Apr 272017
 

Sistem pernika Rychag-AV. © Radio-Electronic Technologies Group (KRET)

Tanggal 15 April dirayakan sebagai Hari Spesialis Peperangan Elektronika (EW – Pernika) di Rusia. Teknologi yang sedang secara aktif terus dikembangkan hingga sekarang dan sistem baru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pernika di darat, di udara maupun di laut, seperti dilansir dari TASS Defense.

Tahun 2016 lalu, Angkatan Darat Rusia mulai lakukan pengujian bagian integral dari sistem peperangan elektronika (pernika) berbasis darat yang mampu mempertahankan pasukan dan fasilitas sipil melawan serangan dari luar angkasa.

Sistem pernika adalah elemen utama dari organisasi militer sebuah negara dan merupakan bagian integral dari semua konflik bersenjata dalam beberapa tahun terakhir, semua telah membuktikan efisiensinya dalam operasi satuan tugas udara Rusia di Suriah.

Klasifikasi Sistem Peperangan Elektronika

  • Sistem Pernika Udara
  • Sistem Pernika Darat
  • Sistem Pernika Laut

Sejarah pernika Rusia berasal dari masa perang Rusia-Jepang. Secara khusus, pada tanggal 15 April 1904, ketika sebuah skuadron kapal perang Jepang menembaki bagian dalam Port Arthur, stasiun radio kapal perang Pobeda serta pos militer di pantai Zolotaya Gora, Rusia, menyebabkan gangguan pada radio komunikasi musuh untuk mengirimkan telegram lewat pengendali tembakan kapal-kapal perang musuh.

Seperti yang dikatakan oleh Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov, semua konflik militer menunjukkan bahwa pernika terbukti sangat efektif dan sangat dibutuhkan oleh militer di semua wilayah.

“Semua teknologi yang dikembangkan oleh institut KRET dibutuhkan oleh Kementerian Pertahanan dan menikmati permintaan yang tinggi di pasar luar negeri. Saya tahu bahwa volume ekspor produk KRET telah tumbuh setiap tahunnya”, menurut Yuri Borisov, Wakil Menteri Pertahanan Rusia.

Menurut Komandan Pasukan Pernika Rusia, Mayor Jenderal Yuri Lastochkin, teknologi militer modern Rusia telah melampaui produk sejenis dari saingan Barat dengan sejumlah karakteristik, termasuk jangkauan operasinya.

Hal ini dicapai melalui penggunaan pemancar yang lebih bertenaga serta sistem antena yang jauh lebih efektif.

“Teknologi ini juga menawarkan keuntungan untuk mengacaukan sejumlah objek dan kemungkinan penggunaan tempur yang lebih efektif melalui struktur komando yang fleksibel pada sistem pernika dan perangkat keras individu yang berfungsi secara otonom serta merupakan bagian dari perangkat yang saling berhubungan”, Mayor Jenderal Yuri Lastochkin, Komandan Pasukan Pernika Rusia.

Perhatian yang cukup besar juga diberikan pada pengembangan platform dengan kendaraan udara tak berawak. Pusat pelatihan khusus pernika telah direncanakan untuk dibangun pada tahun 2018.

Sistem Pernika Udara

Sebagaimana diungkapkan oleh Vladimir Mikheyev, mantan Kepala Pernika AU Rusia dan saat ini sebagai Penasehat Wakil CEO KRET, anak perusahaan hi-tech plat merah Rostec kepada TASS, tentang peluang bertahan pesawat udara meningkat sekitar 20-25 kali lipat dengan menggunakan platform pernika modern.

“Stasiun jamming aktif sebelumnya terpasang pada pesawat terbang, sedangkan untuk saat ini selurut pesawat tempur sudah dilengkapi dengan sistem bantu pertahanan. Perbedaan utama mereka yang terpasang pada pesawat tempur daripada stasiun jamming aktif adalah mereka terintegrasi dan bersebelahan dengan keseluruhan sistem avionik pesawat terbang, helikopter atau pesawat tak berawak”, menurut Vladimir Mikheyev, Penasihat Wakil CEO KRET.

