Jan 202014
 
Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi ForceSHIELD

Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi ForceSHIELD

Kementerian Pertahanan Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Thales Inggris untuk pengiriman sistem pertahanan udara terintegrasi, ForceSHIELD buatan Thales. Kontrak senilai lebih dari Β£ 100 juta (US $ 164 juta) meliputi penyediaan lima baterai pertahanan udara ringan terdiri dari: rudal pertahanan udara jarak pendek STARStreak, serta radar CONTROLMaster 200 & sistem koordinasi senjata.

Beberapa unit dari STARStreak akan bersifat portable, sementara yang lain akan menggunakan sistem senjata bergerak (mobile) RAPIDRanger serta modul Lightweight Multiple Launchers (LML).

“Persenjataan ini sebagai solusi bagi Angkatan Darat Indonesia yang menandai hadirnya pendekatan baru dalam pertahanan udara canggih dari generasi terbaru ‘teknologi sensor efek’,” ujar Victor Chavez , CEO dari Thales Inggris.

RapidRanger (photo: armyrecognition.com)

RapidRanger (photo: armyrecognition.com)

Sistem pertahanan udara terintegrasi ForceSHIELD, mengubah (customising) dan menggabungkan berbagai alutsista yang ada seperti: radar, komunikasi, penyergapan, sistem pengendalian tembakan, peluncur dan serta rudal (VSHORAD) Very Short Range Air Defense. Dengan pendekatan baru yang fleksibel ini Thales dapat memberikan solusi untuk menghadapi meningkatnya cakupan ancaman udara yang bersifat asimetris, maupun ancaman udara yang bersifat konvensional.

ControlMaster200 merupakan sensor utama untuk sistem pertahanan udara ‘ForceShield’. ControlMaster200 adalah radar multi misi taktis 3D jarak menengah yang berbentuk compact/mobile. Radar ini membutuhkan waktu 10 menit untuk aktif dan dapat diangkut melalui jalan darat, kereta api, pesawat taktis atau helikopter.

Control Master 200 (photo: Thales)

Control Master 200 (photo: Thales)

Control Master 200 terdiri dari radar solid-state generasi terbaru, yang mampu mendeteksi dan melacak 200 target secara simultan, hingga ketinggian 25000 meter (82,000 ft), untuk rentang jarak 250 km. Engagement Control System dari alat ini, mampu mengevaluasi ancaman, menyiapkan senjata dan mengkoordinasikan aktivitas tempur -memungkinkan keputusan yang kompleks dan kritis dibuat dalam waktu yang lebih cepat dengan keamanan dan tingkat presisi yang tinggi.

The RAPIDRanger adalah kendaraan ringan peluncur rudal yang unik, sekaligus pengendalian sistem penembakan yang dapat diintegrasikan ke dalam struktur jaringan, sehingga memungkinkan dikoordinasikan dengan berbagai sistem komando dan control sistem lainnya.

Rudal Starstreak (photo: photo: Ken Best, Thales)

Rudal Starstreak (photo: photo: Ken Best, Thales)

Dilengkapi dengan rudal STARStreak kecepatan tinggi, RAPIDRanger memiliki kemampuan untuk menetralisir berbagai ancaman udara, termasuk serangan pesawat ground attack, Serangan Helicopters, Unmanned Aerial Vehicles (UAV) serta rudal jelajah.

Rudal STARStreak beroperasi pada kecepatan lebih dari 3 mach untuk mengalahkan ancaman yang bergerak cepat dan dalam waktu singkat. Tiga rudal STARStreak yang terpasang dalam satu modul, memaksimalkan konfigurasi penyergapan sasaran yang datang. Dengan adanya sorotan laser akurasi tingkat tinggi, memungkinkan Rudal STARStreak mencegat target yang memiliki radiasi/emisi rendah dan kebal terhadap semua tindakan pencegahan/ countermeasures.

Starstreak Portable

Starstreak Portable

Untuk melaksanakan program tersebut, Thales berencana meningkatkan kerjasama industri dengan Indonesia dan telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Indonesia PT LEN. Thales juga mengatakan pihaknya berencana menambah kemitraan dengan industri Indonesia lainnya, pada program masa depan baik di militer maupun sektor sipil.

Tentara Indonesia sudah mengoperasikan sistem pertahanan udara jarak pendek: RBS – 70 Swedia, Grom Polandia dan TD – 2000B Cina -semua sistem rudal VSHORAD, yang diperoleh pada 1990-an, pertengahan dan akhir tahun 2000. Masing-masing sistem ini dilengkapi dengan radar dan sistem kontrol terkait. (thales.com)

  67 Responses to “Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi ForceSHIELD”

  1. SAM nya kapan yah.. kyk nya msh geregetan klo belum denger berita ttg SAM

    • Maksudnya S300/400? SAM (Surface-Air Missile). Ya berdo’a saja. Semoga terkabul.

