Dec 052014
 
Laksamana Pertama Harmin Sarana -- MTVN/Hardiat Dani Satria

Laksamana Pertama Harmin Sarana — MTVN/Hardiat Dani Satria

Metrotvnews.com, Jakarta: Laksamana Pertama (Purn) Harmin Sarana seorang Tiongkok yang sukses berkarir di TNI. Pria yang masuk TNI pada 1978 itu menilai, masyarakat kerap keliru melihat hubungan etnis Tionghoa dengan Kemiliteran.

TNI, kata Harmin, tidak mengenal diskriminasi. Ia merasa tidak pernah ada penguncilan dalam proses seleksi, pembinaan, sampai ia berpangkat bintang satu.

“Kalau kita tidak pernah mengeluh dan takut akan tugas,malah kita ambil tugas yang paling berat dan apabila tidak ada orang lain yang mau menolong, orang akan mengapresiasi dan tidak akan melihat warna kulit kita,” kata dia saat dalam peluncuran buku “Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran Sejak Nusantara Sampai Indonesia” di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014).

Saat berdinas di Marinir, Harmin merasakan persaudaraan yang begitu kuat dengan teman-temannya. Orang justru takjub melihat sosok Harmin yang mengenaikan seragam Marinir dan pistol di tangan.

“Saya datang ke Glodok, orang-orang pada melotot melihat saya, jadi sesuatu barang langka,” ujar Harmin.

Selain itu, Harmin juga memastikan tidak ada pandang bulu di proses seleksi TNI. Pasalnyam, Harmin sempat menjadi tim penerimaan pusat di Akabri. “Kata-kata ‘Kamu keturunan apa?’ tidak ada,” tegas Harmin.

Harmin juga mengaku tak pernah mengistimewakan sesama warga Tiongkok. Ia bahkan pernah menolak seorang pemuda Tiongkok lain. “Saya sendiri memutuskan dia tidak diterima. Karena dari segi kesehatan memang menurut saya tidak layak, bukan karena ras,” jelas Harmin.

Untuk itu, Harmin menghimbau masyarakat menghapuskan stigma negatif etnis Tiongkok dalam ranah militer. “Jadi saya sampaikan kepada Gema Inti, pemuda-pemuda Tionghoa, jangan punya rasa minder. Kita adalah Indonesia, kita bagian dari Indoensia. Buktikan Kita memang layak untuk aktif dalam kegiatan kemiliteran,” imbau Harmin.(Metrotvnews.com)

Bagikan Artikel :
 Posted by on December 5, 2014

  53 Responses to “Ini Kisah Putra Tiongkok sampai Jadi Laksamana TNI”

  1. Podo, ras Mongoloid

    • Siapapun anda, yang penting berguna bagi nusa dan bangsa berarti ” Adika Bhayangkari”.

      • Weleh salah, “Andika Bhayangkari”.

      • di daerah maja kab.majalengka sampai saat ini ras tsb blum ada yg masuk tinggal menetap di daerah maja …..karena ada kisah pilu masa penjajahan nenek2 kita………coba di telusuri bung indramayu gak jauh dari palimanan ke arah selatan……

        • paman sayapun ada yg pejuang,ada juga yg jadi knil,seperti suku ambon di jabar ini terkenal sebagai tentara knil,tetapi sebenarnnya orang jawa jauh2…. lebih banyak yg jadi tentara belanda,mayoritas knil dari suku jawa,dan pejuangpun sama dari suku jawa,cuma cap negatif mengarahnya pasti ke minoritas

      • tanpa diskriminasi setuju aja
        – jgn sampai aja mirip malai an sinapur penuh cina pejabatnya
        – bebas asal ada batas

  2. BHINEKA TUNGGAL IKA SEBAGAI LANDASAN MULTIKULTURALISME BANGSA INDONESIA

    Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Juga”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

    Jadi saya mohon dengan sangat kepada semua warajager untuk diskusi di warung jakarta greater atau warjag ini tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Landasan Ideologi kita adalah Pancasila.

    Salam Hangat

    • Multikulturalism, sesuatu yg rumit.
      Bung gue.., Bhinneka Tunggal Ika sdh seberapa dlm merasuk dlm sanubari insan Indonesia??
      Sebab dlm realita masih banyak cerita ttg pembedaan yg berlaku dan dilakukan scr sadar di msyrkt.
      Sebuah contoh simpel.., klo kita tanyakan kpd orgtua kita apakah mau mdpt menantu dr suku lain yg scr fisik bertolak belakang dgn kita maka jwbnnya kemungkinan besar adalah “kalo bisa cari yg lain sj”..bla..bla..blaaa..”

