Oct 062014
 

Tatkala separuh dekade lalu “Zizhu chuangxin” dicetuskan Hu Jintao, Presiden China, bagaikan tengah meluruskan telunjuk ke masa depannya. “Zizhu chuangxin” atau “inovasi di tangan sendiri, di tanah sendiri”. Inilah mimpi yang tengah di kejar Negeri Semiliar Wajah. “Zizhu chuangxin”, menurut Hu, bukan saja satu-satunya pilihan agar China meraih kemakmuran berkesinambungan (sustainable prosperity) di abad-abad mendatang, tetapi juga taktik merebut tongkat kepemimpinan dunia (global leadership) ambisi China yang lain.

Di Beijing, Shanghai dan Shenzen, tiga kota sentra klaster teknologi-tinggi, keping-keping mimpi “Zizhu chuangxin” disusun. Zhongguancun Technology Center di distrik Haidian, Beijing, misalnya. Inilah hub teknologi yang telah sukses membidani kelahiran Loongson, prosesor mikro pertama karya ilmuwan China. Semula habitat terpenting di benua Asia dan bukan mustahil kelak dunia : 12.000-an perusahaan high-tech berkantor di klaster IT yang dihampari tujuh taman raksasa ini, termasuk perusahaan high-tech grup Fortune 500 seperti Microsoft, Intel, Google, ata NEC. Ribuan perusahaan IT lokal tumbuh bagai jamur musim hujan di hub teknologi yang tenaga ahlinya disuplai oleh dua perguruan tinggi prestisius, Tsinghua dan Peking University.

Zhongguancun jelas meniru pola sukses yang dilakoni hub teknologi Silicon Valley di California, AS, yang disokong Stanford University. Jadilah Zhongguancun Silicon Valley-nya China. Selain prosesor mikro Loongson, dari Zhongguancun,China mengorbitkan Lenovo. Inilah PC terbesar ketiga di dunia saat ini.

Ilustrasi ( rgsmanagement.com )

Jalan ‘Paten’ China

Lewat jargon “Zizhu chuangxin” China berambisi menanggalkan predikatnya sebagai ‘pabrik dunia’. Tak cukup label ‘made in China’, negeri tirai bambu mengejar label “innovated in China’ untuk produk-produk high-tech-nya di masa medatang.

Pemerintah China membuat dana riset kian tinggi, dari semula 1,49% GDP (102 miliar dolar AS) pada tahun 2007 ditargetkan menjadi 2,5% GDP pada 2020. Lewat cara ini, pemerintah sebenarnya ingin merangsang masyarakat agar gemar akan riset. Yang tak kalah penting, Insentif untuk penemuan-penemuan baru disemai, bahkan dibuat jorjoran (berlimpah). Iming-iming bonus menggiurkan ditebar kepada individu atau perusahaan yang mampu menciptakan paten, mulai dari perpanjangan masa pensiun, pemberian izin tinggal (residence permit) di kota-kota utama, hadiah kontrak kerja dari pemerintah, hingga pemotongan pajak hingga 25%. Singkat kata ekosistem inovasi diperbaiki secara serius.

Anggaran Belanja Litbang terhadap PDB ((Sumber : UNESCO 2012))

Hasilnya cukup spektakuler. Pada tahun 2008, misalnya, tak satu pun perusahaan di dunia yang mampu menandingi Huawei, perusahaan IT China, dalam perolehan paten baru. Sebagaimana dilaporkan Dinas Hak Cipta China, terjadi peningkatan 73% jumlah paten di seantero China dari semula 99.278 menjadi 171.619 sepanjang 2001-2005.

Ada yang meragukan memang, bahwa paten-paten China bener-bener mampu menyajikan ide-ide baru. Toh, negeri ini sudah cukup merasa suka cita dengan fakta meroketnya ekspor produk-produk high-tech mereka lebih dari 40% tiap tahun sepanjang 2002-2007. Di bidang teknologi Hankam (pertahanan keamanan), sudah tidak diragukan sejumlah negara membeli produk-produk China salah satunya adalah “Indonesia”.

 

Potensi : Perlu Dibangkitkan Kembali

Gelar Indonesia sebagai “macan” ekonomi Asia sebelum krisis juga ditempuh melalui langkah-langkah terobosan penting. Untuk memperkuat ketahanan pangan, kandungan teknologi (biotek) sektor pertanian mulai dari pembibitan, pembudidayaan sampai ke tahap agro industri ditingkatkan dan diperkuat penerapannya.

