Sep 252015
 
Korban Haji di Street 204 (photo: Pikiran Rakyat)

Korban Haji di Street 204 (photo: Pikiran Rakyat)

Mina – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan identifikasi korban insiden Mina yang terjadi pada Kamis (24/9) pagi.

Sejauh ini, berdasarkan laporan wartawan Republika, EH Ismail di Mina, ada tiga jamaah haji Indonesia yang dipastikan menjadi korban wafat saat ribuan jamaah haji dari berbagai negara berdesak-desakan di Jalan Arab 204, jalan menuju lokasi pelemparan jumrah (jamarah). “Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Mina dan Makkah untuk mengidentifikasi korban tragedi tadi pagi,” kata Menag di Mina, Arab Saudi, Kamis malam.

Dua korban wafat yang sudah berhasil diidentifikasi petugas adalah Busyaiyah Sahrel Abdul Gafar dari kloter BTH 14 asal Pontianak Kalimantan Barat dan Hamid Atwi Tarji Rofia dari kloter SUB 48 Probolinggo. Keduanya bisa dikenali berdasarkan gelang identitas dan kecocokan foto yang ada di tangan petugas. Istri korban Hamid Atwi juga sudah diberitahukan dan membenarkan data-data tentang sang suami.

Adapun satu korban lainnya masih dalam identifikasi lantaran tidak ditemukan gelang dan identitas apa pun pada jenazah yang kini berada di Rumah Sakit Mina Al-Jisr.

Menurut Menag, berdasarkan kunjungan ke salah satu rumah sakit yang dijadikan tempat rujukan para korban insiden, kondisi rumah sakit masih crowded dengan status penanganan darurat. Karena itu, proses pencocokan data-data korban membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Menag memastikan sudah ada petugas yang ditempatkan untuk mendata korban, khususnya korban yang berasal dari jamaah Indonesia. Jalan Arab 204 tempat insiden terjadi, kata Menag, bukanlah jalur yang digunakan jamaah haji Tanah Air ke lokasi jamarat.

Republika.co.id

Hingga Jumat pagi terhitung 717 jemaah haji tewas akibat insiden berdesak-desakan dan saling dorong di Jalan 204, Mina, saat jemaah akan melakukan ritual lempar jumrah. Padahal, jarak Jamarat dengan tempat insiden terjadi masih sangat jauh.

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri merilis bahwa insiden di Mina terjadi karena jemaah tidak disiplin. Pemerintah Saudi menyebut para jemaah tidak mematuhi jadwal yang telah ditentukan.

“Seperti yang diketahui bersama gelombang yang menuju ke lempar jumrah ini telah diatur dengan baik. Sehingga mereka yang berada di dalam kemah itu akan keluar dengan sesuai jadwal yang diberikan. Setiap kemah sudah memiliki jadwal dan arah ke pelemparan jumroh,” ujar Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayjen Mansour al Turki, seperti dikutip detikcom dari AlJazeera, Kamis (24/9/2015).

Jika dilihat dari peta, posisi Jalan 204 berada di jalur tengah menuju Jamarat. Di tengah Jalan 204, ada persimpangan yang mempertemukan dengan Jalan 223. Persimpangan ini masih beberapa kilometer jaraknya dari Jamarat, tempat melakukan ritual lempar jumrah.

Di persimpangan itulah insiden terjadi. Jemaah yang sudah memenuhi Jalan 204 tiba-tiba berhenti, salah satu sebabnya karena pertemuan arus di persimpangan. Pasalnya, saat itu Jalan 223 juga dipenuhi jemaah yang ingin melakukan lempar jumrah.

mina-2

“Jemaah dalam jumlah besar bergerak pada saat yang sama,” kata Mansour.

Aksi saling dorong antar jemaah yang berdesak-desakan di persimpangan pun tak terhindarkan. Pertemuan arus manusia dengan volume yang sangat tinggi, ditambah dengan suhu udara yang tinggi membuat korban berjatuhan.

Suasana di lokasi agaknya sudah membikin jamaah lelah. Cuaca 46 derajat Celcius turut berkontribusi terhadap banyaknya jumlah korban.

Saat para korban mulai berjatuhan, jemaah yang ingin tetap mencapai Jamarat memaksakan untuk terus bergerak. Sehingga, sebagian korban jatuh terinjak-terinjak.

Korban pun terus bertambah, sebagian besar korban tewas karena terinjak-injak. Sementara itu, pihak Arab Saudi tak bisa berbuat banyak saat insiden terjadi, hanya menutup Jalan 204 yang bisa dilakukan.

Upaya evakuasi pun langsung dilakukan. Para korban langsung dilarikan ke RS di Mina dan sebagian dibawa ke Makkah.

