Des 062018
 

doc. Missile launch from Pacific Missile Range.Β commons wikipedia.org

Moskow, Jakartagreater.com Β –Β  Negara-negara yang menjadi tuan rumah sistem Rudal AS akan menjadi target bagi Rusia dalam perkara penarikan AS dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), ujar Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov pada briefing untuk militer asing pada hari Rabu 5-12-2018, dirilis TASS, pada Rabu 5-12-2018

“Mempertimbangkan bahwa perwakilan resmi dari dinas militer asing berada di tempat pertemuan, saya ingin mengirim pesan kepada pimpinan Anda bahwa jika Perjanjian INF dilanggar, kami tidak akan membiarkan ini tidak terjawab,” kata Gerasimov.

“Sebagai profesional militer, Anda harus memahami bahwa bukan wilayah AS, tetapi negara-negara yang menjadi tuan rumah sistem AS dengan Rudal jarak menengah dan jarak pendek akan menjadi target bagi langkah-langkah pembalasan Rusia,” kata Gerasimov.

Menurut Gerasimov, pernyataan Trump tentang rencana AS untuk meninggalkan perjanjian kontrol senjata akan berdampak negatif terhadap stabilitas strategis global. “Kami memandang ini sebagai langkah yang sangat berbahaya, yang dapat secara negatif mempengaruhi keamanan Eropa dan stabilitas strategis secara umum,” Gerasimov menekankan.

Jenderal ini mencatat bahwa AS menempatkan tanggung jawab untuk melanggar Perjanjian INF di bahu Rusia, tetapi situasi sebenarnya berbeda. “Tuduhan terhadap Rusia adalah upaya untuk menyamarkan situasi yang sebenarnya.”

Situasi sebenarnya adalah bahwa sejak tahun 2000 Rusia telah meminta Washington untuk menghentikan praktik penggunaan target-missiles, mensimulasikan rudal balistik jarak menengah dan pendek ketika menguji sistem rudal anti-balistik, yang dilarang oleh perjanjian itu (INF Treaty), “Gerasimov menjelaskan.

Sistem peluncuran vertikal MK 41 AS yang dikerahkan ke Rumania dan Polandia dapat meluncurkan Rudal jelajah tingkat menengah, apa yang merupakan “pelanggaran langsung” dari komitmen di bawah Perjanjian INF, katanya.

Pada akhir Oktober 2018, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan menarik diri dari Perjanjian INF karena Rusia diduga telah melanggar itu. Kesepakatan INF dibuat pada 8 Desember 1987, dan mulai berlaku pada tanggal 1 Juni 1988.

Ini berlaku untuk rudal darat yang ditempatkan dan tidak ditempatkan di jarak menengah (1.000-5.000 kilometer) dan jangkauan yang lebih pendek (500-1.000 kilometer). Dalam beberapa tahun terakhir, Washington telah berulang kali menuduh Rusia melanggar perjanjian itu. Moskow sangat menepis tuduhan dan menyuarakan tuntutan balasannya sendiri terhadap ketidakpatuhan Washington.

Bagikan:

  17 Responses to “Ini yang Terjadi, Jika AS Tarik Diri dari Kesepakatan Nuklir”

  1.  

    Kalo perjanjiannya dirasa sudah tidak terlalu menguntungkan bagi asyu….mending cabut.

  2.  

    EROPA yang dijadikan basis rudal USA akan menjadi target rudal ICBM berkemampuan NUKLIR menegah milik RUSIA…… bila perjanjian INF benar2 di tarik oleh USA dan RUSIA mungkin saja GERMAN, FRNCS, BRITISH tak luput dari kiamat nuklir

    •  

      Lucu, justru rudal nuklir jarak menengah lah yg paling berbahaya karena dg kecepatan hipersonik, peringatan dini takkan berguna dan sistem hanud berlapis takkan siap melindungi. Kalo soal senjata rudal jarak menengah justru Rusia dan China yg mengembangkan lebih banyak.

  3.  

    perjanjiannya kan sama uni sovyet…. rusiyah siapa ya πŸ˜† kgk dianggap…..

  4.  

    Tgl ditunggu aja ww3 saling lempar nuke sesama negara pemiliknya dan imbasnya kedunia juga.

 Leave a Reply