Hasilnya kita dapat mencapai swasembada beras yang membuahkan pengakuan FAO (Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian di bawah naungan PBB) di tahun 1984. Kemampuan manufaktur sektor industri untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi terus diupayakan. Produk hasil industri dalam negeri ini kemudian diberi peluang untuk berkembang. Lapangan kerja menjadi terbuka lebar.

Dirgantara Indonesia (dulu IPTN) menandatangani kontrak dengan Boeing untuk membuat 8.000 komponen air-frame Boeing 737. IPTN memperoleh kontrak 10 tahun dari General Dynamic untuk memproduksi 3.462 komponen air-frame F-16. Hal serupa dilakukan dengan Airbus setelah Garuda membeli 9 unit A-330.

Kapal buatan PT PAL

PAL memroduksi kapal tanker 30.000 LTDM untuk Pertamina dan kapal barang Star 50 yang berbobot mati 50.000 ton untuk pelayaran Jerman. Hingga tahun 2008, pemesanan kapal niaga PT. PAL sudah penuh merampungkan 21 kapal berbobot besar. 80% dari pemesanan itu datang dari luar negeri, seperti : Jerman, Italia, Portugal, Hongkong, dan Turki. Gambaran ini menunjukan bahwa kita adalah bangsa yang bisa berproduksi bila saja diberi peluang untuk berkembang.

Bagi tenaga ahli terdidik kita, termasuk lebih kurang 5.000 tenaga ahli yang dikirim ke berbaai perguruan tinggi terbaik di luar negeri, tersedia pusat-pusat keunggulan seperti Puspitek serta perusahaan-perusahaan industri strategis sebagai wahana untuk mereka berkiprah mengembangkan talenta. Sayangnya, jangankan meloncat kedepan menuju ekonomi inovasi, kita malah mundur ke belakang, kembali ke ekonomi SDA yang mengandalkan ekspor bahan mentah dan barang-barang bernilai tambah rendah.

“Change is the process by which the future invades Our Lives” Alvin Toffler (1992)

Sekarang kembali kepada kita, apakah akan mundur atau tetap maju, “Anda percaya, Kami pasti bisa”.

Ini ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Zuhal, MSc, EE, adalah seorang ilmuwan dan mantan Menristek era Kabinet Refomasi Pembangunan yang pernah meniti karir di ITB dan UI. Saya edit beberapa biar bisa menjadi beberapa artikel dan ditambah beberapa karya ilmuwan kita, semoga bisa dimengerti teman-teman. Kalau ada kritik atau saran sangat saya harapkan, semoga bisa beranfaat. Salam Perjuangan, Jalo. Bersambung…..

  51 Responses to “Inovasi di Tangan Sendiri, di Tanah Sendiri”

  1. yang nulis pak Zuhal ternyata, jadi dulu ide china ini juga ada zaman begawan ekonomi Sumitro bahwa hasil alam Indonesia diolah di Indonesia oleh Manusia Indonesia

    • sekarang lg diusahakan bung
      dngan diwajibkannya pembangunan smelter
      hehe

      • energi sebenarnya yang harus jadi fokus utama ya bung. pengelolaan energi kita masih carut marut. gas yang sangat murah dan ramah lingkungan diekspor. semoga kebijakan pembangunan smelter dan refinery ini menjadi titik tolak pemaksimalan pemanfaatan SDA di indonesia

  2. Lanjutkan, Hidup NKRI

  3. Terus Maju Indonesiaku!!!

  4. 2

  5. Semangat Siang….

  6. PT PAL maju terus, jadilah industri yang mendunia.

  7. Tunjukkan taringmu, jadilah kembali Macan Asia yang di segani negara lain

    Hidup NKRI

  8. masalahnya kita banyak terkendala perijinan dari hak paten,nama produk dan ijin produksi,selain itu kadang2 kita terbentur sama perusahaan yang lebih besar.contoh kasus dijawa timur(saya lupa thn berapa)ada seorang penduduk biasa menciptakan jagung hibrida yang lebih murah dibandingkan sama salah satu perusahaan benih jagung,akibatnya sipenenu dilaporkan sama perusahaan itu dengan tuduhan pelanggaran hak cipta padahal produk sipenemu sama siperusahaan beda.

