Mar 132019
 

Sistem otonom bawah laut Echo Voyager © Boeing

JakartaGreater.com – Angkatan Laut AS telah memesan empat kapal selam robot raksasa dari Boeing, yang secara potensial berpotensi sebagai upaya untuk mengerahkan sejumlah besar kapal bawah laut nirawak bersama kapal selam tradisional berawak, sepreti dilansir dari laman National Interest.

Pembelian oleh Angkatan Laut AS senilai $ 43 juta dolar untuk 4 unit robot Orca Extra Large Unmanned Undersea Vehicle, atau XLUUV, muncul ketika armada berjuang untuk membangun cukup banyak kapal selam baru untuk menggantikan kapal-kapal yang lebih tua yang mengalami dekomisioning ketika inti nuklir mereka aus.

“Boeing mendasarkan desain Orca XLUUV pemenangnya pada Echo Voyager, kapal selam diesel-listrik tanpa awak”, kata Ben Werner menjelaskan di USNI News. “Kapal selam yang panjangnya 51 kaki diluncurkan dari dermaga dan dapat beroperasi secara mandiri sambil berlayar hingga 6.500 mil laut tanpa terhubung ke kapal induk berawak, menurut sumber Angkatan Laut”, kata Werner.

“Akhirnya, Angkatan Laut AS juga bisa menggunakan XLUUV Orca untuk penanggulangan ranjau, perang anti-kapal selam, perang anti-permukaan, peperangan elektronika dan misi serangan darat”, menurut garis besar pengembangan kemampuan sistem Angkatan Laut.

Orca menampilkan desain arsitektur terbuka. Sub robotiknya akan menjadi modular dalam konstruksi dengan kendaraan inti yang memberikannya panduan dan kontrol, navigasi, otonomi, kesadaran situasional, komunikasi inti, distribusi daya, energi dan daya, tenaga penggerak dan manuver dan sensor misi”, kata majalah Seapower mengutip pernyataan Angkatan Laut AS.

Orca Extra Large Unmanned Undersea Vehicles (XLUUV) © Boeing

“XLUUV Orca akan memiliki antarmuka yang terdefinisi dengan baik yang mana berpotensi mengimplementasikan upgrade yang hemat biaya dalam peningkatan di masa depan untuk meningkatkan kemajuan teknologi dan menanggapi perubahan ancaman”, tulisnya.

Orca bisa membantu mengisi celah terbuka pada armada kapal selam Amerika. Pada bulan Desember 2016, Angkatan Laut AS mengumumkan dibutuhkan 66 kapal selam bertenaga nuklir, atau SSN, untuk memenuhi kebutuhan komando regional. Tetapi pada awal 2019 hanya memiliki 51 unit kapal selam serangan.

Angkatan Laut AS dalam beberapa tahun terakhir telah membeli kapal selam kelas Virginia baru dengan laju dua unit per tahun, berharap untuk mengurangi kekurangan kapal selam serangan selama pertengahan 2020-an. Tetapi kekuatan kapal selam serangan masih bisa turun ke level terendah 42 unit pada tahun 2028 karena kapal selam kelas Los Angeles tua meninggalkan armada dalam jumlah besar.

“Di mana kita duduk hari ini, kita tidak bisa membangun kapal dan mengirimkannya pada waktunya untuk mengisi penurunan itu”, Wakil Laksamana Bill Merz, wakil kepala operasi angkatan laut, mengatakan kepada para senator AS.

Kapal selam serangan bertenaga nuklir dari kelas Virginia, USS Delaware (SSN 791) © Huntington Ingalls Industries

Sementara kapal selam Amerika lebih canggih daripada sebagian besar kapal selam milik armada saingan, seperti Rusia dan China, mungkin ada terlalu sedikit kapal AS untuk dapat dan dengan cepat menanggapi invasi China ke Taiwan.

Baru-baru ini pada 2013, Angkatan Laut AS dapat mengerahkan dalam waktu singkat tidak lebih dari delapan kapal selam serangan ke Pasifik barat, menurut Laksamana Cecil Haney, yang saat itu menjabat komandan kapal selam Armada Pasifik.

