Des 122018
 

Sepasang jet tempur ringan (LCA) Tejas buatan India © Rana via HAL India

JakartaGreater.com – Pada tanggal 26 Oktober, Kementerian Pertahanan (MoD) dan Angkatan Udara India (IAF) menyaksikan saat Hindustan Aeronautics (HAL) teken kontrak dengan Israel Aerospace Industries (IAI), untuk menghadirkan Tejas secara terbatas dalam armada masa depan IAF, seperti dilansir dari Business Standard pada hari Senin.

Kontrak yang ditandatangani tersebut adalah untuk sistem avionik utama yang akan menentukan kemampuan tempur Tejas upgrade, yang disebut Tejas Mk-1A. Pertama adalah radar AESA ELM-2052, yang dikembangkan oleh anak perusahaan IAI, Elta Systems. Yang kedua adalah sistem penanggulangan electronika (EW) juga buatan Elta Systems.

Dengan integrasi radar ELM-2052 maka dipastikan jet tempur Tejas Mk-1A tak akan pernah membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor. MBDA, konsorsium Eropa yang membangun rudal Meteor ini telah berulang kali mengatakan kepada IAF bahwa rudal tersebut hanya akan cocok dengan pesawat tempur yang dilengkapi radar udara buatan Eropa.

Dan dengan memilih radar AESA buatan Elta Systems tersebut maka jangan berharap IAF akan membeli LCA Tejas Mark 1A dalam jumlah yang signifikan.

Rudal udara-ke-udara (AAM) jarak jauh MBDA Meteor © ILA-boy via Wikimedia Commons

Kenapa harus Meteor?

IAF telah memesan 40 jet tempur ringan Tejas Mk-1 saat ini, akan tetapi mereka yakin bahwa radar dan rudal Israel tidak akan mampu pertempuran yang menentukan bagi mereka.

Pada bulan September 2015, IAF, HAL dan MoD telah menyetujui spesifikasi untuk versi upgrade baru yang disebut Tejas Mk-1A, dengan 5 perbaikan spesifik, termasuk radar AESA dan rudal Meteor. Desember lalu, Departemen Pertahanan menyetujui pembelian 83 unit pejuang Tejas Mk-1A lebih dari $ 4,5 miliar.

Rudal BVR Meteor buatan MBDA memiliki kemampuan yang tidak tertandingi untuk melibatkan pejuang musuh dari jarak 200-250 km, jauh sebelum jet tempur musuh dapat menembakkan misil mereka sendiri.

Untuk menembak jet tempur musuh pada jarak yang lebih dekat, IAF menginginkan Tejas Mk-1A untuk dilengkapi rudal ASRAAM milik MBDA. Pada tahun 2017, IAF telah mengeluarkan permintaan resmi bahwa Tejas Mark 1A harus memiliki Meteor dan ASRAAM.

Jet tempur Dassault Rafale Prancis sukses luncurkan rudal Meteor © DGA

Mengapa harus radar Eropa?

Sepanjang tahun ini, IAF telah mengetahui bahwa MBDA akan memungkinkan rudal Meteor diintegrasikan hanya dengan radar AESA buatan Eropa. Tapi, IAF tetap diam sementara proses tender HAL menghasilkan pemilihan radar AESA ELM-2052 Israel dan menolak dua radar AESA buatan Eropa yang ditawarkan oleh perusahaan Thales Prancis dan perusahaan Saab Swedia.

Radar Thales dan rudal Meteor telah sukses diintegrasikan ke dalam pesawat tempur Dassault Rafale, yang dikagumi IAF. Demikian juga, rudal Meteor sudah terintegrasi dengan radar AESA Saab pada jet tempur Gripen E.

Dalam menjelaskan kepada IAF bahwa pilihan radar Israel berarti mengesampingkan Meteor, MBDA telah menulis lima surat kepada IAF tahun ini, menjelaskan mengapa mereka hanya akan mengintegrasikan Meteor dengan radar Eropa.

Sebuah rudal BVR seperti Meteor harus terintegrasi secara erat dengan radar pesawat tempur. Pada saat rudal ditembakkan, pencari (seeker) terintegrasinya tidak dapat mengunci target yang terlalu jauh.

Jet tempur Gripen E Swedia dilengkapi rudal Meteor © Saab Group

Selama periode awal penerbangan rudal, radar pesawat melacak pejuang musuh dan mengirimkan petunjuk arah kepada rudal melalui tautan data dua arah. Hanya ketika Meteor mencapai jarak beberapa puluh kilometer dari pesawat musuh, seeker dapat diaktifkan dan melesat menuju target. Mengingat hubungan erat rudal dengan radar, ada kebutuhan untuk integrasi mendalam dan pembagian kode sumber (source code).

Dalam surat-suratnya kepada IAF, MBDA bahkan telah menyebutkan kekhawatiran keamanan teknologi bila mengintegrasikan rudal Meteor dengan radar Israel akan membahayakan source code dan teknologi rahasia.

Mengesampingkan kemungkinan apa pun dari perusahaan Israel yang melaksanakan integrasi Meteor pada radar ELM-2052, MBDA dengan tegas menyatakan: “Tidak ada mode integrasi lain yang mungkin dan setiap saran dari pihak ketiga merupakan info yang tak akurat”.

Bagikan:

  6 Responses to “Ini Risiko Tejas Mk-1A Pakai Radar Israel”

  1.  

    Nah lohh…la terus piye….

  2.  

    Kasian angkatan udaranya…

  3.  

    diam2 nanti isroil jg bs bikin mbda sendiri nih

  4.  

    Pemerintah India, Dephan dgn AU India tidak sinergi.
    Efek berantai mungkin terjadi di internal indihe.

  5.  

    Item tidak dijual terpisah.