  9. absen

  10. Semoga menyadarkan kita semua..

  11. Kapal Perang Malaysia Hilang di Perairan Sabah, Pencarian Dilakukan
    Rita Uli Hutapea – detikNews

    Kuala Lumpur, – Angkatan Laut Malaysia melancarkan pencarian tujuh awak yang hilang setelah kapal perang mereka hilang di perairan negara bagian Sabah.

    Insiden tersebut terjadi saat patroli laut rutin pada Minggu, 5 Oktober di dekat pulau Mengalum, negara bagian Sabah.

    “Ya, itu benar. Mohon berdoa untuk keselamatan mereka,” kata kepala Angkatan Laut Abdul Aziz Jaafar ketika ditanyakan mengenai hilangnya kapal tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/10/2014).

    Dikatakan pemimpin Angkatan Laut Malaysia itu, upaya pencarian dan operasi penyelamatan secara intensif telah dilakukan, namun cuaca buruk mempersulit misi tersebut.

    “Perairan yang berombak dan awan hujan yang rendah menyebabkan operasi pencarian dan penyelamatan kapal perang CB204 oleh kapal-kapal dan pesawat Beechcraft menjadi sulit,” ujar Jaafar.

    Menurut surat kabar lokal, New Straits Times, kapal perang tersebut telah bertolak dari pangkalannya bersama-sama kapal perang lainnya pada Minggu, 5 Oktober dini hari waktu setempat. Otoritas setempat yakin, kapal tersebut hilang kontak dengan pangkalan setelah dihantam ombak ganas.

  12. Harapanku adalah semoga Indonesia sudah berubah menjadi New Super Power sebelum usiaku berakhir

  13. Thaks bung jalo
    Andai kata s’mua mntri fikiran nya kaya bung jalo..
    Mgkin kita akan mnjadi mcn asia.

    Truskan brkarya bung jalo.
    Jangan mnyrah tulangg.!!!!!

  14. artikel yang menggetarkan hati dan pemikiran pembacanya bung jalo.
    salute buat bung jalo di tunggu next episode nya.
    salam kenal bung jalo.

  15. Menyimak

  16. bumi ini terlalu makmur ……….akhirnya banyak orang milih tidur………setelah dapet proyek nglindur…

    • penghargaan untuk penelti kurang…….fasilitas sih oke..soalnya bisa di proyekan….tapi kalu gaji..peneliti. gakbisa di proyekan..
      ..ada..Dokor S3 engenering computer di puspiptek……mau nguliahin anaknya aja…ngutang di bank BRI……sila ke 5..mesti harus di taruh di kepala bos…bos……..

  17. Masalah birokrasi yg njlimet mungkin yg menghambat para peneliti kita .harapan kita semoga presiden terpilih mampu merubah walaupun tidak mudah untuk melakukanya dan saya rasa bung jalo tau itu

  18. Ini pertanyaan yg tidak perlu saya jawab bung, sudah banyak dibahas kita tidak melihat dari mana atau blok apa, yg perlu kita capai adalah negara yg mau berbagi.

  19. Kalau indonesia tidak mau terjebak di negara kelas menengah (middle trap) maka indonesia harus segera memusatkan kegiatan riset dan inovasi. Pemerintah harus segera meningkatkan anggaran riset kalau perlu menyamakan dengan anggaran india yng msh sebanding dgn kita bukannya dibwh philipina yg jauh levelnya dari kita.

    Selain peningkatan anggaran, perhatian pada hak paten dan perhatiaan kpd para penemu hrs segera ditingkatkan, kalau tidak kita akan tidak bergerak sbg negara kelas menengah yg menghandalkan komoditi dan sda, yg tentunya akan habis dikemudian hari.

    • Sama filipina aja kalah, gimana dengan malaysia… hehehehehe

      Sda dan sdm kita sudah dikenal oleh dunia internasional, dengan anggaran begitu sudah bikin negara lain apresiasi. Gimana kalau sampai setara dengan India, haduuh mimpi saya terlalu jauh. Kan kita bangsa impor ya, garam dan gula aja impor, ini cuman hal kecil yg tidak penting. 🙂

      Maaf, cuman guyon bung ihsan…

      • selama bagian LITBANG : masih berarti Sulit Berkembang….dan jadi daerah buangan….kita akan stagnasi spt skr…(maklum bokap mantan orang Litbang he7x…jadi tahu betapa pahitnya penghasilan bidang ini dlm membiayai anak2nya bersekolah)…

