Mar 122017
 

Tim uji coba rudal Petir

Berdasarkan polling JakartaGreater tentang alutsista strategis mana yang harus dikuasai/dimiliki Indonesia terlebih dahulu, mayoritas responden memilih peluru kendali/rudal. Perlu ditandai bahwa peluru kendali dalam bahasa Indonesia bukanlah “Guided Munition”, tetapi “Missile”. Teknologi ini krusial untuk dikuasai oleh Indonesia, mengingat pertempuran sekarang sudah menggunakan rudal jarak jauh untuk menghancurkan musuhnya terlebih dahulu sebelum kekuatan militer sesungguhnya datang ke medan perang. Sebagai contoh, pada invasi AS ke Iraq, radar, pangkalan militer, pusat komunikasi, dan lanud Iraq sudah hancur terlebih dahulu dihantam rudal Tomahawk. Hal ini sangat melemahkan kekuatan militer Iraq, dan menyebabkan kekalahannya dalam waktu kurang lebih hanya 1 bulan.

Indonesia, sebagai negara yang dikepung oleh kekuatan yang tidak menginginkan negara ini menjadi maju, sudah sepatutnya menguasai teknologi rudal. Di dalam negeri, perusahaan PT. Sari Bahari sudah meriset untuk memproduksi rudal. Rudal ini dinamakan Petir V-101. Rudal ini dikategorikan sebagai rudal jelajah ringan dengan jarak jangkau 45 km, hulu ledak 10 kg dan ketinggian terbang 20 m. Namun, pada November 2016 lalu muncul berita bahwa proyek Petir diubah menjadi target drone/UAV berkecepatan 500 km/jam. Entah benar atau tidak, berita ini membuat kaget military fans Indonesia. Bagaimana tidak, proyek strategis ini malah diubah menjadi proyek yang kurang strategis.
Terlepas dari benar tidaknya, sebenarnya di pasaran sudah ada beberapa rudal yang “sekelas” dengan Petir. Berikut adalah rudal-rudal tersebut.

1. EdePro ALAS (Advanced Light Attack System)
ALAS merupakan rudal buatan Serbia, digunakan untuk menyerang tank, kendaraan tempur, benteng, markas komando, helikopter, kapal pantai, fasilitas industri and jembatan. ALAS bisa ditembakkan dari helikopter, kendaraan, kapal kecil and infanteri. Sistem pemandu menggunakan video/infra red, dan dikontrol dari peluncur menggunakan kabel fiber optik. ALAS juga bisa digunakan sebagai UAV.

Berikut spesifikasinya :

Kecepatan : 640-740 km/jam
Jarak : 25 km (ALAS-A), 60 km (ALAS-B), 25-50 km (ALAS-C anti ship), 9 km (LORANA)
Ketinggian terbang : 150-500 m
Hulu ledak : 10 kg
Diameter : 17,5 cm
Rentang sayap : 1,45 m
Panjang : 2,3 m (ALAS), 1,8 m (LORANA)
Berat : 60 kg
Mesin : Solid fueled boost phase motor, EdePro TMM-404 “Mongoose” single-shaft turbojet berkekuatan 400 N(ALAS), mesin roket (LORANA)

2.FOG-MPM (Fiber Optics Guided Multi Purpose Missile)

FOG-MPM adalah rudal buatan Avibras, perusahaan yang sama yang membuat MLRS Astros. Rudal ini digunakan sebagai rudal anti pertahanan, anti tank, dan anti helikopter. Dapat diluncurkan dari helikopter, kapal, dan kendaraan darat. Sistem kendali menggunakan kabel fiber optik.

Berikut spesifikasinya :
Kecepatan : 540-720 km/jam
Jarak : 10-20 km, 60 km (tahun 2000 ke atas)
Ketinggian terbang : Hulu ledak : Tidak diketahui, diklaim bisa menembus baja setebal 1 m
Diameter : 18 cm
Panjang : 1,5 m
Berat : 33 kg

Type 96 diluncurkan dari Humvee Jepang

3. Type 96 MPM
Rudal Type 96 ini adalah rudal penghancur tank dan kapal pendarat buatan Jepang. Sistem kendali menggunakan kabel fiber optik sedangkan sistem pemandu menggunakan Infrared.