      Bgmn pndpt bung gue ttg hal tsb??
      Trims bung gue..

      Mohon dikritisi., jg bg rekan2 yg lain silakan mengkritisi dgn pedoman persatuan kesatuan bangsa..

      • Masyarakat harus mempunyai dasar dan tujuan, kalau masyarakat itu hendak berkembang dengan sehat. Haruslah ada persesuaian paham mengenai dasar dari masyarakat.

        Pada umumnya kehidupan sebagian besar masyarakat dipengaruhi oleh paham agama dan aliran-aliran filsafat yang terdapat dalam masyarakat itu. Hal ini menimbulkan perlbagai kepentingan-kepentingan dalam masyarakat, baik di lapangan sosial ekonomi maupun politik dan kebudayaan.

        Selain adanya persatuan bangsa haruslah juga ada persatuan pendirian bahwa kehidupan masyarakat harus didasarkan atas hukum dan moral dan ditujukan kepada kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

        Berdasar kenyataan diatas dan kehendak bersama untuk hidup sebagai satu bangsa serta tinggal dalam satu wilayah negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah negara maka dirumuskan pedoman dasar yang menjadi acuan dalam menciptakan kehidupan bersama yang harmonis dari segala perbedaan yang ada demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Pedoman tersebut sudah terwadahi dalam Pancasila sebagai landasan negara demi mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

        Kita Hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yg berlandaskan Pancasila , maka untuk kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara haruslah sesuai dengan landasan Ideologi kita.

        Memang itulah pentingnya kehidupan Berbangsa dan bernegara yg berlandaskan Pancasila ditanamkan sejak dini mulai anak2 kita sekolah sejak kecil.

        Memang di dlm masyarakat kita di dlm penerapan kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara berbeda dengan kehidupan di keluarga seperti hal yang sangat privasi individu atau keluarga dalam memilih jodoh, karena insyaallah orangtua kita memberikan pandangan dan pendapat yang terbaik untuk putra putrinya dalam memilih pasangan hidup putra putrinya kelak misal harus seiman atau keyakinannya sama dll.

      • Bung Petruk, mohon ijin rembug sedikit. Kalau saya melihatnya kita harus bisa membedakan antara preferensi dengan prasangka serta konteks.

        Preferensi yang berarti lebih memilih sesuatu berdasarkan pertimbangan tertentu adalah bersifat netral sedangkan prasangka adalah tidak menyukai sesuatu berdasarkan asumsi buruk dalam diri kita dan bersifat negatif

        Memilih sesuatu berdasarkan preferensi dalam konteks tertentu tidaklah salah misal dalam memilih jodoh. Konteksnya adalah masa depan pribadi dan keluarga besar, preferensi memilih berdasarkan suku agama ras tentu boleh saja karena itu merupakan persoalan lebih memilih yang mana. Yang tidak boleh adalah tidak memilih yang lain karena prasangka buruk terhadap suku tertentu, agama tertentu dan ras tertentu.

        Dalam konteks berbangsa bernegara preferensi dan prasangka tidak bisa mendapat tempat karena ranahnya bukan lagi ranah pribadi atau keluarga besar yang relatif sempit melainkan ranah publik yang luas dan beragam. Dalam konteks berbangsa bernegara, keyakinan individu (misal agama, preferensi suku) bisa jadi tidak hilang namun tidak boleh menjadi keyakinan institusi atau lembaga negara.

        Karena itu dalam konteks berbangsa bernegara toleransilah yang dikedepankan sehingga kita bisa saling membangun.