      • Bagaimana bisa maju , lawong UU yg ada malah mendukung Negara Asing mencengkeram bangsa Indonesia, seperti UU Ketenaga Kerjaan (Labour Market Flexibility (LMF) ) yg membuat pekerja2 di Indonesia tidak mempunyai kepastian dalam bekerja , yang mana hal ini sengaja di paksakan oleh berbagai lembaga keuangan dunia baik IMF maupun World Bank.

        serta UU Penanaman Modal Asing yg mana memungkinkan pemodal2 asing untuk mempermainkan permodalan di Indonesia dengan mudahnya. Kedua ini disahkan dan dirancang pada jaman pemerintahan Megawati dan DPR dikuasai oleh PDIP.

        So, bagi @ kawan2 jakarta greater yg mendukung jokowi yg jelas2 dibawah ketiak megawati , gw hanya bisa menyarankan, janganlah terlalu menggebu2 dlm mendukung seseorang. Karena jelas proyeksi kepemimpinan jokowi tidak jauh beda dengan kepemimpinan megawati dhlu kala. Harapan satu2 nya saat ini hanyalah didalam koalisi merah putih, semoga walau dasarnya sentimen kekalahan pilpres kemaren. Koalisi merah putih mampu mengontrol kebijkan jokowi agar tidak menjadi budak asing.

        • ROE disini dilarang menjelekan kepala negara dan Mantan kepala negara,,

          Kita disini menganut azaz Mikhul Ndhuwur Mendem Njero,,
          Harap diperhatikan

          Pesan yang sama juga untuk Nick Hariyanto

      • maaf bang jalo…kalah sama filipina dalam hal apa?
        maksudku….dalam hal inovasi.

        yang aku lihat malah…inovasi2 kita yang malah lebih menang daripada Filipina.

        • Bung aryajawa, silahkan lihat foto nomer 3 diatas…

          Jawaban saya itu menjawab tanggapan bung ihsan :

          “Pemerintah harus segera meningkatkan anggaran riset kalau perlu menyamakan dengan anggaran india yng msh sebanding dgn kita bukannya dibwh philipina yg jauh levelnya dari kita.”

  20. jangan terlalu percaya sama teknology China. mereka hanya ungul dalam persaingan harga. mutu dan teknology ? buktikan barang apa yg kualitasnya bagus, ga ada kan…

    • Jangan melihat ke arah sana dulu bung, lihat strategi mereka. Seperti membicarakan kualitas alutsista blok timur dan barat, itu takkan ada habis2nya. Kenapa mereka maju dan kita mundur, itu yg perlu direnungkan.

      Tahun 90-an vice president IMF asal China (saya lupa namanya) datang ke Indonesia, beliau mengatakan kepada menristek kita saat itu bahwa ia berharap semoga China bisa mengikuti perjuangan dan kebangkitan inovasi yg dilakukan oleh Indonesia.

      Namun ternyata kita jatuh dan hancur pada saat krismon, pada 2000-an beliau datang lagi dan berharap Indonesia bisa bangkit lagi. Sayangnya kita gagal “move on” –kata anak2 sekarang– sampai sekarang, dan sekarang kita lihat gimana China sudah sngat jauh dari kita.

      Di China saat ini generasi muda mereka sedang trend teknologi inovasi, berlomba-lomba membuat bangga negaranya. Di kita sedang berlomba2 tawuran, pengangguran makin banyak, dan sedang galau denga budaya negara lain. Generasi muda kita sedang krisis identitas, mereka inilah harapan Indonesia kedepan.
      http://rhegulusnazgul.wordpress.com/2011/03/11/generasi-muda-indonesia-pada-saat-ini/

  21. ???? hihihi jangan ribut, sudah dimakan paus jadi rumpon

  22. Yup dan keberhasilan itu belum ada niat, baik dari UU hingga susahnya mengurus hak paten. Mobil listrik udah sudah keluar STNKnya setelah dibantu dan diperjuangkan oleh pak DI. Sekarang sedang uji coba jakarta-surabaya kalau gak salah, semoga tidak makin dipersulit lagi. Yg paling membanggakan adalah generator listrik, itu uda bangun dengan sejumlah anak didik maupun mahasiswa/i, kalau tahu apa yg mereka dapat dari perjuangan mereka dalam menciptakan listrik di daerah2 yg tidak mempunyai listrik saya rasa bumi indonesia akan menangis.