Jika dilihat dari gambaran di peta, di sekitar jalur menuju Jamarat terbentang gambaran berwarna putih. Gambaran berwarna putih itu adalah tenda para jemaah yang berjejer di pinggir jalan raya menuju Jamarat.
Detik.com

Video : Sakir Khader @sakirkhader

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  23 Responses to “Innalillahi, Tiga Korban Jamaah Indonesia di Tragedi Mina”

  1. 1

  2. Innalilahi waina ilaihi Rajiun.. Perjalanan ibadah yg berat menjadi tamu Allah.. Semoga para korban mendapatkan pahala jihad fisabillilah di sisi Allah SWT… Amin YRA…

  3. Innalilahi waina ilaihi Rojiun,turut berduka cita semoga semua korban diterima diatas sana

    saalam selalu

  4. Turut berduka cita sedalam dalamnya atas tragedi Mina… innalillahi waina ilaihi rojiun.

  5. Turut berduka,untuk saudara-saudariku di saudi arabia yg menjadi korban crane semoga amal ibadahnya diterima disisinya,.kami yg beragama kristen turut berbela sungkawa,..
    Salam indonesia raya NKRI HARGA MATI.!

  6. Innalillahi wainnalillahi rojiun…semoga para jamaah haji yg meninggal diterima disisi-NYA..& hajinya mendapat Haji yg Mabrur..!!!

  7. tamparan besar bagi Pemerintah Arab Saudi, Investigasi n Evaluasi Total wajib dilakukan. Kejadian yg terus berulang, bila tnpa perubahan dan pencegahan, niscaya.. Pelemparan Jumrah akan menjadi sebuah perjalanan Maut.

    Innalillahi wainnalillahi rojiun. Turut Berduka bagi seluruh korban, Smoga Amal Ibadahnya diterima Allah SWT .Amin y roballamin

    • kesalahan demi kesalahan dalam penyelenggaraan menyambut tamu Allah yang berbuah kematian. mulai dari crane sampai kejadian street 204. semoga Allah SWT mengampuni dosa korban2 di kedua musibah tersebut dan memberikan pahala yang layak di sisiNYA.

      dan tahanlah tangan2 kamu di bulan Haram dari menganiaya orang yang lemah.

  8. Innalillahi wa innailaihi roji’un, semoga semua korban meninggal secara syahid, Amiiiin !!!

  9. mf ada yg tau gak utk pengamanan haji apa masih pake tim G4S nya israel, soalnya bnyak banget kejanggalannya, trutama sejak arab ikut2an mainin harga minyak yg jd bumerang buat asu, 1, badai es yg tdk di beritakan oleh BMKG setempat yg mngakibatkan crane patah, 2. kebakaran dihotel, dan stelah itu arab kerahkan 10rb tntaranya buat ngamanin haji, 3. tragedi Mina krena jamaah yg sdh di depan balik arah, inget sebelumnya ada berita akan trjadi badai susulan, coba dichek para jamaah yg mlwan arus trutama handphone mereka (klo bawa) mgkin sblmnya ada sms yg buat mereka panik balik arah. yg poin 1 kayaknya gak mgkin asu pake HAARP cuma buat negur/nekan saudi, tp koq bisa ada hajatan besar (haji) tp cuaca se extreem badai es gak kedeteksi BMKG setempat, slanjutnya entah apalagi. imho

    • Ya, secara lahiriah pemerintah Arab Saudi patut dipersalahkan atas terjadinya tragedi demi tragedi pada musim haji kali ini. Apa lagi menurut khabar terakhir, terjadinya trgedi dijalan 204 Mina itu diindikasikan karena ulah dari putra mahkotanya yang dengan semena² memotong jalan disitu. Mestinya, sebelum melakukannya dia harus ngerti bahwa perbuatannya itu bisa mengakibatkan kerugian yang besar pada tamu² Allah. Bukannya menyambut tamu² Alloh dgn rendah hati, eh.., malah menampakkan kesombongannya. Dasar onta dengkulnya dua. Wakakakakakakak!

  10. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
    Belum basah air mata kelurga korban tragedi jatuhnya crane sdh terjadi musibah lagi,
    Smg korban diterima disishi Alloh dan para anggota keluarga yg ditinggalkannya diberi ketatabahan. Amin!

  11. Turut berduka cita bagi korban dan bagi keluarga yg ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan diberikan pintu ikhlas dalam menerima berita duka ini
    hendaknya peristiwa serupa tidak terjadi lagi ditahun-tahun mendatang karena tahun ini merupakan tahun yg penuh cobaan bagi para Calon jemahaan haji yg melaksanakannya belum kering air mata menerima kabar duka dalam peristiwa jatuhnya Crane di Mekkah kemaren saat merayakan hari raya Kurban kita mendapatkan kabar duka yg jauh lebih menyedihkan tetang peristiwa di Mina
    semoga Pemerintahan Arab Saudi mau mendengar usulan negara2 yg mayoritas peduduknya memeluk Islam lainnya dalam rangka memperbaiki peyelenggaraan haji di Tahun2 yg akan datang krn Mekkah,Madinah dan Arafah bukan hanya milik Arab Saudi saja tapi itu merupakan tempat Suci bagi semua Umat Islam di Dunia utk menyempurnakan ibadah mereka

  12. Innalillahi wa innailaihi roji’un turut berbelasungkawa kpd keluarga korban street 204..berkat doa bung-bung smua alhamdulillah oma dan opa seh

  13. Innalilahi wa innailaihi roji’un..smg amal ibadahnya diterima Alloh SWT..Alhamdulillah berkat doa bung-bung smua td pagi oma dan opa bisa ditelepon dlm keadaan sehat wal afiat..

  14. Innalillahi Wainnaillahirojiun

    Semoga kedepan tdk terulang lagi, dan pelayanan haji jadi semakin baik.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)