Sep 102018
 

Ilustrasi wujud dari jet pencegat siluman, MiG-41 Rusia © Alexander Yartsev via South Front

JakartaGreater.com – Jet pencegat tempur supersonik MiG-31 Rusia yang telah dikembangkan pada tahun 1970-an dan memasuki dalam layanan Angkatan Udara Rusia (Uni Soviet – dulu) pada tahun 1980-an,  akan segera diganti oleh penerusnya, menurut South Front.

Peran pencegat tempur MiG-31 Rusia adalah deteksi dan penghancuran rudal balistik, rudal jelajah, berbagai pesawat, mulai dari UAV terbang rendah hingga satelit di orbit rendah.

Meskipun pencegat supersonik dikembangkan lebih dari 40 tahun lalu dan merupakan pesawat tempur generasi ke-4, namun persenjataanya diduga mampu menyerang pejuang generasi ke-5 Amerika, termasuk F-35. Jet tempur MiG-31 dapat menembak jatuh target udara dengan kecepatan hingga 5 mach, yang dapat terdeteksi pada jarak 280 kilometer, berkat radar array bertahap, yang tidak dimiliki satu pesawat pun di awal abad ini.

Interceptor (pencegat) membawa antara 5 – 9 ton muatan dalam gudang persenjataan termasuk berbagai jenis amunisi rudal jarak jauh, yang mampu menyerang sendiri, tanpa memerlukan penanda target eksternal.

Jet pencegat tempur supersonik, MiG-31K Angkatan Udara Rusia membawa rudal jelajah Kinzhal © Alexander Kazakov via Izvestia

MiG-31 yang disebut NATO sebagai Foxhound itu dapat berperan sebagai pos komando terbang, kecanggihan upgrade varian “I” pada MiG-31I (Ishim) digadang mampu melihat satelit berukuran kecil dengan berat maksimum 160 kg pada ketinggian hingga 600 Km.

Pada awal tahun 2017, wakil presiden United Aircraft Corporation (UAC) Rusia, Sergei Korotkov mengatakan kepada para wartawan bahwa pengembangan pesawat pencegat MiG-41 berlanjut.

Menurut dia, itu akan menjadi mesin generasi baru, yang akan menggantikan jet tempur interseptor MiG-31 Foxhound. Korotkov juga menyebutkan bahwa perancang Biro Desain Khusus Mikoyan serta perwakilan perusahaan pertahanan lain turut ambil bagian dalam penciptaan jet pencegat tempur baru.

Sebelumnya, komandan Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev mendapatkan informasi tentang sebuah proyek Advanced Aviation Complex, Long-Range Interception (AAC-LI) dari MiG-41.

Ilustrasi sepasang jet pencegat siluman MiG-41 Rusia beraksi © Alexander Yartsev via South Front

Bondarev menyatakan bahwa pengembangan jet pencegat tempur baru tersebut secara aktif sedang dikejar dalam penelitian ilmiah, dan pada tahun 2017 diharapkan memulai pengerjaan prototipe. Komandan Angkatan Udara Rusia mengatakan kepada wartawan bahwa pengenalan pesawat terbang ke dalam layanan direncanakan tahun 2025.

Sejauh ini, hampir tidak ada yang tahu tentang mesin ini, kita tidak tahu karakteristik atau rincian penampilan eksternal dari pesawat ini. Hanya ada sketsa dari prototipe yang tersedia secara online. Kami hanya dapat berspekulasi tentang kisaran dan karakteristik kecepatan.

Untuk membuat konsep mesin, seseorang harus memahami tugas-tugas apa yang akan dilakukan jet pencegat tempur baru dan sistem persenjatan yang akan diusungnya.

Kemungkinan besar pesawat tersebut akan diuji pada tahun 2020, sementara itu MiG-31 masih berhasil mengatasi tugas-tugasnya saat ini dan tidak akan menjadi usang sebelum awal 2030-an.

Jet tempur siluman Su-57 buatan Rusia © Kemhan Rusia

Jet tempur generasi kelima baru yang dikembangkan secara terpisah dari proyek AAC-LI adalah T-50, sekarang dikenal sebagai Sukhoi Su-57, itu bukanlah pesaingnya dan akan memenuhi tugas yang sama sekali berbeda.

