Nov 242014
 

Ini Calon Kepala Staf Angkatan Udara

Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan istri. TEMPO/Subekti

 

TEMPO.CO , Jakarta: Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan Presiden Joko Widodo berencana mengganti sejumlah petinggi Tentara Nasional Indonesia.

Ini terutama perwira tinggi bintang tiga dan empat, semisal Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, yang mendekati masa pensiun.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa KSAU resmi pensiun pada Maret 2015.

Soal calon pengganti KSAU, Hadi tidak bisa berkomemntar. Namun yang jelas kriteria utama calon pengganti Putu Dunia harus berpangkat bintang tiga atau Marsekal Madya.

Menurut dia, di Angakatan Udara ada tiga orang Marsekal Madya. “Wakil KSAu (Marsekal Madya Bagus Puruhito), Kepala Basarnas (Marsekal Madya FHB Soelistyo), Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Marsekal Madya Ismono Wijayanto),” kata Hadi saat dihubungi Tempo, Sabtu, 22 November 2014.

Hadi melanjutkan, presiden punya hak penuh untuk memilih siapa yang pantas menduduki jabatan KSAU. Namun sebelumnya, Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi akan melakukan rapat untuk menentukan nama-nama calon KSAU.

Selanjutnya Wanjakti akan mengirimkan daftar nama calon tersebut ke presiden. “Tapi apakah Wanjakti sudah rapat atau belum, kami belum dapat informasinya,” kata Hadi. (www.tempo.co)

 Posted by on November 24, 2014

  15 Responses to “Ini Calon Kepala Staf Angkatan Udara”

  1. pertamaxs plussss

  2. pertamakah..

  3. manakah yang terbaik ?

  4. apa perlu di voting lg ky Menhan….

  5. Ass.Bg Nara,bg Yayan,bg PS,bg Jalo,bg Bapk besar,bg Satrio & sesepuh yg lain kemana ya? Nggak pernah kirim artikel,nggak komen.Apa sudah memutuskan silaturrahmi pada WARJAGERS ya? Sakit hati koq berkepanjangan? Klo ada warjagers yg salah mbok ya dimaafkan.Memaafkan orangkan lebih baik dripada menutup hati utk tdk ke & di sini.Sori bg Diego,komen sy nggak nyambung ama artikelnya.maklum kangen.com

  6. Harus dipilih yg berani bicara memperjuangkan kepentingan TNI AU. Dengan poros maritim mutlak diperlukan kekuatan AU dan AL. Tanpa itu, mustahil.

    Lihat lagi artikel Bu Connie, tidak selamanya anggaran pertahanan itu dihitung berdasarkan GDP tetapi bisa didasarkan pada Threat Based Planning atau pembangunan kekuatan yang didasarkan pada pendekatan prediksi ancaman yang dihadapi. Baru kemudian kekuatan pertahanan dibangun berdasarkan Capabilities Based Planning (CBP). Selama ini kue yg ada dibagi kira2 rata sehingga perkembangan 3 mata pun kira2 rata alias tidak melihat urgency, ancaman atau risiko yg ada.

    Sekarang, dengan poros maritim Jokowi, dikaitkan dengan matra laut yg harus lebih besar dan kuat. Coba kita lihat Threat Based Planning-nya, dimulai dengan skenario.

    Skenario : Insiden di laut bisa di Utara, bisa di Selatan, mulai peristiwa kecil penangkapan pencuri ikan, atau menegakan kedaulatan di ALKI, berkembang menjadi insiden besar, melibatkan major warships dari dua pihak. Apakah ini akan melibatkan kekuatan maritim saja? Tidak, karena untuk menang pasti akan melibatkan aset udara.

    Kesimpulan :
    1. Threat Based Planning dapat dan perlu digunakan apalagi dengan poros maritim.
    2. Aset maritim saja tidak bisa menghadapi ancaman Threat Based Planning tanpa dibantu oleh aset udara.
    3. Berdasarkan Threat Based Planning, aset darat harus rela menjadi yg nomor tiga.

    • Setuju bung

    • Kalau melihat peta pemerintahan sekarang adalah yg selalu berurusan dengan masalah anggaran. Lalu merubah cara berpikir, masalah kepentingan AU itu kayaknya nomer 2, yg pertama adalah revolusi mental. Marsekal Madya Ismono Wijayanto kayaknya calon potensial, baru masuk di Kemhan aja sudah merubah dan mengancam para pejabat sana sampai bawa masuk KPK, mau dia senior atau junior. Makanya nih orang cocok untuk merubah TNI AU, semoga beliau yg kepilih. Masalah kepentingan itu nomer 2, merubah TNI sehat dan bersih itu yg paling utama

  7. Gantilah dgn yg terbaik, yg punya nyali, dan yg bijaksana!
    Jayalah tni-ku!

 Leave a Reply