Jan 212018
 

Perkebunan Kelapa Sawit (wikipedia)

London, Jakartagreater.com – Pemerintah Indonesia menyayangkan dan menolak laporan Parlemen Eropa yang melakukan diskriminasi yang mengusulkan untuk menghapuskan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm oil based biofuel ) pada 2021.

Keputusan tersebut bertentangan prinsip adil dan perdagangan bebas dan menjurus kepada tanaman apartheid terlebih karena usulan penghapusan atau phase out terhadap palm oil hampir satu dekade lebih awal dibanding terhadap crops-based biofuel lainnya pada 2030.

Fungsi Ekonomi KBRI Brusel, Andi Sparringga, kepada Antara London, pada Sabtu 20 Januari 2018 mengatakan Pemerintah Indonesia akan terus melakukan dialog berkesinambungan, konstruktif, dan paralel dengan 3 institusi Uni Eropa yakni Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan Eropa, terutama menjelang dan pada saat perundingan trilogue serta dengan kalangan industri di Uni Eropa.

Hal itu untuk memaksimalkan tekanan politis terhadap Parlemen Eropa, sehingga KBRI Brussel menggalang kerja sama dengan kedubes negara-negara produsen sawit di Brussel seperti Brazil, Ekuador, Guatemala, Honduras, Kolombia, Ghana, Nigeria, Kenya, Thailand, dan Malaysia. Sebagai langkah bersama, akan disusun pernyataan bersama kepala perwakilan negara produsen sawit kepada Parlemen Eropa sebagai bentuk “protes”.

Sidang Pleno Parlemen Eropa (PE) mensahkan Resolusi mengenai Laporan Proposal untuk Petunjuk Parlemen Eropa dan Dewan mengenai Promosi penggunaan energi dari sumber terbarukan dengan perolehan suara 492 (mendukung), 88 (menolak), 107 (abstain) dan 64 tidak menentukan pilihan/tidak hadir yang dikeluarkan pada Kamis 17 Januari 2018.

Selain itu, juga akan dilakukan demarche kolektif secara langsung kepada Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani, menjelang dilaksanakannya dialog segitiga antara Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan Eropa pada bulan Februari 2018 mendatang, yang akan membahas kebijakan UE pasca voting Report.

Disebutkan dengan disetujuinya Resolusi ini, PE meng-endorse proposal untuk target penggunaan renewable energy sebesar 35 persen dalam energy mix UE serta 12 persen target di bidang angkutan pada 2030. Selain itu, PE juga sepakat untuk phase out first generation biofuel (dari food and feed crops) pada 2030, sementara phase out untuk biofuel dari bahan baku palm oil pada 2021.

Disahkannya laporan ini akan menjadi dasar (mandate) bagi Parlemen Eropa dalam putaran perundingan segitiga (trilogue) dengan Komisi Eropa dan Dewan Eropa yang akan dilakukan satu-dua bulan pasca voting di Parlemen Eropa.

Dengan kata lain, laporan itu belum merupakan keputusan final Uni Eropa/UE (dalam bentuk Directive yang bersifat mengikat bagi negara anggota UE). Keputusan final UE akan ditentukan oleh hasil rangkaian perundingan tiga pihak dimaksud. Indonesia dan Uni Eropa sedang melakukan perundingan.

Dalam hal ini, putaran ke empat perundingan akan diadakan di Indonesia pada 19 -23 Februari 2018 mendatang. Salah satu bagian terpenting dari perundingan I -EU CEPA adalah chapter mengenai Trade and Sustainable Development (TSD) yang merefleksikan komitmen kuat kedua belah pihak terhadap promosi aspek sustainability dari perdagangan.

