Mar 302017
 

Bangsawan Skotlandia (Duke of Hamilton 16) Alexander Douglas Hamilton membawa mahkota Skotlandia dalam pembukaan sidang Parlemen Skotlandia yang dihadiri Ratu Elizabeth II (The Scottish Parliament)

Edinburg – Parlemen Skotlandia pada 28/3/2017 melakukan pemungutan suara untuk menindaklanjuti usul Perdana Menteri Nicola Sturgeon tentang referendum kedua kemerdekaan pada akhir 2018 atau 2019, setelah persyaratan Inggris keluar dari Uni Eropa terpenuhi.

Pemungutan suara di Edinburg itu diharapkan memberikan Sturgeon mandat agar mendapatkan izin dari parlemen Inggris di London untuk menyiapkan penyelenggaraan referendum tersebut.

Skotlandia memilih menentang kemerdekaan pada referendum 2014. Namun, Sturgeon berpendapat bahwa keadaan kini berubah sejak Inggris secara keseluruhan meninggalkan Uni Eropa, sementara Skotlandia menginginkan tetap berada di kelompok tersebut.

Usul Sturgeon itu didukung 69 suara dan dan ditolak 59 suara di parlemen Skotlandia.

Reaksi Inggris

Pemerintah Inggris 28/3/2017 mengatakan tidak akan merundingkan usulan pemerintah Skotlandia untuk mengadakan referendum kedua kemerdekaan wilayah itu pada akhir 2018 atau awal 2019.

Sikap itu adalah tanggapan terhadap hasil pemungutan suara parlemen Skotlandia, yang dilakukan sebelumnya, atas usulan Perdana Menteri Nicola Sturgeon untuk mengadakan referendum kedua bagi kemerdekaan wilayahnya.

“Adalah menjadi perlakuan tidak adil bagi rakyat Skotlandia untuk meminta mereka membuat keputusan penting tanpa mengetahui informasi diperlukan mengenai hubungan masa depan Inggris dengan Eropa atau masa depan Skotlandia jika memerdekakan diri,” kata pemerintah Inggris.

Antara

  16 Responses to “Ini Jawaban Inggris Atas Usulan Referendum Kemerdekaan Skotlandia”

  1. Pertamax !!!! Kaosnya mn bung diego…muehehehe

  2. Wah ternyata majikan melon ini penjajah yg abadi yo,ngak nyangka aq…muehehehe

  3. Ayo dukung referendum…inggris jgn cm bs ngobok2 negara lain, kl negaramu sendiri yg mngalami gmn rasax..

  4. Demokrasi kebabalasan

  5. Tinggal menunggu perebutan kekuasaan tahta kerajaan Inggris pasti labil stabilitas ekonomi. & pilitiknya, tapi kapan ya?

  6. jadi inget film ” Braveheart ” nya Mel Gibson, pejuang kemerdekaan skotland tahun 1300-an yg mati usus nya diodol2 sama inggris, kepalanya ditanem di jembatan inggris gara2 dikhianatin bangsawan skotland sendiri…

  7. Itu lantainya kotak2 bikin puyeng…hebat Mama Eli wes tuwe masih tahan gak kliyengan apa…xixi

  8. saya mendukung skotland merdeka
    HAM mana Ham…(pasti inggris bakal gak setuju)

    taeklah linggis jangan ikut campur urusan negara lain makanya.

    ternyata linggis jg gak mau skotland merdeka. begitu juga dengan kami, kami masi ingin Papua tetap berada di Kesatuan Republik Indonesia. bukan emas yg saya sayangkan dari papua jika merdeka, tp perjuangan para pahlawan yg sudah berkorban nyawa akan menjadi sia sia jika papua merdeka. untuk memerdekakan papua, Indonesia yg berideologi demokrasi mau tak mau rela bekerjasama dengan soviet berpaham ideologi komunis. karena hanya sovietlah yg saat itu mampu memenuhi kebutuhan peralatan perang bagi tentara Indonesia tanpa ada campur tangan politik. ingatlah kedigdayaan KRI IRIAN dan para kru tempur.

  9. panitia referendum jangan dari inggris atau usa dsbgainya tp dari rusia yg netral. tengok referendum timtim dulu yg panitianya australi, usa. gak tahu panwasnya netral apa tidak. dahulu seingatku media gak ada yg live nayangin proses referendum kaya sekarang cuma diberitakan sebentar lngsung tau tau diumumkan timtim lepas saja. padahal gakada quick count per TPS. jd wajar jika kedepan ada referendum yg kedua.

 Leave a Reply