Apr 182017
 

Indonesia ingin menutup stasiun darat ilegal yang dibangun oleh sebuah perusahaan Malaysia sebagai bagian dari proyek kabel bawah laut yang menghubungkan Semenanjung Malaysia ke Sarawak.

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa sebuah stasiun permukaan untuk kabel optik bawah laut yang besar dengan bandwidth 400 GB yang dimiliki oleh Sacofa, sebuah perusahaan komunikasi Malaysia, di Anambas Kepulauan Riau, melanggar hukum maritim internasional.

Indonesia dan Malaysia telah memiliki kesepakatan untuk penempatan kabel bawah laut sejak tahun 1982, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir kepada The Jakarta Post.

“Menurut perjanjian pada tahun 1982 dan juga UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) atau Konvensi PBB tentang Hukum Laut, Malaysia hanya diberikan hak menempatkan kabel bawah laut untuk kepentingan komunikasi antara Timur dan Barat Malaysia. Ini tidak termasuk pendirian stasiun di darat atau permukaan laut untuk kabel di wilayah Indonesia,” katanya.

Kementerian Luar Negeri lanjutnya, telah menuntut agar fasilitas harus tetap sepenuhnya berada di bawah air, sebagaimana diatur dalam perjanjian tahun 1982.

Direktur Sacofa, Zaid Zaini dalam sebuah pernyataan tertulis menyatakan bahwa kabel hanya memiliki “titik koneksi” di pulau Anambas dan Natuna, “yang kemudian harus dibebaskan dari keharusan memerlukan izin di darat “.

Sebagaimana dikutip oleh The Borneo Post, Perusahaan ini sebelumnya menyatakan telah “mematuhi semua aturan UNCLOS melalui MOU (nota kesepahaman) dengan pemerintah Indonesia untuk meletakkan kabel optik bawah laut yang melewati pulau Indonesia.

StraitTimes

  77 Responses to “Indonesia Tolak Stasiun Darat Perusahaan Malaysia di Anambas dan Natuna”

  1. Tempeleng aja kalo Malay tetap bandel

  2. Gampang, putusin aja kabelnya. Ambil 1 husbel aja lalu jual ke loakan

  3. Kabelnya di tembak pake torpedo

  4. Hadehh Ni tetangga Kok Suka Amat Cari Gara2… 👿

  5. kalo masih ngeyel ..kabelnya kita putusin .ambil .dan jual ke tukang loak.

  6. Sikapi dgn Arif..

    Riif..ariiiiff.. Dmn km..

  7. Langsung dikasih SP3 aja.tabokin langsung.haahaha

  8. bagaimana pun yang terjadi knyataan nya kelemahan pemerintah dulu harus sdikit dmi sdikit dibenah. terjadinya kecolongan stasiun optik di pulau di indonesia …

    • Yang lemah yang nglakuin patroli bung . . lha bagaimana bisa pekerja masang kabel optic apalagi pake nyambung terminal, tentunya byk pekerja asing yang datang dalam waktu yang lama. . masak sich ga pada tahu

  9. Kalau masih membangkang, suruh marinir nyelam buat mutusin kabelnya….wkwkwk

  10. potong aja

  11. Pangil pasukan dari madura gk ada 1 malam kabel optiknya hilang kapal perang aja hilang hahahaha

  12. Menurut direktur Sacofa, Zaid Zaini dalam sebuah pernyataan tertulis menyatakan bahwa kabel hanya memiliki “titik koneksi” di pulau Anambas dan Natuna, “yang kemudian harus dibebaskan dari keharusan memerlukan izin di darat “.

    Oo hanya titik koneksi kabel laut, makanya pakcik direktur sacofa menganggap tidak perlu ijin mendirikan stasiun darat sbg titik koneksi, benarkah? Otak-otak Malaysia memang sering kurang ajar jika berurusan dg negara tetangga diselatannya, Indonesia. Sepertinya mereka paham Indonesia tdk akan bermain keras jika diselengeki, pan bisa alasan Indonesia dan Malaysia adalah saudara serumpun?

