Jan 092019
 

Sistem rudal pertahanan udara jarak menengah S-350 Vityaz alias Knight a.k.a Ksatria © Zumlik via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan pada akhir Desember 2018 bahwa Pasukan Dirgantara Rusia akan mulai menerima pengiriman sistem pertahanan rudal jarak menengah S-350 Vityaz alias Knight aka Ksatria pada tahun 2019. Pernyataan itu juga mengumumkan pengerahan selusin kompleks pertahanan udara S-400 Triumf serta Pantsir-S pada tahun yang sama, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Militer Rusia telah lama berencana untuk mengganti sistem pertahanan rudal jarak pendek pada S-300 yang menua. Aslinya, S-300P Soviet mengalami serangkaian peningkatan kecil selama beberapa dekade, berfokus pada penerapan rudal yang lebih kuat, jarak jauh. Tetapi pabrikan, Almaz Antey, mendapati diri mereka berhadapan dengan batasan teknis platform S-300 dengan iterasi S-300PMU-2 pada akhir 1990-an.

Dengan S-300 yang menjalankan programnya, sebuah sistem rudal terbaru yang dirancang dengan “prinsip-prinsip” desain modern kinipun telah dibuat. Seperti yang dikatakan pakar militer Andrei Frolov di media Rusia, Top War, “Vityaz adalah sistem yang pada dasarnya baru, bukan modernisasi dari sistem Soviet, yang membuatnya lebih baik daripada Buk-M3 [sistem pertahanan rudal – redaksi]”.

Sistem rudal pertahanan udara S-300PMU2 “Favorit” © Vitaly V. Kuzmin via Wikimedia Commons

Sistem Vityaz sendiri terdiri dari pos komando 50K6E, radar 50N6E, dan peluncur 50P6E. Itu secara bersamaan dapat melibatkan hingga 16 pesawat atau 12 rudal balistik, yang mana bertentangan dengan sistem S-300PMU-2 yang hanya mampu melibatkan 6 target.

Vityaz dapat memasang hingga 12 rudal 9M96E dengan jangkauan efektifnya hingga 120 km, rudal sama yang digunakan dengan sistem rudal S-400 yang lebih canggih tapi tidak di salah satu varian S-300 yang ada.Vityaz memenuhi tujuan ganda untuk pertahanan jarak pendek-menengah dengan integrasi rudal yang dipandu inframerah 9M100 secara inkuatif dengan jangkauan hingga 10 km, seperti dilansir dari laman National Interest.

Suite persenjataan yang beragam ini menjadikan S-350 sebagai salah satu sistem pertahanan udara Rusia yang lebih fleksibel, relevan terhadap berbagai macam ancaman mulai dari bom luncur (glide bomb) hingga jet tempur jenis tertentu.

Sistem pertahanan udara jarak menengah, S-350E Vityaz buatan Almaz-Antey © Vitaly V. Kuzmin via Wikimedia Commons

Proyek Vityaz dikandung dalam usaha patungan Rusia-Korea Selatan untuk produksi sistem rudal darat-ke-udara KM-SAM Korea Selatan di awal tahun 2000-an. Dimana Almaz Antey menggunakan prototipe dan prinsip-prinsip desain dari upaya KM-SAM sebagai basis untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal yang sepenuhnya buatan Rusia.

S-350 Vityaz pertama kali diuji pada tahun 2013, tahun yang sama saat sistem ditampilkan di MAKS Airshow di Moskow. Menurut garis waktu awal pabrikan, militer Rusia akan mulai menerima pengiriman Vityaz pada tahun 2016.

“Sistem rudal sudah siap, tes roket sedang berlangsung dan akan selesai pada akhir tahun ini. Produksi massal Vityaz akan dimulai pada tahun 2015″, kata direktur Almaz Antey Jan Novikov mengatakan kepada media Rusia, Lenta.ru. Produksi massal Vityaz ditunda karena kekhawatiran Rusia bahwa pelacakan target yang ditingkatkan dari sistem rudal PAC-3 MSE Amerika yang bersaing menjadikan Vityaz tak kompetitif lagi, jika tidak usang saat itu.

Sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah KM-SAM alias Cheolmae II atau Cheongung © Courtesy Youtube

Lini S-300 dibedakan oleh segudang varian, disesuaikan untuk berbagai kasus penggunaan operasional. Sementara S-350 tampaknya siap untuk mengikuti jejak S-300 yang produktif, dengan versi angkatan lautnya bahkan sudah dalam karya.

Rencana ekspor S-350 sementara ini tak diketahui, popularitas global pendahulunya S-300P secara keseluruhan menjamin bahwa S-350 akan “membuka jalan” ke pasar senjata global. Frolov menyoroti dugaan efektivitas biaya dari sistem itu. Bahwa sistem S-350 ini jelas akan lebih murah daripada S-400 Triumf. Tentunya dapat menarik pembeli yang serius. Frolov kemudian menyoroti seperti India, Armenia dan Vietnam sebagai calon pembelinya.

Unit S-400 Triumf dan Pantsir-S yang disebutkan diatas kini sedang ditempatkan di Crimea, Kaliningrad dan Khabarovsk, sementara ini rencana penempatan S-350 belum diumumkan. Tampaknya sistem itu juga akan dikerahkan di Suriah – jika belum – dan laporan baru-baru ini mengamati bahwa Vityaz merupakan solusi pertahanan yang “hemat biaya” untuk kota-kota yang sensitif secara geopolitik seperti Kaliningrad, serta kawasan timur laut Rusia yang strategis dan vital.

Bagikan: