RI-Turki Berkolaborasi Untuk Menghasilkan UAV

51
26
Sebuah pesawat terbang tanpa awak ANKA buatan Turki yang dilengkapi persenjataan. © Kemenhan Turki

JakartaGreater.com – Perusahaan pesawat terbang Indonesia PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) berkolaborasi memproduksi kendaraan udara nirawak (UAV), yang mampu terbang dengan ketinggian maksimal 40.000 kaki.

Proyek UAV diharapkan selesai dalam waktu satu sampai tiga tahun, menurut direktur produksi PTDI Arie Wibowo seperti dikutip oleh Jakarta Post, pada hari Selasa.

Arie Wibowo lebih lanjut mengatakan bahwa tujuan kolaborasi tersebut adalah untuk menghasilkan UAV ringan serta untuk mengurangi ketergantungan pada produsen dari negara-negara Barat.

“TAI memiliki pengalaman panjang dalam membangun UAV high-altitude. Jadi kita akan berkolaborasi dengan mereka dalam proyek ini”, kata direktur utama PTDI Elfien Goentoro di Bandung, pada hari Senin.

Dilansir dari laman Defense World, menyebutkan, TAI telah mengembangkan UAV atau pesawat terbang tanpa awak (PTTA) yang telah dipergunakan oleh Militer Turki dan beroperasi pada ketinggian 20.000 kaki. Mereka mampu dilengkapi dengan sistem penglihatan malam dan juga persenjataan.

Elfien menambahkan bahwa PTDI saat ini sedang mengembangkan UAV jenis medium-altitude long-endurance (MALE).

Laporan tersebut menambahkan bahwa PTDI dan TAI juga berencana untuk kerjasama terkait pemasaran dan perluasan produksi pesawat N219, CN235, pemasaran dan perluasan produksi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau UAV serta Aerostruktur.

51 KOMENTAR