Jul 212016
 

Kanselir Jerman Angela Merkel mendukung keputusan Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda meninggalkan Uni Eropa hingga tahun depan, meski ada tekanan dari negara lain di Eropa agar segera keluar. Dukungan Merkel itu disampaikan pada pertemuan pertama keduanya di Berlin, Rabu, 20 Juli 2016.

Merkel menganggap keputusan May tepat karena Inggris “membutuhkan waktu” untuk bekerja di luar keinginannya. Merkel juga tidak menutup kemungkinan adanya kesepakatan dengan Inggris untuk menggabungkan perdagangan bebas dan kontrol imigrasi.

Menurut dia, Jerman akan mendengarkan apa yang menjadi keinginan Inggris sebelum benar-benar keluar Uni Eropa. “Kami akan mendengarkan Inggris, kemudian kami akan memberi respons yang tepat,” ujar Merkel, seperti dilansir Guardian, Rabu, 20 Juli 2016.

Sebagai PM Inggris yang baru, May disarankan mengambil waktu dan mengidentifikasi kepentingan negerinya. “Ini adalah kesempatan kita untuk menentukan sikap guna menguraikan dan melihat hubungan masa depan dengan Eropa,” tutur Merkel.

Theresa May mengatakan akan bekerja sama dengan Kanselir Jerman Merkel dan rekan-rekannya di Dewan Eropa dalam semangat konstruktif untuk membuat keputusan keluar Uni Eropa dengan cara yang baik. “Kita semua perlu waktu untuk mempersiapkan negosiasi ini,” ucap There

Bagikan:

  13 Responses to “Inggris menunda tahun depan untuk keluar dari UNI Eropa”

  1.  

    keluar aja kalau sudah diputuskan keluar

    •  

      Jika memang jadi keluar dari Uni Eropa dan ternyata berdampak sangat buruk terhadap ekonominya, bisajadi suara2 yang menginginkan negara begian tertentu keluar dari Britania Raya makin terdengar, maka itulah gelagat tanda2 monarki akan bubar di Inggris.
      Yah.. mungkin tebakan saya terlalu jauh.
      Sudahlah.

  2.  

    Setelah setaun ntar di tunda lg 100 taun..

  3.  

    Kaya ingus aja..

  4.  

    Inggris akan menangis tua jika keluar dr UNI Eropa.

  5.  

    Bung Diego,

    Tolong cek email ya…

  6.  

    ingris lebih baik keluar dari uni eropa daripada menanggung beban tak jelas untuk negara lain

  7.  
  8.  

    Akhirnya Dilema

  9.  

    bukankah rencananya juga seperti itu?

    •  

      Mungkin karena merasa kontribusinya di EU paling besar hingga dianggap membebani Inggris sendiri, sedangkan manfaatnya dirasa lebih kecil maka maunya keluar saja biar bebas tak terbebani negara2 anggota yang lebih kecil.
      Setelah akan keluar kok mulai ragu juga.

  10.  

    bukannya ragu, semua butuh penyesuaian dan persiapan…ga bisa ujug2 keluar…

 Leave a Reply