Aug 292013
 
Pasukan TNI yang ikut dalam tim Investigasi di Perang Suriah (photo: aljazeera.com)

PBB menyatakan Inspeksi Senjata Kimia di Suriah, selesai 2 Minggu (photo: aljazeera.com)

Inspektur PBB harus menerjang tembakan artileri dan para penembak jitu untuk mencapai sebuah kota di pinggiran Damaskus yang diduga terkena senjata kimia mematikan pekan lalu. Pada hari Senin 26/8/2013, 11 anggota tim ahli senjata kimia mengunjungi sebuah rumah sakit darurat di Mouaddamiyah dan mewawancarai sekitar 20 orang terluka, enam hari setelah serangan tanggal 21 Agustus 2013. Korban serangan ini mengatakan mereka terus menderita penglihatan kabur, menggigil dan kelesuan.

“Lebih dari 100 orang yang diperkirakan terkena senjata kimia masih berada di rumah sakit di Mouaddamiyah, tetapi penyelidik PBB tidak bisa melihat mereka karena tidak memiliki waktu yang cukup,” Adnan al Sheikh, seorang guru olah raga 31 tahun yang menemani inspektur PBB. Mereka tertahan sekitar tiga jam di jalan dari Damaskus ke Mouaddamiyah (perjalanan 45 km)”.

Lebih dari 355 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 3.000 terluka dalam serangan yang diduga menggunakan senjata kimia di Mouaddamiyah, wilayah Ghouta timur. Setelah serangan itu, banyak rekaman video yang menunjukkan banyak mayat bergelimpangan di tanah, tubuh yang gemetar dan berbusa mulut di rumah sakit darurat. Tim PBB ini datang untuk mengumpulkan sampel darah dan bagian pakaian dari yang terluka, serta sampel tanah di dekat roket yang meledak.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mencurigai bukti yang dikumpulkan tim PBB, bisa telah dirusak atau hancur, karena sudah enam hari sejak serangan kimia terjadi. Washington dan London mmengecam pemerintah Suriah karena tidak memberikan akses ke penyelidik PBB segera setelah terjadi serangan tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al – Mouallem mengatakan, pemerintahnya bertindak tepat dan langsung memberi ijin saat ada permintaan dari PBB untuk memasuki lokasi yang diduga menggunaan senjata kimia.

Sejumlah ahli mengatakan tindakan inspektur PBB tidak terlalu terlambat untuk mendeteksi keberadaan gas Sarin. Namun Juan Pascal Zanders, pakar senjata dan kimia dari trench.org mengatakan, jejak gas Sarin akan menghilang hanya beberapa jam setelah dirilis di udara. yang paling mungkin adalah mendeteksi produk sampingan kimia agen saraf .

“Produk kimia, terutama dalam sampel darah dapat dideteksi di laboratorium khusus, walau darah korban telah terkena berhari-hari dan bahkan minggu”, kata Zanders.

Jasad korban serangan senjata kimia di Ghouta, Suriah, Rabu (21/8). (photo; AP/Shaam News Network)

Jasad korban serangan senjata kimia di Ghouta, Suriah, Rabu (21/8). (photo: AP/Shaam News Network)

Siulan Roket
Menurut penduduk Suriah, tim PBB juga mengumpulkan beberapa bagian roket. Lima dari 29 diduga roket kimia jatuh di wilayah Mouaddamiyyah. Warga melaporkan roket itu berbeda dari roket dan artileri yang biasa digunakan pasukan Assad dalam serangan sehari-hari untuk merebut kembali daerah yang dikuasai pemberontak .

“Ketika roket meluncur, kami mendengar suara siulan yang kuat dan kita belum pernah mendengar sebelumnya”, ujar Qusai Zakaria warga Mouaddamiyyah yang juga seorang peneliti dan penerjemah.

“Ada lubang pada kulit roket tersebut dan inspektur PBB melihat hal itu. Mereka mengambil sampel roket dan mudah-mudahan membantu”, ujar Zakaria.

Seorang ilmuwan senjata kimia Suriah yang sebelumnya bekerja untuk program senjata kimia negara mengatakan, roket senjata kimia tidak pecah (fragment) karena pemerintah Assad mengadopsi sistem “aerosol”, di mana roket melepaskan zat kimia saat dalam perjalanan. Zat kimia tidak dilepas saat roket meledak. Suara siulan yang didengar penduduk merupakan suara, ketika zat kimia itu dilepas oleh roket”, katanya.

Para ilmuwan mengatakan untuk menentukan bahan kimia yang digunakan dalam roket ini, bisa dilakukan dengan memeriksa permukaan roket di laboratorium khusus.

Ternak penduduk Suriah yang terkena serangan zat kimia (photo: cbc.ca)

Ternak penduduk Suriah yang terkena serangan zat kimia (photo: cbc.ca)

Siapa yang bertangung jawab ?
“Banyak bukti yang menunjukkan telah terjadi sesuatu yang serius tanggal 21 Agustus 2013. Gas kimia beracun itu telah dilepaskan. Kini tim investigasi PBB bekerja untuk mencari bentuk dari bahan kimia yang digunakan”, ujar pakar senjata dan kimia Juan Pascal Zanders.

Misi PBB, bagaimanapun, tidak memiliki mandat untuk menentukan pihak mana yang bertanggung jawab.

Pemberontak dan maupun pemerintah saling menuduh untuk serangan kimia tersebut. Sementara negara-negara Barat menuduh Pasukan Assad yang menggunakan senjata kimia itu, untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah sekitar ibukota Damaskus.

Beberapa aktivis oposisi menyatakan roket ditembakkan dari peluncur yang terletak di Brigade 115 pangkalan militer utara Damaskus. Beberapa saksi lain mengatakan, roket diluncurkan dari sebuah pangkalan militer di pegunungan Qalamoun.

