Agu 072018
 

Pesawat Patroli Maritim (MPA) Boeing P-8A Poseidon © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Armada baru “pemburu kapal selam” milik Inggris akan bekerja sama dengan pasukan Norwegia sebagai penghalang terhadap ancaman Rusia, tutur Menteri Pertahanan Inggris yang dilansir dari laman Telegraph.

Inggris dan Norwegia akan memerangi ancaman yang bangkit kembali dari kekuatan Angkatan Laut Rusia dengan berbagi fasilitas Pesawat Patroli Maritim (MPA) P-8A Poseidon yang baru.

“Peningkatan yang signifikan dalam aktivitas kapal selam Rusia berarti Angkatan Laut NATO memiliki risiko khusus di sekitar Atlantik Utara dan Laut Baltik”, katan Menhan Inggris.

Inggris tahun depan akan menerima kiriman pertama dari 9 unit pesanan Pesawat Patroli Maritim (MPA) P-8A Poseidon senilai £ 3 miliar. Norwegia membeli 5 unit sebagai langkah “perubahan lingkungan keamanan” di Atlantik Utara, ujar pernyataan yang ditandatangani bersama oleh Inggris, Norwegia dan Amerika Serikat.

Kru P-8A Poseidon Angkatan Laut AS © US NAVY via Telegraph

Pesawat P-8A Poseidon Inggris akan berbasis di RAF Lossiemouth di Skotlandia dan dukungan operasional serta logistik diperpanjang hingga ke pesawat Norwegia.

Rencana untuk berbagi fasilitas datang di tengah komentar oleh Gavin Williamson, Menteri Pertahanan, bahwa peningkatan aktivitas angkatan laut Rusia di Atlantik “menunjukkan meningkatnya agresi serta meningkatkan ketegasan Rusia”.

Dia mengatakan Angkatan Laut Kerajaan Inggris atau Royan Navy telah menanggapi 33 kali kapal perang Rusia yang mendekati perairan teritorial Inggris pada tahun 2017 dibandingkan dengan hanya sekali pada tahun 2010.

Keputusan pada 2010 untuk mencabut kemampuan MPA Inggris kemudian ditinjau kembali mengingat tindakan militer Rusia di Georgia dan Ukraina, kata Nick Childs dari Institut Internasional untuk Studi Strategis.

“Perubahan peralatan dalam hubungan dengan Rusia, itu berarti mengisi kesenjangan dalam kemampuan MPA pada Review Pertahanan 2015 adalah prioritas yang signifikan”, katanya.

Keterampilan berburu kapal selam telah dipertahankan di RAF dengan menanamkan personel di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Keputusan diambil pada tahun 2015 untuk menghidupkan kembali kemampuan patroli maritim Inggris Raya yang berdaulat.

Kapal selam adalah bagian terkuat dari angkatan laut Rusia, kata Mr Childs. Armada mereka terdiri dari sekitar 60 hingga 70 unit kapal dan sebagiannya bisa menimbulkan sakit kepala bagi Angkatan Laut NATO. Keputusan untuk kerjasama dengan pasukan Norwegia adalah langkah logis ketika menempatkan kemampuan eksotis dalam jumlah kecil.

P-8A Poseidon mampu melakukan perang anti-kapal selam, perang anti-permukaan, dan interdiksi pelayaran, bersama dengan peran intelijen sinyal elektronik. Pesawat ini membawa torpedo, ranjau laut, rudal anti-kapal Harpoon, dan senjata lainnya.

Radar pencari Poseidon dioptimalkan untuk mendeteksi objek kecil di permukaan laut, seperti periskop kapal selam, serta kontak permukaan yang lebih besar. Sedang rudal anti-kapal Harpoon yang dipasang pada sayap dapat dibawa untuk menyerang kontak permukaan musuh dan torpedo anti-kapal selam dapat sisimpan di teluk senjata.

P-8A juga melindungi penangkal nuklir berbasis kapal selam Inggris dan dua kapal induk baru, Poseidon Inggris akan dapat mengerahkan sonobuoy untuk membantu mereka mendeteksi kapal selam.

Bagikan:

  2 Responses to “Inggris-Norwegia Akan Berbagi Fasilitas P-8A Poseidon”

  1.  

    Untuk maritim strike, Poseidon cocok.

    3 dulu aja, 5 lagi nyusul, atau boleh juga 8 barengan.

 Leave a Reply