Mei 242017
 

Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap kapal perikanan asing berbendera Vietnam. (djpsdkp.kkp.go.id)

Jakarta – Pemerintah Indonesia mengatakan beberapa kapal penangkap ikan Vietnam melarikan diri dari perairannya, menyusul unjuk kekuatan yang dilakukan oleh kapal penjaga pantai Vietnam (Coast Guard) di Laut Cina Selatan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia mengatakan pada Selasa, 23/5/2017 bahwa Vietnam memegang seorang petugas perikanan Indonesia yang sebelumnya berada di salah satu kapal Vietnam, dan Indonesia memiliki 11 awak kapal Vietnam dalam tahanannya.

Insiden pada hari Minggu itu terjadi di utara rantai pulau Natuna di dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia.

KKP menjelaskan bahwa lima kapal penangkap ikan berbendera Vietnam dicegat oleh kapal patroli maritim Indonesia dan berada di dalam kendali, sampai satu kapal penjaga pantai Vietnam (Vietnamese Coast Guard Ship) menabrak kapal nelayan tersebut yang petugas Indonesia berada di dalam, dan menenggelamkannya. Namun, Kementerian (KKP) mengatakan tidak ada yang terluka.

Kapal Indonesia tersebut mundur setelah beberapa kapal penjaga pantai Vietnam terlihat dalam radar sedang mendekat, sementara sebuah kapal perang Indonesia berjarak 30 menit.

Penjaga pantai Vietnam menolak berkomentar.

Ketegangan mudah berkobar di Laut Cina Selatan, jalur perdagangan global utama. Tuntutan Tiongkok terhadap sebagian besar laut tumpang tindih dengan perairan teritorial beberapa negara Asia Tenggara.

Indonesia telah menghancurkan ratusan kapal yang menangkap ikan secara ilegal di perairannya selama dua tahun terakhir, banyak di antaranya berbendera Vietnam, sebagai bagian dari kebijakan untuk memperkuat kontrol terhadap wilayah maritim negara kepulauan tersebut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perikanan, Rifky Effendi Hardjianto, mengatakan dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip Associated Press bahwa pejabat kementerian telah bertemu dengan duta besar Vietnam dan akan menyelesaikan insiden tersebut melalui saluran diplomatik yang normal. Menurutnya, kedua pihak sepakat untuk menghindari terulangnya bentrokan tersebut.

Sumber: Associated Press

Bagikan:
 Posted by on Mei 24, 2017