    • Ini juga SAM, cuma jarak pendek dan bisa man-portable

      • iya bung nowyoudont, saya ngtik nya salah maksud nya
        “Medium / long range air defense system”
        tp setelah saya bandingkan dengan rudal MANPADS,atau,SHORAD yang dimiliki TNI ternyata rudal starstreak lebih baik dan lebih canggih di kelas nya,

        jangkauannya rudal starstreak lebih jauh (7km) di banding kan :
        1. MANPADS QW-3 punya china yg di akuisisi oleh TNI AU. cuma 5-6 km saja.. atau
        2. Bofors RBS-70 sebuah sistem MANPADS buatan swedia yang jangkauan cuma 5-6 km
        3. rudal grom yg di akuisisi thn2007 ma TNI AD Jangkauan tembak nya 5.5km
        4. rudal Mistral jangkauan nya cuma 5.3km
        5. rudal Strela jangkauan tembak hingga 5,5 km

        kecepatan nya RUDAL STARStreak sampai 3 mach.
        kecepatan Bofors RBS-70 cuma 2 mach
        kecepatan rudal grom 670m/detik
        kecepatan rudal Mistral 2.6 mach
        kecepatan rudal Strela cuma 32m/detik..

        yang saya bandingkan cuma 2 jangkauan dan kecepatan, karena biasanya 2 hal itu yang selalu di bandingkan.. meski akurasi jg berpengaruh tp saya kurang paham mengenai akurasinya, disamping alatnya juga tergantung tentara yg pegangnya sih,,

        • Kelebihan senjata pertahanan jarak pendek seperti starstreak adalah justru di tingkat akurasi. Selama obyek masuk jarak pandang (not over the horizone), maka laser beam akan mengunci target dan tidak bisa dikecoh oleh anti-electronic warfare/ jamming, karena adanya lock dari laser beam tersebut.

          Kelemahannya jika disalvo, tidak ada waktu untuk re-load ammo, sementara satu baterai mungkin hanya terdiri dari 3 hingga 6 rudal starstreak

          • makasih bung diego atas penjelasannya..

          • Kelihatannya memang dirancang untuk salvo bung Diego. Dan kelebihan laser guidance yang kebal jammed ini datang bersama kelemahan dimana jika jalur beam laser ini terganggu asap atau kabut tebal.

          • Ini yang menarik. Kata Thales, GM200 ini bisa menangkap sasaran yang low radiasi/ low emisi. Saya belum dapat data, seberapa pekat kabut atau asap yang bisa ditembus oleh laser beam radar ini.

            Tapi kalau radar sudah bisa melacak sasaran hingga kejauhan 250 km, artinya laser beam dihidupkan ketika sasaran sudah mendekat.

          • IMO- laser guidance ini hanya berjalan ketika rudal diluncurkan, sasaran yang dilengkapi sistem laser warning akan mendeteksi serangan begitu rudal jenis ini ditembakkan. Jadi persepsi saya, walau radarnya terus mampu membaca object sasaran namun laser guidance rudalnya yang mungkin terganggu jika terhalang asap/kabut.

            Maaf jika oot, saya jadi terpikir walau tidak bisa di-jammed dgn jammer canggih mungkin flare atau smoke-bomb seperti pada airshow malah bisa dijadikan kontra untuk rudal sejenis ini πŸ˜€ namun dgn kecepatan 3.5 mach, window of time untuk objek di ketinggian 6-7 km hanya 4-5 detik saja untuk bereaksi. Lebih lama jika objek sasaran ditembak dari arah belakang, leih cepat jika ditembak dari arah berlawanan

          • Decoy, flare atau smoke bomb seharusnya tidak bisa, karena sasaran sudah di-tracking dari jauh (radius 250 km). Kecuali pesawat tersebut menembakkan rudal jarak pendek plus decoy-decoy-nya dengan resiko pesawat tersebut ikut berpeluang tertembak. Apa berani ?.

            Paling pesawat itu menembakkan rudal jarak jauh/menengah lalu berbalik arah tanpa menungu hasil tembakan. Nah masalahnya apakah decoy atau smoke bomb-nya bisa memiliki jarak tempuh sejauh rudal jarak menengah/jauh. Tampaknya tidak.

          • Tracking object menggunakan radar, sedang laser guidance adalah pengunci rudal pada sasaran yg baru akan aktif ketika rudal diluncurkan. Cahaya rentan ‘terputus’ dan mengalami distorsi ketika jalurnya terhalang partikel asap di udara, sedangkan radar trackingnya sendiri memang akan tetap berfungsi dan tidak terganggu asap. Kecuali jika rudal ini menggunakan radar sebagai guidance selain tracking. Ada film dimana pasukan darat menembakan laser pada titik sasaran darat rudal ASM, laser ini adalah guidancenya, ketika laser tersebut terputus maka rudal kehilangan sasaran. Tidak ada referensi sepekat apa asap yg mampu mengganggu intensitas kekuatan beam laser starstreak, namun dari yang saya baca kondisi pertempuran yg dipenuhi asap atau debu bisa mengganggu laser guidance starstreak

            Mengenai flare dan smoke bomb sebagai kontra laser guidance pada pesawat hanya inermeso πŸ™‚ terlalu sempit waktu untuk beraksi, sasaran yang masuk jarak tembak starstreak hanya punya waktu 4-5 detik u bereaksi, itupun jika sasaran tersebut dilengkapi laser warning system

        • Saya juga sudah agak pegel nunggu kabar pilihan medium/long SAM TNI πŸ™‚ .Untuk medium dan long range mudah2an di MEF2 2015-2019. semua mengenai pertahanan mudah2an dipenuhi pada renstra 2 agar nanti pasca MEF2 mulai bisa mempertimbangkan kemampuan serang preemptive.

