Apr 122017
 

TNI AD akan tampilkan helikopter Apache pada HUT TNI 5 Oktober 2017 (SAC Tim Laurence)

Makassar – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menyebutkan dua ancaman terhadap negara Indonesia yang tentunya harus diwaspadai dan diantisipasi setiap warga, khususnya para prajurit.

KSAD Jenderal TNI Mulyono di Makassar, 11/4/2017, mengatakan ancaman yang pertama terkait kondisi saat ini yakni negara berada pada situasi yang disebut proxy war, yang merupakan program atau sebuah upaya bagaimana suatu negara bisa menguasai bagian negara yang lain tanpa berperang.

“Untuk itu, para prajurit bertanggung jawab dan senantisasi monitor dan memantau terhadap hal-hal atau perkembangan perkembangan yang dapat menimbulkan stabilitas keamanan di wilayah NKRI,” katanya.

Terkait ancaman “proxy war”, kata dia, merupakan upaya yang begitu halus yang dilakukan negara lain untuk menguasai negara Indonesia.

Namun untuk upaya menguasai itu tidak atau bukan dengan cara berperang secara terbuka, tembak-menembak dan sebagainya. Namun untuk ancaman jenis ini yakni bagaimana upaya untuk melumpuhkan negara itu dengan menggunakan orang dalam.

“Seperti dengan cara menggunakan aktor-aktor lain. Misalnya negara A tidak menggunakan orangnya sendiri untuk mengancurkan negara B, melainkan merekrut orang dari negara B sendiri untuk mengacaukan situasi dan kondisi di negaranya tersebut,” ujar KSAD.

Untuk mengacaukan kondisi, dilakukan provokasi, dipengaruhi, dipanas-panasi termasuk dijadikan sebagai agen untuk merusak dari dalam.

Jika demikian, apa yang dilakukan itu merupakan rekayasa, musuhnya siapa tidak jelas termasuk pelakunya siapa juga tidak jelas namun pada akhirnya negara tersebut telah hancur.

“Makanya muncul provokator, radikalisme, dan sebagainya. Seolah-olah kita tidak dijajah padahal sebenarnya terjajah .Untuk itu kita harus hati-hati, jangan mudah terprovokasi, terpengaruhi praktek adu domba. Apalagi Indonesia itu memang rawan terjadi adu domba karena memang memiliki banyak suku, ras, adat, agama dan pulau,” tegasnya.

Sementara ancaman kedua yakni terkait energi. Untuk saat ini, menurut dia, kejadian di Timur Tengah itu merupakan salah satu kasus memperebutkan energi dari fosil.

Namun ke depan, energi fosil tentunya akan habis, jika demikian maka manusia akan beralih ke energi hayati yang didapatkan dari tumbuh-tumbuhan.

Menurut dia, jika tidak ada fosil maka akan beralih ke energi tumbuhan. jadi ke depan energi tumbuh-tumbuhan tidak hanya untuk dikonsumsi namun juga untuk energi sehingga jatah makanan akan berkurang dan menjadi rebutan.

“Untuk puluhan tahun ke depan, akan tumbuh hingga 12 miliar penduduk. Artinya akan banyak manusia yang membutuhkan makanan. Jika terjadi hal itu maka Indonesia sebagai negara yang kaya akan energi hayati tentu menjadi incaran untuk didatangi,” ujarnya.

Antara

Bagikan Artikel:

  39 Responses to “Ini Dia Ungkapan KSAD, Dua Ancaman Terhadap Indonesia”

  1. yes

  2. segera blokir situs dan konten konten radikal yg memancing SARA dan intoleran anti pancasila. karungin aja oknum2 penghianat bangsa secara senyap dan di bikin seolah2 kecelakaan / kriminal biasa. biar negara ini adem ayem gemah ripah loh jinawi.

  3. horreeee saya amankan dulu

  4. tes

  5. Betul sekali….apalagi cina pendudukx hampir 1 milyar pasti sngt membutuhkn SDA…

  6. Maka dari itu Pak,segeralah di siapkan kebutuhannya untuk menghadapi ancaman ancaman tersebut.

  7. Rezeki anak sholeh….111111111111111111111111….

  8. Duh kesalif…dapat gas elpiji

  9. Sekarang aja gencar2nya pak Proxynya, apalaagi orang dalam yg bs mempengaruhi oknum pemerintahan dan legilatif yg gak kuat iman dan nasinalismenya!

  10. Proxy sudah terjadi di NKRI, dan ada pihak2 yg mempengaruhi oknum2 dipemerintahan dan legislatif yg lemah iman dan nasionalismenya!

  11. waduh ladang jagungku gimana nih klu jadi rebutan..

  12. Sebenarnya musuhnya sama dari dulu..hanya cassingnya aja berganti2..dan sekarang bertambah yg memperebutkan NKRI…indonesia merupakan pasar yg menjanjikan utk suatu produk,tanah subur,masih banyak tempat kosong,hasil tambang ada,dan merupakan negara yg baru(masa transisi)belom ada karakter yg pasti,baru 72 tahun dari merdeka,anggap aja potong 10 tahun baru benar2 merdeka dari 1945,berarti penataan pastii baru tahun 1955,itu saja berjalannya tidak gampang,beda dengan mereka yg negaranya sudah terbentuk karakter ratusan tahun..beda lagi kalo suatu negara dengan orangnya yg sedikit..contoh singapore,..gampang diatur dan orangnya itu2 saja kalo orangnya sedikit..tapi kita unik,banyak perbedaan,agama,suku,karakter,pulau…hanya disatukan dengan kata “BHENEKA TUNGGAL IKA”…apa gak hebat..beda dichina….wajar kalo kompak rasnya sama..amerika juga multi,tapi dominan rasnya sama…russia sama juga..apalagi inggris..hahaah…kejahatan mereka sudah memasuki sistem kita,dan boneka2 itu akan terus ada,menurut saya solusinya satu untuk individu indonesia,..KEIMANAN…keimanan tidak mengenal perbedaan(agama,suku,dll).tapi akan membentuk suatu karakter…jika seorang individu akan terbentuk keimanannya,dan sekumpulan individu yg beriman telah mengisi suatu negara,otomatis negara tersebut terbentuk sebuah karakter,salah satu karakter seorang yg beriman MENCARI RIZKI YANG HALAL….coba diterapkan ini saja dulu…pasti akan menelurkan perilaku2 kebajikan..semoga Allah SWT selalu melindungi negri Indonesia sampai diakhir jaman…AAMIN…

  13. Kutipan Bung Karno ” Perang ku lebih mudah, karena menghadapi musuh bangsa lain, Tapi perangmu lebih sulit karena menghadapi Bangsa Sendiri”
    (CMIIW)

  14. Sudah terlihat skrg….di media sosial sudah bertebaran isu isu mengenai sara agama ras, saling menjelekan. Ayo jgn mudah terpropokasi apabila melihat berita di medsos jangan tanggapi.

    Sudah saatnya skrg indonesia harus swasembada pangan. Manfaatkan lahan2 yang masih kosong utk menanam padi, jagung dll….

 Leave a Reply