Oct 032018
 

Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Boeing E-7A Wedgetail © Alex Layzell via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa pemerintah mengadakan diskusi dengan Boeing Co. mengenai pembelian armada pesawat peringatan dini dan kontrol udara E-7 Wedgetail. Diskusi juga dilakukan dengan Australia mengenai kerjasama dalam penggunaan pesawat tersebut, kata Gavin Williamson.

Dilansir dari Defense News, Williamson mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan telah melakukan analisis pasar dan diskusi dengan penyedia potensial lainnya serta menyimpulkan bahwa “potensi pengadaan E-7 mewakili opsi biaya terbaik, termasuk mewakili peluang yang signifikan untuk meningkatkan kerjasama pertahanan dan berkolaborasi dengan sekutu utama Australia”.

“Wedgetail adalah pemain yang menonjol dalam upaya kami mengejar pesawat pengintai baru dan telah membuktikan dirinya di Irak dan Suriah”, kata Williamson.

Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa diskusi lebih lanjut akan dilakukan sebelum keputusan investasi ditetapkan.

“Jika terpilih, industri pertahanan Inggris dapat terlibat secara signifikan dalam program, dari pekerjaan modifikasi hingga melalui dukungan selama masa layanan”, kata MoD. “MoD akan bekerjasama dengan Boeing untuk memastikan [eksplorasi] bagaimana industri pertahanan terkemuka Inggris juga bisa mendapatkan keuntungan dari kesepakatan yang ada”.

Perusahaan yang diharapkan akan mendapat manfaat dari kesepakatan E-7 adalah Marshall Aerospace dan Defense Group.

Marshall sudah membangun tangki bahan bakar tambahan untuk program pesawat patroli maritim P-8 Poseidon dan sumber industri mengatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Cambridge, Inggris ini akan mengubah pesawat Boeing 737 menjadi konfigurasi Wedgetail sebagai bagian dari kesepakatan.

Pembicaraan dengan Boeing tentang meningkatkan konten Inggris di pesawat adalah upaya untuk menghindari kemungkinan kritik atas penyerahan kontrak besar lain kepada raksasa pertahanan AS tanpa kompetisi dan dengan sedikit pekerjaan untuk industri lokal.

Helikopter serang Apache dan pesawat patroli maritim P-8 Poseidon dari Boeing baru-baru ini dibeli tanpa melalui proses tender.

Kontraktor pertahanan AS, bagaimanapun, mencoba untuk membatalkan kritik atas pertumbuhan tenaga kerjanya menjadi 2.300 dan juga menghabiskan sejumlah besar investasi dengan membangun fasilitas pendukung Poseidon di pangkalan utama Angkatan Udara Inggris di Lossiemouth, Skotlandia.

“Kami bekerja dengan rantai pasokan kami di Inggris, mitra pemerintah dan militer untuk menyediakan kemampuan kritis, konten lokal, ekspor, keterampilan dan nilai untuk angkatan bersenjata kami”, kata juru bicara Boeing.

Niat untuk melakukan dua transaksi besar, satu-satunya sumber di sektor kendaraan lapis baja asal perusahaan AS dan Jerman telah memicu kemarahan dari sejumlah perusahaan pertahanan Inggris atas kebijakan pengadaan negara itu.

Setiap kesepakatan Wedgetail Inggris akan dilakukan dengan Boeing dan tidak melalui rute Penjualan Militer Asing dari pemerintah AS.

Williamson tidak memberik rincian tentang biaya dan jumlah pesawat, namun hingga 6 unit pesawat diharapkan akan dibeli untuk menggantikan armada E-3D Sentry milik Angkatan Udara Inggris. Biayanya mungkin lebih dari £ 2 miliar atau sekitar US $ 2,6 miliar, memberi lebih banyak tekanan pada anggaran pertahanan Inggris yang terlalu besar.

Rencana pembelian AEW&C Wedgetail sebagai sumber pengadaan tunggal tersebut telah memprovokasi kemarahan di antara saingan potensial seperti Airbus dan Saab. Kedua perusahaan Eropa itu membahas penggabungan kekuatan pada awal tahun ini sebagai langkah untuk menawarkan opsi yang kredibel dan lebih murah atas program Wedgetail.

  One Response to “Inggris-Boeing Bahas Pembelian Wedgetail”

  1.  

    kapan kita bisa beli pesawat keg gini ya.

 Leave a Reply