Apr 292018
 

Presiden Rumania Klaus Iohannis. © Longin Wawrynkiewicz via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Presiden Rumania Klaus Iohannis meminta pada Perdana Menteri Viorica Dancila untuk mengundurkan diri setelah merencanakan untuk memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, seperti dilansir dari Al Jazeera.

“Dancila tidak bisa mengendalikan kantor Perdana Menteri dan membuat pemerintah Rumania bermasalah”, kata Iohannis dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat. “Jadi, secara terbuka saya meminta Dancila mengundurkan diri dari kantor Perdana Menteri”, lanjutnya.

Sebelumnya Iohannis memanggil Dancila untuk bertemu di kediaman resmi presiden, Istana Cotroceni. Namun Dancila menolak bertemu dengan presiden, tulis Romania Journal.

Iohannis mengeluhkan bahwa Dancila tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengannya pada untuk membicarakan memorandum rahasia tentang kebijakan luar negeri yang melanggar konstitusi Rumania.

“Konstitusi Rumania menyebut bahwa semua keputusan, demi kepentingan Rumania, harus dibicarakan antara Perdana Menteri dan Presiden”, ucapnya dalam sebuah pernyataan.

Menurut sejumlah laporan, “memorandum rahasia” tersebut mencakup rencana untuk memindahkan kedutaan besar Rumania dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Iohannis sebelumnya mengatakan bahwa dia berharap mendapatkan penjelasan dari Dancila mengenai kunjungannya ke Israel, yang mana tidak memperoleh mandat dari kepresidenan.

“Saya belum pernah mendengar ada Perdana Menteri Rumania yang pergi berkunjung ke luar negeri dan mengumumkannya larut malam, sebelum keberangkatan, tanpa mengungkapkan agenda, tanpa ada yang tahu apa yang dia lakukan di luar sana”, kata Iohannis.

Presiden Rumania menambahkan bahwa “Siapa pun dapat pergi sebagai turis, kapan saja, tetapi ketika orang tersebut memiliki jabatan sebagai pimpinan pemerintah dan kemudian pergi, maka ada banyak yang harus diketahui”.

Pimpinan dari Partai Sosial Demokrat Liviu Dragnea, yang bergabung dengan Perdana Menteri Dancila dalam kunjungannya ke Israel, membantah laporan bahwa rencana memindahkan kedutaan besar Rumania dari Tel Aviv ke Yerusalem telah diputuskan.

Tapi dia juga mengatakan bahwa saat AS dan Israel membutuhkan dukungan, “itu akan sangat berarti dan itu tidak akan pernah terlupakan” jika Rumania memberi dukungan kepada kedua negara.

Dancila Belum Mengomentari Seruan Presiden

Menurut kantor berita Reuters, Kementerian Luar Negeri Rumania mengatakan bahwa memorandum tersebut adalah awal dari proses konsultasi yang lebih luas. Kementerian menambahkan bahwa posisi Rumania dalam konflik Israel-Palestina “secara tradisional telah seimbang, termasuk secara bilateral mengakui negara Palestina”.

Bulan Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke kota tersebut.

Pengumuman kontroversi  tersebut disambut dengan sejumlah protes, oleh karena Yerusalem juga digambarkan sebagai ibukota masa depan negara Palestina. Dilaporkan bahwa setelah pengumuman Trump, sebagian negara juga turut mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Jika Rumania memutuskan untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, negara itu akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang melakukannya.

Bagikan:

  4 Responses to “Ingin Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Presiden Rumania Minta PM Mundur”

  1.  

    ini yang namanya PEMBAKANGAN terhadap ATASAN.

  2.  

    Sip Lah Buat Presidennya

  3.  

    “Yiiihaa……para ikan reaksioner pun mulai bermuntuban…Time to Hunt..!!” ujar si koboi Trump sambil berlalu menunggangi kuda jenis Ivanka.

  4.  

    rumania kah ya mesti setia sm amerika.

 Leave a Reply