan di Aero India 2015, dan kami memiliki kesempatan untuk mewawancarai tim AEW&C project.

Indonesia
Kabar baiknya ada beberapa hal. Tepat setelah Livefist melakukan tur untuk mengenal pesawat, tim bertemu dengan delegasi militer Indonesia yang telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi AEW&C platform Indo-Brasil yang relatif hemat biaya. Minat yang sama juga ditunjukkan oleh Israel dan Brasil.

Untuk pasar global, DRDO dan Kementerian Pertahanan India menawarkan pesawat AEW&C EMB-145i dalam tiga kategori: (a) Sebuah solusi total (sistem taktis yang dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna), (b) sensor package adaptable on user-identified platforms, (c) versi modifikasi dari EMB-145i yang memungkinkan co-development/component model.

“Pemerintah sangat ingin melihat platform ini diekspor. Mereka meyakinkan kami akan memberi dukungan penuh untuk mendapatkan pelanggan,” kata Dr Rajalakshmi.

Angkatan Udara India akan mendapatkan pengiriman dua jet EMB-145i tahun ini, untuk penyelesaian order. Badan pesawat (airframe) Embraer ketiga diperkirakan akan tiba dari Brasil tahun ini. Badan pesawat iitu akan dikonversi oleh Centre for Airborne Systems (CABS) untuk upgrade pesawat demi menghasilkan unit pertama EMB-145i AEW&C versi ekspor. Indikasinya, Indonesia bisa jadi pihak pertama dalam antrean pembelian jet ini.

“Keuntungan besar dari pesawat ini adalah efektivitas biaya,” kata Dr Rajalakshmi. “Tidak ada sistem dalam tingkatan yang sama, yang memiliki semua fitur seperti yang dimiliki EMB-145i, dan itu satu-satunya pesawat di kelasnya dengan kemampuan pengisian bahan bakar dalam penerbangan.”

EMB-145i AEW&C. Pesawat Jet produksi Embraer Brasil dan Teknologi AEW&C dipasok India

EMB-145i AEW&C. Pesawat Jet produksi Embraer Brasil dan Teknologi AEW&C dipasok India

Associate Director Suma Varghese, yang menjadi ujung tombak pembangunan Active Electronically Scanned radar mengatakan, keterlibatan IAF dari awal dalam program ini memungkinkan tim secara real time melakukan koreksi dan mampu memberikan platform yang sepenuhnya sesua dengan kebutuhan Indian Air Force (IAF). Kepuasan itu, diukur oleh delapan anggota embedded yang dipimpin oleh Komodor Udara PL Vithalkar, yang akan melakukan user trials. Tim IAF yang terlibat sebanyak 60-70, termasuk desainer.

“Sensor dan sistem peswat, sepenuhnya teknologi India, dan ini merupakan keuntungan besar bagi pengguna akhir. Kami ingin IAF untuk mendapatkan yang terbaik,” kata Dr M. Easwaran, Associate Director di Centre for Airborne System (CABS), dan direktur desain proyek yang ditunjuk pada program AWACS yang sedang dirancang. (LiveFist Defence).

Bagikan :

  57 Responses to “Indonesia Tertarik dengan Jet EMB-145i AEW&C”

  1.  

    Ayo kita Bungkuzzz pertamex

  2.  

    bukanya lg marahan sama brazil.. ntar di tolak mrk lg..

  3.  

    Melihat kejadian akhir2 ini untuk pesawatnya kemungkinan akan sulit untuk dipilih.

  4.  

    hati-hati, brasil nih, mereka lg ngambek ma kita, bisa2 tersendat produsi pesawatnya kayak si tukino.

  5.  

    Terlepas dari mslh narkoba2an sy malah lbh tertarik perangkat elektronika nya india ini.. maju bgt berarti teknologi mereka.. meski gavtau jg konek kagak nih sm sistem yg ada di TNI Sekarang

  6.  

    Beli perangkatnya dr india dan gunakan pesawat cn295 dr pd emb brasil kan lumayan sekalian belajar
    Imho

    •  

      Perangkat radarnya yaitu radar DRDO 100% bikinan Israel!!

      Masihkah mau menerima barang harrooommm!!!!

      Nanti bakalan ribut lagi seperti kasus Terrex barusan karena ada sentuhan Yahudi!!!!

      ISRAEL memang strooonggg!!!!