Selain itu, kapal selam Angkatan Laut AS rata-rata memiliki panjang sekitar 400 kaki dan berbobot sekitar 6.000 ton, membuatnya terlalu besar untuk beroperasi di perairan yang dangkal dan padat seperti di Selat Taiwan.

Pada awal tahun 2019, China memiliki sekitar 50 kapal selam bertenaga diesel, atau SSK, dan 6 kapal selam bertenaga nuklir dan berada di jalur untuk menambah beberapa kapal selam pada tahun 2020, menurut laporan Badan Intelijen Pertahanan AS pada Februari 2019.

Angkatan Laut PLA memiliki 17 unit kapal selam kelas Yuan terbaru dengan propulsi udara mandiri atau AIP. Kapal selam kelas Yuan panjangnya sekitar 250 kaki dan berbobot sekitar 2.500 ton.

Kapal selam serangan kelas Yuan (Type 039A)

“Bisa dibayangkan bahwa seorang kapten kapal selam Angkatan Laut PLA yang mahir bisa mengambil keuntungan dari rancangan kelas Yuan dan memadukan SSK ke saluran yang sulit diakses atau fitur maritim dan dengan demikian memaksa SSN berteknologi tinggi untuk berperang di medan yang tidak menguntungkan yang tanda tangan dan geografinya disukai pasukan bertahan”, kata Henry Holst dalam esai untuk USNI News.

Orca bahkan lebih kecil dari kelas Yuan. Dengan asumsi bahwa Angkatan Laut AS dapat memperbaiki sistem komando dan kontrol di kapal robot, kecerdasan buatan, sensor dan senjata, secara teori Orca bisa menjadi pejuang air dangkal yang mampu.

Bukan kebetulan, Angkatan Laut AS juga sedang mengincar kapal robot untuk mendukung armada permukaan. Selain lebih murah untuk dibangun daripada kapal saat ini dan dapat dihabiskan, kapal perang permukaan tak berawak dapat membantu Angkatan Laut tumbuh dengan cepat dan memungkinkan armada mengembangkan taktik baru untuk melawan musuh berteknologi tinggi.

“Bagian bernilai memiliki kendaraan permukaan nirawak adalah Anda bisa mendapatkan kapasitas dengan biaya lebih rendah”, tutur Laksamana Muda John Neagley, eksekutif Angkatan Laut AS untuk kapal perang nirawak dan kecil, kepada Breaking Defense.

Hal yang sama berlaku untuk armada bawah laut.

  21 Responses to “Inilah Orca, Robot Kapal Selam Buatan Boeing”

  1.  

    Tak perlu takut dg torpedo nuklir poseidon Rusia, USA pub juga bisa pake Orca untuk dipersenjatai dg nuklir. Jarak 6500 mil udah cukup untuk menghancurkan semua armada laut China dan Rusia beserta kota pantainya dari jarak yg aman di Pentagon. Bahkan bisa aja digunakan untuk menggentikan Poseidon sebelum digunakan untuk menyerang aset dan kota² di USA. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Jelas2 judulnya saja beda… Poseidon itu antara torpedo atau drone kapal selam…

      Orca jelas2 judulnya robot kapal selam

      •  

        Eta Kudaa….. Mau robot kek,mau drone kek atau mau nyebut UUV sekalipun itu tetap saja apakah itu dikontrol penuh dari jarak atau dikasih AI sekalipun. Kegunaannya sama, ngancurin armada musuh. Kalo Orca dikasih muatan bom thermonuklir sama aja itu kayak Poseidon.

        •  

          Hlooo… saya kan menjelaskan kalau Poseidon itu Torpedo… Torpedo itu gunanya untuk menyerang…

          Kalau Drone/UUV/Robot… itu kan bukan Torpedo…

          Drone kamikaze HAROP milik Israel ya tetap saja drone, meskipun dibekali dengan bom… efeknya tetap berbeda dengan rudal… drone itu meskipun memuat bom berbeda dengan rudal…

          Hal yang sama, drone kapal selam Orca tetap berbeda dengan Torpedo Poseidon…

          •  

            Gini bung biar ane jelasin. Poseidon sebenarnya adalah drone atau torpedo submersible jarak jauh yg mampu melakukan perjalanan di bawah air dlm kecepatan tinggi krn diperkuat tenaga reaktor nuklir mini yg bertujuan utk melawan pengembangan teknologi rudal anti-balistik