          Starstreak ini jika tidak salah bisa sampai 3.5 Mach. Jaraknya yang maks 7km memang jadi terbatas untuk heli dan objek lain yang terbang rendah, tapi kecepatan 3.5 mach membuatnya cocok juga mencegat pesawat jet yg terbang kecepatan tinggi. Kelebihan lainnya adalah relatif kebal jammed. Tapi rudal ini tidak dilengkapi proximity fuze hingga rudal harus kena dengan target untuk mendapatkan efek hancur.

          Yang juga sudah dipastikan akan datang adalah oerlikon Skyshield, walau juga jarak pendek tapi jika TNI menggunakan juga peluru AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) 35 mm-nya maka ini lompatan besar dalam pertahanan serangan udara kita

          • SAM medium s300,long range yg s 400,, cukup bung now ???

          • Oerlikon Skyshield untuk pertahanan Pangkalan Udara AU dan sifatnya statis. ForceSHIELD Starstreak untuk AD dan bersifat mobile (portable & RapidRanger). Sama sama jarak pendek πŸ˜€

            Yang jarak menengah dan jauh tidak ada. Untuk sementara diserahkan ke Sukhoi dan F-16. Yang tidak bisa dibersihkan oleh Sukhoi dan F-16 diserahkan ke Oerlikon Skyshield, Starstreak dan si Mbah S-60

          • πŸ˜€ cukup atuh kang mas

            S300 atau 400 bisa dijadikan medium dan long range SAM, bahkan short range juga. type S300 ada yang jarak tembak minimumnya 6km, dan S400 bahkan walau daya endusnya sampai 500-600km tapi jarak tembak minimumnya bisa 2km, alias ikut makan kerjaan VSHORAD (very-short-range air defense)

          • idealnyan semua lapis memang ada. kemampuan endus 600km jika ditembak pada 2 km memberikan jeda waktu yang lama untuk berdo’a :mrgreen:

    • SAMsul Anwar..? ada tuh… πŸ˜€

  2. maaf gan katrok, 1 batrai brp unit gan??

    • Kira-kira begini. 1 Unit batere perisai udara itu terdiri dari 1 perangkat kendaraan peluncur rudal (tergantung jumlah rudal yang dibawa dalam satu produk peluncur), 1 perangkat kendaraan komando, 1 perangkat kendaraan radar, 1 perangkat kendaraan suply, 1 perangkat kendaraan generator. Kira-kira. Ada yang lebih detail lagi……?

  3. mantaff

  4. Starstreak ini berapa jauh ya jangkauan nya…?

  5. “Sistem pertahanan udara terintegrasi ForceSHIELD, mengubah (customising) dan menggabungkan berbagai alutsista yang ada seperti: radar, komunikasi, penyergapan, sistem pengendalian tembakan, peluncur dan serta rudal (VSHORAD) Very Short Range Air Defense. Dengan pendekatan baru yang fleksibel ini Thales dapat memberikan solusi untuk menghadapi meningkatnya cakupan ancaman udara yang bersifat asimetris, maupun ancaman udara yang bersifat konvensional.”
    =========================================

    Wah, wah, suatu saat bisa jadi senjata makan tuan neh bagi RI, bila ForceShield bisa di remote dari Inggris sana, ataupun CIA…

    Saran:
    – satu per satu modulnya diidentifikasi dan dianalisis apa saja kegunaannya masing-masing.
    – source code harus dibongkar, bila ada algoritma “Trojan”, source codenya dimodifikasi sehingga devicenya tidak bisa diremote lagi.
    – sesudah aman, diproduksi sendiri dalam jumlah massif dan disebar..

    Tentu saja dilakukan secara gradual dan bertahap.

    Semoga kita tidak hanya menjadi “user yang lugu” only.
    disamping jadi user, kita juga harus jadi “maker”….. trims…

    • Segala peralatan yang dilengkapi automation atau automatic control, umumnya bisa di-remote oleh pabrik pembuatnya. Saya pernah mengalami. control sistem tempat saya bekerja di-remote dari AS, dalam rangka perbaikan. Bayangkan, alatnya (lampu-lampu digital, serta instrumen lainnya) bergerak gerak sendiri. Saya kirain waktu itu ada hantu πŸ˜€

      Thales Inggris sudah pasti punya code peluncuran rudal starstreak. Kelemahannya adalah, jika Indonesia perang dengan Sekutu dekat Inggris, bisa jadi Inggris akan memberikan code rudal ini untuk dikecoh atau hal lainnya. Tapi hal itu beresiko, karena dunia akan men-cap rudal starstreak mandul.

