Infrastruktur Kapal Selam Indonesia Disiapkan

52
93
Kapal Selam TNI AL KRI Cakra 401 (photo:Koarmatim)
Kapal Selam TNI AL KRI Cakra 401 (photo:Koarmatim)

Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin, mengatakan, pembangunan infrastruktur kapal selam di Indonesia direncanakan pada 2016, untuk menindaklanjuti penunjukkan BUMN itu dalam memproduksi kapal selam dari Kementerian Pertahanan.

TNI AL memproyeksikan memiliki enam kapal selam baru, melengkapi dua kapal selam saat ini, KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, yang merupakan Tipe-209 dari Jerman.

Korea Selatan menjadi salah satu alternatif penting sumber pengadaan keenam kapal selam baru itu selain kelas Kilo dari Rusia. “Kita bangun dulu infrastrukturnya, sebab kita belum punya dan hanya punya landasannya kapal selam. Sehingga dengan ada infrastruktur, ke depan bisa lebih banyak produksi kapal selam,” ucap Arifin, di Malang, Sabtu.

Ia mengatakan, keperluan Indonesia terhadap kapal selam sangat tinggi karena wilayahnya mayoritas adalah laut, sehingga kekuatan alutsista berupa kapal selam sangat dibutuhkan. “Kalau kita melihat akan kebutuhan kapal selam sebenarnya Indonesia membutuhkan sebanyak 12 kapal selam. Sementara saat ini kita hanya mempunyai sedikit, itu pun produksi lama,” katanya.

Terkait dengan rencana pembuatan kapal selam, Arifin menjelaskan saat ini sedang dalam proses produksi tiga unit, di antaranya satu unit akan dibangun di Indonesia, dua lainnya sedang dalam proses pembuatan di Korea Selatan.

“Sebanyak dua unit kapal selam dalam proses dibuat di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Lalu, satu unit dibangun di PT PAL Indonesia,” katanya. Untuk itu, sebelum memulai produksi satu unit kapal selam pihaknya akan membangun sejumlah infrastrukturnya terlebih dahulu, sehingga ke depan bisa dilanjutkan dengan produksi secara mandiri.

Sebelumnya, untuk merealisasi kapal selam PT PAL Indonesia mendapatkan kucuran penyertaan modal negara sebesar Rp 1,5 triliun untuk membangun tiga unit kapal selam dengan nilai Rp 500 miliar per unit. Pembangunan itu, telah mendapat dukungan dari Komisi VI dan Komisi I DPR, dan alokasi biayanya juga menyangkut pengiriman tenaga ahli ke Korea Selatan untuk belajar pembuatan kapal selam.

Arifin berharap, ketika PT PAL Indonesia sudah memulai produksi kapal selam, akan memperkuat persenjataan Indonesia, khususnya di wilayah laut. (Antara).

52 KOMENTAR

  1. Rindu dengan komentar dan diskusi berbobot berisi pengetahuan dan wawasan yang dulu selalu ada di warjag ini.
    Sangat disayangkan sekarang sering terbaca tulisan yang menuding, menyalahkan, menghasut, menjelek-jelekkan, menghina tanpa adanya solusi sebagai pembandingnya.
    Saya pikir, kita boleh saja tidak sependapat dengan orang lain tapi jika kita berani menyalahkan maka harus berani mengajukan pendapat kita dengan alasan-alasannya. Namun harus dikedepankan etika berbahasa dalam budaya kita adalah bahasa yang santun, sopan dan bermartabat.
    Mari kita mulai nasionalisme kita dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari budaya kita yang kaya dengan kebijaksanaan, kesopanan, kejujuran, ksatria dan kelembutan.
    Andai kita tidak bisa menahan diri dari berkata dengan kasar sudah tentu kita juga tidak akan bisa menahan diri dari sifat negatif lainnya.
    Semoga kita yang ada dimari adalah putra-putra terbaik Indonesia yang bisa merubah tumpah darah kita menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Aamiiin..

  2. betul bung vladimir !!! saya sendiri pernah kebetulan lihat di armatim yg parkir ada 4 yg baru datang di kejauhan terlihat 1 itupun jenisnya macam2 ada yg besar ada yg tanggung ada juga yg agak kecil . saya melihatnya waktu mengantar anak2 sekolah study tour ke KRI !!! percaya ato tidak terserah !! yg jelas saya merasa bangga !!!

  3. @Diego.. maaf ni mas, mo nanya itu yg di bolt d jelaskan klo kita akan mengadakan 6 kasel. Smentara yg aktif cm 2. Yg di order 3 cbg dari korsel, lhaa.. yg 1 lg buatan mana om??? Lontong kiloan ato yg semur nihh?? Salam kenal mas. Sy ijin gabung

    • Ada yg pernah bilang, itu “tiang-tiang” yang ada di kasel memang naik turun, tergantung situasi. Jd gk heran kalo suatu ketika muncul full, tetapi di lain waktu cuma 1-2 tiang yg muncul. entah apa nama dan fungsinya, ane blum tau

  4. mantap…udah nambah infrastruktur, “nambah infrastruktur” ini kalimat multi tasking….hehehe…nambah dari yang udah ada, nambah satu, nambah dua …nambah banyak…..hehehhe…

    selama datang para hiu…..rumahmu sudah siap dan sedang disiapkan….silahkan istirohat…dengan tenang, sambil nunggu dinas.

  5. Perhatikan kalimat yg dipertebal..”Korea Selatan menjadi salah satu alternatif penting sumber pengadaan keenam kapal selam baru itu selain kelas Kilo dari Rusia”..berarti ada KASEL BARU, 2 changbogo produksi korea, 1produksi PT.PAL..nah yg 3 lagi dan sudah beredar adalah kelas kilo…
    imho

  6. musuh akan berpikir keras/tidak gegabah bila ingin menginvasi NKRI. Contoh publikasi kapal selam yang diberitakan secara resmi untuk konsumsi publik bahkan non publik adalah 5 kapal selam (kasel Cakra,Nanggala dan 3 changbogo class) khusus kasel changbogo class sedang tahap produksi,artinya sampai saat ini NKRI hanya punya 2buah kapal selam.Pertanyaannya apa benar Indonesia saat ini hanya memiliki 2buah kapal selam….??? hanya “mereka” yang sudah menjajalnya yang tau kebenarannya,begitupun dengan jumlah alutsista NKRI yang lainnya ^_^