Spesifikasi :
Jarak : 10-25 km
Hulu ledak : Tidak diketahui
Diameter : 16 cm
Panjang : 2 m
Berat : 60 kg
Mesin : Solid fuel rocket

Spike NLOS diluncurkan dari kendaraan Plasan Sandcat

4. Spike NLOS (Non Line Of Sight)
Spike NLOS adalah salah satu dari keluarga rudal Spike buatan Israel. Rudal ini mempunyai jarak lebih jauh daripada varian Spike lainnya. Digunakkan sebagai rudal darat ke darat berpresisi tinggi, tapi juga bisa menembak jatuh helikopter atau UAV yang terbang rendah. Seperti rudal-rudal sebelumnya, sistem pemandu menggunakan Infrared, dengan kontrol ke penembak menggunakan kabel fiber optik. Rafael perusahaan Israel juga mengembangkan versi pemandu Semi Active Laser Homing (SALH).

Berikut spesifikasinya :
Jarak : 25 km
Hulu ledak : HEAT dengan konfigurasi tandem
Diameter : 17 cm
Panjang : Tidak diketahui
Berat : 70 kg
Mesin : Solid fuel rocket

Teknologi misil/rudal memang sepatutnya perlu dikuasai Indonesia. Meskipun merupakan ide yang bagus menggunakan Petir sebagai target drone, ada baiknya program Petir versi rudal tetap dilanjutkan. Program ini bisa membuka riset bagi pengembangan rudal Indonesia lainnya. Seperti yang kita tahu TOT rudal anti kapal C-705 sudah gagal, akan tetapi perkembangan rudal Indonesia harus terus berlanjut, dimulai dengan rudal jelajah kecil ini. Berikut spesifikasi Petir V-101 :

Kecepatan : 260 km/jam (versi tes), sekitar 500 km/jam (versi produksi)
Jarak : 45 km (versi tes), 60 km (versi produksi)
Ketinggian terbang : 20 m
Hulu ledak : 10 kg
Diameter : Tidak diketahui
Rentang sayap : 1,55 m (versi tes)
Panjang : 1,85 m (versi tes)
Berat : 30 kg (versi tes)
Mesin : Turbojet 147 N, rencananya akan menggunakan turbojet buatan Indonesia sendiri
Sistem kendali : 3D waypoint autopilot, GPS navigation

Menurut Ricky Hendrik Egam, direktur perusahan PT. Sari Bahari, jika sudah jadi rudal nanti sayap Petir yang mirip pesawat F-18 akan dihilangkan, diubah menjadi sayap seperti sayap rudal lainnya. Untuk mesin, menggunakan turbojet yang tidak diketahui asalnya dan berapa daya dorongnya, namun kedepannya mungkin bisa menggunakan turbojet berdaya dorong 500 N buatan ITB ini :

Ditulis oleh : AutoVeron

  45 Responses to “Ini Dia Penantang-Penantang Rudal Petir Buatan Indonesia”

  1. 11

    • Kecepatannya harus ditingkatkan menjadi kecepatan warp..Ya minimal Mach 9++

    • pengembangan Petir tidak dihentikan. Sertifikasi standard rudal memang belum didapatkan sesuai dengan requirement spek kec. 600km/jam dan jangkauan 60-80 km.
      Kondisi saat ini di kec 250km/jam – 30 km, belum menjanjikan menjadi rudal jelajah yang diinginkan.
      Sampai dengan pengembangan sendiri mesin menggantikan mesin standard saat ini berhasil dilakukan, maka Petir dipasarkan sebagai drone target.
      Masalah speck propelan pun masih disesuaikan dengan produk dahana yg akan beroperasi 2 tahun lagi.

