Des 182018
 


Foto : DE&S

Tentara Inggris melakukan tes selama tiga minggu terhadap empat tank mini tanpa awak. Tes eksperimen sebagai bagian dari program lebih luas yang disebut Army Warfightning Experiment 2018 -Autonomous Warrior (Darat), termasuk empat kendaraan tanpa awak buatan Estonian company Milrem Robotics.

Eksperimen tersebut untuk melihat penggunaan tank tanpa awak apakah berpengaruh terhadap efektivitas dan kelangsungan hidup seorang prajurit di medan perang modern.

Untuk tujuan ini, tes dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama, akan dilihat efektivitas tentara tanpa bantuan dari tank tak berawak. Fase kedua, tentara menggunakan dukungan kendaraan tanpa awak, tanpa mengubah taktik operasi standar. Pada Fase ketiga, tentara menggunakan tank tanpa awak dan menggunakan taktik penindakan, dengan memberikan berbagai kemungkinan- dan situasi baru kepada tentara.

Selama pengujian, sejumlah simulasi operasi dilakukan dalam kondisi yang sangat beragam – di area terbuka, perkotaan dan hutan. Para prajurit yang menggunakan kendaraan buatan Milrem Robotics menyatakan drone darat tersebut “secara mengejutkan tahan lama dan lincah”.

Selama fase pengujian, salah satu kendaraan ada yang digunakan untuk mengevakuasi yang terluka dari medan perang dan dukungan logistik, yang lain ada yang dilengkapi dengan kendaraan pengintai multi, yang lain – disebut TITAN Strike – dipersenjatai senjata dengan kendali remote buatan Kongsberg, TITAN Strike dikendalikan bekerja sama dengan kendaraan antena Titan Sentry, sebuah kendaraan observasi tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera thermal, infra merah dan radar medan perang.
Defence24