          •  

            Dik Yuli, definisi torpedo dan drone/robot/uuv memang beda. Tapi kesemuanya itu juga bisa digunakan untuk menyerang musuh walopun uuv pun juga bisa digunakan untuk kepentingan lain spt pengawasan, pengintaian, penyebaran ranjau laut dsb.
            Tapi itu tak menutup fakta bahwa Orca pun bisa dibekali dg hululedak nuklir dan bisa dikerahkan dari jarak jauh. Mau Orca ditenagai dg reaktor nuklir mini kek,atau pake diesel elektrik kek, mau kecepatan hingga 100 knot atau 30 knot kemampuan Orca bisa digunakan seperti Poseidon bahkan Orca juga bisa digunakan untuk multi misi.

            Gitu juga UAV Harop dibandingkan dg rudal. Definisi rudal dan drone memang berbeda. Tapi bukan berarti Drone/UAV tidak bisa melaju hingga mencapai supersonik dan melakukan serangan bunuh diri. Drone/UAV bisa dikembangkan untuk hal yg bahkan rudal biasa tak bisa melakukan. Namun kini memang rudal bisa dibuat melakukan serangan secara berkelompok yg idenya diambil dari pengembangan sinkronisasi pada UAV/Drone. Dalam perang hibrid saat ini, semuanya terlihat sama saja dan itu sedikit demi sedikit telah menghapus definisi dasar kedua senjata diatas.

            Kalo ente masih berkutat pada definisi tanpa melihat secara terbuka kenyataannya ya udah gpp. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Memang bisa… tetapi bedanya efek yang ditimbulkan…
            Menyamakan Torpedo dengan Drone/UAV jelas aneh…

            Atau memaksakan supaya sama… jelas saja tujuanya berbeda dengan efek yang berbeda…

            Anda justru yang ngeyel menyamakan semua hal sesuai keinginan anda…

          •  

            santai aja bung Yuli, lawan anda itu otak udang 😀 pernah makan udang dan belah kepalanya kan? 😀 nah itulah isi kepala lawan anda tersebut… bagi dia SSK dan SSN itu sama 😆 wkwkwkwkw

            saya aja jijik balas komennya 😆 wkwkwkw

          •  

            Poseidon aka Status 6 itu UUV sama kayak Orca loh. Baca lagi referensinya deh.

          •  

            Iya dari yang diberikan oleh Russia itu dinyatakan sebagai UUV, sedangkan dari pihak barat (USA) menyatakan itu torpedo…

            yang menyebutnya sebagai torpedo justru pihak barat…

          •  

            @Makuna Matata

            Saya paham bung, ini sudah berkali diperdebatkan antara saya dan bung Agato ini…

            Disebutkan oleh Russia kalau ini adalah torpedo yang memiliki bahan bakar tak terbatas, sehingga setelah ditembakan, torpedo ini tidak perlu untuk langsung menuju sasaran tetapi bisa mengelilingi dunia terlebih dahulu sebelum kemudian menuju sasaran dari posisi yang tidak bisa diprediksi…

            Saya hanya menggaris bawahi bahwa Poseidon itu sejatinya berfungsi sebagai Torpedo yang oleh Russia disebut sebagai Drone bawah laut untuk menyamarkan statusnya yang disebut bisa menghancurkan pantai ataupun gugus kapal perang…

      •  

        Dik Yuli, ane sebetulnya gak mau ngejek Ente gegara ente gak tau Poseidon itu nyatanya adalah UUV. Sekalipun bentuknya kayak Torpedo itu Poseidon gak bisa ditembakin dari lubang torpedo biasa karena diameternya aja udah 1,6 meter apalagi panjangnya. Paling banter cuman bisa nempel kasel induknya juga. Makanya sebelum komen sebaiknya baca² lagi referensi ya. Itulah pentingnya sumber data disertai link biar biar gak dikira asal ngoceh kayak Lingkar dan Huha.
        https://en.wikipedia.org/wiki/Status-6_Oceanic_Multipurpose_System

        Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Nah… ente malah yang semakin terlihat bodoh…

          Torpedo itu adalah sejenis rudal yang ditembakan untuk meluncur dibawah air… dengan tujuan sebagai senjata untuk menghancurkan musuh… Torpedo apakah harus berada didalam peluncur di dalam kapal/kapal selam??? apakah karena ukuranya yang besar seukuran dengan dimensi diameter rudal balistik kemudian harus ditembakkan seperti Torpedo konvensional???

