Oct 172014
 

Integrasi Radar KRI Berkemampuan Hanud Wujudkan Sishanudnas Yang Handal

KOHANUDNAS (10/10),- Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmadja memimpin Rapat Koordinasi Integrasi Radar Kedua, terkait pembahasan integrasi Radar KRI berkemampuan hanud dalam mewujudkan Sishanudnas yang handal, yang dihadiri oleh : Kas Kohanudnas dengan para Pejabat Kohanudnas, di ruang Rapat Makohanudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/10).

Pada kesempatan itu Pangkohanudnas menyampaikan tentang kemampuan Kohanudnas dalam menerima data Radar yang berasal dari Radar di darat tidak mengalami kendala, sedangkan apabila data Radar yang kita terima dari KRI berkemampuan Hanud belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk dapat mendukung Sishanudnas. Utuk itu Pangkohanudnas berupaya agar  pengintegrasian Radar yang berasal dari KRI berkemampuan Hanud ke pusat operasi pengendalian Kohanudnas dapat terlaksana, sehingga data Radar yang  dikirim dari KRI dapat diterima dengan baik.

Rapat kali ini juga dihadiri oleh PT. Aditech Matra sebagai mitra yang nantinya akan mengerjakan pemasangan peralatan Radar di setiap KRI yang memiliki kemampuan Hanud, dalam pembahasannya PT. Aditech Matra yang disampaikan oleh Bapak Sukardi menyampaikan, bahwa pemasangan peralatan guna mengintegrasikan Radar KRI berkemampuan Hanud ke pusat pengendali Kohanudnas tidak ada permasalahan, asalkan KRI yang akan dipasang peralatan antena memiliki tempat dengan diameter  2 s.d 3 M, dengan menggunakan Satelit C-Band. (www.tni.mil.id)

 Posted by on October 17, 2014  Tagged with:

  26 Responses to “Integrasi Radar KRI Berkemampuan Hanud”

  1. Mantap semoga makin banyak yang seperti model ini di lanud-lanud Indonesia

  2. Haduh tender produk luar lagi, kenapa gak PT Len, di UU kan seharusnya mereka yg menjadi Lead Integrator…

    • Bung,jalo maaf OTT , itu radar C band jangkauan nya sampai brp km?
      Karakteristik nya seperti apa yah? Maaf merepotkan

    • Sory bung Jalo dan bung Gue, saya gagal paham nih. Dari berita di atas yang menyatakan akan dipakai atau dilakukankan pengadaan produk radar dari luar negeri yang mana ya? Terus produknya apa y? Apakah PT Aditech Matra itu bukan perusahaan swasta nasional kah?

    • yang saya tangkap dari artikel diatas :
      radar masih tetep pake radar existing (buatan luar negeri)
      yg dibahas hanya pemasangan interface untuk proses integrasinya.
      yg jadi pertanyaan, PT. Aditech Matra menggunakan perangkat interface gawean mana?

      atau gini bung Jalo (i like your avatar) kenapa kok tidak PT LEN? karena presentasinya keduluan oleh PT. Aditech Matra dan kebetulan mendapat liputan, jadi naiklah artikel ini.
      coba kalo sebaliknya.. :mrgreen: (cuma berusahan positive thinking saja)

      • Ya sepakat, di interface supaya bisa saling bicara. Apa Adi tech tak buat sendiri? Kalau memang begitu ya harusnya PT LEN yang bikin. Atau perusahaan lokal lain yang bikin.

    • Wani piro Bung Jalo? Lha ora wani,mergo BUMN diintip KPK. Swasta lebih bebas. Maaf pendapat oot orang awam.xixixi.

    • iya Bung Jalo.. knapa ya koq g melibatkan PT. LEN ?? kapan majunya nanti Industri dalam negeri kalo g pernah diajak kerjasama oleh para pemimpin kita?

  3. Jika dapat dilakukan tentu lebih baik

  4. Ijin nyimak Ndan

  5. Aku nggak ngerti cara berpikirnya para pemimpin bangsa ini. Kalau SDM dan hasil karya ilmuwan dalam negeri tidak pernah dipercaya dengan alasan ini itu, ya kapan bangsa ini bisa maju.