        • Maaf bung M4C., sebelumnya trimakasih atas urun rembugnya..
          Pemahaman sy atas pndpt anda adalah Toleransi utuh hny bs tjd dlm lembaga “formal”, tp blm bisa tjd scr utuh dlm keseharian yg nonformal.
          Apakah pemahaman sy ini sesuai dgn yg ingin anda sampaikan. Trims

      • kalo menurut pendapat saya, sebenarnya tujuan orang tua berkata seperti itu tentu saja memikirkan bagaimana kesatuan rumah tangga anaknya, simpel aja kesamaan nilai antar dua pasangan biasanya menjadi kunci kelanggengan dalam berumah, ya toh? begitu juga negara,apa ada yg meragukan kesatuan bangsa ini jika semua WN-nya etnisnya,agamanya, wajahnya sama, tapi hal itukan gak bisa dipaksakan untuk sebuah negara,sudah kodratnya RI lahir untuk menyatukan semua ratusan etnis dan agama yg sudah ada, nilai2 inilah yg terkandung dlm UUD dan pancasila. IMHO

        • Boleh bung banza!.., apakah maksudnya dgn kesamaan fisik dan nilai benar mjd jaminan keutuhan rt..(dlm pndngn ortu Maksudnya) krn perbedaan dm rt blm tentu mjd penyebab ketidak harmonisan .trimss

      • hmm…sya adalah contoh hasil rekayasa genetika wkwkw…istilah ilmiahnya kawin campur antara bokap yg seorang etnis tionghoa dan nyokap yg jawa tulen.tpi hasilnya bgus loh…he2.keluarga bokap bnykan beragama budha konghucu katholik n protestan,kluarga nyokap muslim.n banyakan berprofesi tni n polri.so bhineka tunggal ika bagi saya sdh dari kecil dijalani.meski waktu kecil suka di bilang cina loleng mati digoreng,bagi saya indonesia tetaplah rumah yg indah buat saya.tidak semua tionghoa itu buruk bgtupun sebaliknya.kerukunan umat beragama sangat indah di keluarga saya.stigma kristen itu buruk,islam itu buruk tdk berlaku buat saya.jngn benci agama tapi bencilah oknum yg merusak agama.klo mau rukun,singkirkan dalam pikiran bahwa agama lain itu buruk…yg sya liat di indonesia ya bgtu.kristen or katholik bgtu trauma melihat jihad,trutama jihad yg keliru,bgtupun sebaliknya.yg jelas sya merasa beruntung lahir di kluarga dengn multi ras dan agama,lebaran dirayakan bersama,natal dan tahun baru china pun dirayakan bersama….thats my NKRI.Jayalah negaraku!!!

  3. Ini adalah keadaan bangsa yang begitu membanggakan. Bangsa yang adil dan beradab, jangan menjadi bangsa yang rasis dan diskriminatif sulit akan maju sudah banyak contohnya.

  4. Apapun etnisnya Indonesia Bhineka Tunggal Ika..ujian pertamanya soal LCS..sikapnya kita tunggu krn ada Tiongkok yg mulai agresif disana..di tunggu sikap kita sebagai Big Brother Asean dng Kepentingan Nasional yg paling UTAMA..JAYA NKRI..

  5. limo

  6. Tidak perduli apa etnis dan agama anda. Mau siapapun anda Asalkan anda bekerja dgn giat, ulet dan sepenuh hati pasti hasilnya akan bagus dan berguna bagi bangsa dan masyarakat. Rakyat pasti akan mendukung anda. Bhineka Tunggal Ika!!!

  7. Semoga tidak berhenti hanya di militer saja. Saya harapkan banyak etnis Tiongkok yang berkarir di segala bidang, berbaurlah dengan suku bangsa yang lain bersama – sama memajukan NKRI!

  8. Tapi tak bisa dipungkiri di beberapa daerah ada oknum-oknum etnis tionghoa yang menunjukkan sikap eksklusifisme dan nepotisme dalam kehidupan bernegara, terutama dalam berbisnis. Bahkan beberapa ada yang enggan berbahasa Indonesia walau di tempat umum. Saya tidak menunjuk seluruh etnis tionghoa, tidak. Tetapi di beberapa daerah hal tsb terlihat sekali. Ditambah lagi dengan kesenjangan sosial dan maraknya sekolah sekolah swasta berbasis etnis yang memberikan gap diantara warganegara.