      • Ya memang, kalo jadi drone untuk sasaran latihan tembak bagus juga itu ide cerdik melihat pangsa pasar lumayan luas..

        Sambil jualan cari untung tetep pengembangan produk jalan terus..

    • kenapa perkembangannya lambat sekali.

      mngkin faktor dana yg mempengaruhi.

      Indonesia punya mott

      Biar Lambat Asal ‘ AKAN ‘ Jadi Cepat.

    • rudal punya track ia terbang target yg di hantam selama target masih di jarak tembak harus kena 99 persen

  2. Hahaha udah ngatuk nulis 1 aja jadi 11

  3. Hahaha taming sari malon gk masuk. Ohh iya saya lupa taming sari itu kan cuma sebanding sama petasan tahun baru kahkahkah 😛

  4. Pada dasarnya emang dikembangkan 2 versi rudal petir, untuk anti drone dan anti tank, dibuat berita seolah olah downgrade supaya tetangga sebelah nggak panik….egh…….upssss………..

    • memang bukan rahasia lagi, imej kelas bawah seakan sudah membudaya. tetangga beli apapun kita tdk panik. lha tiba saat kita hunting yg agak gahar dikit knp tetangga merasa panik. jangan2 kita sendiri yg GR.
      memang kita ini berkelas down grade ya, bung ?

    • Maap Bung sy sudah bisa baca kemana arahnya
      -1 Guided smart .. jelajah ringan kemampuan skiming
      -2 bentuk mirip sukoi
      -3 diarahkan proyek target drone
      Kecepatan : 260 km/jam (versi tes), sekitar 500 km/jam (versi produksi)
      Jarak : 45 km (versi tes), 60 km (versi produksi) -Ketinggian terbang : 20 m
      –kesimpulan ini adalah decoy drone buat sukhoi untuk atack / defense dengan kemampuan sucide , skiming, juga mengecoh jumlah sukro yg terbang

      …krg jelas googling yutube (^_^)

      • aku tu bingung kenapa kecepatan petir ditulis 500 km per jam la wong petir itu punya waktu terbang paling 30 detik utk meng hantam kan catrige dan sensor sumbu peledak jika hantam target. mestinya istilah detik yakni 300 meter per detik paham

    • Itu Benar bung….memang gitu keadaannya….dibuat Ghoib lagi..kayak sebelum-belumnya…..hehehe

  5. mungkin ada agenda lain sehingga rudal petir di hentikan perkembanganya ataukah krn tni tidak berminat ? sungguh di sayangkan bila benar di hentikan dan di alihkan menjadi uav

  6. turbojet ITB… mantap

    • bingung i mikir enjin bikinan itb di gambar itu setahu i enjin rudal yg bubuk alumunium sebagai bahan bakar kclo 4 sebagai penyuplai oksigen di campur sa.a sama perekat resin mirip lem karet lalu di cetak di tabung roket yg jikalo kering akan membentuk briket yg tengah berlobang yg lobang itu sebesar lobang nosel roket .nb kclo4 bisa di ganti amonium perclorat nb masih masing bahan ditimbang dulu

  7. Kelemahan kita masih dimasalah seeker dan sensor2 lainnya jg nozel mesin roketnya! Smoga kedepan Rudal kita bs menandingi Rudal2 kelas dunia lainnya!

    • seeker itu mudah saja mau dengan sistim pandu infra ret apa sensor panas yg penting bikin modul elektronic yg di hidupkan power baterai yg menjamin seeker bekerja 99 persen bekerja konsisten menghantar dan menghantam sasaran

  8. Bangun2 dah pagi

  9. bung @autoveron termasuk senior di warjag….

