Jun 032012
 

KRI Banda Aceh 593

Bukan pembelian 100 MBT Leopard 2A6 atau tambahan 6 Sukhoi yang menjadi pembicaraan hangat dari milier regional tentang Indonesia. Yang membuat mereka heboh dan terlambat sadar adalah, mengapa Indonesia memiliki 4 Multi-Role LPD berbobot 11,400-ton dan 19 Landing Ship.

Jumlah itu menghantarkan Indonesia memasuki papan atas “the most regional amphibious force” di Asia. Mereka mulai bertanya-tanya, mengapa Indonesia memiliki Heavy Landing Platform Dock /LPD dan Landing Ship sebanyak itu ?.

KRI Surabaya & KRI Banjarmasin


India hanya memiliki 18 landing ship. Sementara Korea Utara hanya 10 medium landing ship. Korea Selatan sedang membangun 4 LST untuk menggantikan kapal pengangkut sisa perang dunia kedua.

Malaysia kehilangan satu-satunya Landing Ship Tank LST Sri Inderapura karena terbakar pada tahun 2009. Filipina memiliki 7 namun 5 diantaranya peninggalan dari perang dunia kedua. Vietnam memiliki 6 kapal pendarat namun setengahnya peninggalan perang dunia kedua.

Negara-negara Asia umumnya masih melihat “amphibious forces”, secara tradisional, yakni jumlah kapal tempur dan kapal selam. Sementara bagaimana caranya agar pasukan bisa bergerak dengan cepat melalui laut, belum terlalu menjadi perhatian. Untuk itu, kemampuan tempur negara-negara Asia dianggap terbatas karena minimnya kapal angkut penggerak pasukan.

KRI Massar 590


Situasi tersebut berhasil diatasi Indonesia dengan membangun LPD dan Landing Ship sejak tahun 2003 hingga 2011. Indonesia memiliki 4 LPD 125 M, dimana 2 kapal di bangun di Korea dan 2 kapal dibangun di PAL Surabaya.

Kapal Landing Platform Dock 125 M dirancang untuk mampu dipasang senjata 100mm dan dilengkapi Fire Control System, untuk melakukan self defence untuk melindungi pendaratan pasukan, kendaraan tempur, serta pendaratan helikopter.

Kapal LPD 125 meter ini didesain untuk pendaratan: Landing Craft Unit 23 m, operasi ampibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, dan tactical vehicle 13 unit.

Dalam sekali bergerak LPD ini juga mengangkut 507 personil termasuk 354 tentara, crew dan officer. LPD ini juga mengangkut 5 unit helicopter jenis MI-2 atau BELL 412, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus menerus.

KRI Makassar 590


4 LPD Indonesia adalah: KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-591(dibangun di Korea), serta KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593 (dibangun di PT PAL, Surabaya). Indonesia masih punya satu lagi LPD yakni KRI Dr Soeharso yang dijadikan kapal bantu Rumah Sakit.

Adapun 19 LST Landing Ship lainnya adalah: 6 LSTH tipe Tacoma kelas KRI Teluk Semangka buatan Korea Selatan. Ada pula 12 LSM kelas Frosch I, buatan Jerman Timur, serta 2 AKL-ARL kelas Frosch II, yakni KRI Teluk Cirebon dan Teluk Sabang.

KRI Banjarmasin


Untuk urusan pergerakan pasukan, Indonesia termasuk yang paling siap di Asia Tenggara. Hal ini wajar karena Indonesia negara yang berbentuk kepulauan (1300 pulau). Untuk masa damai LPD bisa digunakan untuk misi penanggulangan bencana karena Indonesia termasuk wilayah “Ring of Fire” akibat pertemuan lempeng bumi. Jkgr.

  32 Responses to “Indonesia, The Most Amphibious Forces”

  1. segera bangun kapal induk helikopter dong, buat antisipasi bencana alam.

  2. LPD KRI Banda Aceh 593 bisa mengangkut 5 helikopter

  3. ngga usahlah kapal induk helikopter kalo cuma untuk bencana alam, mungkin jumlah LPD sekelas makasar ini di perbanyak aja

  4. Lebih baik bangun kapal induk, meskipun kecil tidak apa apa. karena malingsial sudah menjadi jadi!

  5. bung kalo beli kapal induk malah biaya perawatanya mahal terus apa kita punya pesawat untuk kapal induk lah wong tni au aja kekurangan pesawat lah mau dikasih apa kapal induknya kalo kagak ada pesawatnya

  6. indonesia bisa beli apa AJa asal anggarannya MILITERN 70%dari APBN cos APBN negara kita terbesar se ASEAN

  7. mudah mudahan aja mas bro anggaran militer kita dinaikin lagi

  8. bung duitnya siapa untuk membeli kapal induk lah wong pesawat foker 27 aja lama digantinya karena terbatasan dana apalagi beli kapal induk mana mungkin

  9. Bos, uangnya pakde Bakrie lo sae!

  10. kapal induk kecil rencananya bikin sendiri, bro. intinya khan cuma mbesarin kapal jenis LPD aja. soalnya yg diusung khan heli. infonya 16 heli bisa di gendong, lo. kalo heli kan pabriknya ada di sebelah pabrik peuyeum.

