Sep 052017
 

Kapal plat datar yang dikerjakan di PT IKI, Makassar, 6/8/2017 (PT IKI Persero).

Bantaeng – Universitas Hasanuddin meluncurkan sejumlah hasil inovasi dalam pameran produk dies natalies Unhas ke-61 di Bantaeng, Sulawesi Selatan. 3-9-2017.

Pada kesempatan ini diperkenalkan kapal nelayan hasil inovasi Unhas yang mempunyai kelebihan dengan teknologi plat datar yang membuatnya fleksibel dan mudah untuk menjangkau daerah terpencil.

Kapal ikan plat datar berlisensi 10 gross tonnage (GT) hasil riset Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin yang diproduksi PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, telah diresmikan pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar.

Kehadiran kapal plat datar berawal atas riset bersama untuk menciptakan kapal nelayan Indonesia tanpa lekukan dengan bahan bakunya adalah baja yang cukup murah, termasuk untuk perawatan dan bahan bakarnya. Nantinya, menurut Prof Budu, kapal akan mempunyai banyak kegunaan bagi para nelayan penangkap ikan di Indonesia.

Prof Budu mengatakan riset awal pembuatan kapal pelat datar dari Universitas Indonesia yang sudah dipatenkan. Universitas Hasanuddin menjadi penerus dari inovasi anak bangsa itu dengan membuat kapal ikan untuk nelayan dengan konsep yang sama, yaitu plat datar dan bekerja sama dengan PT Industri Kapal Indonesia Makassar.

Kapal ikan nelayan berlisensi 10 GT ini mempunyai panjang 15 meter dengan lebar 4 meter dan Tinggi 2,8 meter tanpa mempunyai lekukan di badan kapal.

Tidak hanya digunakan untuk para nelayan, kapal bisa juga digunakan untuk petugas Polisi patroli di perairan dan juga sebagai kapal pengangkut.

“Sebagai perguruan tinggi pada kluster 1 menurut kategori Kemristekdikti, orientasi kerja sama Unhas dijalankan dengan prinsip ABCG atau Academic, Business, Community, and Government, sehinga memiliki kerja sama multi pihak, seperti antara Unhas, Pemkab Bantaeng dan BPPT,” ujar Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerja Sama, Prof Budu.

Adapun dalam kerja sama dengan Pemerintah Kabupetan Bantaeng, Universitas Hasanuddin meluncurkan hasil inovasi berupa dodol markisa Kelompok Usaha Rakyat yang dibina oleh Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng.

“Kemitraan Unhas dan Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu dari sekian banyak implementasi kemitraan yang dikembangkan Unhas,”ujar Prof Budu. (Antara).

  19 Responses to “Inovasi Kapal Plat Datar Universitas Hasanuddin”

  1. Plate datar berarti gak ada biaya bending yg mahal. Cukup Inovatif tp geseran titik berat COG cukup sensitif…

  2. ayo putra putri indonesia berlomba2lah utuk mmbuat inovasi2 dibidang masing2 utk kebutuhan n kemajuan rakyat n ngr ini. amin

  3. Maaf melenceng dari temanya, minta info pabrik kapal 15 – 20 meter bahan dr plat besi yg bagus tp murah dong …

 Leave a Reply