Sep 052014
 
Petugas PT DRU dan Angkatan Laut  memeriksa dan mendokumentasikan sling baja yang putus. Sling baja penahan KRI Teluk Bintuni putus sebelum resmi diluncurkan | Saryah M Sitopu / Saibumi.com

Petugas PT DRU dan Angkatan Laut memeriksa dan mendokumentasikan sling baja yang putus. Sling baja penahan KRI Teluk Bintuni putus sebelum resmi diluncurkan | Saryah M Sitopu / Saibumi.com

Bandar Lampung – Tali sling baja yang menahan kapal KRI Teluk Bintuni putus pada 15.10 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan kapal perang khusus angkut tank tersebut meluncur ke laut sebelum diresmikan, Kamis 5 September 2014.

Putusnya sling tersebut baru diketahui setelah kapal secara tiba-tiba meluncur ke laut. Para awak berbagai media serta para petugas dari PT DRU Lampung langsung berhamburan keluar dari tenda utama tempat mereka menunggu acara peluncuran secara resmi dibuka. Dengan gerak sigap para awak media langsung mengabadikan kejadian tersebut.

“Slingnya tidak kuat menahan beban. Masih ditambah angin yang kencang begini jadi putus,” kata salah satu anggota Satgas AL Mayor Yan Saragih.

Keributan sempat terjadi karena para pekerja saling berteriak mencari teman-temannya yang pada saat kejadian posisi mereka sedang berada di dalam laut yang menjadi jalur peluncuran kapal tersebut.

image

KRI Teluk Bintuni (photo: Saibumi.com)

Dua korban pekerja terpantau saibumi.com bergegas dibawa. Satu korban masih bisa berjalan sendiri sambil dipapah temannya. Satu orang lagi digotong oleh enam orang pekerja lainnya.

Saat mobil ambulans yang membawa pekerja yang terluka itu meninggalkan lokasi peluncuran kapal, bus yang membawa rombongan tamu datang yang akan meresmikan peluncuran tersebut baru tiba.

Hingga berita ini dikirimkan, para tamu hanya berbincang di bawah tenda tribun kehormatan. Sementara tim dari PT DRU terus berusaha mengkondisikan kapal KRI Teluk Bintuni.(Saryah M Sitopu / Saibumi.com).

  129 Responses to “Insiden KRI Teluk Bintuni”

  1.  

    Aku tidak setuju kalau ada peresmian* alutsista..sepertinya hanya membudaya saja biar ada uang pesangon mumpung ada aji mumpung buat anggaran menggelar peresmian alutsista…bila pengadaaan MEF setiap barang alutsista harus diresmikan akan memakan uang anggaran belanja alutsista saja…

  2.  

    Mungkin tali slingnya murahan beli KW made in ch***
    maaf kalau saya salah 🙂

  3.  

    Bung senopati dalam Al Qur’an disebutkan yang kira2 artinya Sengaja Aku (ALLAH) ciptakan kamu bersuku suku Dan berbangsa bangsa untuk saling mengenal. Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling bagus Amal ibadahnya. Jadi manusia itu sama. Dan siapa pun manusia itu adalah khalifah di muka bumi.

  4.  

    Informasi terakhir korban sudah siuman dan tidak apa2, hanya kaget saja.

  5.  

    tdk usah bicara etnis-lah…tapi masing2 jg harus tahu diri dan saling menghargai…krn semua ada kelebihan2nya…….contoh : Mamuju itu dulu desa transmigrasi yg bangun lebih banyak orang Jawa dan Bali.(pertanian dan perkebunan)..plus Makassar dan Bugis..(perdagangan)…akhirnya bisa jadi Provinsi skr..yg untungkan penduduk aslinya…dari daerah terbelakang dihitung tempat buangan…skr daerah yg pertumbuhan ekonominya diatas rata2 nasional….

  6.  

    @bung ps,sore bung maaf oot,kenapapa ya bung jika kapa niaga berbendera lokal harus hormat bendera saat berpapasan dgn kapal patroli al?

  7.  

    Evert van den Broek

 Leave a Reply