Inggris Akui Tuduhan ke Rusia Atas Dasar Intelijen

Simulasi korban serangan racun saraf. © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kesimpulan bahwa Rusia harus disalahkan karna meracuni Skripal tidak hanya didasarkan pada data laboratorium mengenai racun saraf akan tetapi juga berdasar sepotong informasi yang diterima dari intelijen, menurut Kementerian Luar Negeri Inggris seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Menurut Kementerian Luar Negeri, Inggris memiliki informasi bahwa militer Rusia telah memproduksi dan menyimpan sejumlah kecil gas beracun. Juru bicara Kemenlu Inggris mengatakan bahwa idenntifikasi laboratorium Porton Down tentang Novichok adalah “sebagai bagian dari gambaran intelijen”.

“Ini termasuk pengetahuan kami bahwa dalam dekade terakhir, Rusia telah menyelidiki cara mengirimkan racun saraf yang mungkin untuk membunuh dan sebagai bagian dari program ini telah menghasilkan dan menimbun sejumlah kecil racun saraf Novichok”, sebutnya.

Da menambahkan bahwa rekor Rusia melakukan pembunuhan yang disponsori negara, dan penilaian bahwa Rusia memandang jika mantan perwira intelijen sebagai sasaran. Sebagaimana telah ditetapkan Perdana Menteri Theresa May di sejumlah pernyataan kepada Majelis Umum sejak 12 Maret.

“Ini adalah penilaian kami bahwa Rusia bertanggung jawab atas tindakan yang kurang ajar dan sembrono ini seperti telah disetujui oleh komunitas internasional, tidak ada penjelasan lain yang masuk akal”, menurut Deplu Inggris.

Sebelumnya pada hari itu, Sky News melaporkan bahwa para ahli Porton Down tidak dapat mengidentifikasi sumber yang tepat dari agen saraf yang digunakan dalam meracuni mantan agen Rusia, tetapi itu adalah agen saraf kelas militer.

“Kami memang dapat mengidentifikasi itu sebagai Novichok, dan mengidentifikasi bahwa itu adalah racun saraf grade militer. Kami belum mengidentifikasi sumber yang tepat, tetapi kami telah memberikan info ilmiah itu kepada pemerintah yang kemudian menggunakan sejumlah sumber lain untuk mengumpulkan kesimpulan seperti yang Anda dengar”, menurut Gary Aitkenhead, CEO dari Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan (DSTL) di Porton Down.

Hubungan antara Inggris dan Rusia telah semakin memburuk atas serangan agen saraf Salisbury di mana mantan perwira intelijen Rusia, Sergei Skripal serta putrinya sekarat. Pihak Inggris telah menyatakan bahwa zat ini mirip dengan racun saraf kelas-Novichok yang telah dikembangkan oleh Uni Soviet.

Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menuduh Rusia mengatur serangan itu dan juga mengusir 23 diplomat Rusia sebagai hukuman. Sejumlah negara telah mendukung klaim Inggris dan mengusir lebih dari 150 diplomat Rusia di sejumlah negara.

Namun pihak Rusia membantah semua tuduhan tersebut dan menyarankan untuk bisa berpartisipasi bersama dalam penyelidikan. Namun, permintaan Moskow untuk dapat meneliti sampel racun saraf tersebut diabaikan.

Tinggalkan komentar