    Kemenlu RI wajib berhati-hati namun tegas dlm menghadapi sikap merajuk dan mbalelo Malaysia. Jika perlu bangunan atau material apa pun milik malaysia yg terinstal diwilayah daratan (pulau) atau permukaan laut dlm yurisdiksi RI segera dibongkar paksa jika tanpa ijin atau semacam perjanjian yg bermanfaat bagi RI. Bisa jadi sikap Malaysia membangun stasiun koneksi kabel laut didaratan pulau Anambas dan Natuna sebagai semacam test case dg sikap pemerintah RI. Bila pemerintah RI mendiamkan atau mau dibujuk dg konsesi lain dari Malaysia maka untuk kedepan itu bisa sbg “point” bagi Malaysia bila dimasa depan menginginkan pulau Anambas atau Natuna dlm wilayah Malaysia, melalui Mahkamah Internasional di Den Haag Belanda.

    Ingat kasus Sipadan dan Ligitan, dua pulau yg dulu menjadi sengketa Indonesia dg Malaysia berhasil sukses diambil Malaysia dg akal bulus seperti diatas. Jauh-jauh hari sebelum pemerintah RI dan pemerintah Malaysia setuju untuk membawa permasalahan Sipadan dan Ligitan ke Mahkamah Internasional, sering terjadi penangkapan nelayan Malaysia yg menangkap ikan disekitar pulau Sipadan dan Ligitan oleh aparat RI dan begitu sebaliknya padahal antara pemerintah RI dan Malaysia saat itu menjadikan wilayaha sekitar Sipadan dan Ligitan dlm keadaan status quo sebelum memiliki kekuatan hukum tetap akan kepemilikan kedua pulau tersebut. Namun Malaysia ternyata memanfaatkan kondisi tersebut dg baik, jika aparat Malaysia menangkap nelayan Indonesia diwilayah status quo tersebut, segera para nelayan di adili dg hukum Malaysia sebaliknya jika nelayan Malaysia tertangkap oleh aparat Indonesia, para diplomat Malaysia segera berupaya dg damai agar para nelayannya dibebaskan, walau hrs membayar kerugian sekadarnya. Apa makna hal itu? Tujuan dari upaya Malaysia agar para nelayannya tdk dihukum oleh pengadilan dg hukum Indonesia adalah sbg point bahwa indonesia secara tidak langsung mengakui bahwa pulau Sipadan dan Ligitan adalah milik Malaysia. Selain dg trik diatas, Malaysia juga sangat aktif membangun resort wisata di kedua pulau tersebut ketika status kedua pulau itu msh dlm keadaan status quo. Faktanya trik diatas adalah salah satu hal menjadikan Malaysia unggul dlm adu argumentasi dlm sidang Mahkamah Internasional..

    Jika dlm adu akal bulus Malaysia memang jagonya, namun jika berhadapan dg china yg memiliki akal bulus sekaligus otot dan sikap galak, Malaysia hrs berhitung dulu..

  13. Sudah di tutup sama pak gatot

    • Seharusnya Juga Di Hancurin Jangan Cuma Di Tutup… 👿

      • buka pedaptaran relawan untuk melucuti kabel beruk aja..bagi seluruh pemuda pemudi di indonesia..tak perlu poto kopi cukup ktp saja..di wajibkan bawa pisang..silahkan daptar..segera hubungi. bung colibri sebagai ketua anti beruk..hihihi

  14. ngelunjak nih budak malon…

  15. Malay bukan level kita.. suruh beresin satpol PP aja kelar… Biar digulung tu kabel

  16. Lama2 putus hubungn semenajung dgn srawak..krn kita kafer membangun pangkaln militr d natuna.semakin termenung d bilik..xixi..

  17. Kayanya kedeteksi sama kapal Rigel kita y..kapal HidroOceanoGrafi yg baru dibeli dari Prancis..coba kalau ga kedeteksi pasti dah aman2 dan nyaman aja itu..Dasar Otak Beruk otaknya maunya nyuri aja..udah potong aja sepanjang jalur perbatasan kita..trus di kilo kabelnya..

