Insinyur Vietnam Terus ‘Mengoprek’ Rudal X-29 dan Sistem Avionik Pesawat Tempur Sukhoi

Para insinyur dari Technical Institute Vietnam telah berhasil memproduksi generator mesin roket untuk rudal X-29, senjata udara-ke-permukaan pesawat tempur Su-27 dan Su-30MK2.
0
Selain itu Institut juga telah meneliti, merancang dan membuat sistem computer mission cluster, dan display multifungsi yang terintegrasi dengan navigasi satelit TNL- 1000 pada sistem kontrol persenjataan Su-27.

Menurut data yang pernah dirilis SIPRI, tahun 2004 Vietnam telah membeli lebih dari 100 rudal X-29, untuk mempersenjatai pesawat serang Su-22M4 dan pesawat tempur Su-30MK2.

X-29 adalah rudal udara-ke-permukaan dengan kecepatan supersonik (1.450 km/jam). Dengan hulu ledak tinggi armour piercing, X-29 dirancang untuk dapat menembus beton bunker setebal 3 meter di bawah tanah. Apalagi dengan bobot hulu ledak yang mencapai 320 kg, bukan hanya jembatan, gedung beton atau hanggar pesawat yang bisa dihancurkan oleh daya ledaknya, bahkan kapal perang dengan bobot 10.000 ton bisa ditenggelamkan oleh rudal X-29.

Sistem pemicu (fuze) X-29 dapat diatur disesuaikan dengan target yang akan disasarnya, dengan mode peledak ‘sentuh’ digunakan untuk menyerang target jembatan atau mode peledak ‘tunda’ untuk meledakkan bunker, benteng atau kapal perang.

Setelah dirilis dari pesawat tempur, rudal X-29 akan turun 1-2 meter dibawah pesawat sebelum kemudian meledakkan motor roketnya untuk mencapai kecepatan supersonic. Pengaktifan motor roket dibawah pesawat untuk memastikan keamanan pesawat dari efek aliran asap rudal yang bisa masuk ke intake pesawat tempur.

Yang unik dari rudal X-29 adalah hanya meninggalkan asap tipis setelah peluncuran yang tidak mengganggu visibilitas pilot, bandingkan dengan rudal anti radar KH-31 yang meninggalkan efek asap tebal sepanjang peluncurannya.
JakartaGreater

Leave a Reply