Insiden KRI Teluk Bintuni

129
113
Petugas PT DRU dan Angkatan Laut  memeriksa dan mendokumentasikan sling baja yang putus. Sling baja penahan KRI Teluk Bintuni putus sebelum resmi diluncurkan | Saryah M Sitopu / Saibumi.com
Petugas PT DRU dan Angkatan Laut memeriksa dan mendokumentasikan sling baja yang putus. Sling baja penahan KRI Teluk Bintuni putus sebelum resmi diluncurkan | Saryah M Sitopu / Saibumi.com

Bandar Lampung – Tali sling baja yang menahan kapal KRI Teluk Bintuni putus pada 15.10 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan kapal perang khusus angkut tank tersebut meluncur ke laut sebelum diresmikan, Kamis 5 September 2014.

Putusnya sling tersebut baru diketahui setelah kapal secara tiba-tiba meluncur ke laut. Para awak berbagai media serta para petugas dari PT DRU Lampung langsung berhamburan keluar dari tenda utama tempat mereka menunggu acara peluncuran secara resmi dibuka. Dengan gerak sigap para awak media langsung mengabadikan kejadian tersebut.

“Slingnya tidak kuat menahan beban. Masih ditambah angin yang kencang begini jadi putus,” kata salah satu anggota Satgas AL Mayor Yan Saragih.

Keributan sempat terjadi karena para pekerja saling berteriak mencari teman-temannya yang pada saat kejadian posisi mereka sedang berada di dalam laut yang menjadi jalur peluncuran kapal tersebut.

image
KRI Teluk Bintuni (photo: Saibumi.com)

Dua korban pekerja terpantau saibumi.com bergegas dibawa. Satu korban masih bisa berjalan sendiri sambil dipapah temannya. Satu orang lagi digotong oleh enam orang pekerja lainnya.

Saat mobil ambulans yang membawa pekerja yang terluka itu meninggalkan lokasi peluncuran kapal, bus yang membawa rombongan tamu datang yang akan meresmikan peluncuran tersebut baru tiba.

Hingga berita ini dikirimkan, para tamu hanya berbincang di bawah tenda tribun kehormatan. Sementara tim dari PT DRU terus berusaha mengkondisikan kapal KRI Teluk Bintuni.(Saryah M Sitopu / Saibumi.com).

129 KOMENTAR