Aug 182017
 

Helikopter Seahawk Turki melakukan replenishment vertikal ke kapal selam mereka (photo : Turkish Navy)

Sebagai bagian dari strategi pertahanannya, Ankara meningkatkan kerjasama dengan Jakarta untuk meningkatkan proyek bilateral di industri pertahanan dan berbagi pengalaman militer.

Kolaborasi antara Turki dan Indonesia di industri pertahanan dan militer meningkat karena kedua negara terlibat dalam produksi bersama tank, pesawat tak berawak, kapal selam, senjata dan sistem radar.

Sumber diplomatik tingkat tinggi di Ankara mengatakan kepada Daily Sabah bahwa Ankara dan Jakarta baru-baru ini mengintensifkan upaya untuk bersama-sama mengembangkan mekanisme industri pertahanan dan berbagi pengalaman militer.

Dalam hal ini, sebuah prototipe untuk tank Turki-Indonesia telah diciptakan dan direncanakan untuk ikut serta dalam sebuah pawai militer resmi di Jakarta pada bulan Oktober. Sumber tidak menyebutkan jumlah tank yang akan diproduksi, namun permintaan akan menjadi faktor penentu.

Pakar industri pertahanan mengatakan, tank tersebut akan memiliki berat sekitar 35 ton, dan akan memiliki mesin 700 tenaga kuda. Akan ada dua tank pada tahap produksi pertama, satu untuk Turki dan satu lagi untuk Indonesia. Biaya pengembangan untuk tank medium ini diperkirakan mencapai $ 11,5 juta. FNSS, anak usaha Nurol Holding, yang beroperasi di industri ini, melihat peluang produksi 40 tank, jumlah tersebut bisa mencapai 200 jika Indonesia puas.

Tangki KAPLAN MT diharapkan dapat memberikan kontribusi yang kuat karena daya tembak dan pilihan amunisinya yang besar serta ketangkasannya yang superior. Turret CMI Cockerill 3105, mampu menembakkan amunisi high-pressured 105mm, memberikan daya tembak tinggi bagi tank tersebut.

Salah satu poin mencolok dalam usaha patungan ini adalah produksi kapal selam. Sumber senior menekankan bahwa Indonesia ingin mendapatkan pengetahuan tentang kapal selam dan kesepakatannya sudah hampir selesai. Sejumlah ahli mengatakan bahwa industri pertahanan Turki memproduksi enam kapal selam di galangan kapal Gölcük Turki di bawah lisensi ThyssenKrupp. Kapal selam pertama akan dikirim pada tahun 2021.

Delegasi Indonesia telah melakukan kunjungan ke Turki untuk memeriksa proses produksi. Hanya ada sejumlah kecil masalah yang harus diselesaikan sebelum kedua pihak menandatangani kesepakatan tersebut, kata beberapa sumber. Dua kapal selam pertama akan dibangun di Turki dan sisanya direncanakan untuk diproduksi bersama oleh perusahaan Indonesia, kata para ahli, dirilis Dailysabah.com, 17/8/2017.

Sumber tersebut mengatakan bahwa satu delegasi Turki, termasuk perwakilan perusahaan, akan berada di Indonesia minggu depan untuk membahas rincian terbaru mengenai kesepakatan kapal selam dan proyek lainnya. Delegasi Indonesia akan berada di Turki pada awal September.

Ankara dan Jakarta telah meningkatkan kerjasama, karena kedua negara juga terlibat dalam proyek untuk memproduksi pesawat tak berawak Turki-Indonesia. Para ahli mengatakan Indonesia ingin mengerjakan model seperti pesawat tak berawak domestik yang diproduksi di Turki.

Turkish Aerospace Industries (TAI) juga baru-baru ini mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan perusahaan kedirgantaraan PT Dirgantara Indonesia untuk merancang pesawat dengan 50 tempat duduk.

Kerjasama produksi senjata (Joint production) sedang dipertimbangkan oleh kedua pihak. Indonesia dan Turki juga masih mempelajari kerjasama dalam produksi industri peralatan pertahanan.

Saat kedua negara menemukan berbagai bidang kerjasama, sistem radar telah menjadi contoh penting tentang aliansi Turki-Indonesia. Sumber tersebut mengatakan bahwa sistem radar yang diproduksi oleh perusahaan Turki sudah digunakan di perbatasan Indonesia.