  6. wes terlalu katanya cintailah produk” indonesia tapi malah kebalikanya

  7. 7 besar

  8. jayalah negaraku

  9. ha ha ha, kalo sambil kerja gini sambil tes speed internet kantor bung abis itu SR lagi selamat menikmati artikel-artikel JKGR. Salam

  10. awas penyadapan radar KRI….
    waspadalah….
    gunakan produk dalam negeri

  11. Selain diinstal radar berkemampuan hanud, KRI harus juga di lengkapi dengan sistem pertahanan udara yang mumpuni untuk jarak menengah dan jauh, sebagai antisipasi brahmos yang dipanggul SU-30mkm dan sejenisnya.

  12. Kalau sy tangkap dari artikel di atas :
    “Pada kesempatan itu Pangkohanudnas menyampaikan tentang kemampuan Kohanudnas dalam menerima data Radar yang berasal dari Radar di darat tidak mengalami kendala, sedangkan apabila data Radar yang kita terima dari KRI berkemampuan Hanud belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk dapat mendukung Sishanudnas. Utuk itu Pangkohanudnas berupaya agar pengintegrasian Radar yang berasal dari KRI berkemampuan Hanud ke pusat operasi pengendalian Kohanudnas dapat terlaksana, sehingga data Radar yang dikirim dari KRI dapat diterima dengan baik.”

    Dengan menggandeng PT. Aditech Matra sebagai mitra diharapkan pengintegrasian Radar yang berasal dari KRI berkemampuan Hanud ke pusat operasi pengendalian Kohanudnas dapat terlaksana.

    Dari website PT. Aditech Matra ternyata sejak tahun 2010 telah menjadi reseller di Indonesia bagi peralatan VSAT yg diproduksi oleh MTN Satellite Communications (MTN) Amerika.

    Beberapa pertanyaan yg perlu jawaban :
    1. Mengapa tidak menggandeng BUMN, PT LEN misalnya?
    2. Data apa yg ditransmit dari KRI, voice, data, atau voice+data?
    3. Melalui satelit, baru ke pusat operasi pengendalian Kohanudnas? Satelitnya punya siapa?
    4. Apakah peralatan yg dipasang itu MilSpec atau CivilSpec?
    5. Apakah semuanya serba otomatis, semi otomatis, atau manual? Mungkin ini termasuk rahasia. Peristiwa detection + tracking + data transmission ini harus real time bung.

    At the end of the day, mungkin ini adalah langkah awal yg realistik bagi pengintegrasian data KRI ke pusat pengendalian Kohanudnas.

    • Kecuali pertanyaan no 3, mestinya sudah dalam penguasaan perusahaan lokal. imho.

    • Silent reader permisi nimbrung…mohon hati2 secanggih apapun radarnya, bahkan buatan pts len sendiri, kalau kita mash menggunakan element network integrasi spt vsat apalagi dr asu, sama saja ibarat kita yang mancing orang yg dpt ikannya. Terimksih

  13. Jdi dengan sistem radar yg sudah terintegrasi baik yg di darat dan yg di laut di kohanudnas..data di lapangan bisa langsung di proses dri markas besar tni dan dapat menindak setiap pelanggaran secepat mungkin…misal ada pesawat musuh yg masuk maka dapat di tentukan tindakan..apakah perlu di intersep atau langsung d tembak dgn rudal sam(yg jarak sedang/jauh kalau sudah ada) yg ada d Kri yg radarnya mendetek pesawat musuh itu(kri terdekat)..mungkin seperti itu ya tujuan penyatuan system radar nasional ini..?
    Kalau mengingat tentang tragedi bawean,,betapa miris mendengarnya karena langkah untuk mengintersepnya sangat lama..
    Salam nkri..

  14. kalau saya pahami, mslh ini memang berkaitan dengan interface peralatan radar dari berbagai negara yg kita pakai, apakah protokol nya bisa konek atau tidak juga apa mau produsen nya kasih password perubahan supaya bisa Link seperti kasus radar samnya turki yg dari cina dimana NATO alias amrik tidak mau kasih akses

 Leave a Reply