          Anda ini memang sukanya ngeyel dan berusaha memaksakan opini…

          UAV/Drone itu secara fungsi utama adalah sebagai kendaraan bawah laut… apakah tidak bisa untuk menyerang dengan dimuati peledak yang notabene nuklir, jelas bisa… tetapi efeknya akan tetap berbeda dengan ketika yang di gunakan untuk menyerang adalah Torpedo yang memang tujuanya untuk menyerang dan tidak diharapkan pulang kembali…

          Nih saya kasih sedikit gambaran :
          Istilah kamikaze justru digunakan oleh Jepang di PD 2 ketika sudah putus asa menghadapi kekuatan USA… dan Kamikaze sendiri adalah angin dewa dari filosofi badai yang menghancurkan invasi mongolia… nah serangan yang digunakan bukan dengan bom yang dimasa itu masih konvensional, akirnya mereka menggunakan pesawat tempur itu sendiri sebagai alat serang… efeknya, bisa lebih mematikan karena muatanya yang jelas lebih besar dari bom dimasa itu… tetapi jika efeknya dibandingkan dengan rudal yang sama ukuranya masa kini, jelas efek dan hasilnya jauh berbeda… rudal akan jauh lebih menghancurkan…
          sama halnya dengan Torpedo vs UUV/Drone

        •  

          Nah… ente malah yang semakin terlihat bodoh…

          Torpedo itu adalah sejenis rudal yang ditembakan untuk meluncur dibawah air… dengan tujuan sebagai senjata untuk menghancurkan musuh… Torpedo apakah harus berada didalam peluncur di dalam kapal/kapal selam??? apakah karena ukuranya yang besar seukuran dengan dimensi diameter rudal balistik kemudian harus ditembakkan seperti Torpedo konvensional???

          Anda ini memang sukanya ngeyel dan berusaha memaksakan opini…

          UAV/Drone itu secara fungsi utama adalah sebagai kendaraan bawah laut… apakah tidak bisa untuk menyerang dengan dimuati peledak yang notabene nuklir, jelas bisa… tetapi efeknya akan tetap berbeda dengan ketika yang di gunakan untuk menyerang adalah Torpedo yang memang tujuanya untuk menyerang dan tidak diharapkan pulang kembali…

          Nih saya kasih sedikit gambaran :
          Istilah kamikaze justru digunakan oleh Jepang di PD 2 ketika sudah putus asa menghadapi kekuatan USA… dan Kamikaze sendiri adalah angin dewa dari filosofi badai yang menghancurkan invasi mongolia… nah serangan yang digunakan bukan dengan bom yang dimasa itu masih konvensional, akirnya mereka menggunakan pesawat tempur itu sendiri sebagai alat serang… efeknya, bisa lebih mematikan karena muatanya yang jelas lebih besar dari bom dimasa itu… tetapi jika efeknya dibandingkan dengan rudal yang sama ukuranya masa kini, jelas efek dan hasilnya jauh berbeda… rudal akan jauh lebih menghancurkan…
          sama halnya dengan Torpedo vs UUV/Drone

          •  

            Wahh,hanya karena sebuah istilah bisa debat panjang.

            Gini aja, Rusia bilang Poseidon itu UUV, sama kayak Orca yg juga UUV dan ane ikut definisi dari pihak Rusia. Kalo ente yg seorang Russian Fanboys malah ngambil definisi yg lain ya terserah. Setau ane Barat gak pernah betul² nyebut itu Torpedo, kalo bentuknya kayak Torpedo sih iya. Dan Orca pun bentuknya kayak Torpedo modern.