Dalam hal ini, Indonesia dan UE telah sepakat untuk membahas perdagangan dikaitkan dengan sustainability, termasuk akses pasar bagi sustainable products asal Indonesia. Bagi Indonesia, tiga sektor yang saat ini menjadi perhatian adalah sustainable wood, sustainable fisheries, serta sustainable palm oil Indonesia. (Antara)

Bagikan Artikel :

  13 Responses to “Indonesia Tolak Laporan Parlemen Eropa Tentang Larangan Biofuel Sawit”

  1. Ya udahlah kalo begitu,tolak juga produk dari UE,jual saja kepada negara yg mau beli produk sawit beserta turunannya.
    Kalo UE bisa menolak produk kita,kita juga bisa menolak produk mereka kok.
    Jangan mereka maunya enak sendiri.

    • Gak semudah itu Bung, perang dagang hanya akan membuat semua pihak rugi. Masih ada meja makan dan lobbi buat menyelesaikan perbedaan pendapat.

    • Kalo kita nolak produk mereka, industri kita mandek donk bung. Permesinan dan elektronik kita sebagian besar dr UE bung. Sementara jualan andalan kita yg non migas banyak dr sektor itu.

      Tiga sektor yaitu wood, fisheries, serta palm oil dr Indonesia memang sulit utk melenggang bebas di pasar UE yg ketat aturannya. Issue produk turunan dr kayu tersandung ilegal logging dan hutan tropis paru2 dunia. Sedangkan produk perikanan indonesia issue yg menimpa mengandung pengawet dan pencemaran air. Lalu utk produk sawit yg lebih parah, krn banyak perkebunan sawit dikonversi dr lahan pertanian yg produktif serta yg lebih serius tentang tdk adanya sistem pengolahan limbah yg benar berstandar ISO disebagian pabrik pengolahan cpo. Walaupun katanya mereka sdh bergabung dng RSPO dng standart ISPO. Namun hanya sekedar bergabung saja, tp aturan main tdk mereka jalankan. Kebanyakan mereka yg tdk punya pengolahan limbah menjual cpo nya pada raksasa sawit di Indonesia spt sinar mas, sanimas, sindarbie.
      Bahkan ekspor cpo malaysia menjadi besar karena menerima cpo dr pabrik2 indonesia yg tdk berstandar td dng harga murah.

      Jd klo sdh begini yg salah ya kita jg sebenarnya…..xicixicixi

      • Minyak sawit indonesia kalah kualitas

        Hahhaahaaaa

      • Ternyata biofuel banyak manfaatnya ya..sekarang ngomongin biodiesel aja..kenapa tidak dijual lagi ke warga dan tni(utk alat perang mesin disel, banyak lho)..kalo harganya bisa lebih murah dari disel dr tambang..misal 3000-3500 rupiah/liter…banyak udah yg makai…dan kendaraan dg mesin disel konvensional(panther direct injt+turbo)pasti banyak peminatnya lagi…untuk solar industri,..(semua spbu diindonesia wajib jual ini kalo memang program pemerintah)..kalo memang untuk mempertahankan lini produksi..wajarlah negara mereka pada nolak karena gak punya lahan..coba kalo punya..heheh

  2. Sawit Di Tolak, Indonesia Siap Penghasil Rokok Kretek Terbesar Di Dunia

  3. keturunan penjajah
    sampai kapanpun tetap berperilaku penjajah
    boikot produk ue

  4. Sawit indonesia & sawit lainnya kalah kualitas dgn minyak nabati didalam kandungannya, yg memiliki kandungan baik, disisi lain? Minyak nabati sangat berpengaruh diatas ranjang, diatas pelepah pisang bersama pasangan yg mmbuat kuat tahan lama.
    Dengan demikian pasangan kagak perlu lg konsultasi ke agato karna minyak nabati sudah mnjwb permasalahan itu semua

    Hahhaahaaaa

  5. Yah perang dagang selalu aja ada alasan yg dibuat. Klu alasannya lingkungan yg merupakan paru2 dunia, kenapa Eropa bs gak punya hutan yg luas dan banyak ditebang dr dulu. Mungkinkah Eropa wajib bayar oksigen yg mereka import dgn cuma2.he3.ngawur.com

  6. Walah kok bisa ya?

  7. Minta pendapat sama jubir UE Agato..

 Leave a Reply