      Setiap produsen senjata tentu ingin buatannya terlihat combat proven, apalagi menyangkut nama besar Thales. Jangan -jangan jika terjadi perang operator Thales dari Inggris, sengaja datang ke Indonesia untuk memandu agar rudal starstreaknya lebih akurat lagi πŸ˜€ Nama Thales melambung dan barang dagangan laris manis tanjung kimpul

      • bukan promo, tapi @Team Viewer saja sekarang bisa gratisan bung Diego. Kadang kalo lupa matiin PC saya remote dari luar, yang penting ada koneksi. Memang kayak ada hantu πŸ˜€ komputer bisa hidup dan fully control (atau dibenerin) dari jarak jauh tidak tergantung batas walau ga ada orang di rumah/lokasi.

        Jika program gratisan bisa melakukan remote control tanpa tergantung jarak, memang ngeri juga membayangkan apa yang ada dalam program alutsista canggih asing yang digunakan kita. Saya berpikir mengenai cara pikir NSA dan F16 hibah.

        • Tergantung siapa yang dilawan F-16 Indonesia nantinya. Kalau negara yang di selatan, mungkin rudal kita akan di-lock gak bisa nembak πŸ˜€

          Kalau musuhnya koko panda, pilot pilot AS akan suka cita datang ke Indonesia, ikut nerbangin sekalian ganti engine/avionik block 52. Habis perang bilang ke dunia: “tuh kan buatan ane mantul, mantap betul”. Pilot Jepang juga ikutan datang membantu, dengan tujuan lain πŸ˜€

      • walupun rudal ini canggih tp negara2 persmakmurannya di sekeliling kita ga ada yg punya,, apa mereka ga mau beli karena kwalitas nya atau memang kebutuhan nya lain??

        cos cuma 3 negara yg sampai saat ini akan memiliki/sudah memiliki rudal ini,
        inggris, afrika selatan dan indonesia..

        dugaan bung diego bisa jadi kenyataan klo terjadi perang dengan sekutunya,
        cos walupun pemerintahan nya bersekutu, tp perusahaan Thales nya kan tidak ,, malah merasa ditolong oleh indonesia karena hampir bangkrut akibat krisis klo ga di beli ma indonesia, hehehehe

        • Starstreak juga bisa dipasang pada Heli Apache sebagai anti pesawat, aplikasinya yang luas untuk angkatan darat sepertinya ikut mendorong Starstreak jadi pilihan. Apalagi dengan rencana kedatangan heli Apache untuk TNI AD

          Starstreak ini bisa shoulder-launched, lightweight-multiple launch, diinstal statis permukaan atau diinstal di atas kendaraan dan bahkan sebagai rudal anti pesawat pada helikopter. Cocok untuk semua yang berhubungan dengan payung udara angkatan darat. Karena itu jarak 7km sebenarnya sudah luar biasa, karena lebih jauh dari itu sudah ranah angkatan udara seperti yang bung Diego jelaskan

      • Iya nih om diego, kalo bisa 1 batre diserahin ke PT. LAPAN untuk dibongkar dan dianalisis hardware dan software nya… hehehe..

  6. seandainya jangkauan rudalnya juga 250 km .

  7. Kok cuma lima baterai ya?? apa masih ada rencana nambahin lagi?? soalnya jangkauannya pendek gak cukup tuk mengkover Bumi Nusantara

    • ForceSHIELD ini didatangkan AD untuk mengcover alutsista atau bangunan yang mereka anggap vital. Untuk pertahanan udara nasional, bukan tanggung jawab mereka. Hal ini yang seharusnya diperhatikan pemerintah.

    • denger denger dari rencana awal sih katanya rudal ini hanya untuk mengkover jakarta doang boss,,
      sampe2 mau di tempatkan di atas2 gedung bertingkat gtu.

      tp ga tau juga selanjutnya.. ada lg yang mau nambahin???

      • Brigade Pertahanan Ibukota / Brigade Infanteri-1 PIK/Jayasakti sudah pasti. Dipegang oleh Arhanudse 10.

        Tapi tidak mungkin untuk pertahanan Ibukota saja. Terus siapa yang melindungi kalau Div 1 dan 2 Kostrad bergerak ?. Ya mereka harus melindungi diri sendiri. Makanya pertahanan udara ForceSHIELD yang dibeli bersifat compact/ mobile, bisa diangkut via darat, laut, udara

        • Mistral saya lihat sama dengan starstreak portable, atau RBS 70 sifatnya stand alone, untuk menjaga unit-unit AD yang bergerak menyerang atau bertahan. Sementara ForceSHIELD ControlMaster200 + RapidRanger untuk melindungi obyek yang lebih besar seperti HQ terdepan maupun logistik/Ammo.

          Karena keterbatasan alutsista dan dana, tampak bahwa saat ini AD sedang memperkuat satuan mobile mereka yang bisa dikirim/ deploy ke mana saja di wilayah nusantara.

      • Penempatan di atas gedung sebaiknya bersifat rahasia, dan sebaiknya juga diberi kamuflase diatasnya supaya tidak bisa dipantau lewat satelit dan googlemap.
        Tidak seperti kejadian kemaren, pangkalan rahasia kapal selam nuklir inggris, dan pangkalan2 militer rahasia lainnya DITELANJANGI OLEH GOOGLEMAP, sehingga kita tahu persis lokasinya,posisinya dan arsenal2 amunisi lainnya.