  11. tdk usah kapal induk..cukup LPD dgn ukuran lebih besar dari yg sudah ada saat ini….atau buat 2 kapal perang jenis LHD…..di[erkirakan cukup efektif..

  12. Pemikiran yang kurang tepat adalah membuat kapal induk ?? mau jd sasaran target gratisan ? kapal induk itu butuh tameng anti rudal, anti topedo, anti pesawat ( UAV / Stealth fighter ).

    Jadi konsennya bikin senjata dulu misal rudal jarak jauh, rudal anti pesawat, rudal kontrol satelit, rudal tangkal torpedo, radar deteksi pesawat generasi 4G keatas,bikin pesawat tempur.

    Cina memiliki kapal induk setelah senjatanya mumpuni jd bisa melindungi kapal induknya.

  13. kapal induk bwt apa ? mau invasi malaysia ?? pertahanan kita msh bolong2, perkuat dulu pespur, hanud, perbanyak kri kcr,korvet, fregat, lpd+lhd, modernisasi yonkav, armed, arhanud, buat pertahanan di pulau terluar, utk saat ini itu lebih utama. punya kapal induk tapi tidak punya escorta yg mumpuni , kalo perang bisa tenggelam dlm 1 hari

  14. LPD ini aja udah hampir mirip kapal induk helicopter mending perbanyak aja LPD kyk gini lagian juga indonesia udah bisa buat sendiri kok

  15. Mantap tulisannya.
    Tapi bagaimana kesiapan 6 LSTH tipe Tacoma, 12 LSM kelas Frosch I dan 2 AKL-ARL kelas Frosch II, mengingat usia dan suku cadang?

  16. Daripada beli kapal induk saya punya ide yang lebih simple, kenapa tidak beberapa pulau (taruhlah 10 pulau acak) di gugus luar pulau2 kecil di indonesia dibuat landas pacu kecil dan sederhana (dengan ketepelnya) sama tempat pendaratan (dengan tali rem) layaknya kapal induk. Ditambah pergudangan senjata dan bahan bakar pesawat, beberapa dermaga untuk singgah KRI2 kelas ringan indonesia dan supply dan system radar + arhanud-nya?
    Untuk indonesia dengan negara 1600 pulau saya rasa lebih murah dan efisien utk membuat hal baru di dalam strategi pertahanan RI daripada harus membeli kapal induk yang mahal, tanpa ada isi pesawatnya dan segi mobilitas yang jelas2 buang2 biaya,bahan bakar dan waktu jika harus pergi dari indonesia bagian barat ke timur serta apa gunanya kapal induk itu bagi indonesia (saat ini)?kita tidak punya tujuan invasi pula kan?sementara kapal induknya jg gak punya isi pesawat/hanud.
    Pertimbangkan jika pulau yg dibikin mini lanud?pesawat2 TNI AU bisa singgah tanpa harus buang2 waktu bolak balik ke lanud pangkalannya jika sedang terjadi konflik yg berlarut dengan negara tetangga terdekat.
    Menurut saya itu ide beda yg efisien dan murah.
    Menurut saya…

  17. To:mas Melektech.

    Yah mas, kalau masalah gaji, berjuta – juta PNS yg ada di indonesia juga yg bayar negara.
    Lagipula saya juga tdk bilang utk membuat di semua pulau di indonesia tapi hanya di beberapa (taruhlah 10 pulau gugus luar indonesia)
    Dan buat apa juga 100 LST/LSD selalu mensupply kalau ada pesawat cargo + airbonre supplynya yg bisa di drop?

    Coba tolong dibaca lagi maksud komen dr ide saya sebelumnya lalu berilah komen yg sedikit berbobot.
    Trmksh 🙂

    • Pulau pulau kecil dipenjuru nusantara itu adalah kapal induk bagi TNI AU.
      Maka bersyukurlah indonesia .
      Dukungan logistik bisaa di berikan secara mobile dengan hercules..

  18. LPD sesuai pengembangan strategi TNI AL, hrs sdh disesuaikan minimal 12 buah LPD dan dibagi ke 4 buah armabar serta 4 buah armatim, 4 buah armateng.

  19. sebenarnya pal bisa aja bikin lpd segede bagong (lapangan bola)….krakatau steelnya mendukung ga……bravo tni…

  20. KRI Soekarno calon kapal induk pertama Indonesia………

  21. tambahin LPD, corvet, sub marine, pelanpelan aje pokoke kelakon…, bakalan keder tuh malingsia

  22. Kapal Landing juga bisa berperan sbg kapal induk jika kita punya sebanyak itu sama seperti kita punya 2 kapal Induk , dan TNI AL membuat Destroyer Ship, karena kita hanya punya perusak , dan kapal selam mini, TOP

  23. Bnyk LST tp tua semua, mau gmana.? Ganti tuh Frosh class…

    Indonesia ini lebih ke to modify, bkn to build. India 45 bill dollar, tp 70% dri uang tsbt kembali ke industri dalam negerinya. Semua mulai dri industri logam dasar, elektronik dll terkoneksi. Sdngkn indonesia jalan sendiri sendiri.

  24. Salam kenal semua……

    semoga aja bangsa kita semakin pintar dan Jaya

    NKRI HARGA MATI

 Leave a Reply