May 182017
 

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. © Daily Express

Pada hari Senin, surat kabar Washington Post melaporkan bahwa dalam sebuah pertemuan dengan Dubes Rusia untuk AS Sergey Kislyak dan Menlu Rusia Sergey Lavrov, Presiden AS Donald J. Trump telah menyampaikan informasi yang sangat rahasi.

Trump menanggapi pemberitaan itu dan mengatakan bahwa dia memang ingin dan memiliki hak untuk berbagi dengan pejabat Rusia, mengenai fakta yang berkaitan dengan terorisme dan keamanan penerbangan, seperti dilansir dari Sputnik News.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Theresa May memberikan dukungan kepada Trump, dan mengatakan bahwa Inggris akan terus berbagi data intelijen dengan Amerika Serikat dan menganggap hubungan bilateral mereka sangat spesial, tergantung pada Presiden AS Donald Trump untuk memutuskan kepada siapa akan mendiskusikan masalah apapun.

“Kami memiliki hubungan yang sangat spesial, seperti yang Anda tahu, dengan Amerika Serikat. Keputusan tentang apa yang akan Presiden Trump diskusikan dengan siapapun yang dia mau Gedung Putih adalah urusan beliau. Kami akan terus bekerjasama dan terus berbagi data intelijen dengan AS”, menurut Theresa May kepada wartawan pada hari Rabu (17/05/2017).

Menyusul laporan media, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Herbert Raymond McMaster menekankan bahwa Presiden AS Donald Trump belum membocorkan data-data yang bersumber dari intelijen dalam percakapan di Gedung Putih pekan lalu.

McMaster menyebut bahwa mereka hanya membicarakan tentang ancaman dari organisasi teroris, termasuk ancaman terhadap penerbangan. Sementara Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dina Powell dalam sebuah pernyataan juga membantah klaim media tersebut dan menyebut bahwa itulah hanyalah “hoax” belaka.

Presiden Trump sendiri dalam cuitan yang disebarkan melalui Twitter mengatakan bahwa ia memiliki hak untuk berbagi informasi mengenai terorisme dan keamanan penerbangan pada pejabat Rusia.

Di tempat terpisa, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menggemakan sentimen tersebut, dan menyebut bahwa tuduhan kepada Trump yang membagikan informasi rahasia pada pejabat Rusia adalah “tidak masuk akal”. Presiden Trump dan kedua diplomat Rusia tersebut hanya membahas isu terorisme global, Suriah, Ukraina serta hubungan bilateral.

  14 Responses to “Inggris: “Semua Terserah Trump Dong! Kami Tetap Berbagi Intel Dengan AS””

  1. Sepintar pintar bangkai disembunyiin pasti tercium juga. Tunggu boom meledak saja bosss

  2. apapun itu yg di bagi2? yaa mudah2an trump gak di tipu oleh ijennya/intilejennya, hihiihiiiiiiiiiii

  3. 2 curut ini memang sudah satu paket, klop……..belum lagi antek2nya yg nyebar diseluruh dunia, termasuk yg disemenanjung…. ..beruk…..

  4. cie dasar wanita penjilat

  5. Pengendali pemerintahan amerika sebenarnya di tangan senator-senator senior dengan dukungan atase militer dan agen-agen macam FBI, CIA dan semacamnya. Presiden hanya boneka kekuasaan yang hanya bisa memihak mana yang lebih kuat/berpengaruh atau sekedar mencari jalan tengah. Ini membatasi Trump yang tidak suka batasan sehingga selalu berulah (menantang) pada intern pemerintahan yang suka mencoba mengendalikannya untuk menunjukkan ketidak-sukaannya, antara lain dengan sikap nantang mengadakan pembicaraan tentang isu-isu kritis dengan Rusia yang jelas tidak disukai orang-orang yang tidak disukainya tapi cukup menguntungkan untuk langkah politik terselubungnya

  6. trump bilang ” emang gua pikirin “

  7. Semua terserah padamu bang..??

  8. tes telat

  9. Politik serigala berbulu domba!

 Leave a Reply