        Jika lawan sudah mengetahui posisi2 akurat dari sistem rudal pertahanan ini ataupun lokasi2 vital militer lainnya, maka akan mudah bagi lawan untuk menghancurkannya, tetapi jika keberadaannya misterius maka faktor inilah yang akan menjadi salah satu variabel dalam assymetric warfare yang akan terjadi nanti.

        Karena sasaran yang sudah pasti luluh lantak dan rata dengan tanah duluan adalah objek2 vital militer…,

        sebaiknya militer juga mempertimbangkan pengadaan “dummy” untuk mengecoh intelijen asing yang sedang dan terus mematai2 kekuatan dan persebaran alutsista RI. Bisa berupa pesawat dummy, tank dummy,kapal selam dummy atau dummy2 lainnya, bahkan bisa berupa lanud dummy ataupun baterei S300/S400 dummy…, sehingga jika dilihat dari googlemap atau pun satelit militer mata2 akan menggentarkan mereka.
        (pake tipu2 lah…. hahaha…)

  8. aduh lagi lagi makan malam gado gado nih huuhh sumpek jadi nya heem tapi tak lupa di syukuri apa adanya he he he

    tunggu menu BUK BUK M M
    sampai jadi ANDILAU cieett antara dilema dan galau hohoho

    ngalay ………..
    kabur ach
    takut di geBUK

  9. Membaca specnya sptnya cocok utk menangkal rudal jelajah

  10. Sebenarnya kontak awal pembelian starstreak ini dilakukan di tahun 2011 tetapi masih mbulet dan akhirnya pemerintah menego ulang pada januari ini dan deal senila 100 juta pounds sekalian dengan Sistiem pertahanan udaranya force SHIELD bukan hanya rudalnya dan peluncurannya saja,
    Strarstreak bisa dibuat mobile tuk TNI AD dan bisa dilengkapi multimission system (MMS), which is a lightweight vehicle-mounted turret system sehingga bisa dipasang di stomer atau anoa batalyon kavaleri dan kostrad,
    strastreak juga ada varian rudal air to air yang bisa dicantolin di UAV atau di Helo macam apache,

    INI yang menarik
    Bila sisitim force shield dengan radar CONTROLMaster 200 MAMPU mendeteksi semua ancaman sejauh 250 km baik itu helo,pespur, uav dan rudal yang mengancam kenapa pemukul dan pencegatnya hanya memakai starstreak aja yang berjangkauan maksimal 7 km,,

    analisa saya ini KECERDIKAN dari kemenhan..
    Starstreak ini dioperatori oleh TNI AD dan sebagai pertahanan titik sedangkan proyeksi untuk pertahanan menengah(lokal) dan Jauh (area) yang mengoperasikannya nanti dari TNI AU
    JADI bila nanti jadi beli buk M dan S300/S 400 maka yang mengoperasikannya adalah TNI AU karena sudah dibentuk satuan tugasnya mulai thn 2013 yaitu detasmen pertahanan udara (Denhanud) Paskhas
    Sementara ini pertahanan area/Jarak jauh masih dihandel oleh sukhoi family dan bila sudah ada S 300 wewenangnya bisa digantikan,

    Kembali ke starstreak kenapa saya bilang cerdik
    Karena pembelian sistim ini tidak menutup kemungkinan kemampuan penindaknya untuk DITINGKATKAN,,bila sekarang hanya digembar gemborkan bahwa jarak maksimal rudal ini cuma 7 km alangkah mubazirnya memakai radar control master 200 yang jarak jangkauanya sampai 250 km

    Pihak Thales Inggris pada september 2007 telah mengumumkan developmen/pengembangan program Starstreak II, which has a range extended to more than seven kilometres, as well as increased coverage and altitude and improved precision guidance.
    Sistem Starstreak II berhasil didemonstrated kepada Kementrian Pertahanan Inggris pada Maret 2008. Peluncur rudal dan upgrade diuji pada bulan November 2010. Sistem ini dipamerkan di acara IMDEX pertahanan maritim pada Mei 2011.
    Jadi berapa kemampuan maksimal rudal ini setelah pengembangan ???
    mungkin kontralk pembelian 2011 kita tangguhkan karena kita nguber barang yang lebih oke ini sehingga pada januari ini fix kita ngambil ,,,PASTInya beli yang type terbaru dong

    Dan jangka panjangnya TNI AD juga tidak mau kalah akan terus meningkatkan kemampuan yon pertahanan udaranya menuju kemampuan pertahanan menengah (lokal) ,
    Siistim forceSHIELD tidak mustahil bisa diintegrasikan dengan rudal jarak menengah MBDA family seperti Aspide family dan Aster family dan RAPIER / JERNAS
    Karena pada thn 2003 pihak departemen pertahanan inggris mulai MENGINTEGRASIKAN ground-based air defence (GBAD) mereka kedalam satu fase program. The system integrates Starstreak and the Rapier FSC air defence missile system to provide a network enabled capability. Phase two involved the upgrading of the missile systems memakai rudal jjarak menengah produk MBA
    Pertahanan Jakarta yang di tangani oleh Thales rudal penindaknya tidak hanya strartreak II saja bisa jadi dalam program MEF 2 akan dibeli rudal rudal penindak lainnya seperti ASTER 30 dan sejenisnya
    Semoga rencana pemerintah begitu

    just my imho

    • benar bung satrio,, CONTROLMaster 200 bisa seperti jaringan pertahanan udara koalisi nasional nanti nya
      https://www.thalesgroup.com/en/content/controlmaster-200

