Indonesia – Turki Kembangkan Tank Medium Jenis Baru

Tank Harimau (@turanordus)

Jakartagreater.com – Perusahaan milik pemerintah Indonesia di bidang pertahanan, PT Pindad dan Perusahaan Turki, FNSS, akan kembali melakukan kerja sama pengembangan alat utama sistem pertahanan (Alutsista).

Vice President Inovasi PT Pindad Windu Paramata mengatakan setelah sukses membuat medium tank, kedua perusahaan Indonesia dan Turki akan kembali bekerja sama mengembangkan jenis baru Harimau Medium Tank atau Kaplan MT, berupa kendaraan angkut personel dan tank Amfibi.

Selain itu, Pindad dan FNSS akan melengkapi kendaraan itu dengan Unmaned Turret atau senjata khusus tank dengan kaliber 30 mm.

“Jadi turret 30 mm tanpa awak, berupa remote control weapon system yang digunakan untuk perlindungan atau menyerang kendaraan ataupun pertahanan musuh,” kata Windu, kepada Anadolu Agency, dirilis 06-03-2020. Diharapkan pada tahun ini PT Pindad rampung membuat desain senjata itu.

“Jadi skemanya hampir sama dengan pengembangan prototipe tank medium, dimana FNSS dengan pindad melakukan pertukaran informasi, pertukaran proses design kerja sehingga kita mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dari pengguna di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Pindad Indonesia dan FNSS Turki sepakat menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada 2015 lalu. Perancangan tank ini dimulai Februari 2016. Setelah selesai diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT.

Kaplan MT sempat dikirim ke Indonesia dan dipamerkan pada hari ulang tahun TNI 5 Oktober 2017 lalu di Cilegon, Banten. Indonesia pun memberi nama Harimau Medium Tank.

Tank ini dilengkapi dengan two-man turret kaliber 105 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm. Harimau Medium Tank didesain khusus untuk daerah operasi tropis seperti hutan karena memiliki bobot yang lebih ringan dari Main Battle Tank.

TERPOPULER

8 pemikiran pada “Indonesia – Turki Kembangkan Tank Medium Jenis Baru”

  1. semoga setelah sukses dalam produksi bidang tank, Indonesia bisa merealisasikan produk drone tempur canggih plus amunisix dan pesawat tempur canggih krn sekarang jamanx perang asimetris dan menggunakan senjata tanpa awak yg mematikan sehingga memiliki daya gentar pada musuh jg mengurangi kematian pada pasukan darat. ….
    sebatas analisa saja

    • Drone buatan Indonesia termasuk yg MALE belum disiapkan buat bawa senjata, kalo pun ada mungkin bawa bom tandan sisanya impor.

      Senjata tanpa awak kedepan masih belum memberikan kontribusi secara strategis dalam suatu peperangan modern, masih butuh waktu. Mungkin hanya Orca, Buretvenik dan Poseidon yg bisa menjadi kartu truf di era perang masa depan.

  2. Moga aja dibaca sih sama pihak TNI.. Saran aja semoga masuk.. Kita perlu medium tank memang banyak tapi budget juga harus menyesuaikan.. Jadi di wilayah kita sangatlah luas, lebih baik kita bikin light tank.. Saya lebih suka Light Tank Stingray tank yg dibuat oleh Tetron perusahaan US. Light tank Stingray yang digunakan oleh militer Thailand.. Kita boleh tiru dan bobotnya yg ringan dan kita perlu riset mengenai armor tank,dan pengecoh RPG buatan Russia. Stingray Tank menurut saya sangat cocok untuk di wilayah kita.. Untuk war perkotaan pun juga bisa karena mampu masuk di jalan2 kecil yang ada di wilayah kita sehingga efektif untuk operasinya… Perlunya management interior di dalamnya, jika perlu ya alat dari Israel hehe sperti sensor,hunter killer,thermal,dsb. Dan di turret juga perlu adanya ATGM Spike atau ATGM milik Korsel yg juga efektif yang pernah digunakan tempur Arab Saudi di Yaman, dan diatasnya juga perlu RCWS 50BMG. Light Tank rasa MBT.

    • Itu bakal jadi logistic nightmare buat TNI kalo sparepart, sensor dan senjatanya dari mana-mana. Apalagi harga Stingray hampir sama dg Tank Harimau tapi itu harga taun 88. Kalo sekarang ya pasti lebih mahal lagi.

  3. Kalau saya lbh suka tank ringan m3 Bradley krn dlm perang Teluk Persia pd thn 1991 tank Bradley jauh lbh banyak menghancurkan tank musuh ketimbang tank m1 abrahm dan utk urusan persenjataan tank ringan Bradley dilengkapi dng auto Cannon 25 mm dan jg dgn 2 peluncur ATGM TOW.

Tinggalkan komentar