      •  

        Bukan nya saya membela yahudi atau israel,kalo boleh dihitung berapa banyak produk bikinan negara yahudi di Indonesia,kosmetik ada,bahkan facebook pun dibuat oleh orang yahudi,dulu pun Indonesia membeli alutsista buatan israel,tp tidak dipublikasikan,coba saja anda search

      •  

        Cuma mau kasih pendapat doank buat masalah ini. Ane si setuju banget kalo mau boikot produk yahudi. Tapi gini aja deh, ni ane lagi ngetik pake mesin yang ada tulisannya Lenovo, ini chipnya produk yahudi, di depan jalanan ane banyak bo’il seliweran, pasti juga parts nya ada yang produk yahudi (benz, beemer, even toyota), trus gedung di tempat ane ini ada juga banyak peralatan fire extinguishersnya, pasti diantara partnya ada produk yahudi (FM 200 yahudi punya boooo’). Sekarang kayaknya kalau memang mau nyerang yahudi, gak usah pikir2 dulu ini pake produk buatan sape (yahudi or not), mending UKHUWAH nya aja dulu di kuatin. nah kalo yang satu ini aja belum dipenuhin, mending gak usah ribut mikirin barang buatan siape. nikmatin aja semuanya. tokh Rasulullah juga dalam kehidupannya juga berdagang dengan yahudi, bahkan memberi makan pengemis yahudi yang sangat membencinya dengan penuh kasih sayang.

  7.  

    Mantap Indonesia mengadopsi langkah maju seperti India & Brasil jg negara2 lainnya seperti Singapura, Yunani, Polandia & Turki yang mampu mensinkronkan komunikasi & network centric system antara alutsista NATO & Rusia dgn memake produk Israel radar DRDO yg merupakan upgrade dari Phalcon

    Ditunggu bantuan Israel untuk mengupgrade datalink & combat system buat Su-35 (kl terpilih!!!)
    Jgn sampe kejadian Su-27 & Su-30 punya kita yang datalink & combat systemnya bodong!!

    Mdh2an dpt terinstal pd platform CN235

  8.  

    India mungkin pakai ini supaya bisa integrasi sama sukhoinya. Boleh di pertimbangkan, hanya pesawatnya pakai CN295 saja.

  9.  

    Kalau jadi bungkus SU35, mending bungkus A100 saja biar SU27 SU 30 bisa bahu membahu

    •  

      Muahal Gan, A50 awacs saja harganya bs 300jt dlr

    •  

      Apa tdk bisa kita bungkus radarnya saja sesuai kebutuhan, sedangkan pesawatnya dr PT DI krn katanya sekarang pihak Rusia mau kerjasama transfer tehnologi. Mungkin dgn jalan begitu kita malah bisa seperti India.

      •  

        TOT nya rusia cuci karburator, busi seperti itu gan. Kalau seperti itu bukan tot.

        Kalau saya lihat selama ini TOT yg paling menguntungkan tot dari SAAB dan Airbus.

        Klewang dan CN235 conothnya. kalau yg dari ruskie belum ada 1 pun yg menghasilkan.

  10.  

    Sales kok dipercaya kecap asin pun dibilang manis saus sambal dibilang saus tomat….mana pernyataan dari tni bikin berita mbok ya yang valid katanya jkgr anti hoak…apa gak ada berita lagi kali ya…

  11.  

    Jgn EMB nanggung . .
    Ambil Kawazaki P1 buat patroli, AEW&C nya E3 Sentry apa Boeing 737 aja,, :mrgreen: mahal tp kagak nanggung, apa nunggu A100 hehe . .
    P1 d modifikasi jd AEW&C bs g ya?

  12.  

    Ikut2an trend sinetron India-kah?
    AWACS-nya Israel lebih moncer dari ni barang….

  13.  

    menurut sy CN295 “meragukan”. sy lebih menyukai apabila TNI membeli pesawat AEW&C bermesin jet……

    yg berfikir secara logika pasti akan paham ——> catet*

    contoh.bila ada pesawat siluman atw pesawat tempur lawan yg canggih(F15/f22,f35/SU-30 malon)….masa ke TKP pake mesin baling2….???? harusnya mesin jet. kalau pernah memainkan game pesawat tempur…setidaknya mengerti dikit.

    klw pake pesawat baling2….keburu iklan bung2 sekalian.masa pilot sukhoi/f16 kita minum kopi dlu nunggu pesawat AEW&C datang….

    sukhoi aja ngejar pesawat sipil VIP bermesin jet aja hampir lepas.untung dpt sebelum lwt perbatasan —> melawan lupa. klw f16 atw gripen….yg kejar…sdh lepas tuh peswat(kebur)

    •  

      @bungPELAWAK, apakah jenis pesawat ini meskipun bermesin Jet akan digunakan untuk ngejar pesawat asing?? Kalo CN295 jelas2 peruntukannya bukan untuk untuk ngejar2 pesawat asing.

    •  

      Wedgetail.. Platformnya B 737-700…

    •  

      Untuk Indonesia yang luas ini saya kira masih cocok pesawat propeler sebagai AEW&C . Bisa terbang lama ,apalagi jumlah yang bakal kita beli pasti sedikit.Pesawat AEW&C posisinya di garis dalam pertahanan,bukan di front depan.Memantau musuh dari kejauahan ,mengkoordinir pesawat dan alut sista lain agar efektif dalam penggunaan.Tak perlu juga kita alergi produk Israel ,kan nggak ada hubungan langsung dengan perselisihan palestine Israel.