    • Kontrol penembakan si Mbah S-60 sudah berhasil dibuat digitalize. Saya berharap ForceSHIELD- Starstreak bisa di-combine dengan S-60 yang tembakannya 100 % anti-decoy πŸ˜€ Jika rudal Starstreak habis amunisi, masih ada peluru Canon S-60 sebagai pertahanan terakhir.
      S-60 masih banyak di Jakarta

    • Khusus dalam kaitannya dengan Starstreak, kemampuan deteksi radar yang 250 km, hanya memberi waktu reaksi kurang dari 5 menit bagi operator (akan semakin kecil jika posisi rudal cukup jauh di depan radar), jika pesawat musuh terbang dengan 2++ Mach.
      Radar hanya berfungsi memberi peringatan / alerting, operator harus membidikkan laser (line of sight), press the trigger, dan mengantarkan dart ke sasaran / high precision laser beam riding guidance which is immune to all known countermeasures.

    • usul saja bung satrio, untuk AD bisa menggunakan sam berbasis MICA yang lebih portable sehingga memudahkan mobilitasnya. Jadi SHORAD berbasis perlindungan area, selain itu bisa common dengan al dan au. jika kita beli versi grosiran, tentunya ada kemungkinan boleh dilicensi oleh kita. selanjutnya untuk sam medium-long biarlah tetap menjadi kewenangan AU untuk penghematan dan mengurangi overlapping.

      http://www.mbda-systems.com/products/gbad/vl-mica/8-4/

      • Lha itu analisa saya sisitim pertahanan udara TNI AD akan dstretchi sampai ke pertahan udara jarak menengah walau terbatas..
        Kalaupun akan overlapping dengan pertahanan udara menengah milik TNI AU itu tidak mengganggu tupoksi masing masing,,,malah semakin solid,karena bisa terintegarasi sistim tuk saling MENAMBAL bila ada salah satu sistim yang tidak berfungsi maksimal.,

        Bila bateray starstreak ditaruh di Jakarta maka pertahanan jakarta akan berlapis
        Dilindungi oleh berbagai sisitim sam shorad dan menengah
        Kira kira dengan jangkauan radar control master 200 sampai 250 km itu radiusnya bisa menjangkau laut jawa ,sebagian selat sunda dan sebagian laut selatan jabar
        sehingga bila diintegrasikan dengan sisitim yang lain maka bisa menentukan rudal sam mana dulu yang mencegat dan bila lolos tumpuan terakhir yaa starstreak san rudal shorad lainnya dan jgn lupa dibantu simbah s60 yang dengan ajian Tapak aji yang handal πŸ˜€
        Terkenal dengan sebutan simbah kalau tidak salah ingat dikarenakan saat indodefence KSAD pak pram memberikan pesan kepada prajurit yg mengawaki S 60 ” Kamu rawat baik baik yaa simbah mu ini,

        Tapi simbah sudah diretrofit dgn baik lho,,,
        Simbah S-60 awalnya tanpa AKT(alat kendali tembak) , segala sesuatunya digerakkan secara manual oleh awak meriam.
        Pada versi retrofit dilakukan modifikasi sehingga dapat digerakkan secara elektrik yaitu dengan cara Local Control yang menggunakan tenaga listrik dari dua buah baterai yang tersedia dan dengan cara Remote Control yang dikendalikan dari FCS (Firing Control Sistem). dan lokal kontrol fungsinya saat meriam dioperasikan oleh operator dengan menggunakan joystick.

        Dengan pola FCS, beberapa meriam dapat diarahkan sekaligus secara remote untuk secara terpusat menghajar target udara yang ditentukan. Dengan teknologi FCR (Fire Control Radar), satu baterai S-60, terdiri dari 6 pucuk dapat dioperasikan secara serentak dari satu pengendali. canggih too..Jarak jangkauannya masih 6km
        JAngan lupa sudah ada SIMULATOR nya … mantap mbah

        sometime the old fasioned way is the best
        ojo ngguyu yaa

        • mana berani menertawakan simbah. di era EW, kenyataan lapangan mungkin berkata lain. misalkan f-35 dan growler bisa membutakan radar(dalam artian tidak terdeteksi), tetapi tetap bisa dilihat oleh mata telanjang. jadi si “DARTO (RADAR MOTO)” akan melengkapi radar yang kita punya. bagaimana jikalau dibuatkan menara pengawas yang dilengkapi dengan teleskop digital camera di posisi pulau terluar sebagai pelengkap radar anti stealth misalnya.

          • bung @aluguro, rencana pengadaan satelite 2014 ini kan satelite militer. Aplikasinya selain data dan komunikasi aman juga bisa saja sekalian dilengkapi thermal camera.