  10. Darurat SEEKER

  11. sharusx rudal petir di buat jd satu jenis rudal multi platform yg bisa di luncurkan dari tank, kapal perang, kapal selam & IFX contohnya kayak rudal RBS-15 Mk3

  12. Biasanya negara negara yg bisa meluncurkan satelit sendiri teknologi rudalnya sangar sangar..krn memang teknologi peluncur satelit bisa diaplikasikan ke rudal militer..entah kapan indonesia bisa begitu..
    Kalo pemerintah serius pasti bisa krn dana harus tersedia, sdm harus tersedia…
    Sewa ilmuwan ilmuwan rusia mungkin saja…biar cepet..

  13. Saya pinjam istilah malon”halimun alias siluman”…project rudal petir ini adalah project halimun alias siluman,jgn harap berita mengenai perkembangan petir dibeber semua,sama seperti project RHan-450 yg katanya masih sebatas roket MLRS tapi gk tahunya sudah berbentuk missile SSM,kelak akhirnya akan dibuka semua,sabar menanti ya…muehehehe

    • halimun itu salah satu ragam bahasa jawa bung, bukan punya malon asli. bahasa mereka bnyak nyadur punya TKI disana. bhasa malaysia itu yg asli ya perpaduan melayu KW dioplos sama bhs inggris. amati saja kalo ngmong. negara kita punya ratusan bhsa. khusus bhs jawa paling unik karena satu benda memiliki bnyak bhasa penyebutannya. misal kata padi = …banyak pokoke.

  14. Dahulukan pembelian produk dlm negri dl, jika blm ada, kita adakan secepatnya, jika sdh ada jika kembangin lg….bravo sari bahari…

  15. Indonesia prinsipnya tidak memamerkan alutsista. tapi apa bila keadaan sudah tdk bisa dikendalikan maka smua yang dipunya pasti akan bermunculan. Ingat ketika konfrontasi merebut kemerdekaan alutsista gahar smua keluar padahal apadaya uang dizaman itu tdklah sanggup membelinya…. wkwkwkwk

    Ingris, belanda, malaysia akan diladeni Indonesia..!!! Tu lah hebatnya TNI RI. Tiga negara masih sanggup meladeni

  16. Untuk jarak dan kcepatan, petir termasuk lumayan.

  17. ini info yg udah lama, foto yg di upload jg foto waktu peluncuran pertama kali petir digelar,..,Baca ini : kalo aja Pemerintah memberikan anggaran yg lebih besar maka tidaklah ada keraguan badan riset rudal pandu bisa membuat prototipe ato wahana pandu yg lebih baik lebih mumpuni dan bisa digelar sebelum 2022.(targetnya) saudara semua bayangkan hampir semua empunya pembikin rudal dunia, atau wahana pandu (ini sebutan yg kita pakai dalam riset) menawarkan kerjasama Pembuatan rudal, semuanya hanya tinggal kita aja, mau apa enggak,..trus kenapa gak mau?? nah itu dia, semuanya balik2 urusan duit duit duit!!! banyak korporasi dunia menawarkan program2 menarik ttg TOT rudal ato missile. tapi tentu semua tidak cuma2. wajarlah ilmu mah gak ada yg gratis, ingat kerjasama dengan negeri saolin? kenapa malah berujung kandas? karena duit! trus kenapa kita memilih TOT dengan negeri saolin? karena Murah! (kita hanya berusaha cari yg murah dengan alasan untuk penghematan,) andai aja pemerintah gelontorkan dana buat R&D yg lebih besar yakinlah wahana pandu ini akan dapat segera digelar. lha apa hubungannya dengan rudal dan peluru kendali ato missile? sekali lagi wahana pandu ini hanya sebutan aja, tapi ini adalah anak tangga pertama sebelum menuju puncak teknologi rudal itu sendiri. kita udah bikin nozzle pendorong roket dan komponennya dengan bersusah payah, trus hasilnya gmana? hasilnya ada tapi harus berusaha lebih keras lagi. ingat roket RX yg diluncurkan? komponen pendorong roket yg kita buat MELELEH seperti lilin kena panas, yes ok namanya jg RX tapi setelahnya kita bisa bikin R_HAN. nah untuk R-Han kita bisa buat tapi Untuk jarak jangkau yg pendek aja. soalnya kalo jarakjangkau lebih jauh komponen roketnya dikhawatirkan Meleleh..tapi R-HAN udah cukup membuktikan hasil dari kerja keras ini. tinggal sekarang R&D buat wahana pandu,. kita termasuk telat ato lambat dalam teknologi rudal ini. dalam hal ini harusnya kita bisa belajar dari negerinya inspektur vijay, belajar apa? belajar ttg keberanian mengeluarkan uang untuk dapat ilmu dari rusky ( ini hanya contoh) kenapa kita tidak mau keluarin duit?? entahlah….kita munggkin gak ada duit buat kerjasama dengan Rosoboronexport tapi Perusahaan swedia Saab yg paling getol menawarkan TOT kenapa gak di ambil aja tawarannya? entahlah (se minimal mungkin kita bisa bikin anti tank sekelas NLAW…) tapi semua kembali lagi kepada pemerintahnya sekeras apa dukungan pemerintah atas industri strategis seperti ini.