Memiliki kemampuan manuver yang tinggi atau pencegat siluman taktis untuk MiG-41 sebenarnya tidaklah benar-benar diperlukan, namun kecepatan dan ketinggian ultra-tinggi. Pada dasarnya senjata baru dan radar on-board yang ditingkatkan adalah yang paling dibutuhkan untuk menghancurkan target ultra-cepat di ketinggian tinggi.

Jika ditarik secara paralel dari MiG-31 Foxhound, maka tampilan pejuang akan berubah menjadi pencegat siluman yang lebih besar. Peralatan perang bisa ditempatkan di dalam. Kanon kemungkinan besar akan dibuang, sebab menjadi tidak efektif untuk pesawat ini.

Salah satu ancaman besar bagi Rusia di masa mendatang kemungkinan adalah pesawat hipersonik militer, yang saat ini sedang aktif dikembangkan di Amerika Serikat. Proyek pesawat hipersonik Boeing X-51 Waverider,yang dikembangkan untuk strategi “Prompt Global Strike”, dapat digunakan sebagai contoh.

X-51 Waverider, konsep pesawat hipersonik buatan Boeing © USAF via Wikimedia Commons

Kecepatannya, menurut lembar fakta bisa mencapai 6.000 – 7.000 km per jam. Sistem persenjataan seperti itu mampu menjadi ancaman strategis, karena itu tak memerlukan hulu ledak nuklir. Misil jenis ini dapat menyerang target musuh karena energi kinetiknya yang luar biasa. Kecepatan terbang yang sangat besar membuat intersepsi target semacam itu cukup menakutkan.

Namun, kemampuan rudal X-51 Waverider buatan Boeing itu masih kalah sakti dengan Kh-47M2 Kinzhal, rudal jelajah jarak ekstra jauh ini dapat menjangkau hingga 2.000 km lebih serta memiliki kecepatan 10 mach. Kinzhal juga memiliki kemampuan nuklir. Saat ini Rusia mulai mengintegrasikan Kinzhal pada jet pencegat tempur MiG-31K.

Selain itu, rudal baru RVV-BD buatan Rusia sedang dikembangkan berbasis rudal udara-ke-udara jarak jauh R-37, dengan sistem pendorong roket propelan padat ganda memiliki jangkauan hingga 300 km. Fitur yang khas adalah kepala aktif homing, sistem kendali inersia presisi tinggi menggunakan gyro-laser, garis kontrol radio yang memungkinkan pesawat untuk memperbaiki koordinat target dengan tujuan untuk mengalahkan musuh dari jangkauan maksimum.

Rudal udara-ke-udara jarak jauh KS-172 “AWACS Killer” buatan Rusia © South Front

Selain rudal ini, rudal udara-ke-udara jarak jauh KS-172 dikembangkan. Basis dari rudal itu diambil dari rudal 9M83 yang telah terbukti dari sistem pertahanan udara berbasis darat S-300V.

Meskipun kecepatan sasaran yang ditargetkan untuk rudal tersebut adalah 3,3 mach, tapi keunggulannya adalah jarak jauh, karena bisa menghantam sasaran sejauh 400km dan bisa menangani hingga 12 target.

Pada pertengahan 80-an, Uni Soviet sedang mengembangkan dan bereksperimen dengan modifikasi “D” dari jet pencegat tempur Mig-31, yang dipersenjatai rudal anti-satelit yang kompleks, yakni 79M6 Contact, namun tidak jadi diadopsi, karena ketegangan dunia telah mereda dan Moskow mencapai kesepakatan dengan Washington untuk menutup program tersebut.

Amerika Serikat ketakutan dengan perkembangan terbaru Soviet dalam sistem tersebut sehingga sebagai imbalan pembatalan program MiG-31D, sistem yang sama ASM-135 ASAT (Air Launched Anti-Satellite) buatan AS hanya diuji dan tidak digunakan.