  18. ah,,,malon lagi,sekali x. berikan aksi ke bosen klo nanya omong,AYO,,kasi aksi kami siap di garis dapan

  19. Terkadang geli juga bacanya… diawli dgn koneksi kabel ntr pulau yang lain diembat juga.

    Indonesia terlalu lembek dgn kelakuan malonerios, yang tercengangnya kasus PULAU LIGITAN..tpi, yaudah itu masa lalu, tpi perlu itu dijadikan peljaran masa depan jgn mudh mengalah…

    kagak kebayang kalau negara lain bakalan mengamuk melihat pulaunya diambil. Kita lihat saja argentina dgn militernya tdk kuat berani dgn ingris dlm kasus sengketa pulaunya.

  20. jadi kabelnya mo lewat mna….????kalo nggak posisinya disitu.emangnya mo ditaro di LCS.mikirrrr dong!!!!

  21. Yang salah aparatur kita jg kok bs selama ini beroperasi, Nasiolisme sebagian pejabat kita hanya sebatas perut ke lutut jd cukup sedikit harta , tahta dan wanita digadailah imannya!

  22. Wah gawat ..urusan Ambalat aja belum jelas..ujungnya.

  23. Serahkan ke tukang pengepul besi tua, besok kan sudah pasti di ringkesi….alias amblas….

  24. Malingsia mau main main,

  25. selesaikan dgn aman, yg penting jgn melewati wilayah NKRI itu namanya melanggar hukum, jgn mau di rugikan,. rugi itu menyakitkan. klu ngenyel kirim saja bung maduret beserta kurcaci kurcacinya..

  26. awas akal2an beruk.. dikaplok pake pisang raja biar tahu rasa tuh beruk..

  27. kasihan amat malingsia, stelah merebut dua pulau milik indonesia, sekarang mereka baru tahu akan balasannya, strategi perang baru dimulai, pisahkan malingsia barat dengan timur, pecah belah dan ambil keuntungannya he he he

    • Indonesia coba ya caplok Sarawak dan jadikan wilayah Indonesia.
      Berani ?
      Sarawak itu wilayah bonus buat semenanjung .
      Maka itu sbbnya semenanjung ngak perlu perang ama China kalo sekadar merebut perairannya.
      Yg pasti bumi serawak itu kekal milik mereka.
      Petronas yg beroperasi di laut sarawak jugak ngak diganggu China dan masih aman .
      Sarawak itu wilayah kaya dgn minyak.
      Andai Indonesia bisa mencaplok Sarawak mungkin Indonesia jadi kaya saperti Brunei..
      Coba Dong lawan aja TNI AD perang ama iban Sarawak.
      ATM disarawak itu totalnya iban semua..
      Semenanjung pun ngak heran kalo Sarawak kalah perang karna disana yg jd ATM nya iban .
      Xixixixi

  28. Kabel optik itu bisa jugak memudahkan warga indon utk melayari internet dgn kelajuan maksima.
    Dimalaysia ini ada sekitar 2.5 juta warga indon yg dateng mencari makan.
    Semua indon di Malaysia bisa berhubung ama keluarga mereka di Indonesia guna jalur internet .
    Jadi kabel optik itu bisa dimanafaatkan bersama kedua negara.

  29. Masih Hebatan Suku Dayak Kalimantan… 😛

  30. Malaysia itu sistemnya yakayak israel.. adik dia aja singupil kayak israel…perjanjian awal kayak gini nantik kalau kita lupa mulai dia makan ibu kaki jari karna kita belum terasa dia makan sampai ke mata kaki…kita sentak dia telan smpai lutut kalau di biarin dia bisa makan sampai ujung kepala… negara satu itu ya memang harus di waspadai gk bisa dikasih hati.

  31. lanjut..

  32. Malon Negara agresif…..malon tak de daya..mending sabah dan sarawak di kembalikan ke indonesia…insya allah barokah..negara melon bisa hidup tenang..

  33. Beritanya Jangan Terlalu Purgar dan Jelas…Bahwa Malaysia Memasang Kabel diatas Laut atau Bawah Laut….Kalau Kedengaran Madura….Hadeeuuhh…Bisa Habis itu Kabel tanpa sisa

  34. Dasar indo guoblock maling besi tua

 Leave a Reply