Jan 272016
 
Pesawat PTDI

Pesawat PTDI

Jakarta – Kementerian Perindustrian berupaya membangkitkan kembali kejayaan industri kedirgantaraan nasional dengan membentuk Aerospace Design Center yang bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lembaga ini menjadi pusat desain pesawat udara dan komponennya. Selain itu, akan dibentuk Kawasan Industri Kedirgantaraan di Kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Kementerian Perindustrian juga menggandeng Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (Inacom) untuk mengembangkan komponen pesawat, dalam memenuhi kebutuhan industri.

Tujuan dari semua ini dalam upaya ‘membangunkan’ industri pesawat udara nasional yang masih ‘tertidur’, diantaranya mengidentifikasi industri nasional yang memiliki potensi sebagai industri komponen pesawat udara serta melaksanakan bimbingan teknis kepada industri komponen agar memiliki kompetensi dan standar dalam pembuatan komponen-komponen pesawat.

Hingga saat ini, Ditjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian telah melakukan beberapa bimbingan teknis, antara lain untuk : rubber seal, interior, komponen metal, tools dan jig, standar mutu komponen pesawat, ban vulkanisir pesawat serta workshop pembuatan main dan nose landing gear untuk pesawat N219.

Pesawat PTDI

Pesawat PTDI

Selanjutnya, akan dilakukan sinergi antara industri komponen nasional yang berpotensi membuat komponen pesawat udara dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Regio Aviasi Industri (RAI). Program ini mendorong industri nasional terlibat dalam pembuatan komponen pesawat N219, N245, N270, NC 212, CN 235, R-80, Helikopter dan lain-lain.

“Saat ini telah terfasilitasi konsorsium industri dalam pembuatan main dan nose landing gear serta konsorsium pembuatan windshield pada Pesawat N219. Hal ini sebagai upaya dalam mewujudkan target TKDN pada pesawat N219 sebesar 60 persen,” tutur Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan, 25/01/2016.

Desain Indonesian Fighter Xperiment (grafik : militerhankam.com)

Desain Indonesian Fighter Xperiment (grafik : militerhankam.com)

Setelah menerbangkan N-219 pada Maret 2016 nanti, Indonesia akan bergerak mengembangkan pesawat N245 dengan kapasitas 50 orang, N270 dengan kapasitas 70 orang, mendukung pengembangan Pesawat R-80 yang dikembangkan PT. Regio, serta pembangunan pesawat tempur Ifx. Menurut I Gusti Putu Suryawirawan, pesawat tempur IFX diharapkan telah
diproduksi massal pada tahun 2026.

Inilah.com

  23 Responses to “Industri Komponen untuk Pesawat : N219, N245, N270, NC 212, CN 235, R-80 dan IFX”

  1.  

    makin maju Indonesia ku

  2.  

    Ayo bangkitlah anak bangsa, ANDA PERCAYA KAMI BISA.

  3.  

    lanjut biar bs mandiri semua lini

  4.  

    Perlu dikembangkan juga mesin pesawat terbang, agar kita tidak tertinggal dari China. Juga perlu dilibatkan pihak swasta dalam pembuatan komponen pesawat terbang ini.

  5.  

    emang TKDN N219 berapa sekarang, kalau blm 60 persen y?

  6.  

    pasti Bisa………..

  7.  

    Ane ikutan gabung gan salam kenal

  8.  

    Artikel SURPRISE buat dunia Industri Dirgantara di Indonesia …
    Redaksional beritanya dibuat dan disusun oleh editor berpengalaman … tanpa kita sadari berita ini sangat mendebarkan dan menggembirakan.
    Dept. Perindustrian sdh mampu dan berhasil membuat roadmap industri dirgantara dg menggabungkan seluruh unsur penting utk melebur dalam satu team … ada ITB dan Regio yg membuat surprise,
    ini mungkin kelak akan ada dana besar dari Pemerintah utk mendukung team tsb utk develop desain baru dan jg kelihatannya utk mendukung penuh keberadaan Regio melalui sinergi yg rapih dan professional, dalam team ini kelihatannya setiap unsur ( anggota) tetap dalam status berdiri sendiri tetapi hrs tetap dlm koridor koordinasi team yg dibentuk dept perindustrian.
    Suatu langkah maju dari pemerintah utk mewujudkan kebesaran Dirgantara Indonesia … win win solutions mungkin sdh lahir sekarang dan semua fihak yg terlibat hrs mampu bekerja professional dlm mengelola dana yg akan dikucurkan oleh pemerintah.
    Semoga

  9.  

    Nah gitu dong, indrusri pendukungnya memang harus di bangun….ini yg ditunggu-tunggu sebenarnya, jadi efek berantainya terasa…

  10.  

    DAMNILOVEIBDONESIA.

  11.  

    DAMNILOVEINDONESIA.

  12.  

    MANTAp

  13.  

    ikut nimbrung

  14.  

    Dalam perjalannya kedepan akan banyak rintangan yang harus dilalui dalam merealisasikan rencana tersebut…tinggal niat dan etikat baik dari pengambil kebijakan untuk tetap mempertahankan dan melanjutkan niat mulia ini…IFX produksi massal 2026???wowwww,maju lagi kan waktunya,hal ini berarti paling lambat 2019 udah ada purwarupa IFX…Sejujurnya saya sangat kagum dengan kemampuan Insinyur dan teknisi kedirgantaraan Indonesia,yg masih mengganjal dalam benak saya saat ini adalah mereka yang “membangun jembatan meskipun tidak ada sungai ditempat tsb” alias Para Politicians Indonesia…singsikan lengan bajumu,sampingkan ego dan niat rakusmu,niscaya kemandirian Bangsa akan tercapai dalam tempo yg sesingkat2nya…Salam NKRI jaya

  15.  

    asik, Bisa balik kampung nich engineer2 hebat indonesia yang bekerja di luar negeri , kita nantikan

  16.  

    ngga perlu memulai provokasi bung..

    Malaysia tidak mungkin mengejar kita dalam industri dirgantara. bukan levelnya.

    belum tentu 30 tahun cukup waktu untuk mereka bisa mengejar kondisi industri dirgantara kita yang sekarang. (sdh sepuluh tahun sy tinggal di sini. saya paham betul)

    jadi sebaiknya kalau tidak ada angin atau apa kita tidak perlu memulai.

  17.  

    maaf tdk bermaksud menggurui. salam damai Merah Putih

  18.  

    Alhamdulillah, berarti jatiwangi jadi sentra industri dirgantara nasional, sehingga tidak sia-sia pengorbanan sodara-sodaraku di wilayah jatiwangi, jatitujuh, kertajati dan sekitarnya. Semoga pemuda-pemuda yang dulu sangat berharap dan bangga mengambil teknik penerbangan bisa tersalurkan dan pemasok berbagai komponen dari pesawat yang dibuat oleh dua industri tersebut. Saya ingat begitu banyak teman-teman mantan karyawan pt di yang bekerja tidak pada bidangnya, dan menelan kepahitan dengan gaji yang tidak seberapa. Semoga rencananya bisa direalisasikan.

  19.  

    Hmmm….Berikutnya N2140, pesawat amfibi, & pesawat pembom yak.

  20.  

    Indonesia hebat