Rudal anti satelit ASM-135 ASAT buatan AS © Lorax via Wikimedia Commons

Mengingat fakta bahwa Amerika Serikat saat ini dapat mengesampingkan komitmen sebelumnya, Federasi Rusia pun dapat melanjutkan pengembangan senjata jenis ini berdasarkan pada basis dan fundamental teknologi baru.

Berbagi

  36 Responses to “Inikah Proyek Pencegat Siluman MiG-41 Rusia?”

  1.  

    MiG-31 yang disebut NATO sebagai Foxhound itu dapat berperan sebagai pos komando terbang, kecanggihan upgrade varian “I” pada MiG-31I (Ishim) digadang mampu melihat satelit berukuran kecil dengan berat maksimum 160 kg pada ketinggian hingga 600 Km.

    Busyet, beneran itu 600 km bisa kliatan?

    •  

      Ane rasa sih enggak, yg bisa lihat hingga jarak sejauh itu atau lebih hanya radar darat Rusia aja. Radar darat Rusia emang bisa mendeteksi obyek hingga seluas 10m² di orbit rendah. Jadi Mig-31 hanya akan dipandu oleh radar daratnya ke titik sasaran peluncuran dan rudalnya akan dipandu oleh radar darat.

      Kenapa bukan Mig-31?? Ane rasa Mig-31 gak akan punya radar dg jangkauan sejauh 600 km atau lebih. Buktinya aja, radar pesawat AWACS Rusia aja gak lebih jauh dari 450 km jangkauan deteksinya. Masak iya jangkauan radar pespurnya bisa lebih jauh dari AWACSnya. Harusnya kan radar AWACS Rusia yg lebih jauh karena badannya bisa bawa radar sekuat itu ditubuhnya.

    •  

      Tapi yg penting disain bentuk mig 41 bukan seperti gambar diatas & mesinnya mungkin akan menggunakan komponen baru
      😆

    •  

      yang dimaksud melihat objek sampai sejauh 600 km itu pakai radar atau pakai optic elektronik?

      kalau pakai radar…. rusia mampu melakukannya. sebab radar iribis e yang terpasang si SU35 aja sapmai 450 km utk objeck 3m. jauh melebihi yang ada di barat ( maks 200km) maupun cina.

      Mungkin karena mig 31 yang ini dibuat secara khusus hanya unruk rusia saja. sedangkan su35 kan untuk pengguna seluruh dunia.

  2.  

    Anti petir kgk ini pesawat…..pasti kagak….

    Kaya f-35 dong, sudah ada sistem imun jika tersambar petir…..

  3.  

    Amerika bakal tambah merana

    😎 huehuehue

  4.  

    Ane rasa konsep jet pejuang ini masih lama.menurut ane yg mengerikan & sudah aktif layanan itu SU-30MK dgn rudal AGM brahmos-nya.belum ada satupun didunia ini yg setara.AS sudah sepatutnya berpikir 2x untuk menetralisir keadaan ini.

  5.  

    Emang Mig pesawat legend

    •  

      Yg legend itu mig 25 & sempat membuat amerika & sekutunya cemas besar mengenai kehadiran mig 25 diperang dingin, oleh karna itu intilejend amerika & sekutunya berantusias utk mengetahui teknologi mig 25 sovyet dgn cara mengiming imingi pilot mig 25 viktor belenko utk mmbelot ke amerika & sekutunya & rencana itu terjadi 6 S 1976 viktor belenko mmbelot, setelah mrk mengetahui teknologi mig 25 tersebut? Mrk mengatakan mig 25 bukanlah spesialis pesawat tempur yg sangat besar dicemaskan amerika & barat,

      namun demikian? Mig 25 sudah pernah menembak jatuh f16 & f18 diperang irak yg dipiloti pilot irak & f15 juga ditembak jatuh tapi menggunakan rudal permukaan ke udara yg dipancing pilot irak utk mnjdi target rudal permukaan ke udara yg pada saat itu armada tempur irak lg ompong

      Nah begitulah amerika & sekutunya jika ingin mengetahui teknologi sovyet yg mmbuat mrk cemas, ngampret juga mau
      😆

  6.  

    MIG merupakan legenda….tapi sayang….sparepartnya terbatas….

 Leave a Reply