Okt 152019
 

doc. Pasukan Turki di perbatasan Turki-Suriah. (U.S. Army photo by Spc. Alec Dionne)

Inggris, Jakartagreater.com  –   Serangan Turki di Suriah Utara, yang dimulai pada 9 Oktober 2019, dikecam oleh komunitas internasional, yang disebut Suriah sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorialnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengecam operasi Turki di Suriah, dengan mengatakan bahwa “ini bukan tindakan yang kami harapkan dari sekutu’, dirilis Sputniknews.com, Selasa 15-10-2019.

“Pemerintah Inggris mengambil tanggung jawab pengendalian ekspor senjata dengan sangat serius dan dalam hal ini, tentu saja, kami akan menjaga ekspor pertahanan kami ke Turki di bawah peninjauan yang sangat hati-hati dan berkelanjutan”, Dominic Raab mengatakan kepada Parlemen.

Dominic Raab melanjutkan dengan mengatakan bahwa tindakan Turki “sembrono, kontraproduktif dan bermain langsung ke tangan Rusia”, menambahkan bahwa tindakan ini telah mengambil “fokus dari mengesampingkan tujuan kontra-terorisme mengalahkan Daesh”.

“Tidak ada lisensi ekspor lebih lanjut ke Turki untuk barang-barang yang mungkin digunakan dalam operasi militer di Suriah akan diberikan saat kami melakukan peninjauan itu”, katanya.

Sekretaris luar negeri Inggris juga mencatat bahwa sekarang “kita membutuhkan NATO lebih dari sebelumnya” dan “kita perlu lebih dari sebelumnya untuk memiliki kerja sama yang lebih erat dengan AS dan sekutu lainnya atas Turki”.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan keprihatinan tentang operasi militer Turki. “Saya khawatir tentang konsekuensi untuk keuntungan yang kami buat dalam memerangi musuh bersama kami Daesh”, katanya kepada wartawan.

Sebelum ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi militer di Suriah Utara berhasil berlanjut, dengan lebih dari 1.000 kilometer persegi (386 mil persegi) wilayah di sepanjang perbatasan telah dibersihkan dari teroris.

Ankara meluncurkan serangan lintas-perbatasan, yang dijuluki Operation Peace Spring, pada 9 Oktober 2019 segera setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari pangkalan mereka di Suriah.

Tujuan yang dinyatakan Turki adalah untuk membersihkan perbatasan pasukan Kurdi, yang dipandangnya sebagai teroris, dan untuk membangun zona penyangga sepanjang 20 mil di Suriah Utara.

Source: Campaign Against Arms Trade, 2017

Turki salah satu negara pemesan terbesar industri senjata Inggris, dengan jumlah lisensi yang diberikan dalam setahun tidak pernah turun di bawah 376 pada periode 2008-2017. Dari 2011 hingga 2015, ia tetap relatif stabil pada rendahnya 771 lisensi pada tahun 2012 ke tahun berikutnya pada 856 lisensi. Secara total, dari 2008 hingga 2017, 7.928 lisensi diberikan untuk Turki, di mana 6.162 adalah semua jenis senjata dan peralatan untuk penggunaan militer, rilis aoav.org.uk.

  13 Responses to “Inggris Tangguhkan Lisensi Ekspor Pertahanan ke Turki”

  1.  

    Turkey ini sama dng korea.selatan membangun industri militernya berdasarkan lisensi.
    Jika semua pasokan dihentikan maka industri militer turkey maupun korsel pun tidak dapat bergerak.

  2.  

    Edrogan sakit jiwa, yg dilakukan edrogan ini sudah mengarah pada niat melakukan genosida,,,apa pun alasannya tindakan yg dilakukan edrogan tidak bisa dibenarkan.

  3.  

    Tapi klo israel yg melakukan bombardir ke Palestina semua diam….aneh

  4.  

    karena di belakang isro ada uncle trump.
    ibarat pswat isro rusak ,1000 akan di ganti 1000 pula oleh uncle triump.
    sejarah sdh membuktikan.

  5.  

    Inggris, Jakartagreater.com – Serangan Turki di Suriah Utara, yang dimulai pada 9 Oktober 2019, dikecam oleh komunitas internasional, yang disebut Suriah sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorialnya.

    lohhh ente lupa kalau missile ente udah masuk ke suriah tanpa ijin, untung sebagian bisa di tangkis hap hap

  6.  

    yes mayan 1000km2..siapa tau jadi wilayah baru demi pengungsi lah…

  7.  

    Turki ingin memerangi teroris PKK, jadi hak Turki untuk mempertahankan wilayahnya.

  8.  

    Perang yang membingungkan siapa ada di pihak siapa

  9.  

    Ndak perlu bingung soal pihak siapa dan wilayah,yg jelas Turki menyerang PKK (Komunis) yang sudah lama bercokol di perbatasan Suriah dan merongrong kedaulatan Turki.