Ini Konsekuensi Jika Aliansi Militer China-Rusia Terbentuk

Latihan perang Kavkaz 2020 di Rusia (@ Russian MoD)

Moskow, Jakartagreater.com  –  Presiden Rusia Vladimir Putin berspekulasi pada 22-10-2020, bahwa aliansi militer antara Moskow dan China dimungkinkan, meskipun kedua pihak “secara umum” tidak membutuhkannya.

Penandatanganan aliansi militer formal dengan China tidak akan praktis bagi Rusia, itu akan mengikat tangan Rusia dan memaksa mitra tradisional Rusia lainnya, India pada khususnya, untuk bekerja sama lebih dekat dengan AS, ujar direktur Carnegie Moscow Center Dmitry Trenin, dirilis TASS pada Jumat 30-10-2020.

“Rusia tidak perlu melakukan aliansi militer formal dengan China melawan Amerika Serikat sekarang. Persatuan seperti itu akan mengikat kedua pihak, dan akan menakuti para tetangga, khususnya India, yang akan dipaksa untuk meninggalkan kemitraan dengan Rusia dan bekerja sama lebih dekat, dengan AS,” ujar Trenin.

Selain itu, aliansi formal akan menimbulkan pertanyaan tentang hierarki dalam struktur sekutu.

Menurut ahli, aliansi militer Rusia dan China yang sebenarnya hanya akan dimungkinkan jika AS menyerang kedua negara pada saat yang bersamaan.

“Ada kemungkinan untuk berspekulasi bahwa, jika ada kasus agresi (militer) AS terhadap Rusia, maka China yang mendukung Rusia secara politik, akan menahan diri untuk tidak ambil bagian dalam perang. Menurut pendapat saya, hal yang sama akan terjadi jika ada bentrokan militer antara AS dan China, yang tampaknya menjadi semakin mungkin, “kata ahli tersebut.

Pada 22 Oktober 2020, Presiden Rusia Vladimir Putin berspekulasi bahwa aliansi militer antara Moskow dan China dimungkinkan, meskipun kedua belah pihak “secara umum” tidak membutuhkannya.

Menurut presiden Putin, hubungan militer antara Rusia dan China memungkinkan untuk mengadakan latihan darat dan laut secara teratur serta bertukar teknologi dan praktik terbaik dalam pembangunan militer.

Tinggalkan komentar