    • betul bung jalo,

      saya sangat bingung dan gregetan,
      harus bagaimanalagi mempercepat ketertinggalan ketika akselerasi juga tidak mendapat sambutan hangat,
      akhirnya berjalan apa adanya dan terpaksa berpaling kepada negar yang menghargai,
      bukan karena sekedar materi tapi mereka juga ingin ilmunya bermanfaat bagi umat manusia,

  23. Enakkan jadi artis dadakan yang ngetop lewat ajang pencari bakat menang langsung kontrak, seandainya ada ajang pencari bakat untuk ilmuwan mungkin kita bisa lebih maju…tapi gak pake polling sms ya…

  24. Bung Jalo, anda hadir nanti di acara? Konfirmasi bung? War cry nya apa? Bagus juga untuk pengenalan rekan-rekan…

    • Maaf baru bales bung Blaze, saya gak bisa hadir lagi temanin teman peneliti kita yg kerja di Amerika. Lain waktu aja ya bung kita ketemu di Surabaya, maaf ya.

  25. Itu kapal produksi PT. Pal yg berbobot 50.000 Ton kalau dirubah ke kapal perang bisa jadi Kapal Induk Mini..:)

  26. Bung Jalo, semoga penggabungan RISTEK dng Dikti bisa terwujud menjadi Departemen tersendiri. Jadi ingat keponakan2 yg di ITS, bagaimana susahnya utk dapat dana riset, sampai2 pernah terjadi beli onderdilnya di Demak/Dupak, krn harus merogoh kantong sendiri ditambah sedikit dari dosen2 yg simpati dng riset tsb.
    Potensi mahasiswa kita itu sungguh luar biasa, cuma perlu dukungan yg kuat dari para pemimpin kita saja. Lihat saja hasil penelitian dari mahasiswa metalurgi ITS tentang peluru yg pecah begitu kena sasaran. Padahal kalau melihat semangat group2 penelitian mahasiswa ITS lainnya, sungguh luar biasa. Sayang kalau hanya selesai diatas kertas saja. prihatin.com.

    • Iya bung, saya sering lihat langsung dan nantinya dosennya yg terkenal. Di ITS banyak juga kok, 😀

      • bung @jalo, gimana kalo dibuat aja wadah, untuk mengumpulkan dana swadaya masyarakat untuk menopang R&D karya anak bangsa, dimulai dari warjager aja… heheh

        jumlahnya memang mungkin tidak seberapa (diawalnya) tapi kalau terus fund rising ke seluruh rakyat indonesia, saya yakin jumlahnya akan buanyak, 100rb/bulan dari masing2 warjager, pasti dah lumayan, kalau dari masyarakat awam 10rb perkepala, pasti buanyaaak…

        minimal jadi wujud nyata kita mendukung R&D dari sesama anak bangsa… gak sekedar diskusi di warjag

        sekalian mendukung untuk menjadikan jakarta greater sebagai Nusantara Gemilang, sebagimana usulan kawan2 di threat sebelah… bgmn bung @jalo, @satrio, @diego, @gue, @lain-lain

        maaf, ini cuma usul dari tukang urut

  27. nice artikel bung jalo,

    sbnarnya kisah klasik yakni asal pemerintah dan para politisi mau komitmen insya allah indonesia maju.
    contoh india dia sgt fokus dan komit thadap teknologi informatika,skrg bisa dicek software2 kelas wahid rata2 juga ada developer dr india,krn dukungan dan komit mereka,ditambah skrg merambah dunia militer dan bisnis.

    dimanapun negara bila itu positif baik barat dan timur kita tetap open,tdk usah mengecilkan suatu teknologi maupun dibidang lainya.

    maaf cucu lancang

  28. Menurut beritanya, yg hilang itu CB240, itu sejenis boat tempur, kurang tepat sih klo dikata kapal perang.. lagian hilangnya juga didaerah mereka, ngapain jg kita ngerumpon boat yg berada diwilayah mereka sendiri… hihihi
    Mungkin lagi operasi penceroboh, dan cuaca lagi buruk, ilang deh..
    Semoga cepat ketemu…

  29. astagfirullahalazim.., jantung saya berdesir lihat tabel Anggaran Belanja Litbang terhadap
    PDB . hanya sekitar o, sekian sekian persen dari pdb.

    izin share bung diego ke fb saya.makasih.

 Leave a Reply