    •  

      ALL: COBA maen game pesawat tempur…bung2 sekalian.dsitu setidaknya sedikit bnyak…mirip dengan nyata.

      dlm game.klw saat bertempur…yg dicari dluan pesawat AEW&C musuh.lah klw baling2…dk bisa bergerak cepat,,,untuk menjauh dari musuh.apalagi musuhnya juga punya pesawat AEW&C lebih bagus.pasti selesai itu CN 295 AEW&C.

      bkn mengejar pesawat asing melainkan bisa untuk mencari pesawat asing..(contoh saat shukhoi d lock dlu,kan pesawat B737 TNI ikut mengudara untuk mencari)—>syngnya pesawat itu bkn pesawat AEW&C,melainkan cuma pesawat pengintai.itu juga di anggap terlambat.apalagi klw baling2…azzzz….

      menurut sya…minimal…EMB-145i AEW&C LALU maksimalnya NG/Boing EX AEW&C(MESA) kaya punya KorseL.. 😀

    •  

      Hehehe, berarti US Navy itu koplak deh, karena mengandalkan E-2 Hawkeye AEW (Airborne Early Warning) dari tahun 1964 sampai sekarang ya.

  14.  

    Ah, kan cuma baru tertarik. Apalagi yg ngeklaim kalo kita tertarik kan pihak sana. Belom ada klaim resmi dari TNI soal ini.

    Lagian bikinan India… kagak deh, mendingan bikinan RRC daripada India. Liat aja tuh riwayat helikopter Dhruv bikinan India.

    Lagian ribet amat pake platform Embraer 145 yg jarang. Kalo mau, ya pake aja CN-295. Kalo butuh jet, pake aja jet biasa yg banyak dipake kyk Boeing 737 atau Airbus A320. Nanti tinggal dimodifikasi.

    •  

      Jarak jangkau Emb-145 dibanding 737 Next Gen, bagaimana ya?

      Sepertinya daya angkut dan jelajah 737 NextGen lebih besar daripada EMB-145 ya?

      Sepertinya, preferensinya TNI-AU itu ke mesin turbofan daripada turboprop.

      Di mana kekurangan turboprop dengan kelas CN-295 terhadap kebutuhan AEW TNI-AU ya?

      •  

        Sebagai orang awam, kekhawatiran saya sih cuma dalam hal pemeliharaan. Sepertinya ga banyak yg pake Embraer 145 di Indonesia. Beda dengan Boeing 737. Kepepetnya, kalo TNI-AU butuh sucad, bisa “minjem” dulu dari Garuda. Ato A320, bisa “minjem” dari Citilink.

        Soal daya angkut dan jelajah, jelas menang B737 atau A320 dibanding EMB-145. Sedangkan CN-295, menurut saya cuma kalah dari segi kecepatan saja. Daya jelajahnya juga cukup jauh kok, ga kalah dengan EMB-145 versi XR sekalipun. Payload juga ternyata malah lebih kuat CN-295.

        Bukannya saya ga suka Embraer, cuma saya sama sekali ngga ngelihat keunggulan pakai platform EMB-145. Apalagi EMB-145 nya rakitan India. Option laen yang ada udah lebih baik, apalagi salah satunya kita udah bisa bikin di dalam negeri (CN-295).

  15.  

    Indonesia semakin susah nyari alutsista

  16.  

    lhaaa katanya mw join sma cassa spanyol bwat CN295 AWACS…. gimna nhi nggk konsisten lahhh dri awal

  17.  

    Wah Brasil lagi, Super Tucano ama Astros II masih belum jelas dikirim ato tidak gara2 lgi panas ni hubungan kita ma Brasil
    Btw apa sih keutungan dan kerugian masing2 pesawat AEW&C antara bermesin baling2 dan bermesin jet?

  18.  

    aduh yang dari brazil semua di block aja deh. pemain bola dari brazil tu persulit aja.

  19.  

    Apes dah ni sales EMB-145i, baru mau nawarin dagangan, eeh.. presidennya pada ngambek. :mrgreen:

  20.  

    jangaann ada hubungan dgn brazil. sisa pesawat Tuscano belum dikirim (gosipnya sudah dibayar Cash ?? ) kerjasama dengan airbus untuk pesawat c295 AEW&C. jadi CN295 AEW&C.

  21.  

    On 21 November 2014, the Japanese Ministry of Defense officially decided to procure the E-2D version of the Hawkeye, beating out the Boeing 737 AEW&C design.

    http://www.defensenews.com/article/20141121/DEFREG03/311210023/Japan-Officially-Selects-Osprey-Global-Hawk-E-2D

    Lah, kenapa JASDF pilih turboprop dibandingkan turbofan?

  22.  

    Absen ajaa…

 Leave a Reply