May 152017
 

Tank Merkava, Angkatan Bersenjata Israel, 3 Agustus 2014. © Jack Guez/AFP 2017

Menanggapi serangan cyber global secara besar-besaran yang menggunakan alat mata-mata milik NSA yang telah dicuri dan mempengaruhi lebih dari 200.000 server Windows di lebih dari 200 organisasi, termasuk sejumlah besar jaringan medis, pejabat senior militer Israel menyatakan bahwa peretasan lebih berbahaya daripada serangan rudal, seperti dilansir dari Sputnik News.

Meski jaringan militer Israel dianggap belum terpengaruh, namun serangan cyber yang luas menggunakan alat peretas milik NSA yang memanfaatkan kelemahan sistem operasi pada server Microsoft Windows sepertinya menghidupkan kembali kekhawatiran akan penutupan jaringan global serta menyerukan dukungan keamanan cyber, hal ini menyiratkan bahwa senjata virtual jauh lebih berbahaya dibanding senjata konvensional.

Pejabat senior Israel tersebut menyarankan bahwa “Upaya melumpuhkan infrastruktur Israel menggunakan serangan cyber, jauh lebih berbahaya daripada menggunakan rudal untuk menyerang pembangkit listrik”.

“Serangan rudal atau bom hanya akan menyebabkan beberapa jam pemadaman listrik, dan lebih besar peluang untuk bisa dihentikan. Jaringan sipil diketahui jauh lebih rentan terhadap cybercrime daripada instalasi militer. Dan tentunya sistem perlindungan jaringan internal militer Israel jauh lebih kuat dari jaringan sipil manapun. Tidak ada jaringan sipil Israel yang terlindungi seperti jaringan militernya”, menurut Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menyatakan bahwa jaringan infrastruktur negara tersebut tidak terpengaruh oleh serangan cyber.

Setelah serangan cyber secara besar-besaran, sebagian besar jaringan server milik Angkatan Bersenjata Israel yang kritis pada hari Minggu dikabarkan sedang dilakukan “pemeliharaan” sampai setidaknya pukul 17:00 waktu setempat.

Serangan cyber secara global menggunakan alat peretas milik NSA yang telah dicuri itu mempengaruhi sejumlah jaringan perusahaan, rumah sakit dan pemerintah berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia.

  23 Responses to “Inilah Yang Paling Ditakuti Pasukan Israel Dibanding Serangan Rudal”

  1. Yang paling dikhawatirkan adalah ketika jaringan internet seluruh dunia lumpuh disantet

  2. pencuri alat nsa hrs di beri jempol bisa ngambil brg di nsa yg mrpkn dedengkot security yg pastinya sdh dgn pengamanan berlapis dan ketat..

    Untuk Indonesia smg semua aman dan jg tim ciber tni polri bs menahan gempuran perang ciber tsb..

  3. utk sementara mgkin China lbh Aman & kuat dr serangan cyber…
    Soale mgkin ada hubungan krn sdh punya satellite Quantum…???

  4. Pertanyaannya adalah :
    Itu benar2 dicuri atau sengaja dibiarkan dicuri supaya muncul teror cyber?

  5. setiap virus yg dibuat biasanya dibuat pula antidotnya, tinggal NSA suruh sebarin aja anti dotnya, gitu aja koq repot

  6. Bisa saja di curi Dan yang pasti semja negara tidak Aman ?

  7. Balik kembali ke zaman lampau, ndak pake windows, tapi DOS dan Word Star lagi…pasti aman.

  8. Hacker Indonesia bisa berkontribusi tuh

  9. NSA yaaa , hhhm

  10. Hanya Hezret Israil yg bise ngalahin dirinye sendiri.

  11. suruh aja tuh bocah yg bobol tiket.com ..

  12. sengaja dibiarkan dicuri biar ketahuan siapa saja yang pakai software bajakan. ketika melakukan update windows, ketahuan deh kalo bajakan. hehehhehe

  13. Biasanya akan diikuti munculnya sistemoperasi baru, hore server jakartagreater gak ngaruuh………

  14. Tidak ada sistem yang benar2 aman.. ini yg jadi rahasia Israel

    http://kasamago.com/who-am-i-no-system-is-safe-film-hacker-paling-beda/

  15. Kayaknya hanya akal2an aja karena akan sulit mencuri alat py NSA dimana dia badan keamanan Nasional Amiriky kecualai ada apa2nya!

 Leave a Reply