            Kelemahan F35 adalah pembuangan pembakarannya yang tinggi, bahkan konon lebih tinngi 100 derajat celsius dibanding pesawat lain. Pesawatnya sendiri mungkin tidak terlihat, tapi jalur jet-nya akan meninggalkan heat signature yang jelas dan bisa dijadikan early warning pelapis radar konvensional.

            Sayang belum ada penjelasan spesifikasi satelit militer yang dilirik. Dan kemungkinannya memang tidak akan dibuka πŸ™‚

          • setuju bung yudono, harapannya satelitnya dibuat yang kecil untuk masing2 fungsi. dan jangan lupa dibuat yang banyak, dalam artian jika salah satu ngadat masih ada back up. kalau satelit yang kompleks mungkin kita harus beli, tetapi untuk yang satu jenis fungsi mungkin sudah bisa bikin sendiri. bagaimanapun kita harus punya contigency plan (redundant system) jika terjadi malfunction di salah satu unitnya

  11. yg paling menarik untuk dibahas sebener nya bukan jangkauan rudal nya tp kerjasama industri sama pt len….yg arti nya akan ada produksi n pembuatan radar n kendali yg bakal dibuat dalam negeri…..mantap lah

    • itu dia sebenarnya yg saya kebelet pingin tau.
      Hmmmm..seandainya ada lisensinya, lebih cepat menuju kemandirian.

      • betul gan klo kita dah bisa bikin ini sendiri pasti level negara kita bisa naek….cos di asia tenggara belum ada yg buat seperti ini….bikin masal taruh di alutsista di 3 matra….bikin anoa arhanud trus taroh di lpd n kri kri kita pasti jd lebih serem

  12. Jika aplikasi teknologi peluru HEAD oerlikon diaplikasikan untuk pespur mantap ya? ukurannya yang 35mm (hingga daya angkut menurun) bisa tertutupi oleh kemampuan ‘sebar jaringnya’. Untuk dogfight serangan ini tidak bisa dihindari maneuver atau decoy, seperti shotgun yang mempunyai hit probability tinggi walau ditembakkan oleh orang rabun

  13. kami berharap pemerintah tetap mengakuisisi S300 / S400 untuk jaga jaga negara selatan menyerang krn jangkauan bisa sampai 300-400 km bila di tempat kan di ujung genteng bisa menjankau Christmas island dan juga di tempat di pulu rote bisa menjangkau wilayah Aus hal ini sangat strategis sekali..untuk keamanan kesatuan Negara RI.

    Jangan tergoda pertahanan udara yg sifat nya local / pendek lalu stop.dengan biaya cukup mahal dg rawan embargo. jangan lah tanggung tanggung demi NKRI.

    • setuju……
      di ujung genteng jabar hanya ada radar pemantau tni au dan pemantau kecil tni al…disana sangat baik untuk penempatan s300/400 karena di sepanjang pantai selatan tersebut banyak dilapisi pasir besi..(untuk kamuflase),
      dan sangat disayangkan bila bila pilihan jatuh ke BUK M2..
      walaupun masih dipertimbangkan,

  14. Kombinasi pertahanan rudal indonesia yg efektif. rudal inggris di tempatkan di papua & sulawesi, pertahanan rudal china di tempatkan di kepri & kalimantan, pertahanan rudal rusia di jakarta.

  15. Rudal STARStreak adalah pengganti rudal rapier yang sdh uzur.

  16. Mau nanya nih… Nasibnya BUK-M2E ma Pantsir gmn ya? jd dibungkus ga ya… tau cuma wacana2 ja…

  17. Detail sistem rudal Starstreak

    Rudal ini terdiri dari two-stage motor roket dengan propelan padat, sistem pemisahan dan tiga dart/panah high-density. Ketika ditembakan, stage pertama yang meluncurkan rudal dari launcher. Design nozel miring pada rudal menyebabkan rudal berputar. Gaya sentrifugal putaran menyebabkan sirip aktif dan menjaga stabilitas aerodinamis selama peluncuran.

    Setelah lepas dari tabung launcher, motor stage satu dibuang/terpisah. Motor roket stage ke dua kemudian menyala dan mempercepat laju rudal hingga lebih dari 4 Mach. Rudal ini mempunyai sistem pemisahan di ujung depan motor berisi tiga anak panah. Ketika motor tahap kedua ini hidup, daya dorongnya memicu tiga dart tadi kemudian terpisah secara otomatis.

    Anak panah/darts kemudian mempertahankan energi kinetik tinggi dan dipandu menuju target tunggal yang sama. Setiap anak panah berisi guidance dan kontrol sirkuit, baterai thermal dan hulu ledak padat yang mampu melakukan penetrasi dan dilengkapi delay fuse.

    Pemisahan anak panah tadi sekaligus memulai arming masing-masing hulu ledak. Setiap panah dipandu secara mandiri. Ketika panah tadi ‘menumbuk’ sasaran, gaya inersia kemudian mengaktifkan delay fuse, sehingga hulu ledak akan menembus lapisan luar sasaran sebelum meledak.

    sumber: army-technology

    • CPU nya di bagian mana ya om. ada colokan usbnya ga.???
      kalo ada bisa dicopy paste donkz source codenya algoritma programnya…
      MMmmm… jadi penasaran nih om, source code dan sistem operasi rudal pake bahasa apa ya.???