    • kata pakde joko : duitnya ada. tinggal kita mau kerja atau ndak.

      • kalo gak dapat pesangon khusus nonformal alias uang pelicin biasanya birokrat kita gak mau kerja. kalopun mau kerja ya ogah-ogahan gitu deh. makanya produk inhan gak ada yg TKDN 100%. kalo mandiri susah gelapin anggaran.

    • mankanya cari presiden yang orientasinya negarawan..jangan cuman orientasi bisnis…nanti kalo beneran perang dunia 3 baru dah pada kalang kabut….wakwakawk…sebagai rakyat biasa mending belajar aja cara bikin senjata..karena sewaktu2 suatu saat nanti kita juga yang akan bergerilya untuk NKRI

    • cara kerja rudal dah jelas .tinggal teknisi kita membikin modul elektroniknya jikalo teknisi kita tak mampu totlah

  18. Sipp

  19. Tunggu aja masbro…..Indah pada waktunya…..xixixi

  20. saya harap ini bukan sebatas propaganda buat nakutin Beer U.K. made in british

  21. menurut saya mah, teknologi radar dulu yang di genjot .. sama seperti Irak, kekuatan besar tapi radarnya lemah .. radar itu mata lapangan. kalau bisa deteksi srigala2 tomahawk bisa cepat di netralisir

    radar merupakan invesatasi besar namun sangat diperlukan, mengcover area dengan sistem radar bertumpuk berlapis dan saling terintegrasi memudahkan menentukan koordinat pasti jika dibandingkan menggunakan 1 radar, juga mampu melawan gerombolan target sehingga radar tidak overload. jika teknologi radar sudah dikuasai, baru bisa input dan membimbing rudal. kalau hanya menggunakan GPS atau GLONASS udah bukan barang baru untuk di jamming dan sulit menargetkan target yang bergerak

    sistem radar basis daratnya diperkuat untuk mentracking, melock dan membimbing awal– baru buat sistem radar portabel aktif dan pasif di misil dan bimbingan inersia

    • ini yang saya lihat dipakai RUS di suriah, begitu sistem radar berlapis dari sistem radar darat berlapis, radar laut berlapis dari kapal perang, sistem radar mortir, sistem sadap radio darat dan jamming untuk rudal panggul, diterapkan (dan pasti pasang S-300 dan 400). selesai sudah itu lapangan udara di tengah area konflik jauh dari rumah

  22. usul jikalo indonesia bilin rudal jangan sebatas diametr 17 cm 45 cm melain pula diamer 1 meter biar jelajahnya 500 km

    • bener bikin diameter roketnya yg 1meter paling paling total betat briket bahan bakar roket yg terdiri dari bubuk alumuniim dan kclo4 dan lem resin karet total beratnya 2ton tak mahal kan

 Leave a Reply