            Ane tambahin, walopun Poseidon bisa melaju hingga 100 knot tapi itu bukan digunakan untuk menabrakkan ke lambung kapal musuh kayak Skhival yg pake kekuatan kavitasi. Kecepatannya digunakan biar lebih susah dihadang musuh. Ancaman utamanya adalah efek ledakan nuklir. So, Orca pun sama. Dia bisa menyelam hingga kedalaman 3000 meter, menyebabkan Rusia dan China sekalipun mustahil menangkisnya. Bila diledakkan dg jarak yg tepat bisa membuat tsunami yg terkontaminasi ke pesisir musuh. Nah, keunggulan lain dari Orca adalah bisa difungsikan juga sebagai kasel dg tugas multimisi.

            Ngatain orang lain bo-doh padahal definisi resminya beda dg didebatkan jelas keliatan mana yg perlu lebih banyak baca² literatur lagi kan??

        •  

          Iya diameter 1.6 meter itu seukuran dimensi rudal balistik…dan tidak perlu ditembakan dari lubang palka torpedo… tetapi fungsi dan tujuan serangnya sama

    •  

      Daripada ribut Orca dan Poseidon lebih baik bahas UUV/AUV buatan anak ITS aja.
      https://news.okezone.com/read/2013/10/16/373/882344/roket-auv-dari-its-ditawar-rp250-juta

      Andaikan itu diakusisi ama Kemenhan/LAPAN/Pindad mungkin itu akan lebih baik. Kalo bisa diperbesar. Dibuat jangkauan autonomous hingga 300 km aja udah sangat bagus. Bisa jadi mata dan telinga armada, bisa buat pengawasan atau dipake buat nyerang musuh.

    •  

      Wkwkwkwk…. Udah keburu pake rudal supersonik rusia.. Ngapain nyerang asu pake terpedo yg kecepatannya kaya tai ngambang di kali,,,
      Belum tentu itung2annya kaya lu bos gampang amat kayanya nyerang rusia…
      Gak ada sejarahnya amerika nyerang negara yg kuat militernya, dari dulu amerika nyerang negara2 yg sudah kadaluarsa peralatan militernya…Wik wik wik…

      •  

        Really??? Coba sebutin rudal supersonik apa aja punya Rusia yg bisa nyerang langsung dari Rusia ke USA.. Mungkin Ente gak bisa jawab Dik. Hhhhhhhhhhh

        •  

          Jawabnya ada mbah
          Rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik dan rudal Avengard. Yg terakhir ini malah hypersonic….xicixicixi.

          Jngkan nyerang langsung ke USA, keliling dunia aja bisa kok.
          Ini link nya
          https://jakartagreater.com/rusia-sedang-persiapkan-uji-coba-burevestnik/

          Link tambahannya ada dibawah ini

          http://www.galamedianews.com/dunia/216725/miliki-daya-hancur-nuklir-rusia-pamer-torpedo-raksasa-bawah-laut-poseidon.html

          Di link itu jg dibahas tentang poseidon yg akan dibawa oleh kapal selam khusus. Nantinya posisi piseidon ada diatas bukan ditembakkan dr lubang spt kapal selam pada umumnya.

          Itu sekaligus jawaban bahwa poseidon beda dng orca. Bedanya diukurannya dan fungsinya serta penggeraknya. Poseidon bertenaga nuklir sementara orca diesel elektrik. Poseidon adalah senjata UUV spt torpefo sementara Orca adalah kapal selam UUV yg kelak askan membawa sejata bawah air spt torpedo maupun misi penyelamatan di kedalaman. Makanya di sebutkan pada artikel diatas ukurannya lebih kecil dr kasel klass yuan China.
          Jd sudah jelas mbah bahwa Orca beda fungsinya jika dibandingkan poseidon. Kalo orca difungsikan sebagai senjata, maka orca akan menjadi missil yg terbesar didunia yg diciptakan manusia mengalahkan ICBM….xicixicixi

          Mbah mulai kebakaran jenggot lg yaa.? Xicixicixi
          Tp mbah kan gak punya jenggot. Ini membuktikan sekaligus menjawab lg pertanyaan si mbah teknologi apa yg rusia lebih unggul dr rivalnya AS….xicixicixi
          Siapkan bahan utk ngeles ya mbah…xicixicixi

  2.  

    Sehebat apapun kapal laut kapal selam pesawat pembom jet peperangan harus d selesaikan oleh serangan darat.