Agu 272018
 

Purwarupa jet tempur generasi kelima Sukhoi T-50 PAK FA alias Su-57 dalam MAKS Air Show 2013. © Pawel Maryanov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia akan miliki kemampuan kecerdasan buatan mutakhir dan membuatnya selangkah lebih dekat dengan jet tempur tanpa awak generasi berikutnya, menurut sumber industri penerbangan yang dilansir dari laman Sputnik.

“Ada rencana untuk melengkapi pesawat tempur Su-57 Rusia dengan sistem Artificial Inteligent (AI) yaitu kecerdasan buatan yang akan membawanya lebih dekat ke pesawat terbang tanpa awak (PTTA) generasi keenam”, kata sumber itu.

Produsen pesawat Sukhoi akan mengirimkan 2 dari jet tempur siluman ini ke Angkatan Bersenjata Rusia di bawah kontrak yang ditandatangani pada hari Rabu dalam forum teknologi militer “Army-2018” di Kubinka, Rusia.

Jet tempur multi-peran, yang melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010, juga akan mempunyai sistem kendali, visual serta persenjataan yang sepenuhnya otomatis, menurut sumber tersebut.

Sebelumnya, Presiden United Aircraft Corporation (UAC) yakni Yuri Slyusar mengatakan bahwa dua jet tempur Su-57 telah menjalani debut tempur mereka di Suriah dan berhasil menyelesaikan semua tugas mereka.

Belakangan, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu melaporkan bahwa pengujian rudal jelajah mutakhir telah dilakukan dari jet tempur generasi kelima Su-57.

Bagikan:

  3 Responses to “Integrasi Kecerdasan Buatan Pada Su-57 Rusia”

  1.  

    Benarkah berita ini?

    Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), dilaporkan jatuh di dekat tambak udang atau tepatnya di Dusun Sanghiangkalang RT 01/RW 01 Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (26/08/2018), sekitar pukul 10.15 WIB.

  2.  

    Pesawat terbang tanpa awak (PTTA) ini apakah akan menjadi semacam drone yang dikendalikan dari base didarat dengan gelombang radio…? atau akan sepenuhnya autonomus dan sepenuhnya dikendalikan oleh super komputer. Sehingga peran operator darat sangat minim ?

 Leave a Reply