Sistem bantu pertahanan menukar semua informasi yang diperlukan dengan sistem yang telah terpasang pada komputer mengenai:

  • Data penerbangan dan misi tempur pesawat udara
  • Tujuan dan rute penerbangan pesawat udara
  • Kemampuan persenjataan pesawat udara
  • Lingkungan elektronik nyata yang ada di udara
  • Ancaman potensial lainnya

Jika terjadi bahaya, rute tersebut dapat diperbaiki secara otomatis untuk mencegah pesawat dibelokkan memasuki zona serangan dan memastikan kerusakan elektro-magnet (tekanan) dari senjata pertahanan udara paling berbahaya milik musuh sambil terus meningkatkan efektivitas tempur dari alat tersebut dari kehancuran.

Sistem pernika Vitebsk. © Radio-Electronic Technologies Group (KRET)

Sistem Pernika Vitebsk

Sistem Vitebsk adalah salah satu sistem bantuan pertahanan yang paling efektif. Sistem ini dirancang untuk melindungi pesawat terbang dan helikopter melawan rudal darat-ke-udara dengan dipandu radar dan optik (termal) homing. Sistem Vitebsk dapat di pasang pada:

  • Pesawat serang Sukhoi Su-25SM modern
  • Helikopter serang Kamov Ka-52 dan Mil Mi-28N
  • Helikopter transportasi militer keluarga Mi-8
  • Helikopter pengangkut berat Mi-26 dan Mi-26T2
  • Helikopter dan pesawat terbang sipil yang khusus dibuat di dalam negeri

Di masa depan, sistem bantuan pertahanan Vitebsk akan dipasang di pesawat angkut militer seperti pesawat Ilyushin Il-76MD-90A.

“Vitebsk adalah serangkaian sistem yang dapat disesuaikan secara virtual dengan semua jenis pesawat udara, termasuk pesawat transportasi militer dan pesawat terbang sipil. Platform seperti itu telah dikembangkan dan semua pengujian yang diperlukan telah diadakan”, menurut Yuri Mayevsky, Kepala Perancang KRET.

Sistem Vitebsk ini juga memiliki versi ekspornya yang disebut sebagai sistem President-S. Ini sangat diminati di pasar luar negeri dan sejauh ini telah dipasok ke sejumlah negara yang mengoperasikan pesawat buatan Rusia.

Sistem Pernika Rychag-AV

Ini adalah jammer yang secara khusus dipasang pada helikopter, sistem ini ditugaskan untuk melakukan jamming elektronik dan mampu menciptakan lingkungan yang menipu musuh, sistem ini berguna untuk memberikan perlindungan bagi pesawat bersayap tetap atau pun rotocraft teman serta melindungi fasilitas darat yang paling penting.

Sistem Rychag-AV mampu sepenuhnya membutakan musuh dalam radius beberapa ratus kilometer dan menyerang beberapa target sekaligus. Helikopter menjamming sistem rudal pertahanan udara dan pencegat udara musuh dari kemungkinan untuk mendeteksi sasaran dan mengarahkan rudal udara-ke-udara, rudal permukaan-ke-udara ataupun rudal udara-ke-darat musuh ke arah mereka sementara kemampuan bertahan dan efisiensi tempur dari pesawat terbang teman mengalami peningkatan.

Helikopter khusus Mi-8MTPR-1, dilengkapi dengan sistem pernika Rychag, saat ini dipasok ke Kementerian Pertahanan Rusia. Secara keseluruhan, militer Rusia telah memesan sekitar 18 unit dari platform tersebut. Produksi massal versi Rychag-AVM yang merupakan bersi upgrade dari versi sebelumnya yaitu Rychag-AV bisa dimulai di tahun-tahun mendatang.

Sistem Pernika Khibiny

Sistem peperangan elektronika Khibiny telah di operasikan oleh Angkatan Bersenjata Rusia sejak tahun 2013 lalu untuk melindungi pesawat tempur melawan sistem pertahanan udara musuh.

Sistem pernika Khibiny berbeda dari teknologi pernika generasi sebelumnya, kemampuan dan kekuatan serta kecerdasannya telah meningkat. Khibiny dapat membantu pengendalian senjata pesawat tempur, menciptakan tipuan lingkungan elektronik dan mampu membantu menerobos pertahanan udara musuh yang berlapis.