Presiden kedua negara menggambarkan masa depan yang menjanjikan untuk hubungan Turki-Indonesia. “Kami sepakat untuk memperluas kerja sama kami mengenai kapal selam dan pembangunan pesawat tak berawak, dan akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” kata Presiden Indonesia Joko Widodo dalam sebuah kunjungan ke Ankara pada bulan Juli. Presiden Indonesia menegaskan bahwa Indonesia dan Turki adalah dua negara dengan potensi besar untuk meningkatkan kerja sama.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga menekankan pentingnya memperbaiki hubungan bilateral saat berada di Indonesia pada musim panas 2015. Menekankan bahwa kedua negara selaras dalam berbagai platform internasional, Erdogan mengatakan bahwa hubungan politik, sosial dan ekonomi yang kuat terjalin antara kedua negara, akan menguntungkan masyarakat Turki, Indonesia dan dunia.

Militer Turki Indonesia Bertukar Pengalaman.

Selain meningkatkan hubungan di industri pertahanan, sumber tingkat tinggi mengatakan bahwa ada pertukaran pengalaman antara militer Turki dan Indonesia. Tentara Indonesia telah melakukan program militer gabungan dengan pasukan Turki, dan keduanya telah puas dengan hasilnya. Militer Turki juga telah mengirim pasukan ke Indonesia untuk mendapatkan program serupa.

Ankara memperluas kerja sama militer dengan berbagai negara di seluruh dunia. Harian Sabah baru-baru ini mengetahui bahwa sekelompok mahasiswa militer India akan tiba di Turki pada bulan-bulan mendatang sebagai bagian dari program bersama dengan militer Turki.

Turki berusaha untuk menegaskan dirinya secara militer di wilayah ini juga. Militer Turki dan Qatar memulai latihan gabungan pada 31 Juli. Lebih dari 250 tentara Turki dan 30 kendaraan lapis baja berpartisipasi dalam latihan di sebuah pangkalan di Qatar.

Ankara memperluas kerja sama militernya dengan China juga. Angkatan Bersenjata Turki (TSK) dan Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Ankara sebelum akhir tahun ini, Zheng Qinli, atase militer China ke Ankara mengumumkan pada 28 Juli.

Kerja sama dengan militer Pakistan juga memainkan peran penting dalam kegiatan Turki di luar negeri. Sejak sebuah perjanjian bilateral ditandatangani pada bulan Maret 2001, 1.494 personil militer Pakistan telah menerima pendidikan militer di Turki.

Dirilis Daily Sabah, 18/7/2017.  Artikel ini tulisan Yunus Paksoy, koresponden Dailysabah.com, di Ankara, Turki.

  31 Responses to “Indonesia – Turki Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Militer”

  1. Banyak belajar dan berkarya

  2. Mantap indonesia dan Turky.

  3. Hahaha… Ntar Pasti Ada Yg Komen “Si Jimmy Lagi Termenung Di Bilik”… 😆

  4. Sumber tersebut mengatakan bahwa sistem radar yang diproduksi oleh perusahaan Turki sudah digunakan di perbatasan Indonesia

    Catat

  5. Lanjutken…lebih baik kerjasama sama Turki sudah jelas hasilnya prototype Medium Tank…

  6. Patut di dukung,Turki selangkah lebih maju untuk pembuatan tank kelas medium,heli copter tempur dan drone.

  7. Kapal selamnya buatan PT PAL diharuskan uda AIP..

  8. Cocok klo dgn turki, tepat guna, dgn agsel dan korsel jg bagus…

  9. Bangun lah jiwanya bangun lah badannya untuk Indonesia raya

  10. Turky is the best..

  11. Kerjasama bareng Turki lalu minta kerjasama pengembangan rudal anti kapal… Turki mulai berkembang tuh teknologi rudal anti kapalnya..

  12. Good…smoga 6 unit jd diakuisi

  13. Turki- Indonesia Berkarya dengan pelajar dan insyur indonesia mantap dah. menghasilkan karya cipta yang tangguh (Asal jangan belajar proyek dengan DPR ya) nanti ada tambahan Margin 10% + Mark up (dalih PAJAK) 5% = total 15%

    Battle Tank “KAPLAN MT” borong 2000 Unit

  14. Kira2 radar apa ya om @pocong

  15. Nice ….. Exelance

  16. Lhooo??. mana rasa nasionalis ente, mana rasa patriotik ente…
    Indonesia harus nya is the best, bkn negara lain!!, nkri harga mati, titik!!!

  17. RI dikasi TOT teknologi kunci jg gak ya?

  18. Sayang dulu Turki Usmani tidak totalitas dalam membantu kerajaan2 islam di Nusantara buat mengusir Portugis-Belanda. Coba kalo bersatu, mungkin Usmani masih kuat dan tegak hingga sekarang.

  19. terus terang klo program ini berjalan lancar maka saya tahun depan coblos pakde dua periode, soalnya takut klo ganti pemimpin bisa juga ganti programnya, catatan baik pakde yg meneruskan program sebelumnya juga sudah saya nilai baik lah.

 Leave a Reply