Aug 282017
 

Su-35 Rusia (photo : Jacek Siminski)

Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menunggu keputusan Rusia yang sedang membahas secara internal terkait barter 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan komoditas nasional Indonesia.

“Kita beri kesempatan untuk membahas di internal mereka,” ujar Enggartiasto Lukita di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 28/8/2017.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan Rusia telah sepakat melakukan imbal beli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional.

Barter itu terwujud setelah ditandatangainya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

“Masih kita bikin list, ada furnitur, kopi, gula, segera kita kasih ke mereka,” ujar Enggartiasto.

Menteri Perdagangan mengatakan semua komoditas unggulan nasional didata kemudian daftarnya diserahkan kepada Rusia untuk kemudian dipilih.

“Semuanya, furnitur, karet, kemudian produk-produk makanan, kerupuk segala,” ujarnya.

Enggartiasto Lukita menyatakan ingin ada nilai tambah yang timbul dalam proses barter tersebut.

“Saya kan ingin ada nilai tambah. Kerupuk lo, sekarang di Nigeria, biskuit segala macam ke Afrika itu ekspornya tinggi sekali. Dia punya nilai tambah,” ujarnya.

Selain komoditas, Kementerian Perdagangan juga menawarkan alutsista termasuk produk dari PT Pindad dan PT DI.

“Alat pertahanan juga. Ya kita kasih ini produknya Pindad, ini produknya PT DI, ada kapal segala macam, kita bikin listnya, silakan Anda pilih, setelah itu kita negosiasi,” katanya.

Dalam nota kesepahaman yang telah disepakati, Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor Indonesia, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, dan produk lainnya.

Pola kerja sama dagang serupa itu telah diatur dalam UU Industri Pertahanan, selain juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2014 tentang Mekanisme Imbal Dagang dalam Pengadaan Alat peralatan Pertahanan dan Keamanan dari Luar Negeri. Antara, 28/8/2017.

  33 Responses to “Indonesia Tunggu Keputusan Rusia Terkait Barter Su-35”

    • Hahahahaha….

      Rupanya Pak Enggar baca komentar saya sehingga Sukhoi bakal ditukar dengan kerupuk.

      Benar-benar kaleng kerupuk !

      Jimmy si bujang lapuk digaji kerupuk.

      Xixixixi

  1. Lah..belum deal ?????? Kirain tinggal kirim…

  2. Keburu kedaluwarsa su 35,nnti…

  3. Loh blom deal. Ya… Aduh…

  4. Pertamax super ngebut

  5. lah katanya s dh deal tinggal kirim, kok ini nunggu lagi….. Hadeeuhhh…

  6. Super cruisenya lagi mati, jadi ga bisa ngebut tanda tangan kontrak.
    Seharusnya beli pesawat yg ada cft nya. Jadi ga pusing kehabisan bensin.

  7. Goreng lagi sampai hangus. Hadehhh jadi dilema tingkat malaikat sama su 35. Gak kelar2 negonya. Ayo goreng goreng

  8. katanya udah tekenkontrak fakfakfak

  9. Ga usah di angkat lg berita ttg ini admin,.sy bosen akut dgn berita ini…

  10. Rusia yang sedang membahas secara internal..dan akhirnya mereka meminta tambahan harga..pemerintah Indonesia keberatan dan akhirnya hanya membeli 5 pesawat… :v

  11. lha piye toh mentah maning ki? jare wis gare ngenteni dikirim?

  12. Sabar sahabat….

  13. Bung Diego,

    Tolong angkat artikel dari RBTH tentang Sukhoi yang mau dibayar dengan kerupuk.

    Buat hiburan…

    Xixixixixi

  14. Akhirnya sepakat untuk di bahas

  15. Semprul… Kirain…ternyata…

  16. Pak Endar…kira2 itu krupuk apa gak mlempem ya di suhu ekstrem Russia?? Hahaaahaahaa…

    edisi anyep…

    • Kerupuk dalam kemasan masih dalam keadaan mentah siap untuk digoreng. Contoh kerupuk udang yg masih mentah dalam kemasan seperti dijual di supermarket itu lho.

  17. Akhirnya nih berita digoreng lagi pake kerupuk. Mantab tuh buat camilan musim dingin. Kasihan Jimmy dah tiap hari disuruh nyadap karet, bonusnya malah kerupuk. Yg ketawa paling keras ya Bung TN. Sama muridnya itu.
    Besok kita beli Gripen bayarnya pake pete dan jengkol aja.

  18. Kok kayaknya klu beli alutsista dr Rusia kitanya njelimet byk permintaan dan persyaratan dan harus sesuai UU, nah kenapa dgn produk Barat dan AS tdk dgn sistem imbal dagang begini! Kan bs aja imbal dagang dgn AScs salah satunya dgn terasi/belacan mana tau bule sana doyan makan sambal terasi!ha3

  19. Luar biasa…
    Kerupuk ampuh sebagai barter Su-35

  20. Eta Terangkanlah Eta terangkanlaaah

 Leave a Reply