Inilah yang terjadi dengan kapal perusak Amerika Serikat, USS Donald Cook pada 2014 saat sistem pertahanan udara kapal perusak tersebut mengunci pesawat Su-24 Rusia.

Data yang muncul di radar kapal destroyer AS membuat awak kapal kebingungan, pesawat terbang muncul dan kemudian menghilang dari layar radar lalu tiba-tiba pesawat mengubah lokasinya dan mempercepat atau membuat klon elektronik dari target yang muncul diradar menjadi bertambah sementara itu sistem informasi dan pengendali tembakan yang ada pada kapal perusak tersebut sebenarnya telah dinonaktifkan.

Mengingat bahwa kapal perusak tersebut berada di Laut Hitam atau sekitar 12.000 km dari wilayah AS, tidak sulit untuk membayangkan apa yang terjadi dan dirasakan oleh awak kapal perusak tersebut.

Kini sebuah sistem baru yang lebih kompleks yaitu Khibiny-U sedang dikembangkan untuk dipasang pada pesawat tempur garis depan, khususnya pada pesawat Su-30SM.

Sistem Pernika Gimalai

Sistem ini merupakan turunan dari teknologi Khibiny dan dirancang untuk pesawat tempur siluman generasi kelima Sukhoi T-50 (PAK FA).

Dibandingkan dengan pendahulunya Khibiny, yang dibentuk sebagai wadah yang terpasang pada cantelan yang ada di sayap kanan, platform pernika Gimalai terintegrasi sepenuhnya dengan bodi pesawat tempur dan dirancang sebagai bagian dari fuselage pesawat.

Antena dari sistem pernika tersebut dirancang berdasarkan pada prinsip “smart skin” dan memungkinkan dilakukannya beberapa fungsi sekaligus seperti pengintaian, peperangan elektronik, pendeteksian, dan lain-lain.

Sistem Gimalai ini dapat menghasilkan gangguan aktif maupun pasif kepada hulu ledak rudal modern yang dilengkapi pelacak inframerah dan juga dapat melakukan jamming stasiun radar canggih dan modern.

  16 Responses to “Inilah Senjata Mutakhir Rusia Untuk Membutakan Militer Lawan”

  1. Test

  2. Test

  3. Test

  4. RR berkata :akan di pertimbangkan dan di beli untuk memperkuat TNI

  5. Disekitar wilayah ini cuma Singapura dan Australia yang sangat “memperhatikan” kemampuan pernika militernya,disaat Negara2 tetangganya sibuk dengan cuma memperhatikan “kegarangan” persenjataannya.

  6. Senjata gini mahal di unit nya tp murah di pemakaian

  7. Thailand dan Vietnam juga.

  8. indonesia darurat T.o.T Sistem Pernika 3 matra

  9. auah….

  10. Waaooow sambil meringis …
    Bila benar artikel diatas, yg menggambarkan situasi yg dihadapi awak kapal USS Donald Cook sdg kebingungan mengawasi SU-24 musuh terbang bak siluman, muncul kesana-kesini berganti posisi dan menambah jumlah pendeteksian dilayar radar, dilain pihak sistem kendali senjata anti pesawat / rudal milik destroyer buas ini dalam keadan off. Sangat dirasakan panas dan kemringet para awak kapal menghadapi situasi ini, karena mereka terbiasa bertempur dg lawan yg tidak memiliki kapasitas untuk mengganggu kehadiran mereka apalagi berpotensi membalas. Ini pengalaman baru bagi para awak kapal perang US NAVY.

    Indonesia perlu membeli atau jika bisa membuat sendiri peralatan pernika seperti milik Rusia, setidaknya peralatan seperti itu bisa dipakai untuk menghalau kapal induk milik TLDM (tentara laut diraja malaysia). Eh, Malaysia sdh memiliki kapal induk atau belum ya?

  11. Sip…

  12. wuih gila keren,,,btw itu shuting dimana, videonya boleh di edit ga?
    hihihi

 Leave a Reply