“Apa yang membuat sulit untuk menentukan dari arah roket ditembakkan adalah karena kita juga dihujani roket artileri biasa pada waktu yang sama”, kata Sheikh.

Ilmuwan Suriah menyarankan penggunaan sinyal satelit dan gambar untuk menemukan lokasi peluncuran roket. Sebagai contoh, ia mengatakan pada Desember 2012, tentara AS bisa mengkonfirmasi peluncuran empat rudal Scud jarak pendek dari Damaskus dengan mencegat sinyal satelit. Tetapi penggunaan metode ini tergantung adakah satelit AS atau negara lainnya yang sedang melewati daerah tersebut, saat roket kimia ditembakkan, ujar Peneliti AAAS Susan Wolfinbarger. Sebelumnya, AAAS telah mampu melacak asal selongsong artileri yang jatuh selama konflik di Sri Lanka, dengan mengukur sudut dampak yang terlihat dalam citra satelit .

Siapa yang menembakkan roket kimia tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diungkapkan. Adanya serangan yang terus-menerus di pinggiran Damaskus oleh pasukan Suriah selama dan setelah serangan kimia, membuat sulit mengidentifikasi kawah/ jejak yang diciptakan oleh roket yang bersangkutan .

“Keputusan mengenai siapa yang melakukan serangan itu akan menjadi salah satu politik. PBB akan menyajikan fakta dan temuan mereka, yang kemudian akan diperdebatkan di Dewan Keamanan PBB dan diputuskan “, ujar Zander berspekulasi .

Para inspektur PBB diharapkan menyelesaikan penyelidikan itu dalam dua minggu setelah insiden dan mereka telah meminta akses ke pemerintah Suriah untuk memeriksa tiga situs lain .

“Para inspektur mencoba untuk mengambil apa pun yang mereka bisa dari Mouaddamiyyah. Mereka bahkan mengambil sampel dari hewan. Dan meskipun fakta bahwa kondisi yang tidak menguntungkan, mereka bertekad untuk sampai ke Mouaddamiyyah . Saya sangat terkesan”, kata Zakaria .

“Sebuah roket ditembakkan di Mouaddamiyyah oleh Brigade Keempat dari Pangkalan Militer Suriah pada pukul 4 pagi, yang menunjukkan bahwa inspektur PBB sudah waktunya untuk pergi. Dan ketika mereka pergi, kota itu kembali dihujani oleh roket lagi”.

Inspektur PBB yang mencatat dan memeriksa  barang bukti yang diduga terkait dengan serangan gas Kimia di  Mouaddamiyah, Suriah (Photo: capture video amatir)

Gambar dari video amatir: Inspektur PBB yang mencatat dan memeriksa barang bukti yang diduga terkait serangan gas Kimia di Mouaddamiyah, Suriah (Photo: AP/26 Agustus 2013)

Reaksi Obama
Presiden AS Barack Obama mengatakan pemerintahannya menyimpulkan pemerintah Suriah yang melakukan penyerangan dengan senjata kimia melawan rakyat sipil di suburban Damaskus pekan lalu. “Kami menyimpulkan pemerintah Suriah yang melakukan semua ini, dan karena itu, butuh konsekuensi internasional”, ujarnya.

Di tempat terpisah, Dewan Keamanan (DK) PBB tidak mencapai kata mufakat dalam resolusi yang diajukan Inggris soal agresi militer ke Suriah. Langkah ini telah diantisipasi sebelumnya oleh para kepala negara Barat yang mengatakan serangan tidak memerlukan restu DK PBB.

Rancangan resolusi yang diajukan Inggris adalah memerintahkan penggunaan aksi militer terhadap rezim Bashar al-Assad di Suriah. Rancangan resolusi itu tidak mencapai mufakat bahkan sebelum dilakukan voting.(JKGR).

  5 Responses to “Inspektur PBB Selidiki Serangan Zat Kimia di Suriah”

  1. Ach… jangan-jangan ini proyek Israel untuk melicinkan serangan ke suriah.

  2. detail sekali

  3. Assosiated Press : Doctors Without Borders memberi informasi ke Assosiated Press beberapa jam selepas kejadian di Ghoutta yg menewaskan 350 orang, yang intinya kejadian itu karena mis koordinasi dari pihak oposisi yg mendapat senjata itu tanpa mengetahui kalo di itu adalah senjata kimia yang akhirnya meledak di sana.

  4. Menanggapi perang diplomasi antara Inggris dan Rusia tersebut, Assad berkata: “Adakah negara yang menggunakan (senjata) kimia atau senjata pemusnah massal di sebuah tempat dimana pasukannya sendiri terkonsentrasi disana? Bukankah hal itu bertentangan dengan logika dasar!”. Lebih mengejutkan lagi, tanggapan Bashar al-Assad seolah justru menantang hegemoni Barat, karena ia mengingatkan jika AS memilih opsi serangan militer ke Damaskus, maka Washington akan mengalami bencana seperti di Vietnam (Rueters, Senin, 26 Agustus 2013). Sejak awal krisis, kami telah menunggu musuh sejati kami menampakkan dirinya,” kata Assad kepada para pejabat Damaskus seperti dikutip surat kabar Lebanon al-Akhbar pada Kamis (29/8).

  5. Israel negara setan dg menggunakan bom kimia (nabok nyilih tangan), udah serang aja siria berani berani apa tdk Israel dan saya mengharapkan perang dunia III terjadi di wilayah timur tengah biar negara2 besar kolep semua krn kekurangan bahan bakar. Hajar Israel dg roket melalui jalur gaza……………

 Leave a Reply