Jan 242019
 

Fighter bomber Tornado GR4 Angkatan Udara Inggris (foto:Comon Wikipedia)

Angkatan Udara Inggris (RAF) akan menonaktifkan 36 pesawat serang Tornado GR4 pada April 2019, dirilis Express.co.uk.

Setelah peringatan 100 tahun Angkatan Udara Kerajaan Inggris, RAF mengumumkan akan memangkas seluruh armada garis depan pembom tempur Tornado karena pemotongan anggaran.

Untuk menghormati pesawat bermesin ganda yang sudah malang melintang selama puluhan tahun , pilot menerbangkan satu penerbangan terakhir ke Bandara Southend London menggunakan dua pesawat tempur GR4-nya.

Pesawat Tornado dengan number tail ZA613 pertama terbang di atas landasan pacu pukul 11.22 pagi pada hari Selasa, 22 Januari kemarin, dan dilanjutkan dengan pesawat kedua hanya beberapa menit setelahnya.

Tornado GR4 merupakan pesawat serangan darat utama bermesin ganda milik Inggris yang sudah menjadi andalan RAF sejak tahun 1970-an.

Inggris juga menerjunkan fighter Tornadonya beroperasi di Irak dan Suriah. Menggunakan senjata andalannya – rudal Storm Shadow, Tornado mampu meluncurkan serangan dahsyat dengan rudal jelajah seberat 400 kilogram ke target sejauh 400 kilometer.

Tornado beberapa kali menyasar target di Suriah yang diklaim Inggris sebagai gudang senjata kimia.

 Posted by on January 24, 2019