    Saya kira hal-hal tersebut sebaiknya dihindari, karena itu dapat memicu ketegangan antar etnis seperti juga yang terjadi di negara tetangga Malaysia. Saudaraku tionghoa, membaurlah dengan masyarakat sekitar, sekolahkan anak-anak kita di sekolah negeri. Kita ingat pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

    Salam hangat

    • Rhein@jk keberadaan etnis tionghoa di indonesia ini sdh di akui,mengapa bahasa menjadi masalah..bknkan bahasa mandarin/hokkian/tiociu/khek adlah bagian dari bahasa etnis tionghoa indonesia..sebagaimana bahasa suku2 lain yg ada di indonesia,mari kita mulai menerima perbedaan dari hal2 yg kecil saudaraku
      Freddy@anda tionghoa??? Ni hao…

    • bung freddy@jk anda bner tionghoa,mengapa anda mendeskreditkan etnis anda…aneh saja,artikel ini agak ngeri2 sedap rupanya

  9. Hadeuh kenapa kesini. Untuk bung Naufal

  10. noh.. ntu pemaen mahabareto sow pada aneh Sama negara kita.
    banyak suku,ras,agama,bahasa ma budaya tapi tetep satu.
    kagak seperti di negara nya, ada ras extrimis.

  11. ini yg gw suka betul bener yg di depan mata aja noh si …..

  12. Bhineka Tunggal ….?

  13. …sudah tiga hari ini.pokokx tiap pagi antara jam 10 ampe jam 11….pasti ada pesawat tempur yg terbang rendah di atas kota samarinda.jumlahx 2 pesawat.kyax yg satu sukhoi yg satux lgi sayapx itu laen dri yg laen….modelx kya delta gtu…..tampak jelas bnget….suarax itu bikin sakit kuping….ijin share aja bung.

  14. ada sedikit keliru dalam terminologi kata “tiongkok” dan “tionghoa”
    Tiongkok itu adalah negara yg berasal dr zhong hua ren ming gong he guo/zhong guo/the people republic of china,yg di indonesia selalu berganti seiring zaman,mulai dr republik rakjat tjina/republik rakyat tiongkok/republik rakyat china…
    Dan tionghoa itu adalah suku bangsa china yg diperantauan khususnya indonesia,krn dinegara lain tdk mengenal kata tionghoa selain “chinese”..
    Jd klo dikatakan “orang tiongkok”,berarti orang rrc bkn warga negara indonesia…tp klo dikatakan “org tionghoa” berarti lbh kpd warga negara indonesia keturunan china…
    seharusnya yg dimaksud di atas bkn orang tiongkok,tp orang tionghoa..maaf klo keliru,trima ksh

  15. Disaat Banyak negara lain sudah MAJU bagaimana terbang ke bulan, planet mars dan planet lain, di Indonesia msh sibuk dgn urusan SARA RASIS dan sejenisnya?????
    Mimpi kali ingin jd bangsa BESAR kalo msh bicara ttg SARA RASIS.
    ingat SARA RASIS adalah senjata pemusnah terbaik bikinan barat untuk INDONESIA selain HAMburger

  16. Dmn bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jangan sampai menggunting dlm lipatan, seperti perilaku para chinese dimalaysia.

  17. artikel isu sensitif untuk dibahas ya…

  18. @bung frans apa judulnya harus diganti jadi putra tionghoa

  19. Indonesia indah banget brooo..ga ada negara lain kaya indonesiaa brooo..

  20. yup.. benar bung ! Judul diatas menurut saya salah. yg benar sprt bung katakan. Putra tionghoa.
    Salam.. 😉

  21. Saya sedikit bingung, Pati Marinir setahu saya sebutannya jenderal bukan laksamana. Di artikel beliau disebut Laksamana Pertama.

  22. DI INDONESIA SAAT INI BILA KITA MENGKOTAK-KOTAKAN BERDASARKAN RAS, SUKU, AGAMA DST…..BERARTI MUNDUR PULUHAN TAHUN CARA BERPIKIR & BERSIKAP, MENGAPA ?…TAHUN 1945, PARA PENDIRI BANGSA INI, SOEKARNO, HATTA, M. YAMIN, KH HASYIM ASHARI, KH. AHMAD DAHLAN, KH. AGUS SALIM DLL…SEPAKAT INDONESIA DIBANGUN DARI BERMACAM2 SUKU, RAS, AGAMA DLL, BHINNEKA….MAKA SELAMA MENGAKUI SGB WNI, SETIA PADA PANCASILA & UUD 1945….KITA ADALAH “BHINNEKA TUNGGAL IKA”….KITA BERBEDA TETAPI SATU…INDONESIA, MERDEKA !…

  23. Di hadapan Allah, manusia tidak akan di tanya2 tentang suku bangsa dan keturunan

  24. senang melihat komen2 yang semakin dewasa di jkgr.. Salam hormat semua.. Saya juga mutant kok.. Xixixi ibu saya bali dan ayah saya madura..,

 Leave a Reply