Indonesia Tuntaskan Evaluasi Teknis Pesawat Pengisian Bahan Bakar di Udara

ilustrasi: Boeing KC-46. (US Air Force)

Jakartagreater.com – Angkatan Udara Indonesia TNI-AU telah menyelesaikan studi tentang persyaratan pengisian bahan bakar udara di negara itu, dan telah mengusulkan akuisisi 2 airframes baru untuk layanan ini, dirilis Janes.com, 25-1-2019.

Studi ini, yang telah diselesaikan melalui konsultasi dengan perusahaan afiliasi negara GMF AeroAsia, dilakukan untuk menyelesaikan parameter program dengan maksud untuk meluncurkan program akuisisi formal dan permintaan pendanaan dari Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemenhan).

Kesimpulan dari penelitian ini mencakup persyaratan untuk badan pesawat guna mendukung probe-and-drogue dan flying boom aerial refuelling methods.

TNI-AU telah menjabarkan persyaratan anggaran sekitar USD500 juta untuk program ini, dan telah mengusulkan agar dana tersebut ditarik dari pinjaman kredit ekspor pertahanan asing, menurut informasi yang diberikan kepada Jane pada 24 Januari 2019 oleh sumber TNI-AU.

Jane pertama kali melaporkan pada Januari 2018 bahwa TNI-AU telah memulai studi pendahuluan untuk membandingkan A330 multi-tanker-transport (MRTT) dari Airbus dan Pegasus KC-46A dari Boeing. Ilyushin Il-78 bermesin 4 Rusia juga kemudian dimasukkan dalam penelitian ini.

Jika proposal TNI-AU mendapatkan persetujuan Kementerian Pertahanan, proses akuisisi formal diperkirakan akan dimulai pada tahun 2020. Layanan ini juga mengharapkan A330 dan KC-46A menjadi “pelari” terdepan setelah permintaan untuk tender dikeluarkan.

Tinggalkan komentar