      Source code: Apakah C, Asembly Language, Basic, ato yang laen
      Sistem operasi: Linux Family (Freebsd, dll) Windows, ato yang laen

      Ataukah sistem operasi dan source code alogoritma programnya sama sekali beda dengan yang ada di pasaran.???

      Sebagai perbandingan satelit palapa dan satelit China (lupa namanya), sistem operasinya menggunakan freebsd (salah satu program open source keluarga linux) yang memiliki banyak “vulnerability” yang bisa dijadikan celah untuk ditake over. Dalam youtube, sang hacker (Jim geovedi/orang indonesia) bisa mentake over satelit tersebut (satelit palapa dan milik cina tersebut) dan menggeser posisinya ke orbit manapun yang diinginkan atau malah bisa dibikin crash/jatuh.
      Seluruh alutsista yang computerized pasti memiliki sistem operasi dalam pengoperasiannya.

      Kalau ada keinginan, sistem operasi ini bisa kita “download” dari alutsista tersebut untuk kita pelajari dan kembangkan atau bahkan dihilangkan fungsi remote dari pabrikannya sono.

      • Letak “cpu” Starstreak kayaknya di depan (di sekitar dudukan darts dan di dartnya) berisi guidance,control circuitry, thermal battery dan fuse.

        Saya gaptek masalah programming language bung @desperado πŸ˜€ . Untuk Starstreak entah apa bahasa pemograman yang digunakan, tapi barusan saya baca2 Thales mulai menggunakan ADA programming language , mungkin Starstreak termasuk produk Thales yang sudah menggunakan ADA.

        Sepertinya program ADA, C/C++ yang sekarang menjadi pilihan banyak kontraktor militer dan perusahaan Avionic, tapi masih banyak juga yang menggunakan Java dan C. NASA bahkan katanya masih juga menggunakan Java ((JAVA RTE)

        Beberapa perusahaan yang barusan saya baca sudah menggunakan ADA (seluruh/sebagian):

        Dassault F7X, Airbus A380, Airbus A400M, Eurofighter, Aermacchi M346, AgustaWestland, Boeing: B-1B (CMUP),Sikorsky: S-92 helicopter, BAE Systems Aircraft: Harrier, Hawk ,Boeing – K767 Tanker, C130 AMP, AH-64 Apache, EADS – Aircraft: Tornado, A330 MRTT, nEUROn (UAV), Eurocopter – Aircraft: Tiger and NH90 helicopters
        Eurofighter GmbH – Aircraft: Eurofighter. Lockheed Martin – Aircraft: F-16, F-22, C-130J
        Martin Baker – Aircraft: F14, F18 and T-45. Saab JAS 39 Gripen. L-3 Communications and Thales Company (TΒ²CAS System) ,Boeing: X-45C Joint Unmanned Combat Air System (J-UCAS) ,CMC Electronics (Flight Management Control and Display System) , Smiths Aerospace

        Mengenai ADA (programming language) bisa dibaca disini

        • Wah, programnya “makanan sehari2” programer indonesia dunkz om….

        • pake sistem opersai android mas.. kalau tidak si KW1 colorOS hehehe..

          bahasa pemrograman nya pake php sama html dan css..
          πŸ˜€

          pada dasarnya saya tidak mengerti mas..
          tapi mungkin apa yang dikatakan @nowyoudont mungkin ada benarnya..

          bahasa C dan turunannya C++ banyak digunakan untuk industri2 perusahaan dalam penggunaan alat2 berat (alat produksi pabrik) termasuk mikrokontroler,robotika

          sedangkan bahasa jawa (java language) memiliki banyak varian nya dari pemrograman desktop, pemrograman mobile, pemrograman web, robotika sampai sistem satelite digunakan karena banyak sekali variannya

          intinya 2 bahasa ini memang pemakaiannya paling bervariasi (menurut isu windows sendiri dibangun dari bahasa C)

          ma’af jika OOT namany jg kemungkinan bisa benar atau salah..

          • Waduh makin gila aq….
            Gimana yah kalo satelit militer mata2 ostrali pake bahasa freebsd, ataupun c…

            Atau sistem radar over the horizon nya ostrali pake bahasa java digabung linux…??

            atau sistem peluncuran persenjataan osy, singaparno,, malaysia juga pake bahasa yang itu2 juga…???

            wah, wah, wah,…. kemana aja sih kemenhan selama ini…????

            saran saya untuk kemenhan sesudah dapat pemenang2 kompetisi cyberhacker 2014:

            1. Kemenhan memetakan/menginventaris hardware alutsista2 tetangga2 sebelah, dari yang paling kecil sampe yang segede gaban. Mulai dari yang beroperasi di dasar samudera, hingga yang beroperasi di orbit luar angkasa.

            2. Sesudah diinventarisir hardwarenya, dicari tahu software / program /source code pengerak hardware2 alutsista tersebut. Setiap program pasti memiliki kelemahan / vulnerability yang bisa kita manfaatkan untuk kepentingan kita.

            3. dengan mendeteksi kelemahan pada software alutsista lawan sejak dini, dapat menjadi keunggulan bagi kita kelak bila terjadi konfrontasi total…

 Leave a Reply